Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qamar ayat 17: “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” Ayat ini adalah penegasan berulang yang menjadi poros dalam surat Al-Qamar. Di tengah kisah-kisah kaum terdahulu yang binasa karena mendustakan peringatan, ayat ini hadir sebagai undangan lembut sekaligus tantangan bagi kita untuk melihat bahwa jalan keselamatan itu sebenarnya telah dibentangkan dengan jelas.
Terkait tawakal, seringkali kita merasa buntu saat menghadapi ujian hidup karena memandang masalah sebagai beban yang tak tertanggungkan. Padahal, Allah telah memudahkan petunjuk dalam Al-Qur'an agar hati kita tenang dan mampu berserah diri. Mufassir besar, Ibn Kathir, menjelaskan bahwa Allah telah menjadikan Al-Qur'an mudah untuk diingat dan dipahami bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran. Kemudahan ini bukan berarti tanpa usaha, melainkan Allah telah menyediakan "kunci" berupa ayat-ayat peringatan agar seorang hamba tidak tersesat dalam keraguan saat bertawakal.
Rasulullah SAW sendiri memberikan contoh betapa pentingnya meresapi ayat ini. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud [Shahih Bukhari 4186, derajat: shahih], disebutkan:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat: "Fahal min mudzakkir" (maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?).
Penggunaan lafaz mudzakkir yang berarti orang yang memikirkan dan mengambil pelajaran secara berulang, menunjukkan bahwa tawakal yang benar lahir dari pemahaman mendalam terhadap peringatan Allah. Ketika Anda merasa sulit untuk bertawakal, itu adalah sinyal untuk kembali membuka "kemudahan" yang Allah janjikan dalam Al-Qur'an, bukan dengan mencari jawaban dari logika manusia semata.
Refleksi amaliah untuk menguatkan tawakal:
- Jadikan ayat ini sebagai wirid harian. Setiap kali merasa cemas, tanyakan pada diri sendiri, "Adakah pelajaran dari Al-Qur'an yang sedang aku abaikan dalam urusan ini?"
- Ubah pola pikir dari "bagaimana cara menyelesaikan masalah" menjadi "apa peringatan Allah yang harus aku taati agar pertolongan-Nya turun?"
- Rutinkan membaca surat Al-Qamar untuk menyadari bahwa Allah yang menolong para Nabi di masa lalu adalah Allah yang sama yang menjamin urusan Anda hari ini.
Jadikan Al-Qur'an sebagai penenang hati, bukan sekadar bacaan, karena di sanalah letak kemudahan dalam berserah diri kepada-Nya. والله أعلم
Daftar hadits di bawah ini diberikan ke AI sebagai konteks RAG. Klik untuk membaca teks lengkap.
Shahih Bukhari 4191 shahih
حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَقَرَأْتُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَلْ مِنْ مُذَّكِرٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ{ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ }Terjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad bin Yazid] dari [Abdullah] dia berkata; Aku membacakan ayat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam FAHAL MIN MUDZAKIR. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membenarkan dengan lafazh FAHAL MIN MUDDAKIR. (maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?). (AL Qamar: 15).
Shahih Bukhari 4189 shahih
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا أَبِي عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ{ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ }الْآيَةَTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami ['Abdan] Telah mengabarkan kepada kami [Bapakku] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Abdullah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau membaca: FAHAL MIN MUDDAKIR. (maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?). (AL Qamar: 15).
Sunan Tirmidzi 2792
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ{ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ }قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad bin Yazid] dari [Abdullah bin Mas'ud], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca: "FAHAL MIM MUDDAKIR (Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?)." QS Al-Qamar: 15. Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.
Shahih Bukhari 4187 shahih
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّه كَانَ يَقْرَأُ{ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ }Terjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] dari [Yahya] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Abdullah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau membaca ayat: "FAHAL MIN MUDDAKIR." (maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?). (AL Qamar: 15).
Shahih Bukhari 4186 shahih
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ{ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ }Terjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Umar] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Abdullah] dia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat: "FAHAL MIN MUDDAKIR." (maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?). (AL Qamar: 15).
Shahih Muslim 4472 shahih
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ التُّسْتَرِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْتَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ{ هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاءَ تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلَّا اللَّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ }قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمْ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ سَمَّى اللَّهُ فَاحْذَرُوهُمْTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Maslamah bin Qa'nab] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Ibrahim At Tusturi] dari ['Abdullah bin Abu Mulaikah] dari [Al Qasim bin Muhammad] dari ['Aisyah] dia berkata; bahwa Nabi shallaallahu 'alaihi wa sallam pernah membaca ayat berikut ini: "Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, Itulah pokok-pokok isi Al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat darinya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah." Aisyah berkata; kemudian Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila kalian melihat orang-orang yang mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat, maka mereka itulah adalah yang disebutkan oleh Allah 'Waspadalah kalian terhadap mereka!"
Sunan Ibnu Majah 44
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَالِدِ بْنِ خِدَاشٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ ح و حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ ثَابِتٍ الْجَحْدَرِيُّ وَيَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْتَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الْآيَةَ{ هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ إِلَى قَوْلِهِ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُوا الْأَلْبَابِ }فَقَالَ يَا عَائِشَةُ إِذَا رَأَيْتُمْ الَّذِينَ يُجَادِلُونَ فِيهِ فَهُمْ الَّذِينَ عَنَاهُمْ اللَّهُ فَاحْذَرُوهُمْTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Khalid bin Khidas] berkata, telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin 'Ulaiyah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ayyub]. Dan menurut jalur lain; Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Tsabit Al Jahdari] dan [Yahya bin Hakim], keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] berkata, telah menceritakan kepada [Ayyub] dari [Abdullah bin Abu Mulaikah] dari [Aisyah] ia berkata,; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca ayat ini: "Dia-lah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamat itulah pokok-pokok isi Al qu`ran dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat" sampai pada firman-Nya: "Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal." Lalu beliau bersabda: "Wahai Aisyah, apabila kalian melihat orang-orang yang memperdebatkannya, maka mereka itulah yang dimaksudkan Allah, maka berhati-hatilah terhadap mereka."
Shahih Bukhari 4190 shahih
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَرَأَ{ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ }Terjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Gundar] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau membaca: "FAHAL MIN MUDDAKIR." (maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?). (AL Qamar: 15).