← Al-Quran
50 · Makkiyyah

Qaf

ق

Qaf · 45 ayat

Tulisan Arab:
Maqasid Surah Qaf ق
Qaf · Makkiyyah · 45 ayat

Tema sentral

Surah Qaf berpusat pada penegasan kembali kebenaran Hari Kebangkitan, penciptaan, dan keesaan Allah, membantah keraguan kaum musyrik Mekah. Ia menekankan bahwa kematian bukanlah akhir, dan Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali manusia serta menghitung amal perbuatan mereka, menggunakan bukti-bukti dari alam semesta dan sejarah kaum terdahulu.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menegaskan kebenaran hari kebangkitan dan perhitungan amal.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Qaf

Surah ini menegaskan kepastian hari kebangkitan dan kekuasaan Allah menciptakan alam semesta sebagai pengingat bagi manusia.

Tema Sentral

Surah Qaf berpusat pada tema kebangkitan setelah mati dan kepastian datangnya hari kiamat. Allah membantah keraguan kaum musyrik Mekah yang menganggap kebangkitan fisik sebagai sesuatu yang mustahil. Melalui surah ini, Allah memaparkan bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam semesta, seperti penciptaan langit yang kokoh, bumi yang terhampar, dan turunnya hujan yang menghidupkan tanah yang mati.

Selain itu, surah ini mengingatkan manusia akan pengawasan Allah yang sangat dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher. Kehadiran malaikat pencatat amal serta kepastian datangnya sakaratul maut menjadi peringatan keras agar manusia senantiasa menjaga lisan dan perbuatan untuk menghadapi pengadilan akhirat.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Mekah saat Rasulullah menghadapi penolakan keras dari kaum musyrik terkait konsep kebangkitan setelah mati. Mereka merasa heran dan tidak percaya bahwa tulang belulang yang hancur bisa dihidupkan kembali. Surah ini turun untuk menguatkan Nabi dan memberikan argumen logis sekaligus spiritual kepada para penentang.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan kepastian hari kebangkitan dan pengadilan akhirat yang sering diragukan oleh manusia.
  • Memaparkan bukti kekuasaan Allah melalui penciptaan alam semesta yang sempurna tanpa cacat.
  • Mengingatkan bahwa Allah Maha Mengetahui segala isi hati dan lebih dekat dari urat leher manusia.
  • Menggugah kesadaran manusia melalui kisah kebinasaan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul.
Hikmah Utama (3)
  • Menyadari kedekatan Allah membuat kita lebih berhati-hati dalam berpikir dan bertindak di tempat kerja maupun di rumah.
  • Merenungkan penciptaan alam, seperti langit dan tanaman, dapat menumbuhkan rasa syukur dan ketenangan batin saat menghadapi ujian.
  • Mengingat kematian bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memotivasi kita agar selalu berbuat baik kepada sesama dan keluarga.
Munasabah

Surah sebelumnya, Al-Hujurat, membahas adab dan akhlak dalam bermasyarakat. Surah Qaf melengkapinya dengan landasan akidah, yaitu keyakinan pada hari kiamat, yang menjadi motivasi utama seseorang untuk berakhlak mulia. Setelahnya, Surah Adh-Dhariyat kembali memperkuat tema rezeki dan kepastian hari pembalasan.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa sendirian dan terpuruk saat menghadapi masalah berat.

    Pesan surah Allah lebih dekat dari urat leher kita dan mengetahui setiap bisikan hati.

    Langkah kecil Berdoa dalam hati dengan bahasa sendiri, menyadari bahwa Allah sedang mendengarkan.

  • Situasi Tergoda untuk berbuat curang atau berbohong dalam pekerjaan.

    Pesan surah Ada malaikat di sisi kanan dan kiri yang mencatat setiap ucapan dan perbuatan.

    Langkah kecil Menahan diri dari satu ucapan buruk atau dusta hari ini.

  • Situasi Merasa lelah dan kehilangan harapan melihat rutinitas yang monoton.

    Pesan surah Allah menghidupkan bumi yang mati dengan hujan, Dia juga mampu menghidupkan kembali semangat kita.

    Langkah kecil Berjalan ke luar ruangan sejenak untuk melihat pepohonan dan merenungkan kebesaran Allah.

Amalan dari Maqasid

Jurnal Syukur dan Muhasabah

Surah Qaf mengajak kita merenungkan alam semesta dan menyadari pengawasan Allah yang ketat. Menggabungkan tafakur alam dan evaluasi diri membantu kita bersiap menghadapi hari akhir.

