اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Iqtarabatis-sā‘atu wansyaqqal-qamar(u).
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
Mukjizat terbelahnya bulan; kisah Nuh, 'Ad, Tsamud, Lut; Al-Quran mudah dihafal.
Surah Al-Qamar berpusat pada penegasan Hari Kiamat yang telah dekat, kebenaran kenabian Muhammad SAW, serta konsekuensi bagi mereka yang mendustakan peringatan Allah. Surah ini menyajikan kisah-kisah kaum terdahulu yang binasa akibat penolakan mereka terhadap rasul-rasul, sebagai pelajaran dan ancaman bagi kaum Quraisy yang ingkar, menekankan kemudahan Al-Qur'an sebagai peringatan.
Peringatan tentang dekatnya Kiamat, azab bagi kaum yang mendustakan kebenaran, serta kemudahan Al-Quran untuk dipelajari.
Surah Al-Qamar berpusat pada peringatan keras tentang kedatangan Hari Kiamat dan akibat buruk bagi mereka yang menolak kebenaran. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui mukjizat terbelahnya bulan, namun kaum musyrikin tetap ingkar dan menyebutnya sebagai sihir semata.
Surah ini juga mengulang-ulang kisah umat terdahulu seperti kaum Nuh, Ad, Tsamud, Luth, dan Firaun yang dibinasakan karena kesombongan mereka. Pengulangan ini berfungsi sebagai teguran tajam agar manusia mengambil pelajaran dari sejarah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Di tengah peringatan tersebut, Allah menegaskan sifat Rahman-Nya dengan menjadikan Al-Quran mudah dipelajari dan diingat. Pesan utamanya adalah ajakan untuk merenung dan segera kembali kepada ketaatan sebelum waktu hidup di dunia benar-benar habis.
Surah ini diturunkan di Makkah saat kaum musyrikin menantang Nabi Muhammad untuk menunjukkan mukjizat fisik. Ketika bulan terbelah sebagai bukti kebenaran, mereka justru menuduh beliau melakukan sihir. Surah ini turun untuk meneguhkan hati Nabi dan memperingatkan kaum yang keras kepala tersebut.
Surah Al-Qamar berkaitan erat dengan surah sebelumnya, An-Najm, yang diakhiri dengan peringatan tentang dekatnya Kiamat. Al-Qamar melanjutkannya dengan bukti nyata terbelahnya bulan. Setelah Al-Qamar, surah Ar-Rahman merinci berbagai nikmat Allah, menyeimbangkan peringatan keras di Al-Qamar dengan harapan dan kasih sayang-Nya.
Situasi Merasa malas atau kesulitan saat mencoba membaca dan memahami Al-Quran.
Pesan surah Allah telah menjamin bahwa Al-Quran itu mudah untuk dijadikan pelajaran bagi siapa saja yang mau.
Langkah kecil Luangkan waktu 10 menit hari ini untuk membaca Al-Quran beserta terjemahannya.
Situasi Terjebak dalam rutinitas duniawi hingga lupa akan kematian dan akhirat.
Pesan surah Kiamat dan kematian itu sangat dekat, jangan sampai kita menyesal saat waktu sudah habis.
Langkah kecil Lakukan muhasabah singkat sebelum tidur tentang amal apa yang sudah disiapkan hari ini.
Situasi Melihat orang lain menolak nasihat baik meskipun sudah diberi bukti yang jelas.
Pesan surah Hidayah adalah milik Allah, tugas kita hanya menyampaikan kebenaran tanpa perlu merasa frustrasi.
Langkah kecil Doakan kebaikan secara diam-diam bagi orang yang menolak nasihat kita.
Surah ini mengulang ayat yang menyatakan bahwa Allah telah memudahkan Al-Quran untuk peringatan sebanyak empat kali. Ini adalah panggilan langsung dari Allah agar kita menjadikan Al-Quran sebagai sahabat dan panduan hidup sehari-hari.
Cara praktis Tetapkan target harian yang realistis, misalnya membaca satu halaman Al-Quran beserta maknanya setiap selesai shalat Subuh.
Hari ini, baca dan renungkan satu ayat Al-Quran yang paling menyentuh hati Anda, lalu catat pelajaran yang didapat.
اِقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Iqtarabatis-sā‘atu wansyaqqal-qamar(u).
Hari Kiamat makin dekat dan bulan terbelah.
وَاِنْ يَّرَوْا اٰيَةً يُّعْرِضُوْا وَيَقُوْلُوْا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ
Wa iy yarau āyatay yu‘riḍū wa yaqūlū siḥrum mustamirr(un).
Jika mereka (kaum musyrik Makkah) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus.”
وَكَذَّبُوْا وَاتَّبَعُوْٓا اَهْوَاۤءَهُمْ وَكُلُّ اَمْرٍ مُّسْتَقِرٌّ
Wa każżabū wattaba‘ū ahwā'ahum wa kullu amrim mustaqirr(un).
