إِذَا جَآءَكَ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ قَالُواْ نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُۥ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ لَكَـٰذِبُونَ
إِذَا
جَآءَكَ
ٱلْمُنَـٰفِقُونَ
l-munāfiqūna
orang-orang munafik
قَالُوا۟
نَشْهَدُ
إِنَّكَ
لَرَسُولُ
larasūlu
sungguh adalah Rasul
ٱللَّهِ ۗ
وَٱللَّهُ
يَعْلَمُ
إِنَّكَ
لَرَسُولُهُۥ
larasūluhu
adalah utusan-Nya
وَٱللَّهُ
يَشْهَدُ
إِنَّ
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ
l-munāfiqīna
orang-orang munafik
لَكَـٰذِبُونَ
lakādhibūna
mereka benar-benar pendusta
Iżā jā'akal-munāfiqūna qālū nasyhadu innaka larasūlullāh(i), wallāhu ya‘lamu innaka larasūluh(ū), wallāhu yasyhadu innal-munāfiqīna lakāżibūn(a).
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Nabi Muhammad), mereka berkata, “Kami bersaksi bahwa engkau adalah benar-benar utusan Allah.” Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar utusan-Nya. Allah pun bersaksi bahwa orang-orang munafik itu benar-benar para pendusta.
ٱتَّخَذُوٓاْ أَيْمَـٰنَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
ٱتَّخَذُوٓا۟
ittakhadhū
mereka mengambil
أَيْمَـٰنَهُمْ
جُنَّةًۭ
فَصَدُّوا۟
faṣaddū
maka mereka berpaling
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ ۚ
إِنَّهُمْ
innahum
Sesungguhnya, mereka
سَآءَ
مَا
كَانُوا۟
يَعْمَلُونَ
yaʿmalūna
mereka melakukan
Ittakhażū aimānahum junnatan faṣaddū ‘an sabīlillāh(i), innahum sā'a mā kānū ya‘malūn(a).
Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai lalu mereka menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah. Sesungguhnya apa yang selalu mereka kerjakan itu sangatlah buruk.
ذَٲلِكَ بِأَنَّهُمْ ءَامَنُواْ ثُمَّ كَفَرُواْ فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ
ذَٰلِكَ
بِأَنَّهُمْ
bi-annahum
adalah karena mereka
ءَامَنُوا۟
ثُمَّ
كَفَرُوا۟
فَطُبِعَ
عَلَىٰ
قُلُوبِهِمْ
فَهُمْ
لَا
يَفْقَهُونَ
yafqahūna
mereka memahami
Żālika bi'annahum āmanū ṡumma kafarū faṭubi‘a ‘alā qulūbihim fahum lā yafqahūn(a).
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian kufur. Maka, hati mereka dikunci sehingga tidak dapat mengerti.
۞ وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْۖ وَإِن يَقُولُواْ تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْۖ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌۖ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْۚ هُمُ ٱلْعَدُوُّ فَٱحْذَرْهُمْۚ قَـٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ
۞ وَإِذَا
رَأَيْتَهُمْ
ra-aytahum
kamu melihat mereka
تُعْجِبُكَ
tuʿ'jibuka
menyenangkanmu
أَجْسَامُهُمْ ۖ
وَإِن
يَقُولُوا۟
تَسْمَعْ
لِقَوْلِهِمْ ۖ
liqawlihim
terhadap perkataan mereka
كَأَنَّهُمْ
ka-annahum
seolah-olah mereka
خُشُبٌۭ
khushubun
potongan-potongan kayu
مُّسَنَّدَةٌۭ ۖ
يَحْسَبُونَ
كُلَّ
صَيْحَةٍ
عَلَيْهِمْ ۚ
هُمُ
ٱلْعَدُوُّ
فَٱحْذَرْهُمْ ۚ
fa-iḥ'dharhum
maka waspadalah terhadap mereka
قَـٰتَلَهُمُ
qātalahumu
Semoga membinasakan mereka
ٱللَّهُ ۖ
أَنَّىٰ
يُؤْفَكُونَ
yu'fakūna
mereka dipalingkan
Wa iżā ra'aitahum tu‘jibuka ajsāmuhum, wa iy yaqūlū tasma‘ liqaulihim, ka'annahum khusyubum musannadah(tun), yaḥsabūna kulla ṣaiḥatin ‘alaihim, humul-‘aduwwu faḥżarhum, qātalahumullāh(u), annā yu'fakūn(a).
