ٱلْحَآقَّةُ
Al-ḥāqqah(tu).
Al-Ḥāqqah (hari Kiamat yang pasti datang).
الحاۤقّة
Hari Kiamat · 52 ayat
Surah Al-Haqqah menegaskan kebenaran hari Kiamat, peristiwa-peristiwa dahsyat yang menyertainya, serta ganjaran bagi mereka yang beriman dan azab bagi para pendusta. Surah ini secara kuat menyerukan perenungan tentang kehancuran umat terdahulu sebagai bukti nyata janji dan ancaman Allah.
Menegaskan kepastian datangnya hari Kiamat dan balasan yang adil bagi orang beriman maupun yang mendustakan kebenaran.
Surah Al-Haqqah berpusat pada kepastian hari Kiamat yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah menegaskan keagungan dan kekuasaan-Nya melalui kisah umat-umat terdahulu seperti kaum Tsamud, Aad, dan Firaun yang dihancurkan karena kesombongan mereka menolak kebenaran.
Selain itu, surah ini menggambarkan secara dramatis momen pembagian catatan amal di akhirat. Orang yang menerima buku dari sebelah kanan akan merasakan kebahagiaan abadi, sementara yang menerima dari sebelah kiri akan dipenuhi penyesalan mendalam. Ini menjadi pengingat kuat tentang keadilan Allah yang mutlak.
Surah ini diturunkan di Makkah saat kaum musyrikin sedang gencar mendustakan Al-Quran dan kerasulan Nabi Muhammad. Umat Islam saat itu menghadapi tekanan berat dan ejekan bahwa hari Kiamat hanyalah dongeng. Surah ini hadir untuk menguatkan hati kaum mukminin dan memberi peringatan keras kepada para penentang.
Surah Al-Haqqah memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Al-Qalam, yang diakhiri dengan peringatan tentang Al-Quran. Al-Haqqah melanjutkannya dengan bukti kebenaran Al-Quran dan ancaman bagi pendustanya. Kemudian, surah setelahnya, Al-Ma'arij, merinci lebih jauh tentang azab yang pasti menimpa orang-orang kafir pada hari Kiamat.
Situasi Merasa lelah dengan rutinitas pekerjaan dan ibadah yang terasa berat.
Pesan surah Ingatlah kebahagiaan orang yang menerima catatan amalnya dari tangan kanan.
Langkah kecil Niatkan satu pekerjaan hari ini murni karena Allah agar bernilai ibadah.
Situasi Tergoda untuk bersikap sombong atas pencapaian atau harta yang dimiliki.
Pesan surah Harta dan kekuasaan tidak akan berguna di hari Kiamat jika tidak digunakan di jalan Allah.
Langkah kecil Bersedekah hari ini, meski dalam jumlah kecil, sebagai bentuk syukur.
Situasi Ragu atau malas membaca dan merenungkan Al-Quran.
Pesan surah Al-Quran adalah wahyu mulia yang membawa kebenaran mutlak.
Langkah kecil Baca dan renungkan terjemahan satu ayat Al-Quran hari ini.
Surah ini mengingatkan kita tentang hari penyerahan catatan amal. Menghisab diri sendiri sebelum dihisab oleh Allah adalah kunci keselamatan.
Cara praktis Luangkan waktu lima menit sebelum tidur untuk mengingat dosa hari ini dan beristigfar.
Hari ini, tahan diri dari satu ucapan buruk dan gantilah dengan zikir, mengingat catatan amal yang kelak akan dibagikan.
9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.
Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْه…
Telah menceritakan kepadaku [Ishaq] Telah mengabarkan kepada kami ['Abdur Razzaq] Telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Hammam] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dia berkata; Rasulullah sha…
حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ الس…
Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] bahwa Rasulullah shal…
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَيَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا…
Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin 'Abdillah] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari ['Ikrimah] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Ap…
Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.