Mereka mendustakan (Nabi Muhammad) dan mengikuti keinginan mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
وَلَقَدْ جَاۤءَهُمْ مِّنَ الْاَنْۢبَاۤءِ مَا فِيْهِ مُزْدَجَرٌۙ
Wa laqad jā'ahum minal-ambā'i mā fīhi muzdajar(un).
Sungguh, benar-benar telah datang kepada mereka beberapa berita yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap orang-orang kafir).
حِكْمَةٌ ۢ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُۙ
Ḥikmatum bāligatun famā tugnin-nużur(u).
(Berita-berita itu adalah) hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka).
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ ۘ يَوْمَ يَدْعُ الدَّاعِ اِلٰى شَيْءٍ نُّكُرٍۙ
Fa tawalla ‘anhum, yauma yad‘ud-dā‘i ilā syai'in nukur(in).
Maka, berpalinglah (Nabi Muhammad) dari mereka. Pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) pada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari Pembalasan),
خُشَّعًا اَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُوْنَ مِنَ الْاَجْدَاثِ كَاَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنْتَشِرٌۙ
Khusysya‘an abṣāruhum yakhrujūna minal-ajdāṡi ka'annahum jarādum muntasyir(un).
pandangan mereka tertunduk. Mereka keluar (berhamburan) dari kubur seperti belalang yang beterbangan.
مُّهْطِعِيْنَ اِلَى الدَّاعِۗ يَقُوْلُ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا يَوْمٌ عَسِرٌ
Muhṭi‘īna ilad-dā‘(i), yaqūlul-kāfirūna hāżā yaumun ‘asir(un).
Mereka bersegera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit.”
۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ فَكَذَّبُوْا عَبْدَنَا وَقَالُوْا مَجْنُوْنٌ وَّازْدُجِرَ
Każżabat qablahum qaumu nūḥin fakażżabū ‘abdanā wa qālū majnūnuw wazdujir(a).
Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul). Mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “(Dia) orang gila!” Dia pun dibentak (dengan cacian dan lainnya).
فَدَعَا رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَغْلُوْبٌ فَانْتَصِرْ
Fa da‘ā rabbahū annī maglūbun fantaṣir.
Dia (Nuh) lalu mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).”
فَفَتَحْنَآ اَبْوَابَ السَّمَاۤءِ بِمَاۤءٍ مُّنْهَمِرٍۖ
Fa fataḥnā abwābas-samā'i bimā'im munhamir(in).
Lalu, Kami membukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
وَّفَجَّرْنَا الْاَرْضَ عُيُوْنًا فَالْتَقَى الْمَاۤءُ عَلٰٓى اَمْرٍ قَدْ قُدِرَ ۚ
Wa fajjarnal-arḍa ‘uyūnan faltaqal-mā'u ‘alā amrin qad qudir(a).
Kami pun menjadikan bumi menyemburkan banyak mata air. Maka, berkumpullah semua air itu sehingga (meluap dan menimbulkan) bencana yang telah ditetapkan.
وَحَمَلْنٰهُ عَلٰى ذَاتِ اَلْوَاحٍ وَّدُسُرٍۙ
Wa ḥamalnāhu ‘alā żāti alwāḥiw wa dusur(in).
Kami mengangkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak
تَجْرِيْ بِاَعْيُنِنَاۚ جَزَاۤءً لِّمَنْ كَانَ كُفِرَ
Tajrī bi'a‘yuninā, jazā'al liman kāna kufir(a).
yang berlayar dengan pengawasan Kami sebagai balasan (kebaikan) bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).
وَلَقَدْ تَّرَكْنٰهَآ اٰيَةً فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
Wa laqat taraknāhā āyatan fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah menjadikan (kapal) itu sebagai tanda (pelajaran). Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ
Fa kaifa kāna ‘ażābī wa nużur(i).
Betapa dahsyatnya azab dan peringatan-Ku!
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ
Wa laqad yassarnal-qur'āna liż-żikri fahal mim muddakir(in).
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Telah bercerita kepada kami [Khalid bin Yazid] telah bercerita kepada kami [Isra'il] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] berkata aku mendengar ['Abdullah] berka…
Telah menceritakan kepada kami ['Abdan] Telah mengabarkan kepada kami [Bapakku] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Abdullah radliallahu 'a…
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] dan [Abu Kuraib] keduanya berkata; Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Ziyad…
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qamar ayat 17: “Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?…
Dalam perjalanan menggapai hakikat tawakal, seringkali hati merasa cemas akan masa depan atau merasa lemah menghadapi ujian yang tak kunjung usai. Allah Subh…
Dalam menapaki ujian kehidupan, seringkali kita terjebak dalam kecemasan akan masa depan, padahal Allah telah membentangkan bukti nyata kekuasaan-Nya di masa…