Di dalam Surat Al-'Adiyat ayat 2, Allah bersumpah dengan pemandangan yang menggetarkan jiwa: "فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ" (fal-muriyati qadhan), yakni kuda-kuda perang yang memercikkan bunga api akibat entakan kukunya. Ayat ini sering luput dari pemahaman kita tentang hakikat tawakal. Tawakal yang benar bukanlah kepasrahan yang diam. Ia adalah ikhtiar maksimal yang berbenturan dengan kerasnya realitas, hingga memercikkan "bunga api" perjuangan.
Hafiz Ibn Kathir dalam tafsirnya menjelaskan makna fal-muriyati qadhan sebagai kuda-kuda yang dipacu kencang di jalan Allah, lalu kuku-kuku mereka menghantam bebatuan keras hingga memercikkan api. Seekor kuda perang tidak mengetahui taktik atau hasil akhir dari pertempuran. Ia hanya percaya sepenuhnya kepada penunggangnya, lalu mengerahkan seluruh tenaga untuk berlari menerjang batu. Inilah metafora tawakal yang sejati: kita mengerahkan ikhtiar paling keras, lalu menyerahkan arah dan hasilnya kepada Allah Yang Maha Mengatur.
Kelelahan dalam berikhtiar ini sangat dicintai oleh Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menegaskan keutamaan bersusah payah tersebut:
"Barangsiapa yang keduanya kakinya berdebu dijalan Allah, Allah mengharamkannya dari neraka." [Musnad Ahmad 3155, derajat: tidak tersedia]
Debu yang menempel di kaki kita, atau bunga api dari entakan ikhtiar kita, adalah bukti kejujuran tawakal kita kepada-Nya. Untuk menghidupkan makna ayat ini dalam ujian kehidupan, ada beberapa langkah yang bisa kita ambil:
- Benturkan ikhtiar hingga maksimal. Jangan berhenti pada usaha yang setengah-setengah. Bekerjalah dan berdoalah sekuat tenaga dalam menyelesaikan masalah, seolah-olah seluruh penyelesaian bergantung pada kerasnya entakan langkah Anda.
- Jadilah hamba yang taat pada arahan-Nya. Kuda yang baik berlari ke arah yang diarahkan tuannya. Pastikan ikhtiar keras Anda, seberat apa pun medannya, tetap berada di atas jalur syariat yang diridhai Allah.
- Serahkan hasil akhirnya. Setelah kuku menghantam batu dan memercikkan api, tugas kuda selesai. Setelah ikhtiar maksimal dilakukan, tugas kita adalah rida dan yakin bahwa ketetapan Allah adalah jalan keluar yang terbaik.
Tawakal adalah titik temu antara keringat ikhtiar yang menderas dan hati yang bersandar penuh kepada Sang Maha Kuasa. والله أعلم
Daftar hadits di bawah ini diberikan ke AI sebagai konteks RAG. Klik untuk membaca teks lengkap.
Sunan Nasai 2973
أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ لَحِقَنِي عَبَايَةُ بْنُ رَافِعٍ وَأَنَا مَاشٍ إِلَى الْجُمُعَةِ فَقَالَ أَبْشِرْ فَإِنَّ خُطَاكَ هَذِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ سَمِعْتُ أَبَا عَبْسٍ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ حَرَامٌ عَلَى النَّارِTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami [Al Husain bin Huraits], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abi Maryam], ia berkata; telah bertemu denganku ['Abayah bin Rafi'] dan saya sedang berjalan menuju shalat Jum'at, lalu ia berkata; bergembiralah, karena sesungguhnya langkahmu ini adalah di jalan Allah. Saya mendengar [Abu 'Abas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang kedua telapak kakinya berdebu di jalan Allah, maka ia haram bagi Neraka."
Shahih Muslim 2073 shahih
و حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ ابْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَإِنَّمَا سَعَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَمَلَ بِالْبَيْتِ لِيُرِيَ الْمُشْرِكِينَ قُوَّتَهُTerjemahan. Dan telah menceritakan kepadaku [Amru An Naqid] dan [Ibnu Abu Umar] dan [Ahmad bin Abdah] semuanya dari [Ibnu Uyainah] - [Ibnu Abdah] berkata- Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Amru] dari [Atha`] dari [Ibnu Abbas] ia berkata; "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berlari-lari kecil thawaf di Baitullah, hanya untuk memperlihatkan kekuatan kaum muslimin kepada kaum musyrikin."
