← Kembali ke pelajaran
Hari 86 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Hujurat · 1
﴿ 1 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُقَدِّمُواْ بَيْنَ يَدَىِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ‌ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai orang-orang yang beriman
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Wahai orang-orang yang beriman
ءَامَنُوا۟
āmanū
Wahai orang-orang yang beriman
لَا
Jangan
تُقَدِّمُوا۟
tuqaddimū
memajukan (diri)
بَيْنَ
bayna
di hadapan Allah
يَدَىِ
yadayi
di hadapan Allah
ٱللَّهِ
l-lahi
di hadapan Allah
وَرَسُولِهِۦ ۖ
warasūlihi
dan Rasul-Nya
وَٱتَّقُوا۟
wa-ittaqū
dan bertakwalah
ٱللَّهَ ۚ
l-laha
dan takutlah kepada Allah
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
سَمِيعٌ
samīʿun
Maha Mendengar
عَلِيمٌۭ
ʿalīmun
Maha Mengetahui

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tuqaddimū baina yadayillāhi wa rasūlihī wattaqullāh(a), innallāha samī‘un ‘alīm(un).

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al-Hujurat · 2
﴿ 2 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَرْفَعُوٓاْ أَصْوَٲتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ ٱلنَّبِىِّ وَلَا تَجْهَرُواْ لَهُۥ بِٱلْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَـٰلُكُمْ وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai orang-orang yang beriman
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Wahai orang-orang yang beriman
ءَامَنُوا۟
āmanū
Wahai orang-orang yang beriman
لَا
Jangan
تَرْفَعُوٓا۟
tarfaʿū
kalian mengangkat
أَصْوَٰتَكُمْ
aṣwātakum
suaramu
فَوْقَ
fawqa
di atas
صَوْتِ
ṣawti
suara
ٱلنَّبِىِّ
l-nabiyi
dari kalian
وَلَا
walā
dan jangan
تَجْهَرُوا۟
tajharū
kalian mengeraskan suara
لَهُۥ
lahu
baginya
بِٱلْقَوْلِ
bil-qawli
dalam perkataan
كَجَهْرِ
kajahri
seperti (suara) keras
بَعْضِكُمْ
baʿḍikum
(dari) sebagian kalian
لِبَعْضٍ
libaʿḍin
kepada sebagian
أَن
an
agar tidak
تَحْبَطَ
taḥbaṭa
menjadi sia-sia
أَعْمَـٰلُكُمْ
aʿmālukum
amalmu
وَأَنتُمْ
wa-antum
sedangkan kalian
لَا
jangan
تَشْعُرُونَ
tashʿurūna
kamu merasa

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tarfa‘ū aṣwātakum fauqa ṣautin-nabiyyi wa lā tajharū lahū bil-qauli kajahri ba‘ḍikum liba‘ḍin an taḥbaṭa a‘mālukum wa antum lā tasy‘urūn(a).

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah meninggikan suaramu melebihi suara Nabi dan janganlah berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain. Hal itu dikhawatirkan akan membuat (pahala) segala amalmu terhapus, sedangkan kamu tidak menyadarinya.

Al-Hujurat · 3
﴿ 3 ﴾

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَٲتَهُمْ عِندَ رَسُولِ ٱللَّهِ أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱمْتَحَنَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَىٰ‌ۚ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
يَغُضُّونَ
yaghuḍḍūna
menundukkan
أَصْوَٰتَهُمْ
aṣwātahum
suara mereka
عِندَ
ʿinda
di hadapan
رَسُولِ
rasūli
Rasulullah
ٱللَّهِ
l-lahi
dari Rasul Allah
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
mereka itu
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ٱمْتَحَنَ
im'taḥana
Allah telah menguji
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah telah menguji
قُلُوبَهُمْ
qulūbahum
hati mereka
لِلتَّقْوَىٰ ۚ
lilttaqwā
untuk ketakwaan
لَهُم
lahum
bagi mereka
مَّغْفِرَةٌۭ
maghfiratun
(adalah) ampunan
وَأَجْرٌ
wa-ajrun
dan suatu pahala
عَظِيمٌ
ʿaẓīmun
agung

Innal-lażīna yaguḍḍūna aṣwātahum ‘inda rasūlillāhi ulā'ikal-lażīnamtaḥanallāhu qulūbahum lit-taqwā, lahum magfiratuw wa ajrun ‘aẓīm(un).

Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

Al-Hujurat · 4
﴿ 4 ﴾

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِن وَرَآءِ ٱلْحُجُرَٲتِ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
يُنَادُونَكَ
yunādūnaka
memanggilmu
مِن
min
dari
وَرَآءِ
warāi
di belakang
ٱلْحُجُرَٰتِ
l-ḥujurāti
kamar-kamar pribadi
أَكْثَرُهُمْ
aktharuhum
kebanyakan mereka
لَا
jangan
يَعْقِلُونَ
yaʿqilūna
mereka mengerti

Innal-lażīna yunādūnaka miw warā'il-ḥujurāti akṡaruhum lā ya‘qilūn(a).

Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Nabi Muhammad) dari luar kamar(-mu), kebanyakan mereka tidak mengerti.

Al-Hujurat · 5
﴿ 5 ﴾

وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُواْ حَتَّىٰ تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ‌ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

وَلَوْ
walaw
Dan jika
أَنَّهُمْ
annahum
mereka
صَبَرُوا۟
ṣabarū
telah bersabar
حَتَّىٰ
ḥattā
hingga
تَخْرُجَ
takhruja
kamu keluar
إِلَيْهِمْ
ilayhim
kepada mereka
لَكَانَ
lakāna
tentu itu akan menjadi
خَيْرًۭا
khayran
lebih baik
لَّهُمْ ۚ
lahum
bagi mereka
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
غَفُورٌۭ
ghafūrun
Maha Pengampun
رَّحِيمٌۭ
raḥīmun
Maha Penyayang

Wa lau annahum ṣabarū ḥattā takhruja ilaihim lakāna khairal lahum, wallāhu gafūrur raḥīm(un).

Seandainya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al-Hujurat · 6
﴿ 6 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوْمَۢا بِجَهَـٰلَةٍ فَتُصْبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَـٰدِمِينَ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai orang-orang yang beriman
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Wahai orang-orang yang beriman
ءَامَنُوٓا۟
āmanū
Wahai orang-orang yang beriman
إِن
in
Jika
جَآءَكُمْ
jāakum
datang kepadamu
فَاسِقٌۢ
fāsiqun
orang fasik
بِنَبَإٍۢ
binaba-in
dengan berita
فَتَبَيَّنُوٓا۟
fatabayyanū
selidikilah
أَن
an
agar tidak
تُصِيبُوا۟
tuṣībū
kamu menyakiti
قَوْمًۢا
qawman
suatu kaum
بِجَهَـٰلَةٍۢ
bijahālatin
suatu jiwa
فَتُصْبِحُوا۟
fatuṣ'biḥū
maka kamu menjadi
عَلَىٰ
ʿalā
atas
مَا
apa
فَعَلْتُمْ
faʿaltum
yang telah kamu lakukan
نَـٰدِمِينَ
nādimīna
menyesal

Yā ayyuhal-lażīna āmanū in jā'akum fāsiqum binaba'in fa tabayyanū an tuṣībū qaumam bijahālatin fa tuṣbiḥū ‘alā mā fa‘altum nādimīn(a).

Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.