Cara praktis Luangkan waktu lima menit sebelum tidur untuk mencatat satu keindahan alam yang dilihat hari ini dan satu ucapan yang perlu diperbaiki.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, tahan lisan dari satu keluhan atau gosip, dan gantilah dengan membaca istigfar, mengingat malaikat selalu mencatat ucapan kita.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 16 Menegaskan kedekatan Allah dan pengawasan-Nya yang mutlak atas manusia hingga ke dalam relung hati.
  • Ayat 18 Mengingatkan besarnya tanggung jawab atas setiap perkataan yang keluar dari lisan kita.
  • Ayat 39 Memberikan solusi praktis berupa kesabaran dan zikir saat menghadapi penolakan atau kesulitan hidup.

Pelajaran Tadabbur untuk Qaf

9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.

ﷺ Hadits yang menggemakan tema Surat Qaf

Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.

✦ Refleksi tadabbur populer di Surat Qaf

Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


Warna Tajwid

Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.

✓ Warna aktif

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Qaf · 1
﴿ 1 ﴾

قٓ‌ۚ وَٱلْقُرْءَانِ ٱلْمَجِيدِ

Qāf, wal-qur'ānil-majīd(i).

Qāf. Demi Al-Qur’an yang mulia.

Qaf · 2
﴿ 2 ﴾

بَلْ عَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ فَقَالَ ٱلْكَـٰفِرُونَ هَـٰذَا شَىْءٌ عَجِيبٌ

Bal ‘ajibū an jā'ahum munżirum minhum faqālal-kāfirūna hāżā syai'un ‘ajīb(un).

(Mereka menolaknya,) bahkan mereka heran karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri. Berkatalah orang-orang kafir, “Ini adalah sesuatu yang sangat mengherankan.

Qaf · 3
﴿ 3 ﴾

أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا‌ۖ ذَٲلِكَ رَجْعُۢ بَعِيدٌ

A'iżā mitnā wa kunnā turābā(n), żālika raj‘um ba‘īd(un).

Apakah setelah kami mati dan sudah menjadi tanah (akan dikembalikan)? Itu adalah pengembalian yang sangat jauh.”

Qaf · 4
﴿ 4 ﴾

قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنقُصُ ٱلْأَرْضُ مِنْهُمْ‌ۖ وَعِندَنَا كِتَـٰبٌ حَفِيظُۢ

Qad ‘alimnā mā tanquṣul-arḍu minhum, wa ‘indanā kitābun ḥafīẓ(un).

Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang dimakan bumi dari (tubuh) mereka karena pada Kami ada kitab (catatan) yang terpelihara baik.

Qaf · 5
﴿ 5 ﴾

بَلْ كَذَّبُواْ بِٱلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ فَهُمْ فِىٓ أَمْرٍ مَّرِيجٍ

Bal każżabū bil-ḥaqqi lammā jā'ahum fahum fī amrim marīj(in).

Bahkan, mereka mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya. Maka, mereka berada dalam keadaan kacau balau.

Qaf · 6
﴿ 6 ﴾

أَفَلَمْ يَنظُرُوٓاْ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَـٰهَا وَزَيَّنَّـٰهَا وَمَا لَهَا مِن فُرُوجٍ

Afalam yanẓurū ilas-samā'i fauqahum kaifa banaināhā wa zayyanāhā wa mā lahā min furūj(in).

Apakah mereka tidak memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya dan menghiasinya tanpa ada retak-retak padanya sedikit pun?

Qaf · 7
﴿ 7 ﴾

وَٱلْأَرْضَ مَدَدْنَـٰهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَٲسِىَ وَأَنۢبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوْجِۭ بَهِيجٍ

Wal-arḍa madadnāhā wa alqainā fīhā rawāsiya wa ambatnā fīhā min kulli zaujim bahīj(in).

(Demikian pula) bumi yang Kami hamparkan serta Kami pancangkan di atasnya gunung-gunung yang kukuh dan Kami tumbuhkan di atasnya berbagai jenis (tetumbuhan) yang indah

Qaf · 8
﴿ 8 ﴾

تَبْصِرَةً وَذِكْرَىٰ لِكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيبٍ

Tabṣirataw wa żikrā likulli ‘abdim munīb(in).

untuk menjadi pelajaran dan pengingat bagi setiap hamba yang kembali (tunduk kepada Allah).

Qaf · 9
﴿ 9 ﴾

وَنَزَّلْنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً مُّبَـٰرَكًا فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ جَنَّـٰتٍ وَحَبَّ ٱلْحَصِيدِ

Wa nazzalnā minas-samā'i mā'am mubārakan fa'ambatnā bihī jannātiw wa ḥabbal-ḥaṣīd(i).

Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengannya kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen.

Qaf · 10
﴿ 10 ﴾

وَٱلنَّخْلَ بَاسِقَـٰتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدٌ

Wan-nakhla bāsiqātil lahā ṭal‘un naḍīd(un).

Begitu pula pohon-pohon kurma yang tinggi yang mayangnya bersusun-susun

Qaf · 11
﴿ 11 ﴾

رِّزْقًا لِّلْعِبَادِ‌ۖ وَأَحْيَيْنَا بِهِۦ بَلْدَةً مَّيْتًا‌ۚ كَذَٲلِكَ ٱلْخُرُوجُ

Rizqal lil-‘ibād(i), wa aḥyainā bihī baldatam maitā(n), każālikal-khurūj(u).

sebagai rezeki bagi hamba-hamba (Kami). Kami hidupkan pula dengan (air) itu negeri yang mati (tandus). Seperti itulah terjadinya kebangkitan (dari kubur).

Qaf · 12
﴿ 12 ﴾

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَـٰبُ ٱلرَّسِّ وَثَمُودُ

Każżabat qablahum qaumu nūḥiw wa aṣḥābur-rassi wa ṡamūd(u).

Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass, dan (kaum) Samud telah mendustakan (rasul-rasul).

Qaf · 13
﴿ 13 ﴾

وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَٲنُ لُوطٍ

Wa ‘āduw wa fir‘aunu wa ikhwānu lūṭ(in).

(Demikian juga kaum) ‘Ad, Fir‘aun, kaum Lut,

Qaf · 14
﴿ 14 ﴾

وَأَصْحَـٰبُ ٱلْأَيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍ‌ۚ كُلٌّ كَذَّبَ ٱلرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ

Wa aṣḥābul-aikati wa qaumu tubba‘(in), kullun każżabar-rusula faḥaqqa wa‘īd(i).

penduduk Aikah, dan kaum Tubba‘. Semuanya telah mendustakan rasul-rasul, maka berlakulah ancaman-Ku (atas mereka).

Qaf · 15
﴿ 15 ﴾

أَفَعَيِينَا بِٱلْخَلْقِ ٱلْأَوَّلِ‌ۚ بَلْ هُمْ فِى لَبْسٍ مِّنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ

Afa ‘ayīna bil-khalqil-awwal(i), bal hum fī labsim min khalqin jadīd(in).

Apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? (Sama sekali tidak,) bahkan mereka dalam keadaan ragu tentang penciptaan yang baru.

Qaf · 16
﴿ 16 ﴾

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِۦ نَفْسُهُۥ‌ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ ٱلْوَرِيدِ

Wa laqad khalaqnal-insāna wa na‘lamu mā tuwaswisu bihī nafsuh(ū), wa naḥnu aqrabu ilaihi min ḥablil-warīd(i).

Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

Qaf · 17
﴿ 17 ﴾

إِذْ يَتَلَقَّى ٱلْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ ٱلْيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ قَعِيدٌ

Iż yatalaqqal-mutalaqqiyāni ‘anil-yamīni wa ‘anisy-syimāli qa‘īd(un).

(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya). Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.

Qaf · 18
﴿ 18 ﴾

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Mā yalfiẓu min qaulin illā ladaihi raqībun ‘atīd(un).

Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).

Qaf · 19
﴿ 19 ﴾

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ ٱلْمَوْتِ بِٱلْحَقِّ‌ۖ ذَٲلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

Wa jā'at sakratul-mauti bil-ḥaqq(i), żālika mā kunta minhu taḥīd(u).

(Seketika itu) datanglah sakratulmautdengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak engkau hindari.

Qaf · 20
﴿ 20 ﴾

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ‌ۚ ذَٲلِكَ يَوْمُ ٱلْوَعِيدِ

Wa nufikha fiṣ-ṣūr(i), żālika yaumul-wa‘īd(i).

Ditiuplah sangkakala. Itulah hari yang diancamkan.

Qaf · 21
﴿ 21 ﴾

وَجَآءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَآئِقٌ وَشَهِيدٌ

Wa jā'at kullu nafsim ma‘ahā sā'iquw wa syahīd(un).

Lalu, setiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan saksi.

Qaf · 22
﴿ 22 ﴾

لَّقَدْ كُنتَ فِى غَفْلَةٍ مِّنْ هَـٰذَا فَكَشَفْنَا عَنكَ غِطَآءَكَ فَبَصَرُكَ ٱلْيَوْمَ حَدِيدٌ

Laqad kunta fī gaflatim min hāżā fakasyafnā ‘anka giṭā'aka fabaṣarukal-yauma ḥadīd(un).