Surat Al-Haqqah ayat 37, laa ya’kuluhu illal khaathi’uun (tidak ada yang memakannya kecuali para pendosa), merupakan penutup dari rangkaian ayat yang menjelaskan nasib tragis orang-orang yang mener…
Dalam Surah Al-Haqqah ayat 36, Allah Ta'ala menggambarkan nasib tragis orang yang ingkar di akhirat, wa la tha'amun illa min ghislil. Ayat ini merupakan bagian dari paparan kondisi orang yang mener…
Dalam perjalanan menata hati menuju tawakal yang hakiki, kita sering tergelincir pada ketergantungan kepada makhluk. Al-Haqqah ayat 35 hadir sebagai pengingat yang menggetarkan jiwa, falaisa lahu a…
Dalam Surah Al-Haqqah ayat 34, Allah SWT berfirman: wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa‘āmil-miskīn (dan dia juga tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin). Ayat ini merupakan bagian dari papa…
Dalam Surah Al-Haqqah ayat 33, Allah SWT berfirman tentang kondisi celaka mereka yang menerima catatan amal dengan tangan kiri, "Sesungguhnya dia tidak beriman kepada Allah Yang Maha Agung (Al-Azhi…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Warna Tajwid
Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.
✓ Warna aktif
Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).
ٱلْحَآقَّةُ
Al-ḥāqqah(tu).
Al-Ḥāqqah (hari Kiamat yang pasti datang).
مَا ٱلْحَآقَّةُ
Mal-ḥāqqah(tu).
Apakah al-Ḥāqqah itu?
وَمَآ أَدْرَٮٰكَ مَا ٱلْحَآقَّةُ
Wa mā adrāka mal-ḥāqqah(tu).
Tahukah kamu apakah al-Ḥāqqah itu?
كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادُۢ بِٱلْقَارِعَةِ
Każżabat ṡamūdu wa ‘ādum bil-qāri‘ah(ti).
(Kaum) Samud dan ‘Ad telah mendustakan al-Qāri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan hati).
فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُواْ بِٱلطَّاغِيَةِ
Fa'ammā ṡamūdu fa uhlikū biṭ-ṭāgiyah(ti).
Adapun (kaum) Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,
وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُواْ بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
Wa ammā ‘ādun fa'uhlikū birīḥin ṣarṣarin ‘ātiyah(tin).
sedangkan (kaum) ‘Ad telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin.
سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَـٰنِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى ٱلْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَىٰ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ
Sakhkharahā ‘alaihim sab‘a layāliw wa ṡamāniyata ayyām(in), ḥusūman fataral-qauma fīhā ṣar‘ā, ka'annahum a‘jāzu nakhlin khāwiyah(tin).
Dia menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus. Maka, kamu melihat kaum (‘Ad) pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah (lapuk) bagian dalamnya.
فَهَلْ تَرَىٰ لَهُم مِّنۢ بَاقِيَةٍ
Fahal tarā lahum mim bāqiyah(tin).
Adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?
وَجَآءَ فِرْعَوْنُ وَمَن قَبْلَهُۥ وَٱلْمُؤْتَفِكَـٰتُ بِٱلْخَاطِئَةِ
Wa jā'a fir‘aunu wa man qablahū wal-mu'tafikātu bil-khāṭi'ah(ti).
Begitu juga, Firʻaun dan orang-orang yang sebelumnya serta (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan datang dengan membawa kesalahan yang besar.
فَعَصَوْاْ رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَّابِيَةً
Fa ‘aṣau rasūla rabbihim fa akhażahum akhżatar rābiyah(tan).
Mereka mendurhakai utusan Tuhannya, lalu Dia menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
إِنَّا لَمَّا طَغَا ٱلْمَآءُ حَمَلْنَـٰكُمْ فِى ٱلْجَارِيَةِ
Innā lammā ṭagal-mā'u ḥamalnākum fil-jāriyah(ti).
Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang)-mu ke dalam (bahtera) yang berlayar
لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَآ أُذُنٌ وَٲعِيَةٌ
Linaj‘alahā lakum tażkirataw wa ta‘iyahā użunuw wā‘iyah(tun).
agar Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ نَفْخَةٌ وَٲحِدَةٌ
Fa iżā nufikha fiṣ-ṣūri nafkhatuw wāḥidah(tun).
Apabila sangkakala ditiup dengan sekali tiupan
وَحُمِلَتِ ٱلْأَرْضُ وَٱلْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَٲحِدَةً
Wa ḥumilatil-arḍu wal-jibālu fa dukkatā dakkataw wāḥidah(tan).
dan bumi serta gunung-gunung diangkat lalu dibenturkan dengan sekali benturan,
فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ
Fayauma'iżiw waqa‘atil-wāqi‘ah(tu).
pada hari itu terjadilah kiamat.
وَٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَهِىَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ
Wansyaqqatis-samā'u fahiya yauma'iżiw wāhiyah(tun).
Langit juga terbelah karena pada hari itu ia rapuh.
وَٱلْمَلَكُ عَلَىٰٓ أَرْجَآئِهَاۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَـٰنِيَةٌ
Wal-malaku ‘alā arjā'ihā, wa yaḥmilu ‘arsya rabbika fauqahum yauma'iżin ṡamāniyah(tun).
Para malaikat berada di berbagai penjurunya (langit). Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ʻArasy (singgasana) Tuhanmu di atas mereka.
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَىٰ مِنكُمْ خَافِيَةٌ
Yauma'iżin tu‘raḍūna lā takhfā minkum khāfiyah(tun).
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu). Tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi.
فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَـٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَيَقُولُ هَآؤُمُ ٱقْرَءُواْ كِتَـٰبِيَهْ
Fa ammā man ūtiya kitābahū biyamīnihī fa yaqūlu hā'umuqra'ū kitābiyah.
Adapun orang yang diberi catatan amalnya di tangan kanannya, dia berkata (kepada orang-orang di sekelilingnya), “Ambillah (dan) bacalah kitabku (ini)!
إِنِّى ظَنَنتُ أَنِّى مُلَـٰقٍ حِسَابِيَهْ
Innī ẓanantu annī mulāqin ḥisābiyah.
Sesungguhnya (saat di dunia) aku yakin bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan diriku.”
فَهُوَ فِى عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ
Fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah(tin).
Maka, ia berada dalam kehidupan yang menyenangkan
فِى جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
Fī jannatin ‘āliyah(tin).
dalam surga yang tinggi
قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ
Quṭūfuhā dāniyah(tun).
yang buah-buahannya dekat.
كُلُواْ وَٱشْرَبُواْ هَنِيٓـــَٔۢا بِمَآ أَسْلَفْتُمْ فِى ٱلْأَيَّامِ ٱلْخَالِيَةِ
Kulū wasyrabū hanī'am bimā aslaftum fil-ayyāmil-khāliyah(ti).
(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan amal yang kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”
وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَـٰبَهُۥ بِشِمَالِهِۦ فَيَقُولُ يَـٰلَيْتَنِى لَمْ أُوتَ كِتَـٰبِيَهْ
Wa ammā man ūtiya kitābahū bisyimālih(ī), fa yaqūlu yā laitanī lam ūta kitābiyah.
Adapun orang yang diberi catatan amalnya di tangan kirinya berkata, “Seandainya saja aku tidak diberi catatan amalku
وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ
Wa lam adri mā ḥisābiyah.
dan tidak mengetahui bagaimana perhitunganku.
يَـٰلَيْتَهَا كَانَتِ ٱلْقَاضِيَةَ
Yā laitahā kānatil-qāḍiyah(ta).
Seandainya saja ia (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
مَآ أَغْنَىٰ عَنِّى مَالِيَهْۜ
Mā agnā ‘annī māliyah.
Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.
هَلَكَ عَنِّى سُلْطَـٰنِيَهْ
Halaka ‘annī sulṭāniyah.
Kekuasaanku telah hilang dariku.”
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ
Khużūhu fagullūh(u).
