Dalam perjalanan hidup yang penuh ujian, seringkali kita merasa terombang-ambing oleh ketidakpastian. Surat Yusuf ayat 6 hadir sebagai jangkar bagi jiwa yang sedang belajar bertawakal. Ayat ini menegaskan janji Allah kepada Nabi Yusuf AS, wa kadzalika yajtabika Rabbuka, "Dan demikianlah Tuhan memilihmu." Ayat ini berada di bagian awal surat, berfungsi sebagai fondasi keteguhan bagi Yusuf muda yang akan menghadapi serangkaian ujian berat.
Imam Ibnu Kathir menjelaskan bahwa yajtabika berarti Allah memilih dan menetapkan Yusuf menjadi seorang Nabi. Ilmu ta'wil al-ahadits (takwil mimpi) yang diberikan Allah adalah nikmat penyerta agar ia mampu melihat hikmah di balik setiap peristiwa. Allah menyempurnakan nikmat-Nya kepada Yusuf sebagaimana Dia menyempurnakannya kepada Ibrahim dan Ishaq. Ini adalah pengingat bahwa tawakal bukan sekadar pasrah, melainkan keyakinan pada ilmu dan hikmah Allah yang Maha Luas.
Rasulullah SAW bersabda mengenai kemuliaan nasab Yusuf:
"Orang yang mulia putra dari orang yang mulia putra dari orang yang mulia putra dari orang yang mulia adalah Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim." (Shahih Bukhari 3081, derajat: shahih)
Kemuliaan ini bukanlah karena kemudahan, melainkan karena keteguhan mereka dalam memegang janji Allah di tengah badai ujian. Yusuf tidak kehilangan arah karena ia tahu bahwa Rabbuka 'Aliimun Hakim (Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana).
Refleksi amaliah untuk menguatkan tawakal:
- Sadari bahwa setiap ujian adalah proses "pemilihan" (ijtaba) dari Allah untuk mengangkat derajat hamba-Nya. Ubah cara pandang dari "mengapa ini terjadi padaku" menjadi "apa yang Allah ajarkan melalui peristiwa ini."
- Pelajari tanda-tanda kebaikan di balik kesulitan. Sebagaimana Yusuf belajar menakwilkan mimpi, kita diperintahkan menakwilkan ujian dengan prasangka baik kepada Allah.
- Fokus pada ketaatan di setiap lini kehidupan. Tawakal yang benar adalah ketika seseorang melakukan ikhtiar maksimal sembari hati tetap bergantung sepenuhnya pada ketetapan Allah yang Maha Bijaksana.
Ketika Anda merasa ujian terasa berat, ingatlah bahwa Allah sedang membentuk Anda, sebagaimana Dia membentuk Yusuf. Wallahu a'lam.
Daftar hadits di bawah ini diberikan ke AI sebagai konteks RAG. Klik untuk membaca teks lengkap.
Shahih Bukhari 3961 shahih
حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا هِشَامٌ أَنَّ ابْنَ جُرَيْجٍ أَخْبَرَهُمْ قَالَ أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ الْأَحْوَلُ أَنَّ مُجَاهِدًا أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَأَلَ ابْنَ عَبَّاسٍأَفِي ص سَجْدَةٌ فَقَالَ نَعَمْ ثُمَّ تَلَا{ وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ إِلَى قَوْلِهِ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ }ثُمَّ قَالَ هُوَ مِنْهُمْزَادَ يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ وَسَهْلُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ الْعَوَّامِ عَنْ مُجَاهِدٍ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّنْ أُمِرَ أَنْ يَقْتَدِيَ بِهِمْTerjemahan. Telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Musa] Telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] bahwa [Ibnu Juraij] mengabarkan kepada mereka seraya berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Sulaiman Al Ahwal], [Mujahid] telah mengabarkan kepadanya bahwasanya ia bertanya kepada [Ibnu 'Abbas]; 'Apakah di dalam surat Shaad terdapat ayat sadjah? ' Ibnu Abbas menjawab; 'Ya.' Lalu dia membaca: Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya…, hingga ayat: Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka Al An'am: 84-90). Kemudian Ibnu Abbas berkata; 'Daud termasuk dari mereka. [Yazid bin Harun] dan [Muhammad bin 'Ubaid] serta [Sahl bin Yusuf] menambahkan dari [Al Awwam] dari [Mujahid] Aku bertanya kepada [Ibnu 'Abbas], lalu dia menjawab; 'Nabi kalian shallallahu 'alaihi wasallam adalah termasuk orang yang diperintahkan untuk mengikuti mereka.'
