ٱقْتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلْقَمَرُ
Iqtarabatis-sā‘atu wansyaqqal-qamar(u).
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
القمر
Bulan · 55 ayat
Surah Al-Qamar berpusat pada penegasan Hari Kiamat yang telah dekat, kebenaran kenabian Muhammad SAW, serta konsekuensi bagi mereka yang mendustakan peringatan Allah. Surah ini menyajikan kisah-kisah kaum terdahulu yang binasa akibat penolakan mereka terhadap rasul-rasul, sebagai pelajaran dan ancaman bagi kaum Quraisy yang ingkar, menekankan kemudahan Al-Qur'an sebagai peringatan.
Peringatan tentang dekatnya Kiamat, azab bagi kaum yang mendustakan kebenaran, serta kemudahan Al-Quran untuk dipelajari.
Surah Al-Qamar berpusat pada peringatan keras tentang kedatangan Hari Kiamat dan akibat buruk bagi mereka yang menolak kebenaran. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui mukjizat terbelahnya bulan, namun kaum musyrikin tetap ingkar dan menyebutnya sebagai sihir semata.
Surah ini juga mengulang-ulang kisah umat terdahulu seperti kaum Nuh, Ad, Tsamud, Luth, dan Firaun yang dibinasakan karena kesombongan mereka. Pengulangan ini berfungsi sebagai teguran tajam agar manusia mengambil pelajaran dari sejarah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Di tengah peringatan tersebut, Allah menegaskan sifat Rahman-Nya dengan menjadikan Al-Quran mudah dipelajari dan diingat. Pesan utamanya adalah ajakan untuk merenung dan segera kembali kepada ketaatan sebelum waktu hidup di dunia benar-benar habis.
Surah ini diturunkan di Makkah saat kaum musyrikin menantang Nabi Muhammad untuk menunjukkan mukjizat fisik. Ketika bulan terbelah sebagai bukti kebenaran, mereka justru menuduh beliau melakukan sihir. Surah ini turun untuk meneguhkan hati Nabi dan memperingatkan kaum yang keras kepala tersebut.
Surah Al-Qamar berkaitan erat dengan surah sebelumnya, An-Najm, yang diakhiri dengan peringatan tentang dekatnya Kiamat. Al-Qamar melanjutkannya dengan bukti nyata terbelahnya bulan. Setelah Al-Qamar, surah Ar-Rahman merinci berbagai nikmat Allah, menyeimbangkan peringatan keras di Al-Qamar dengan harapan dan kasih sayang-Nya.
Situasi Merasa malas atau kesulitan saat mencoba membaca dan memahami Al-Quran.
Pesan surah Allah telah menjamin bahwa Al-Quran itu mudah untuk dijadikan pelajaran bagi siapa saja yang mau.
Langkah kecil Luangkan waktu 10 menit hari ini untuk membaca Al-Quran beserta terjemahannya.
Situasi Terjebak dalam rutinitas duniawi hingga lupa akan kematian dan akhirat.
Pesan surah Kiamat dan kematian itu sangat dekat, jangan sampai kita menyesal saat waktu sudah habis.
Langkah kecil Lakukan muhasabah singkat sebelum tidur tentang amal apa yang sudah disiapkan hari ini.
Situasi Melihat orang lain menolak nasihat baik meskipun sudah diberi bukti yang jelas.
Pesan surah Hidayah adalah milik Allah, tugas kita hanya menyampaikan kebenaran tanpa perlu merasa frustrasi.
Langkah kecil Doakan kebaikan secara diam-diam bagi orang yang menolak nasihat kita.
Surah ini mengulang ayat yang menyatakan bahwa Allah telah memudahkan Al-Quran untuk peringatan sebanyak empat kali. Ini adalah panggilan langsung dari Allah agar kita menjadikan Al-Quran sebagai sahabat dan panduan hidup sehari-hari.
Cara praktis Tetapkan target harian yang realistis, misalnya membaca satu halaman Al-Quran beserta maknanya setiap selesai shalat Subuh.
Hari ini, baca dan renungkan satu ayat Al-Quran yang paling menyentuh hati Anda, lalu catat pelajaran yang didapat.
9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.
Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّ…
Telah bercerita kepada kami [Khalid bin Yazid] telah bercerita kepada kami [Isra'il] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] berkata aku mendengar ['Abdullah] berkata aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi w…
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنَا أَبِي عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم…
Telah menceritakan kepada kami ['Abdan] Telah mengabarkan kepada kami [Bapakku] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Abdullah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam…
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زِيَادِ بْنِ إِسْمَعِيلَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ الْمَ…
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Abu Kuraib] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Ziyad bin Isma'il] dari [Muhammad bin 'Abbad bin…
Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qamar ayat 17: “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” Ayat ini adalah penegasan berulang yan…
Dalam perjalanan menggapai hakikat tawakal, seringkali hati merasa cemas akan masa depan atau merasa lemah menghadapi ujian yang tak kunjung usai. Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan penawar bagi…
Dalam menapaki ujian kehidupan, seringkali kita terjebak dalam kecemasan akan masa depan, padahal Allah telah membentangkan bukti nyata kekuasaan-Nya di masa lalu. Dalam Surat Al-Qamar ayat 15, All…
Dalam badai kehidupan yang menghimpit, seringkali kita merasa terombang-ambing tanpa arah. Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan penawar bagi jiwa yang lelah dalam QS. Al-Qamar ayat 14: tajri bi-a'y…
Dalam perjalanan kehidupan yang penuh tantangan, sering kali kita merasa cemas akan hasil akhir dari usaha yang kita lakukan. Allah SWT memberikan pelajaran mendalam tentang hakikat tawakal melalui…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Warna Tajwid
Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.
✓ Warna aktif
Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).
ٱقْتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلْقَمَرُ
Iqtarabatis-sā‘atu wansyaqqal-qamar(u).
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
وَإِن يَرَوْاْ ءَايَةً يُعْرِضُواْ وَيَقُولُواْ سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ
Wa iy yarau āyatay yu‘riḍū wa yaqūlū siḥrum mustamirr(un).
Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”
وَكَذَّبُواْ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهْوَآءَهُمْۚ وَكُلُّ أَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ
Wa każżabū wattaba‘ū ahwā'ahum wa kullu amrim mustaqirr(un).
Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
وَلَقَدْ جَآءَهُم مِّنَ ٱلْأَنۢبَآءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ
Wa laqad jā'ahum minal-ambā'i mā fīhi muzdajar(un).
Sungguh, benar-benar telah datang kepada mereka beberapa berita yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap orang-orang kafir).
حِكْمَةُۢ بَـٰلِغَةٌۖ فَمَا تُغْنِ ٱلنُّذُرُ
Ḥikmatum bāligatun famā tugnin-nużur(u).
(Berita-berita itu adalah) hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).
فَتَوَلَّ عَنْهُمْۘ يَوْمَ يَدْعُ ٱلدَّاعِ إِلَىٰ شَىْءٍ نُّكُرٍ
Fa tawalla ‘anhum, yauma yad‘ud-dā‘i ilā syai'in nukur(in).
Maka, berpalinglah (Nabi Muhammad) dari mereka. Pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) pada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari Pembalasan),
خُشَّعًا أَبْصَـٰرُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ ٱلْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنتَشِرٌ
Khusysya‘an abṣāruhum yakhrujūna minal-ajdāṡi ka'annahum jarādum muntasyir(un).
pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar (berhamburan) dari kubur seperti belalang yang beterbangan.
مُّهْطِعِينَ إِلَى ٱلدَّاعِۖ يَقُولُ ٱلْكَـٰفِرُونَ هَـٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ
Muhṭi‘īna ilad-dā‘(i), yaqūlul-kāfirūna hāżā yaumun ‘asir(un).
Mereka bersegera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”
۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ فَكَذَّبُواْ عَبْدَنَا وَقَالُواْ مَجْنُونٌ وَٱزْدُجِرَ
Każżabat qablahum qaumu nūḥin fakażżabū ‘abdanā wa qālū majnūnuw wazdujir(a).
Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul). Mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “(Dia) orang gila!” Dia pun dibentak (dengan cacian dan lainnya).
فَدَعَا رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَغْلُوبٌ فَٱنتَصِرْ
Fa da‘ā rabbahū annī maglūbun fantaṣir.
Dia (Nuh) lalu mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”
فَفَتَحْنَآ أَبْوَٲبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٍ مُّنْهَمِرٍ
Fa fataḥnā abwābas-samā'i bimā'im munhamir(in).
Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
وَفَجَّرْنَا ٱلْأَرْضَ عُيُونًا فَٱلْتَقَى ٱلْمَآءُ عَلَىٰٓ أَمْرٍ قَدْ قُدِرَ
Wa fajjarnal-arḍa ‘uyūnan faltaqal-mā'u ‘alā amrin qad qudir(a).
Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan.
وَحَمَلْنَـٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلْوَٲحٍ وَدُسُرٍ
Wa ḥamalnāhu ‘alā żāti alwāḥiw wa dusur(in).
Kami mengangkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak
تَجْرِى بِأَعْيُنِنَا جَزَآءً لِّمَن كَانَ كُفِرَ
Tajrī bi'a‘yuninā, jazā'al liman kāna kufir(a).
yang berlayar dengan pengawasan Kami sebagai balasan (kebaikan) bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).