Sungguh, kamu dahulu benar-benar lalai tentang (peristiwa) ini, maka Kami singkapkan penutup matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.

Qaf · 23
﴿ 23 ﴾

وَقَالَ قَرِينُهُۥ هَـٰذَا مَا لَدَىَّ عَتِيدٌ

Wa qāla qarīnuhū hāżā mā ladayya ‘atīd(un).

(Malaikat) yang menyertainya berkata, “Inilah (catatan perbuatan) yang ada padaku.”

Qaf · 24
﴿ 24 ﴾

أَلْقِيَا فِى جَهَنَّمَ كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ

Alqiyā fī jahannama kulla kaffārin ‘anīd(in).

(Allah berfirman,) “Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam (neraka) Jahanam semua orang yang sangat ingkar, keras kepala,

Qaf · 25
﴿ 25 ﴾

مَّنَّاعٍ لِّلْخَيْرِ مُعْتَدٍ مُّرِيبٍ

Mannā‘il lil-khairi mu‘tadim murīb(in).

sangat enggan melakukan kebajikan, melampaui batas, bersikap ragu-ragu,

Qaf · 26
﴿ 26 ﴾

ٱلَّذِى جَعَلَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَأَلْقِيَاهُ فِى ٱلْعَذَابِ ٱلشَّدِيدِ

Allażī ja‘ala ma‘allāhi ilāhan ākhara fa'alqiyāhu fil-‘ażābisy-syadīd(i).

(dan) yang mempersekutukan Allah dengan tuhan lain. Maka, lemparkanlah dia ke dalam azab yang keras.”

Qaf · 27
﴿ 27 ﴾

۞ قَالَ قَرِينُهُۥ رَبَّنَا مَآ أَطْغَيْتُهُۥ وَلَـٰكِن كَانَ فِى ضَلَـٰلِۭ بَعِيدٍ

Qāla qarīnuhū rabbanā mā aṭgaituhū wa lākin kāna fī ḍalālim ba‘īd(in).

(Setan) yang menyertainya berkata (pula), “Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh.”

Qaf · 28
﴿ 28 ﴾

قَالَ لَا تَخْتَصِمُواْ لَدَىَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُم بِٱلْوَعِيدِ

Qāla lā takhtaṣimū ladayya wa qad qaddamtu ilaikum bil-wa‘īd(i).

(Allah) berfirman, “Janganlah bertengkar di hadapan-Ku dan sungguh, dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu.

Qaf · 29
﴿ 29 ﴾

مَا يُبَدَّلُ ٱلْقَوْلُ لَدَىَّ وَمَآ أَنَا۟ بِظَلَّـٰمٍ لِّلْعَبِيدِ

Mā yubaddalul-qaulu ladayya wa mā ana biẓallāmil lil-‘abīd(i).

Keputusan-Ku tidak dapat diubah dan Aku (sama sekali) tidak menzalimi hamba-hamba-Ku.”

Qaf · 30
﴿ 30 ﴾

يَوْمَ نَقُولُ لِجَهَنَّمَ هَلِ ٱمْتَلَأْتِ وَتَقُولُ هَلْ مِن مَّزِيدٍ

Yauma naqūlu lijahannama halimtala'ti wa taqūlu hal mim mazīd(in).

(Ingatlah) pada hari (ketika) Kami bertanya kepada (neraka) Jahanam, “Apakah kamu sudah penuh?” Ia menjawab, “Adakah tambahan lagi?”

Qaf · 31
﴿ 31 ﴾

وَأُزْلِفَتِ ٱلْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ

Wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīna gaira ba‘īd(in).

Adapun surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tidak jauh (dari mereka).

Qaf · 32
﴿ 32 ﴾

هَـٰذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ

Hāżā mā tū‘adūna likulli awwābin ḥafīẓ(in).

(Dikatakan kepada mereka,) “Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang bertobat lagi patuh.

Qaf · 33
﴿ 33 ﴾

مَّنْ خَشِىَ ٱلرَّحْمَـٰنَ بِٱلْغَيْبِ وَجَآءَ بِقَلْبٍ مُّنِيبٍ

Man khasyiyar-raḥmāna bil-gaibi wa jā'a biqalbim munīb(in).

(Dialah) orang yang takut kepada Zat Yang Maha Pengasih (sekalipun) dia tidak melihat-Nya dan dia datang (menghadap Allah) dengan hati yang bertobat.

Qaf · 34
﴿ 34 ﴾

ٱدْخُلُوهَا بِسَلَـٰمٍ‌ۖ ذَٲلِكَ يَوْمُ ٱلْخُلُودِ

Udkhulūhā bisalām(in), żālika yaumul-khulūd(i).