Apabila engkau melihat mereka, tubuhnya mengagumkanmu. Jika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur katanya (dengan saksama karena kefasihannya). Mereka bagaikan (seonggok) kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan (kutukan) ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya). Maka, waspadalah terhadap mereka. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari kebenaran)?
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ لَوَّوْاْ رُءُوسَهُمْ وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ
وَإِذَا
قِيلَ
لَهُمْ
تَعَالَوْا۟
يَسْتَغْفِرْ
yastaghfir
akan memohon ampun
لَكُمْ
رَسُولُ
ٱللَّهِ
لَوَّوْا۟
lawwaw
mereka memalingkan
رُءُوسَهُمْ
وَرَأَيْتَهُمْ
wara-aytahum
dan kamu melihat mereka
يَصُدُّونَ
وَهُم
مُّسْتَكْبِرُونَ
Wa iżā qīla lahum ta‘ālau yastagfir lakum rasūlullāhi lawwau ru'ūsahum wa ra'aitahum yaṣuddūna wa hum mustakbirūn(a).
Apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah (beriman) agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu,” mereka membuang muka dan engkau melihat mereka menolak (ajakan itu) sambil menyombongkan diri.
سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ أَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَـٰسِقِينَ
سَوَآءٌ
عَلَيْهِمْ
أَسْتَغْفَرْتَ
astaghfarta
apakah kamu memohon ampun
لَهُمْ
أَمْ
لَمْ
تَسْتَغْفِرْ
لَهُمْ
لَن
يَغْفِرَ
ٱللَّهُ
لَهُمْ ۚ
إِنَّ
ٱللَّهَ
لَا
يَهْدِى
ٱلْقَوْمَ
ٱلْفَـٰسِقِينَ
l-fāsiqīna
orang-orang yang durhaka
Sawā'un ‘alaihim astagfarta lahum am lam tastagfir lahum, lay yagfirallāhu lahum, innallāha lā yahdil-qaumal-fāsiqīn(a).
Sama saja bagi mereka apakah engkau (Nabi Muhammad) memohonkan ampunan untuk mereka atau tidak, Allah tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada kaum fasik.
هُمُ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنفِقُواْ عَلَىٰ مَنْ عِندَ رَسُولِ ٱللَّهِ حَتَّىٰ يَنفَضُّواْۗ وَلِلَّهِ خَزَآئِنُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَـٰكِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ
هُمُ
ٱلَّذِينَ
يَقُولُونَ
لَا
تُنفِقُوا۟
عَلَىٰ
مَنْ
عِندَ
رَسُولِ
ٱللَّهِ
حَتَّىٰ
يَنفَضُّوا۟ ۗ
وَلِلَّهِ
خَزَآئِنُ
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَٱلْأَرْضِ
وَلَـٰكِنَّ
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ
l-munāfiqīna
orang-orang munafik
لَا
يَفْقَهُونَ
yafqahūna
mereka memahami
Humul-lażīna yaqūlūna lā tunfiqū ‘alā man ‘inda rasūlillāhi ḥattā yanfaḍḍū, wa lillāhi khazā'inus-samāwāti wal-arḍ(i), wa lākinnal-munāfiqīna lā yafqahūn(a).
Merekalah orang-orang yang berkata (kepada kaum Ansar), “Janganlah bersedekah kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada di sisi Rasulullah sampai mereka bubar (meninggalkan Rasulullah),” padahal milik Allahlah perbendaharaan langit dan bumi. Akan tetapi, orang-orang munafik itu tidak mengerti.
يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعْنَآ إِلَى ٱلْمَدِينَةِ لَيُخْرِجَنَّ ٱلْأَعَزُّ مِنْهَا ٱلْأَذَلَّۚ وَلِلَّهِ ٱلْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَـٰكِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ
يَقُولُونَ
لَئِن
رَّجَعْنَآ
إِلَى
ٱلْمَدِينَةِ
لَيُخْرِجَنَّ
layukh'rijanna
pasti akan mengusir
ٱلْأَعَزُّ
مِنْهَا
ٱلْأَذَلَّ ۚ
وَلِلَّهِ
walillahi
tetapi bagi Allah
ٱلْعِزَّةُ
l-ʿizatu
adalah kehormatan
وَلِرَسُولِهِۦ
walirasūlihi
dan untuk Rasul-Nya
وَلِلْمُؤْمِنِينَ
walil'mu'minīna
dan bagi orang-orang mukmin
وَلَـٰكِنَّ
ٱلْمُنَـٰفِقِينَ
l-munāfiqīna
orang-orang munafik
لَا
يَعْلَمُونَ
yaʿlamūna
mereka mengetahui
Yaqūlūna la'ir raja‘nā ilal-madīnati layukhrijannal-a‘azzu minhal-ażall(a), wa lillāhil-‘izzatu wa lirasūlihī wa lil-mu'minīna wa lākinnal-munāfiqīna lā ya‘lamūn(a).
Mereka berkata, “Sungguh, jika kita kembali ke Madinah (dari perang Bani Mustaliq), pastilah orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah dari sana,” padahal kekuatan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Akan tetapi, orang-orang munafik itu tidak mengetahui.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٲلُكُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٲلِكَ فَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ
ءَامَنُوا۟
لَا
تُلْهِكُمْ
أَمْوَٰلُكُمْ
وَلَآ
أَوْلَـٰدُكُمْ
عَن
ذِكْرِ
ٱللَّهِ ۚ
وَمَن
يَفْعَلْ
ذَٰلِكَ
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
هُمُ
ٱلْخَـٰسِرُونَ
l-khāsirūna
orang-orang yang merugi
Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tulhikum amwālukum wa lā aulādukum ‘an żikrillāh(i), wa may yaf‘al żālika fa ulā'ika humul-khāsirūn(a).
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi.
وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقْنَـٰكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَآ أَخَّرْتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
وَأَنفِقُوا۟
wa-anfiqū
Dan infakkanlah
مِن
مَّا
رَزَقْنَـٰكُم
razaqnākum
Kami telah memberimu rezeki
مِّن
قَبْلِ
أَن
يَأْتِىَ
أَحَدَكُمُ
aḥadakumu
kepada salah seorang di antara kamu
ٱلْمَوْتُ
فَيَقُولَ
رَبِّ
لَوْلَآ
أَخَّرْتَنِىٓ
akhartanī
Engkau menunda saya
إِلَىٰٓ
أَجَلٍۢ
قَرِيبٍۢ
فَأَصَّدَّقَ
fa-aṣṣaddaqa
maka aku akan bersedekah
وَأَكُن
مِّنَ
ٱلصَّـٰلِحِينَ
l-ṣāliḥīna
orang-orang saleh
Wa anfiqū mimmā razaqnākum min qabli ay ya'tiya aḥadakumul-mautu fa yaqūla rabbi lau lā akhkhartanī ilā ajalin qarīb(in), fa aṣṣaddaqa wa akum minaṣ-ṣāliḥīn(a).
Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami anugerahkan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antaramu. Dia lalu berkata (sambil menyesal), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)-ku sedikit waktu lagi, aku akan dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang saleh.”
وَلَن يُؤَخِّرَ ٱللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَاۚ وَٱللَّهُ خَبِيرُۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
وَلَن
walan
Namun tidak akan pernah
يُؤَخِّرَ
ٱللَّهُ
نَفْسًا
إِذَا
جَآءَ
أَجَلُهَا ۚ
وَٱللَّهُ
خَبِيرٌۢ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
kalian kerjakan
Wa lay yu'akhkhirallāhu nafsan iżā jā'a ajaluhā, wallāhu khabīrum bimā ta‘malūn(a).
Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.