Al-Hujurat · 7
﴿ 7 ﴾

وَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ ٱللَّهِ‌ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِى كَثِيرٍ مِّنَ ٱلْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ ٱلْإِيمَـٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِى قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ ٱلْكُفْرَ وَٱلْفُسُوقَ وَٱلْعِصْيَانَ‌ۚ أُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٲشِدُونَ

وَٱعْلَمُوٓا۟
wa-iʿ'lamū
Dan ketahuilah
أَنَّ
anna
bahwa
فِيكُمْ
fīkum
di antara kamu
رَسُولَ
rasūla
Rasul Allah
ٱللَّهِ ۚ
l-lahi
adalah Rasul Allah
لَوْ
law
Jika
يُطِيعُكُمْ
yuṭīʿukum
dia akan mematuhimu
فِى
di
كَثِيرٍۢ
kathīrin
banyak
مِّنَ
mina
dari
ٱلْأَمْرِ
l-amri
perkara
لَعَنِتُّمْ
laʿanittum
sungguh kamu akan mendapat kesulitan
وَلَـٰكِنَّ
walākinna
tetapi
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
حَبَّبَ
ḥabbaba
telah menjadikan suka
إِلَيْكُمُ
ilaykumu
kepadamu
ٱلْإِيمَـٰنَ
l-īmāna
iman
وَزَيَّنَهُۥ
wazayyanahu
Dan Dia telah menjadikannya indah
فِى
di
قُلُوبِكُمْ
qulūbikum
hati kalian
وَكَرَّهَ
wakarraha
dan telah membuat benci
إِلَيْكُمُ
ilaykumu
kepadamu
ٱلْكُفْرَ
l-kuf'ra
kekafiran
وَٱلْفُسُوقَ
wal-fusūqa
dan kefasikan
وَٱلْعِصْيَانَ ۚ
wal-ʿiṣ'yāna
dan kemaksiatan
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
Mereka itu
هُمُ
humu
adalah mereka
ٱلرَّٰشِدُونَ
l-rāshidūna
orang-orang yang mendapat petunjuk

Wa‘lamū anna fīkum rasūlallāh(i), lau yuṭī‘ukum fī kaṡīrim minal-amri la‘anittum wa lākinnallāha ḥabbaba ilaikumul-īmāna wa zayyanahū fī qulūbikum wa karraha ilaikumul-kufra wal-fusūqa wal-‘iṣyān(a), ulā'ika humur-rāsyidūn(a).

Ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Seandainya dia menuruti (kemauan)-mu dalam banyak hal, pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Akan tetapi, Allah menjadikanmu cinta pada keimanan dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu serta menjadikanmu benci pada kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran.

Al-Hujurat · 8
﴿ 8 ﴾

فَضْلاً مِّنَ ٱللَّهِ وَنِعْمَةً‌ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

فَضْلًۭا
faḍlan
karunia
مِّنَ
mina
dari Allah
ٱللَّهِ
l-lahi
dari Allah
وَنِعْمَةًۭ ۚ
waniʿ'matan
dan nikmat
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
عَلِيمٌ
ʿalīmun
Maha Mengetahui
حَكِيمٌۭ
ḥakīmun
Maha Bijaksana

Faḍlam minallāhi wa ni‘mah(tan), wallāhu ‘alīmun ḥakīm(un).

(Itu) sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

Al-Hujurat · 9
﴿ 9 ﴾

وَإِن طَآئِفَتَانِ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱقْتَتَلُواْ فَأَصْلِحُواْ بَيْنَهُمَا‌ۖ فَإِنۢ بَغَتْ إِحْدَٮٰهُمَا عَلَى ٱلْأُخْرَىٰ فَقَـٰتِلُواْ ٱلَّتِى تَبْغِى حَتَّىٰ تَفِىٓءَ إِلَىٰٓ أَمْرِ ٱللَّهِ‌ۚ فَإِن فَآءَتْ فَأَصْلِحُواْ بَيْنَهُمَا بِٱلْعَدْلِ وَأَقْسِطُوٓاْ‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُقْسِطِينَ

وَإِن
wa-in
Dan jika
طَآئِفَتَانِ
ṭāifatāni
dua golongan
مِنَ
mina
dari
ٱلْمُؤْمِنِينَ
l-mu'minīna
orang-orang mukmin
ٱقْتَتَلُوا۟
iq'tatalū
berperang
فَأَصْلِحُوا۟
fa-aṣliḥū
maka damaikanlah
بَيْنَهُمَا ۖ
baynahumā
di antara keduanya
فَإِنۢ
fa-in
Tetapi jika
بَغَتْ
baghat
menindas
إِحْدَىٰهُمَا
iḥ'dāhumā
salah satu dari keduanya
عَلَى
ʿalā
atas
ٱلْأُخْرَىٰ
l-ukh'rā
yang lain
فَقَـٰتِلُوا۟
faqātilū
maka berperanglah
ٱلَّتِى
allatī
yang
تَبْغِى
tabghī
menganiaya
حَتَّىٰ
ḥattā
hingga
تَفِىٓءَ
tafīa
ia kembali
إِلَىٰٓ
ilā
kepada
أَمْرِ
amri
perintah
ٱللَّهِ ۚ
l-lahi
Allah
فَإِن
fa-in
Maka jika
فَآءَتْ
fāat
ia kembali
فَأَصْلِحُوا۟
fa-aṣliḥū
maka damaikanlah
بَيْنَهُمَا
baynahumā
di antara keduanya
بِٱلْعَدْلِ
bil-ʿadli
dengan keadilan
وَأَقْسِطُوٓا۟ ۖ
wa-aqsiṭū
dan berlaku adil
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
يُحِبُّ
yuḥibbu
mencintai
ٱلْمُقْسِطِينَ
l-muq'siṭīna
orang-orang yang berlaku adil

Wa in ṭā'ifatāni minal-mu'minīnaqtatalū fa aṣliḥū bainahumā, fa im bagat iḥdāhumā ‘alal-ukhrā fa qātilul-latī tabgī ḥattā tafī'a ilā amrillāh(i), fa in fā'at fa aṣliḥū bainahumā bil-‘adli wa aqsiṭū, innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn(a).

Jika ada dua golongan orang-orang mukmin bertikai, damaikanlah keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat aniaya terhadap (golongan) yang lain, perangilah (golongan) yang berbuat aniaya itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), damaikanlah keduanya dengan adil. Bersikaplah adil! Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersikap adil.

Al-Hujurat · 10
﴿ 10 ﴾

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُواْ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

إِنَّمَا
innamā
Hanya
ٱلْمُؤْمِنُونَ
l-mu'minūna
orang-orang mukmin
إِخْوَةٌۭ
ikh'watun
adalah saudara
فَأَصْلِحُوا۟
fa-aṣliḥū
maka berdamailah
بَيْنَ
bayna
antara
أَخَوَيْكُمْ ۚ
akhawaykum
saudara-saudaramu
وَٱتَّقُوا۟
wa-ittaqū
dan bertakwalah
ٱللَّهَ
l-laha
dan bertakwalah kepada Allah
لَعَلَّكُمْ
laʿallakum
agar kalian
تُرْحَمُونَ
tur'ḥamūna
diberi rahmat

Innamal-mu'minūna ikhwatun fa aṣliḥū baina akhawaikum wattaqullāha la‘allakum turḥamūn(a).

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.

Al-Hujurat · 11
﴿ 11 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُواْ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ‌ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓاْ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُواْ بِٱلْأَلْقَـٰبِ‌ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَـٰنِ‌ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai orang-orang yang beriman
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Wahai orang-orang yang beriman
ءَامَنُوا۟
āmanū
Wahai orang-orang yang beriman
لَا
jangan
يَسْخَرْ
yaskhar
mengolok-olok
قَوْمٌۭ
qawmun
suatu kaum
مِّن
min
dari
قَوْمٍ
qawmin
kaum
عَسَىٰٓ
ʿasā
semoga
أَن
an
bahwa
يَكُونُوا۟
yakūnū
mereka mungkin
خَيْرًۭا
khayran
lebih baik
مِّنْهُمْ
min'hum
daripada mereka
وَلَا
walā
dan jangan
نِسَآءٌۭ
nisāon
wanita
مِّن
min
dari
نِّسَآءٍ
nisāin
wanita-wanita lain
عَسَىٰٓ
ʿasā
semoga
أَن
an
bahwa
يَكُنَّ
yakunna
mereka mungkin
خَيْرًۭا
khayran
lebih baik
مِّنْهُنَّ ۖ
min'hunna
daripada mereka
وَلَا
walā
Dan jangan
تَلْمِزُوٓا۟
talmizū
kalian menghina
أَنفُسَكُمْ
anfusakum
diri kalian
وَلَا
walā
dan jangan
تَنَابَزُوا۟
tanābazū
memanggil satu sama lain
بِٱلْأَلْقَـٰبِ ۖ
bil-alqābi
dengan julukan
بِئْسَ
bi'sa
Amat buruklah
ٱلِٱسْمُ
l-s'mu
nama itu
ٱلْفُسُوقُ
l-fusūqu
kedurhakaan
بَعْدَ
baʿda
setelah
ٱلْإِيمَـٰنِ ۚ
l-īmāni
iman
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
لَّمْ
lam
tidak
يَتُبْ
yatub
bertobat
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
هُمُ
humu
mereka
ٱلظَّـٰلِمُونَ
l-ẓālimūna
orang-orang zalim