Shahih Bukhari 3081 shahih
أَخْبَرَنِي عَبْدَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْكَرِيمُ ابْنُ الْكَرِيمِ ابْنِ الْكَرِيمِ ابْنِ الْكَرِيمِ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِمْ السَّلَامTerjemahan. Telah mengabarkan kepadaku ['Abdah] telah bercerita kepada kami ['Abdush Shamad] dari ['Abdur Rahman] dari [bapaknya] dari [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang mulia putra dari orang yang mulia putra dari orang yang mulia putra dari orang yang mulia adalah Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim ASm".
Shahih Bukhari 4015 shahih
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْكَرِيمُ ابْنُ الْكَرِيمِ ابْنِ الْكَرِيمِ ابْنِ الْكَرِيمِ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami ['Abdush Shamad] dari ['Abdur Rahman bin 'Abdullah bin Dinar] dari [Bapaknya] dari ['Abdullah bin 'Umar radliallahu 'anhuma] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang mulia, putra orang mulia, putra orang mulia, putra orang mulia, adalah Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim."
Shahih Bukhari 3082 shahih
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الْكَرِيمُ ابْنُ الْكَرِيمِ ابْنِ الْكَرِيمِ ابْنِ الْكَرِيمِ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِمْ السَّلَامTerjemahan. Telah bercerita kepada kami [Ishaq bin Manshur] telah mengabarkan kepada kami ['Abdush Shamad] telah bercerita kepada kami ['Abdur Rahman bin 'Abdullah] dari [bapaknya] dari [Ibnu 'Umar radliallahu 'anhuma] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa Beliau bersabda: "Orang yang mulia putra dari orang yang mulia putra dari orang yang mulia putra dari orang yang mulia adalah Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim 'Alaihissalam".
Sunan Ibnu Majah 146
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَأَبُو بَكْرِ بْنُ خَلَّادٍ الْبَاهِلِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَضَمَّنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْهِ وَقَالَ اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الْحِكْمَةَ وَتَأْوِيلَ الْكِتَابِTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dan [Abu Bakr bin Khallad Al Bahili] keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] berkata, telah menceritakan kepada kami [Khalid Al Hadda] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memelukku sambil berdoa: "Ya Allah, ajarkanlah ia Al Hikmah dan ta`wil Al Kitab."
Shahih Bukhari 3066 shahih
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ سَمِعَ الْمُعْتَمِرَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقِيلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَكْرَمُ النَّاسِ قَالَ أَكْرَمُهُمْ أَتْقَاهُمْ قَالُوا يَا نَبِيَّ اللَّهِ لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ قَالَ فَأَكْرَمُ النَّاسِ يُوسُفُ نَبِيُّ اللَّهِ ابْنُ نَبِيِّ اللَّهِ ابْنِ نَبِيِّ اللَّهِ ابْنِ خَلِيلِ اللَّهِ قَالُوا لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ قَالَ فَعَنْ مَعَادِنِ الْعَرَبِ تَسْأَلُونِي قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَخِيَارُكُمْ فِي الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِي الْإِسْلَامِ إِذَا فَقُهُواTerjemahan. Telah bercerita kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia mendengar [Al Mu'tamir] dari ['Ubaidillah] dari [Sa'id bin Abi Sa'id Al Maqburiy] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; "Kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanyakan; "Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling mulia?". Beliau menjawab: "Siapa yang paling taqwa di antara mereka?". Mereka berkata; "Wahai Nabi Allah, bukan itu yang kami tanyakan". Beliau berkata: "Kalau begitu, Yusuf Nabi Allah, putra dari Nabi Allah putra Khalilullah (kekasih Allah, Ibrahim 'Alaihissalam) ". Mereka berkata lagi; "Bukan itu yang kami tanyakan". Beliau berkata: "Apakah yang kalian maksudkan tentang kalangan bangsa Arab?. Mereka berkata; "YA, benar". Beliau bersabda: "Orang yang terbaik di antara kalian pada masa Jahiliyyah adalah yang terbaik pula di masa Islam jika mereka memahami Islam".
