بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i).
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Surah pembuka Al-Quran, intisari seluruh wahyu. Tujuh ayat yang merangkum tauhid, ibadah, dan tawakal.
Sebagai Umm al-Qur'an (Induk Al-Qur'an), Surah Al-Fatihah yang merupakan surah Makkiyyah ini menyajikan ringkasan seluruh pesan Al-Qur'an. Tema sentralnya adalah penetapan perjanjian fundamental antara Allah dan hamba-Nya. Surah ini dimulai dengan pengakuan hamba atas sifat-sifat keagungan Allah, Ketuhanan-Nya (`Rububiyyah`), Rahmat-Nya, dan Kedaulatan-Nya. Pengakuan ini memuncak pada deklarasi inti tauhid dalam ibadah dan permohonan pertolongan (`Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in`). Dari landasan ini, hamba kemudian memohon anugerah terpenting: petunjuk ke jalan yang lurus, yang merupakan tujuan dari diturunkannya sisa Al-Qur'an.
Inti ajaran Islam yang mencakup pujian kepada Allah, ikrar tauhid, dan doa memohon petunjuk jalan yang lurus.
Surah Al-Fatihah adalah induk Al-Quran (Ummul Quran) yang merangkum seluruh pesan ilahi. Tema utamanya berkisar pada pengenalan terhadap Allah melalui sifat-sifat-Nya yang penuh kasih sayang (Ar-Rahman dan Ar-Rahim) serta kekuasaan-Nya yang mutlak sebagai Tuhan semesta alam dan Pemilik hari pembalasan.
Selain itu, surah ini mengajarkan prinsip dasar tauhid, yaitu memurnikan ibadah dan permohonan pertolongan hanya kepada Allah. Diakhiri dengan doa yang paling esensial bagi manusia, yakni permohonan agar senantiasa dibimbing di atas jalan kebenaran dan dijauhkan dari jalan kesesatan.
Surah ini diturunkan di Makkah pada awal masa kenabian sebagai panduan dasar bagi umat Islam dalam beribadah. Ia hadir untuk menanamkan fondasi akidah yang kuat di tengah masyarakat jahiliah yang menyekutukan Allah. Surah ini menjadi bacaan wajib dalam setiap salat agar manusia selalu terhubung dengan penciptanya.
Sebagai surah pembuka, Al-Fatihah merangkum seluruh isi Al-Quran secara global. Surah setelahnya, yakni Al-Baqarah, merupakan rincian atau jawaban langsung dari doa memohon petunjuk yang dipanjatkan di akhir Surah Al-Fatihah.
Situasi Merasa cemas dan terbebani oleh masalah pekerjaan yang menumpuk.
Pesan surah Allah adalah Pemelihara semesta alam yang kasih sayang-Nya meliputi segala sesuatu, termasuk urusan kita.
Langkah kecil Tarik napas panjang, ucapkan Alhamdulillah, dan niatkan bekerja sebagai ibadah.
Situasi Bingung mengambil keputusan penting dalam keluarga atau karier.
Pesan surah Kita sangat butuh petunjuk Allah agar tidak salah melangkah.
Langkah kecil Lakukan salat istikharah atau berdoa dengan sungguh-sungguh meminta jalan keluar terbaik.
Situasi Merasa sombong setelah mencapai kesuksesan besar.
Pesan surah Semua pujian hanya milik Allah, kita tidak memiliki daya tanpa pertolongan-Nya.
Langkah kecil Akui dalam hati bahwa kesuksesan ini adalah titipan, lalu bersedekah sebagai wujud syukur.
Al-Fatihah adalah dialog langsung antara hamba dan Allah. Membacanya dengan tergesa-gesa menghilangkan esensi penghambaan dan permohonan petunjuk yang menjadi inti surah ini.
Cara praktis Beri jeda sejenak di setiap akhir ayat Al-Fatihah saat salat untuk meresapi maknanya.
Hari ini, baca Surah Al-Fatihah dengan perlahan beserta terjemahannya di luar waktu salat, lalu renungkan nikmat Allah yang paling Anda syukuri.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i).
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ
Ar-raḥmānir-raḥīm(i).
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ
Māliki yaumid-dīn(i).
Pemilik hari Pembalasan.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ
Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn(u),
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a).
Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ
Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim, gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin 'Adullah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan] berkata, telah menceritakan kepada kami [Az Zuhri] dari […
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abi Syaibah] dan [Amru an-Naqid] serta [Ishaq bin Ibrahim] semuanya dari [Sufyan] berkata [Abu Bakar] telah men…
Telah menceritakan kepada kami [Adam] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi'b] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah ra…
Pencarian makna hidup sering kali membuat kita merasa lelah dan tersesat dalam labirin ambisi duniawi. Namun, Allah memberikan kompas yang sangat jelas tepat…
Surat Al-Fatihah ayat 5 berbunyi: Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin. Ayat ini adalah jantung dari surat Al-Fatihah. Setelah kita memuji kebesaran Allah di e…
Pembuka: Al-Fatihah ayat 3 mengulang lafaz ar-Rahman ar-Rahim, seketika setelah Allah memperkenalkan diri sebagai Rabbul ‘alamin di ayat sebelumnya. Ayat ini…