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā yaskhar qaumum min qaumin ‘asā ay yakūnū khairam minhum wa lā nisā'um min nisā'in ‘asā ay yakunna khairam minhunn(a), wa lā talmizū anfusakum wa lā tanābazū bil-alqāb(i), bi'salismul-fusūqu ba‘dal-īmān(i), wa mal lam yatub fa ulā'ika humuẓ-ẓālimūn(a).

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.

Al-Hujurat · 12
﴿ 12 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجْتَنِبُواْ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ‌ۖ وَلَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا‌ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai orang-orang yang beriman
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Wahai orang-orang yang beriman
ءَامَنُوا۟
āmanū
Wahai orang-orang yang beriman
ٱجْتَنِبُوا۟
ij'tanibū
hindarilah
كَثِيرًۭا
kathīran
banyak
مِّنَ
mina
dari
ٱلظَّنِّ
l-ẓani
prasangka
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
بَعْضَ
baʿḍa
sebagian
ٱلظَّنِّ
l-ẓani
dugaan
إِثْمٌۭ ۖ
ith'mun
dosa
وَلَا
walā
Dan jangan
تَجَسَّسُوا۟
tajassasū
memata-matai
وَلَا
walā
dan jangan
يَغْتَب
yaghtab
menggunjing
بَّعْضُكُم
baʿḍukum
sebagian dari kamu
بَعْضًا ۚ
baʿḍan
kepada yang lain
أَيُحِبُّ
ayuḥibbu
apakah suka
أَحَدُكُمْ
aḥadukum
salah satu dari kalian
أَن
an
untuk
يَأْكُلَ
yakula
makan
لَحْمَ
laḥma
daging
أَخِيهِ
akhīhi
saudaranya
مَيْتًۭا
maytan
mati
فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ
fakarih'tumūhu
Tidak, kalian akan membencinya
وَٱتَّقُوا۟
wa-ittaqū
dan bertakwalah kepada Allah
ٱللَّهَ ۚ
l-laha
Dan bertakwalah kepada Allah
إِنَّ
inna
sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
تَوَّابٌۭ
tawwābun
Maha Penerima Tobat
رَّحِيمٌۭ
raḥīmun
Maha Penyayang

Yā ayyuhal-lażīna āmanujtanibū kaṡīram minaẓ-ẓann(i), inna ba‘daẓ-ẓanni iṡmuw wa lā tajassasū wa lā yagtab ba‘ḍukum ba‘ḍā(n), ayuḥibbu aḥadukum ay ya'kula laḥma akhīhi maitan fa karihtumūh(u), wattaqullāh(a), innallāha tawwābur raḥīm(un).