وَلَقَد تَّرَكْنَـٰهَآ ءَايَةً فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Wa laqat taraknāhā āyatan fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah menjadikan (kapal) itu sebagai tanda (pelajaran). Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِى وَنُذُرِ
Fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِى وَنُذُرِ
Każżabat ‘ādun fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
(Kaum) ‘Ad pun telah mendustakan (rasul mereka). Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
إِنَّآ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِى يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّ
Innā arsalnā ‘alaihim rīḥan ṣarṣaran fī yaumi naḥsim mustamirr(in).
Sesungguhnya Kami telah mengembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus-menerus,
تَنزِعُ ٱلنَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنقَعِرٍ
Tanzi‘un-nās(a), ka'annahum a‘jāzu nakhlim munqa‘ir(in).
yang membuat manusia bergelimpangan, seakan-akan mereka itu pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِى وَنُذُرِ
Fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
Maka, betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِٱلنُّذُرِ
Każżabat ṡamūdu bin-nużur(i).
(Kaum) Samud pun telah mendustakan peringatan-peringatan.
فَقَالُوٓاْ أَبَشَرًا مِّنَّا وَٲحِدًا نَّتَّبِعُهُۥٓ إِنَّآ إِذًا لَّفِى ضَلَـٰلٍ وَسُعُرٍ
Fa qālū abasyaram minnā wāḥidan nattabi‘uh(ū), innā iżal lafī ḍalāliw wa su‘ur(in).
Mereka berkata, “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.
أَءُلْقِىَ ٱلذِّكْرُ عَلَيْهِ مِنۢ بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ
A'ulqiyaż-żikru ‘alaihi mim baininā bal huwa każżābun asyir(un).
Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta lagi sombong.”
سَيَعْلَمُونَ غَدًا مَّنِ ٱلْكَذَّابُ ٱلْأَشِرُ
Saya‘lamūna gadam manil-każżābul-asyir(u).
Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta lagi sombong itu.
إِنَّا مُرْسِلُواْ ٱلنَّاقَةِ فِتْنَةً لَّهُمْ فَٱرْتَقِبْهُمْ وَٱصْطَبِرْ
Innā mursilun-nāqati fitnatal lahum fartaqibhum waṣṭabir.
Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai ujian bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (wahai Saleh).
وَنَبِّئْهُمْ أَنَّ ٱلْمَآءَ قِسْمَةُۢ بَيْنَهُمْۖ كُلُّ شِرْبٍ مُّحْتَضَرٌ
Wa nabbi'hum annal-mā'a qismatum bainahum, kullu syirbim muḥtaḍar(un).
Beri tahulah mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu). Setiap pihak berhak mendapat giliran minum.
فَنَادَوْاْ صَاحِبَهُمْ فَتَعَاطَىٰ فَعَقَرَ
Fa nādau ṣāḥibahum fa ta‘āṭā fa ‘aqar(a).
Mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan menyembelihnya.
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِى وَنُذُرِ
Fakaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
إِنَّآ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ صَيْحَةً وَٲحِدَةً فَكَانُواْ كَهَشِيمِ ٱلْمُحْتَظِرِ
Innā arsalnā ‘alaihim ṣaiḥataw wāḥidatan fa kānū kahasyīmil-muḥtaẓir(i).
Kami mengirimkan atas mereka suara menggelegar satu kali. Maka, jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk milik pembuat kandang ternak.
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطِۭ بِٱلنُّذُرِ
Każżabat qaumu lūṭim bin-nużur(i).
Kaum Lut pun telah mendustakan peringatan-peringatan.
إِنَّآ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّآ ءَالَ لُوطٍۖ نَّجَّيْنَـٰهُم بِسَحَرٍ
Innā arsalnā ‘alaihim ḥāṣiban illā āla lūṭ(in), najjaināhum bisaḥar(in).
Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka badai batu, kecuali pengikut Lut. Kami menyelamatkan mereka sebelum fajar menyingsing
نِّعْمَةً مِّنْ عِندِنَاۚ كَذَٲلِكَ نَجْزِى مَن شَكَرَ
Ni‘matam min ‘indinā, każālika najzī man syakar(a).
sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
وَلَقَدْ أَنذَرَهُم بَطْشَتَنَا فَتَمَارَوْاْ بِٱلنُّذُرِ
Wa laqad anżarahum baṭsyatanā fa tamārau bin-nużur(i).
Sungguh, dia (Lut) benar-benar telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka membantah peringatan itu.
وَلَقَدْ رَٲوَدُوهُ عَن ضَيْفِهِۦ فَطَمَسْنَآ أَعْيُنَهُمْ فَذُوقُواْ عَذَابِى وَنُذُرِ
Wa laqad rāwadūhu ‘an ḍaifihī fa ṭamasnā a‘yunahum fa żūqū ‘ażābī wa nużur(i).