Musnad Ahmad 3155
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الشُّعَيْثِيُّ عَنْ لَيْثِ بْنِ الْمُتَوَكِّلِ عَنْ مَالِكِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْخَثْعَمِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah Asy Syu'aitsi] dari [Laits bin Al Mutawakkil] dari [Malik bin 'Abdullah Al Khats'ami], ia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang keduanya kakinya berdebu dijalan Allah, Allah mengharamkannya dari neraka."
Sunan Abu Dawud 1539
حَدَّثَنَا مُصَرِّفُ بْنُ عَمْرٍو الْيَامِيُّ حَدَّثَنَا يُونُسُ يَعْنِي ابْنَ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي ثَوْرٍ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ قَالَتْلَمَّا اطْمَأَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَّةَ عَامَ الْفَتْحِ طَافَ عَلَى بَعِيرٍ يَسْتَلِمُ الرُّكْنَ بِمِحْجَنٍ فِي يَدِهِ قَالَتْ وَأَنَا أَنْظُرُ إِلَيْهِTerjemahan. Telah menceritakan kepada Kami [Musharrif bin 'Amr Al Yami], telah menceritakan kepada Kami [Yunus yaitu Ibnu Bukair], telah menceritakan kepada Kami [Ibnu Ishaq], telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ja'far bin Az Zubair] dari ['Ubaidullah bin Abdullah bin Abu Tsaur], dari [Shafiyah binti Syaibah], ia berkata; tatkala Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam tinggal di Mekkah pada saat penaklukan Mekkah, beliau berthawaf di atas unta dan menyentuh rukun menggunakan tongkat di tangannya. Shafiyah berkata; dan aku melihat beliau.
Sunan Nasai 2841
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرٍ قَالَلَمَّا تَصَوَّبَتْ قَدَمَا رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَطْنِ الْوَادِي رَمَلَ حَتَّى خَرَجَ مِنْهُTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dari [Sufyan] dari [Ja'far] dari [ayahnya] dari [Jabir], ia berkata; tatkala kedua telapak kaki Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam turun di tengah bukit beliau berjalan cepat hingga keluar darinya.
Musnad Ahmad 3633
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الطُّفَيْلِ يُحَدِّثُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَمَلَ مِنْ الْحَجَرِ إِلَى الْحَجَرِTerjemahan. Telah bercerita kepada kami [Yahya bin Adam] telah bercerita kepada kami ['Abdullah bin Al Mubarak] dari ['Ubaidullah bin Abu Ziyad] berkata: Aku mendengar [Abu Ath Thufail] bercerita bahwa Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam berlari kecil dari hajar aswad ke hajar aswad.
Sunan Abu Dawud 3852
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الرِّجْلُ جُبَارٌقَالَ أَبُو دَاوُد الدَّابَّةُ تَضْرِبُ بِرِجْلِهَا وَهُوَ رَاكِبٌTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yazid] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Husain] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Kaki adalah sia-sia (tidak ada tebusan)." Abu Dawud berkata, "Maksudnya Binatang yang menginjak dengan dengan kakinya, sementara ia (pemilik) menungganginya."
Musnad Ahmad 746
حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مَسْلِمٍ قَالَ سَمِعْتُ يَزِيدَ بْنَ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ لَحِقَنِي عَبَايَةُ بْنُ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ وَأَنَا رَائِحٌ إِلَى الْمَسْجِدِ إِلَى الْجُمُعَةِ مَاشِيًا وَهُوَ رَاكِبٌ قَالَ أَبْشِرْ فَإِنِّي سَمِعْتُ أَبَا عَبْسٍ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَهُمَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى النَّارِTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Muslim] berkata saya telah mendengar [Yazid bin Abu Maryam] berkata; ['Abayah bin Rafi' bin Khadij] menyusulku, sedang saya sedang menuju ke masjid untuk (shalat) Jum'at dengan keadaan berjalan kaki, sedang dia berkendaraan. Dia berkata 'Bergembiralah, saya mendengar [Abu Abbas] berkata; Rasulullah Shallallahu'alahiwasallam bersabda: "Barangsiapa yang kedua kakinya terkena debu di jalan Allah Azzawajalla, Allah Azzawajalla mengharamkan keduanya untuk neraka."