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Al-Hujurat · 13
﴿ 13 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَـٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَـٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْ‌ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَـٰكُمْ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai manusia
ٱلنَّاسُ
l-nāsu
Wahai manusia
إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
خَلَقْنَـٰكُم
khalaqnākum
Kami menciptakan kalian
مِّن
min
dari
ذَكَرٍۢ
dhakarin
seorang laki-laki
وَأُنثَىٰ
wa-unthā
dan seorang wanita
وَجَعَلْنَـٰكُمْ
wajaʿalnākum
dan Kami menjadikan kamu
شُعُوبًۭا
shuʿūban
bangsa-bangsa
وَقَبَآئِلَ
waqabāila
dan suku-suku
لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ
litaʿārafū
agar kalian saling mengenal
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
أَكْرَمَكُمْ
akramakum
yang paling mulia di antara kamu
عِندَ
ʿinda
di sisi
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
أَتْقَىٰكُمْ ۚ
atqākum
adalah yang paling bertakwa di antara kalian
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
عَلِيمٌ
ʿalīmun
Maha Mengetahui
خَبِيرٌۭ
khabīrun
Maha Mengetahui

Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja‘alnākum syu‘ūbaw wa qabā'ila lita‘ārafū, inna akramakum ‘indallāhi atqākum, innallāha ‘alīmun khabīr(un).

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.

Al-Hujurat · 14
﴿ 14 ﴾

۞ قَالَتِ ٱلْأَعْرَابُ ءَامَنَّا‌ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُواْ وَلَـٰكِن قُولُوٓاْ أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ ٱلْإِيمَـٰنُ فِى قُلُوبِكُمْ‌ۖ وَإِن تُطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَـٰلِكُمْ شَيْــًٔا‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

۞ قَالَتِ
qālati
katakanlah
ٱلْأَعْرَابُ
l-aʿrābu
orang-orang Badui
ءَامَنَّا ۖ
āmannā
Kami beriman
قُل
qul
katakanlah
لَّمْ
lam
Tidak
تُؤْمِنُوا۟
tu'minū
kalian beriman
وَلَـٰكِن
walākin
tetapi
قُولُوٓا۟
qūlū
katakanlah
أَسْلَمْنَا
aslamnā
Kami telah berserah diri
وَلَمَّا
walammā
dan belum
يَدْخُلِ
yadkhuli
masuklah
ٱلْإِيمَـٰنُ
l-īmānu
iman
فِى
di
قُلُوبِكُمْ ۖ
qulūbikum
hati kalian
وَإِن
wa-in
Dan jika
تُطِيعُوا۟
tuṭīʿū
kalian taat
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
وَرَسُولَهُۥ
warasūlahu
dan Rasul-Nya
لَا
tidak
يَلِتْكُم
yalit'kum
Dia akan mengurangi hakmu
مِّنْ
min
dari
أَعْمَـٰلِكُمْ
aʿmālikum
amal perbuatanmu
شَيْـًٔا ۚ
shayan
apa pun
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
غَفُورٌۭ
ghafūrun
Maha Pengampun
رَّحِيمٌ
raḥīmun
Maha Penyayang

Qālatil-a‘rābu āmannā, qul lam tu'minū wa lākin qūlū aslamnā wa lammā yadkhulil-īmānu fī qulūbikum, wa in tuṭī‘ullāha wa rasūlahū lā yalitkum min a‘mālikum syai'ā(n), innallāha gafūrur raḥīm(un).

Orang-orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, ‘Kami baru berislam’ karena iman (yang sebenarnya) belum masuk ke dalam hatimu. Jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amal perbuatanmu.” Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al-Hujurat · 15
﴿ 15 ﴾

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُواْ وَجَـٰهَدُواْ بِأَمْوَٲلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ‌ۚ أُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ

إِنَّمَا
innamā
Hanya
ٱلْمُؤْمِنُونَ
l-mu'minūna
orang-orang mukmin
ٱلَّذِينَ
alladhīna
mereka yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
beriman
بِٱللَّهِ
bil-lahi
kepada Allah
وَرَسُولِهِۦ
warasūlihi
dan Rasul-Nya
ثُمَّ
thumma
kemudian
لَمْ
lam
Tidak
يَرْتَابُوا۟
yartābū
ragu
وَجَـٰهَدُوا۟
wajāhadū
tapi berjuang
بِأَمْوَٰلِهِمْ
bi-amwālihim
dengan harta mereka
وَأَنفُسِهِمْ
wa-anfusihim
dan jiwa mereka
فِى
di
سَبِيلِ
sabīli
jalan
ٱللَّهِ ۚ
l-lahi
Allah
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
Mereka itu
هُمُ
humu
mereka
ٱلصَّـٰدِقُونَ
l-ṣādiqūna
orang-orang yang benar