Masuklah ke (dalam surga) dengan aman dan damai. Itulah hari yang abadi.”

Qaf · 35
﴿ 35 ﴾

لَهُم مَّا يَشَآءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ

Lahum mā yasyā'ūna fīhā wa ladainā mazīd(un).

Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki dan pada Kami masih ada lagi tambahan (nikmat).

Qaf · 36
﴿ 36 ﴾

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُم بَطْشًا فَنَقَّبُواْ فِى ٱلْبِلَـٰدِ هَلْ مِن مَّحِيصٍ

Wa kam ahlaknā qablahum min qarnin hum asyaddu minhum baṭsyan fanaqqabū fil-bilād(i), hal mim maḥīṣ(in).

Betapa banyak umat sebelumnya (kaum kafir Quraisy) yang telah Kami binasakan! Mereka itu lebih hebat kekuatannya daripada (kaum kafir Quraisy) itu, sehingga mampu menjelajah (dan mengamati) beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (bagi mereka dari kebinasaan)?

Qaf · 37
﴿ 37 ﴾

إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَن كَانَ لَهُۥ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى ٱلسَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

Inna fī żālika lażikrā liman kāna lahū qalbun au alqas-sam‘a wa huwa syahīd(un).

Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya dan dia menyaksikan.

Qaf · 38
﴿ 38 ﴾

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِن لُّغُوبٍ

Wa laqad khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyām(in), wa mā massanā mil lugūb(in).

Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan langit, bumi, dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa dan Kami tidak merasa letih sedikit pun.

Qaf · 39
﴿ 39 ﴾

فَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ ٱلشَّمْسِ وَقَبْلَ ٱلْغُرُوبِ

Faṣbir ‘alā mā yaqūlūna wa sabbiḥ biḥamdi rabbika qabla ṭulū‘isy-syamsi wa qablal-gurūb(i).

Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah seraya bertahmid (memuji) Tuhanmu sebelum terbit dan terbenamnya matahari.

Qaf · 40
﴿ 40 ﴾

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَـٰرَ ٱلسُّجُودِ

Wa minal-laili fasabbiḥhu wa adbāras-sujūd(i).

Bertasbihlah pula kepada-Nya pada sebagian malam hari dan setiap selesai salat.

Qaf · 41
﴿ 41 ﴾

وَٱسْتَمِعْ يَوْمَ يُنَادِ ٱلْمُنَادِ مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍ

Wastami‘ yauma yunādil-munādi mim makānin qarīb(in).

Dengarkanlah (seruan) pada hari (ketika malaikat) penyeru memanggil dari tempat yang dekat!

Qaf · 42
﴿ 42 ﴾

يَوْمَ يَسْمَعُونَ ٱلصَّيْحَةَ بِٱلْحَقِّ‌ۚ ذَٲلِكَ يَوْمُ ٱلْخُرُوجِ

Yauma yasma‘ūnaṣ-ṣaiḥata bil-ḥaqq(i), żālika yaumul-khurūj(i).

Pada hari itulah mereka mendengar suara dahsyat dengan sebenar-benarnya. Itulah hari (ketika manusia) keluar (dari kubur).

Qaf · 43
﴿ 43 ﴾

إِنَّا نَحْنُ نُحْىِۦ وَنُمِيتُ وَإِلَيْنَا ٱلْمَصِيرُ

Innā naḥnu nuḥyī wa numītu wa ilainal-maṣīr(u).

Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan kepada Kamilah kembalinya (seluruh makhluk).

Qaf · 44
﴿ 44 ﴾

يَوْمَ تَشَقَّقُ ٱلْأَرْضُ عَنْهُمْ سِرَاعًا‌ۚ ذَٲلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ

Yauma tasyaqqaqul-arḍu ‘anhum sirā‘ā(n), żālika ḥasyrun ‘alainā yasīr(un).

Pada hari itu bumi terbelah dengan mengeluarkan mereka, (kemudian mereka) bergegas (menuju Padang Mahsyar). Yang demikian itu adalah pengumpulan yang mudah bagi Kami.

Qaf · 45
﴿ 45 ﴾

نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ‌ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْهِم بِجَبَّارٍ‌ۖ فَذَكِّرْ بِٱلْقُرْءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ

Naḥnu a‘lamu bimā yaqūlūna wa mā anta ‘alaihim bijabbār(in), fażakkir bil-qur'āni may yakhāfu wa‘īd(i).

Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan dan engkau (Nabi Muhammad) bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka, berilah peringatan dengan Al-Qur’an kepada siapa pun yang takut pada ancaman-Ku.