Sunan Tirmidzi 3324
حَدَّثَنَا خَلَّادُ بْنُ أَسْلَمَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ أَبِي عَمَّارٍ عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى مِنْ وَلَدِ إِبْرَاهِيمَ إِسْمَعِيلَ وَاصْطَفَى مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ بَنِي كِنَانَةَ وَاصْطَفَى مِنْ بَنِي كِنَانَةَ قُرَيْشًا وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Khallad bin Aslam] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Mush'ab] telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] dari [Abu 'Ammar] dari [Watsilah bin Al Asqa' radliallahu 'anhu] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah memilih Isma'il dari anak keturunan Ibrahim dan memilih Kinanah dari anak keturunan Ismail, dan memilih Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih Hasyim dari suku Quraisy serta memilihku dari bani Hasyim." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih."
Sunan Tirmidzi 2892
حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ الْخُزَاعِيُّ الْمَرْوَزِيُّ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْكَرِيمَ ابْنَ الْكَرِيمِ ابْنِ الْكَرِيمِ ابْنِ الْكَرِيمِ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ وَلَوْ لَبِثْتُ فِي السِّجْنِ مَا لَبِثَ يُوسُفُ ثُمَّ جَاءَنِي الرَّسُولُ أَجَبْتُ ثُمَّ قَرَأَ{ فَلَمَّا جَاءَهُ الرَّسُولُ قَالَ ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ اللَّاتِي قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ }قَالَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ عَلَى لُوطٍ إِنْ كَانَ لَيَأْوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ إِذْ قَالَ{ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ }فَمَا بَعَثَ اللَّهُ مِنْ بَعْدِهِ نَبِيًّا إِلَّا فِي ذِرْوَةٍ مِنْ قَوْمِهِحَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدَةُ وَعَبْدُ الرَّحِيمِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو نَحْوَ حَدِيثِ الْفَضْلِ بْنِ مُوسَى إِلَّا أَنَّهُ قَالَ مَا بَعَثَ اللَّهُ بَعْدَهُ نَبِيًّا إِلَّا فِي ثَرْوَةٍ مِنْ قَوْمِهِ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو الثَّرْوَةُ الْكَثْرَةُ وَالْمَنَعَةُ قَالَ أَبُو عِيسَى وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ رِوَايَةِ الْفَضْلِ بْنِ مُوسَى وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Al Husain bin Huraits Al Khuza'I Al Marwazi] telah menceritakan kepada kami [Al Fadll bin Musa] dari [Muhammad bin Amru] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Bahwa al Kariim (orang mulia) bin Al Karim bin al Karim bin al Karim adalah Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim." Beliau bersabda: "Seandainya aku tinggal di penjara sebagaimana yang dialami Yusuf, kemudian datang utusan padaku maka aku kujawab, lalu beliau bacakan ayat: 'Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya?" (Yusuf: 50) dan rahmat Allah atas Luth ketika ia hendak berlindung kepada keluarga yang kuat, ia berkata: "Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)." (Huud: 80) dan Allah tidak mengutus seorang Nabi setelahnya kecuali dari keturunan teratas kaumnya. Abu Kuraib menceritakan pada kami, dari Abdah dan Abdurrahim dari Muhammad bin Amru seputar haditsnya Fadll bin Musa, ia berkata: Allah tidak mengutus seorang nabi setelahnya melainkan dari keturunan terbesar dari kaumnya. Telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib] telah menceritakan kepada kami [Abdah] dan [Abdurrahim] dari [Muhammad bin Amru] seperti hadits Al Fadll bin Musa hanya saja ia menyebut: Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pun setelahnya kecuali dari kaumnya yang terbanyak. Muhammad bin Amru berkata: Tsarwah artinya banyak dan kuat. Abu Isa berkata: Ini lebih shahih dari riwayat Al Fadll bin Musa dan hadits ini hasan.