Sungguh, mereka benar-benar telah membujuknya berkali-kali (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka). Lalu, Kami butakan mata mereka. Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!
وَلَقَدْ صَبَّحَهُم بُكْرَةً عَذَابٌ مُّسْتَقِرٌّ
Wa laqad ṣabbaḥahum bukratan ‘ażābum mustaqirr(un).
Sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang terus-menerus.
فَذُوقُواْ عَذَابِى وَنُذُرِ
Fa żūqū ‘ażābī wa nużur(i).
Maka, rasakanlah azab-Ku dan peringatan-peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
وَلَقَدْ جَآءَ ءَالَ فِرْعَوْنَ ٱلنُّذُرُ
Wa laqad jā'a āla fir‘aunan-nużur(u).
Sungguh, berbagai peringatan benar-benar telah datang kepada pengikut Fir‘aun.
كَذَّبُواْ بِـَٔـايَـٰتِنَا كُلِّهَا فَأَخَذْنَـٰهُمْ أَخْذَ عَزِيزٍ مُّقْتَدِرٍ
Każżabū bi'āyātinā kullihā fa'akhażnāhum akhża ‘azīzim muqtadir(in).
Mereka mendustakan semua tanda-tanda (kebesaran) Kami. Maka, Kami mengazab mereka dengan azab (Tuhan) Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.
أَكُفَّارُكُمْ خَيْرٌ مِّنْ أُوْلَـٰٓئِكُمْ أَمْ لَكُم بَرَآءَةٌ فِى ٱلزُّبُرِ
Akuffārukum khairum min ulā'ikum am lakum barā'atun fiz-zubur(i).
Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum Quraisy) lebih baik daripada mereka (kaum terdahulu) ataukah kamu telah mempunyai (jaminan) kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?
أَمْ يَقُولُونَ نَحْنُ جَمِيعٌ مُّنتَصِرٌ
Am yaqūlūna naḥnu jamī‘um muntaṣir(un).
Bahkan, apakah mereka mengatakan, “Kami adalah golongan yang pasti menang.”
سَيُهْزَمُ ٱلْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ
Sayuhzamul-jam‘u wa yuwallūnad-dubur(a).
Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka berbalik ke belakang (mundur).
بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوْعِدُهُمْ وَٱلسَّاعَةُ أَدْهَىٰ وَأَمَرُّ
Balis-sā‘atu mau‘iduhum was-sā‘atu adhā wa amarr(u).
Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka. Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.
إِنَّ ٱلْمُجْرِمِينَ فِى ضَلَـٰلٍ وَسُعُرٍ
Innal-mujrimīna fī ḍalāliw wa su‘ur(in).
Sesungguhnya para pendurhaka berada dalam kesesatan dan akan berada dalam (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).
يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِى ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ
Yauma yusḥabūna fin-nāri ‘alā wujūhihim, żūqū massa saqar(a).
Pada hari (ketika) mereka diseret ke neraka dengan wajah (tertelungkup), (dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah sentuhan (api neraka) Saqar.”
إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَـٰهُ بِقَدَرٍ
Innā kulla syai'in khalaqnāhu biqadar(in).
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.
وَمَآ أَمْرُنَآ إِلَّا وَٲحِدَةٌ كَلَمْحِۭ بِٱلْبَصَرِ
Wa mā amrunā illā wāḥidatun kalamḥim bil-baṣar(i).
Perintah Kami (ketika menghendaki sesuatu) hanyalah (dengan perkataan) sekali saja seperti kejapan mata.
وَلَقَدْ أَهْلَكْنَآ أَشْيَاعَكُمْ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Wa laqad ahlaknā asy-yā‘akum fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah membinasakan orang yang (kekafirannya) serupa dengan kamu. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
وَكُلُّ شَىْءٍ فَعَلُوهُ فِى ٱلزُّبُرِ
Wa kullu syai'in fa‘alūhu fiz-zubur(i).
Segala sesuatu yang telah mereka perbuat (tertulis) dalam buku-buku catatan (amal).
وَكُلُّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ مُّسْتَطَرٌ
Wa kullu ṣagīriw wa kabīrim mustaṭar(un).
Segala (amalan) yang kecil atau yang besar (semuanya) tertulis (di Lauhulmahfuz).
إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّـٰتٍ وَنَهَرٍ
Innal-muttaqīna fī jannātiw wa nahar(in).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai
فِى مَقْعَدِ صِدْقٍ عِندَ مَلِيكٍ مُّقْتَدِرِۭ
Fī maq‘adi ṣidqin ‘inda malīkim muqtadir(in).
di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.