Innamal-mu'minūnal-lażīna āmanū billāhi wa rasūlihī ṡumma lam yartābū wa jāhadū bi'amwālihim wa anfusihim fī sabīlillāh(i), ulā'ika humuṣ-ṣādiqūn(a).

Sesungguhnya orang-orang mukmin (yang sebenarnya) hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang benar.

Al-Hujurat · 16
﴿ 16 ﴾

قُلْ أَتُعَلِّمُونَ ٱللَّهَ بِدِينِكُمْ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ‌ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

قُلْ
qul
Katakanlah
أَتُعَلِّمُونَ
atuʿallimūna
berlipat ganda
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
بِدِينِكُمْ
bidīnikum
dengan agamamu
وَٱللَّهُ
wal-lahu
sedangkan Allah
يَعْلَمُ
yaʿlamu
Dia mengetahui
مَا
apa
فِى
di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَمَا
wamā
dan apa
فِى
di
ٱلْأَرْضِ ۚ
l-arḍi
bumi
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
بِكُلِّ
bikulli
dari setiap
شَىْءٍ
shayin
sesuatu
عَلِيمٌۭ
ʿalīmun
Maha Mengetahui

Qul atu‘alimūnallāha bidīnikum, wallāhu ya‘lamu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wallāhu bikulli syai'in ‘alīm(un).

Katakanlah (kepada mereka), “Apakah kamu akan memberi tahu Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi serta Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Al-Hujurat · 17
﴿ 17 ﴾

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُواْ‌ۖ قُل لَّا تَمُنُّواْ عَلَىَّ إِسْلَـٰمَكُم‌ۖ بَلِ ٱللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَٮٰكُمْ لِلْإِيمَـٰنِ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

يَمُنُّونَ
yamunnūna
mereka menganggapnya sebagai kebaikan
عَلَيْكَ
ʿalayka
kepadamu
أَنْ
an
bahwa
أَسْلَمُوا۟ ۖ
aslamū
mereka telah berserah diri
قُل
qul
katakanlah
لَّا
Jangan
تَمُنُّوا۟
tamunnū
Menganggap sebagai kebaikan
عَلَىَّ
ʿalayya
padaku
إِسْلَـٰمَكُم ۖ
is'lāmakum
keislamanmu
بَلِ
bali
Bahkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
يَمُنُّ
yamunnu
telah melimpahkan nikmat
عَلَيْكُمْ
ʿalaykum
atas kalian
أَنْ
an
bahwa
هَدَىٰكُمْ
hadākum
Dia telah memberimu petunjuk
لِلْإِيمَـٰنِ
lil'īmāni
kepada iman
إِن
in
jika
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
صَـٰدِقِينَ
ṣādiqīna
orang-orang yang benar

Yamunnūna ‘alaika an aslamū, qul lā tamunnū ‘alayya islāmakum, balillāhu yamunnu ‘alaikum an hadākum lil-īmāni in kuntum ṣādiqīn(a).

Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, “Janganlah merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu. Sebenarnya Allahlah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang-orang benar.”

Al-Hujurat · 18
﴿ 18 ﴾

إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۚ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
يَعْلَمُ
yaʿlamu
Dia mengetahui
غَيْبَ
ghayba
yang gaib
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضِ ۚ
wal-arḍi
dan bumi
وَٱللَّهُ
wal-lahu
Dan Allah
بَصِيرٌۢ
baṣīrun
(Maha) Melihat
بِمَا
bimā
tentang apa
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
kalian kerjakan

Innallāha ya‘lamu gaibas-samāwāti wal-arḍ(i), wallāhu baṣīrum bimā ta‘malūn(a).

Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.