(Allah berfirman,) “Tangkap dia lalu belenggu tangannya ke lehernya.
ثُمَّ ٱلْجَحِيمَ صَلُّوهُ
Ṡummal-jaḥīma ṣallūh(u).
Kemudian, masukkan dia ke dalam (neraka) Jahim.
ثُمَّ فِى سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَٱسْلُكُوهُ
Ṡumma fī silsilatin żar‘uhā sab‘ūna żirā‘an faslukūh(u).
Kemudian, belit dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
إِنَّهُۥ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ ٱلْعَظِيمِ
Innahū kāna lā yu'minu billāhil-‘aẓīm(i).
Sesungguhnya dia tidak beriman kepada Allah Yang Maha Agung.
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ
Wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa‘āmil-miskīn(i).
Dia juga tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
فَلَيْسَ لَهُ ٱلْيَوْمَ هَـٰهُنَا حَمِيمٌ
Fa laisa lahul-yauma hāhunā ḥamīm(un).
Maka, pada hari ini tidak ada seorang pun teman setia baginya di sini (neraka).
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ
Wa lā ṭa‘āmun illā min gislīn(in).
Tidak ada makanan (baginya), kecuali dari darah dan nanah.
لَّا يَأْكُلُهُۥٓ إِلَّا ٱلْخَـٰطِــُٔونَ
Lā ya'kuluhū illal-khāṭi'ūn(a).
Tidak ada yang memakannya, kecuali para pendosa.”
فَلَآ أُقْسِمُ بِمَا تُبْصِرُونَ
Falā uqsimu bimā tubṣirūn(a).
Maka, Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat
وَمَا لَا تُبْصِرُونَ
Wa mā lā tubṣirūn(a).
dan demi apa yang tidak kamu lihat,
إِنَّهُۥ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ
Innahū laqaulu rasūlin karīm(in).
sesungguhnya ia (Al-Qur’an) itu benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia.
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍۚ قَلِيلاً مَّا تُؤْمِنُونَ
Wa mā huwa biqauli syā‘ir(in), qalīlam mā tu'minūn(a).
Ia (Al-Qur’an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman (kepadanya).
وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍۚ قَلِيلاً مَّا تَذَكَّرُونَ
Wa lā biqauli kāhin(in), qalīlam mā tażakkarūn(a).
(Al-Qur’an) bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran (darinya).
تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn(a).
(Al-Qur’an itu) diturunkan dari Tuhan semesta alam.
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ ٱلْأَقَاوِيلِ
Wa lau taqawwala ‘alainā ba‘ḍal-aqāwīl(i).
Sekiranya dia (Nabi Muhammad) mengada-adakan sebagian saja perkataan atas (nama) Kami,
لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِٱلْيَمِينِ
La'akhażnā minhu bil-yamīn(i).
niscaya Kami benar-benar menyiksanya dengan penuh kekuatan.
ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ ٱلْوَتِينَ
Ṡumma laqaṭa‘nā minhul-watīn(a).
Kemudian, Kami benar-benar memotong urat nadinya.
فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَـٰجِزِينَ
Famā minkum min aḥadin ‘anhu ḥājizīn(a).
Maka, tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) darinya (pemotongan urat nadi itu).
وَإِنَّهُۥ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ
Wa innahū latażkiratul lil-muttaqīn(a).
Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
وَإِنَّا لَنَعْلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ
Wa innā lana‘lamu anna minkum mukażżibīn(a).
Sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada para pendusta.
وَإِنَّهُۥ لَحَسْرَةٌ عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ
Wa innahū laḥasratun ‘alal-kāfirīn(a).
Sesungguhnya ia (pendustaan terhadap Al-Qur’an) benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
وَإِنَّهُۥ لَحَقُّ ٱلْيَقِينِ
Wa innahū laḥaqqul-yaqīn(i).
Sesungguhnya ia (Al-Qur’an itu) adalah kebenaran yang meyakinkan.
فَسَبِّحْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلْعَظِيمِ
Fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm(i).
Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.