← Daftar Pelajaran
Hari 106 · Al-Haqqah · Ayat 1–37

Hari kiamat pasti datang (Al-Haqqah)

Al-haqqah: kenyataan mutlak; nasib kaum 'Ad, Tsamud, Firaun; hari buku amal dibentangkan.

Niat Hari 106 · Al-Haqqah ayat 1–37

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Al-Haqqah الحاۤقّة
Hari Kiamat · Makkiyyah · 52 ayat

Tema sentral

Surah Al-Haqqah menegaskan kebenaran hari Kiamat, peristiwa-peristiwa dahsyat yang menyertainya, serta ganjaran bagi mereka yang beriman dan azab bagi para pendusta. Surah ini secara kuat menyerukan perenungan tentang kehancuran umat terdahulu sebagai bukti nyata janji dan ancaman Allah.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menjelaskan kepastian dan kengerian hari Kiamat yang akan terjadi.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Al-Haqqah

Menegaskan kepastian datangnya hari Kiamat dan balasan yang adil bagi orang beriman maupun yang mendustakan kebenaran.

Tema Sentral

Surah Al-Haqqah berpusat pada kepastian hari Kiamat yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Allah menegaskan keagungan dan kekuasaan-Nya melalui kisah umat-umat terdahulu seperti kaum Tsamud, Aad, dan Firaun yang dihancurkan karena kesombongan mereka menolak kebenaran.

Selain itu, surah ini menggambarkan secara dramatis momen pembagian catatan amal di akhirat. Orang yang menerima buku dari sebelah kanan akan merasakan kebahagiaan abadi, sementara yang menerima dari sebelah kiri akan dipenuhi penyesalan mendalam. Ini menjadi pengingat kuat tentang keadilan Allah yang mutlak.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Makkah saat kaum musyrikin sedang gencar mendustakan Al-Quran dan kerasulan Nabi Muhammad. Umat Islam saat itu menghadapi tekanan berat dan ejekan bahwa hari Kiamat hanyalah dongeng. Surah ini hadir untuk menguatkan hati kaum mukminin dan memberi peringatan keras kepada para penentang.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan kepastian datangnya hari Kiamat sebagai realitas yang tidak terbantahkan.
  • Mengingatkan manusia akan kehancuran umat terdahulu yang mendustakan para rasul.
  • Menggambarkan kontrasnya nasib penghuni surga dan neraka berdasarkan amal perbuatan mereka.
  • Membuktikan kemurnian Al-Quran sebagai wahyu Allah, bukan perkataan penyair atau tukang tenung.
Hikmah Utama (4)
  • Menyadari bahwa setiap nikmat duniawi bersifat sementara, sehingga kita lebih fokus mengejar rida Allah untuk kebahagiaan abadi.
  • Menjaga lisan dan perbuatan setiap hari karena menyadari semuanya akan dicatat dan dipertanggungjawabkan di akhirat.
  • Mengambil pelajaran dari kesombongan umat masa lalu agar kita senantiasa rendah hati dan tidak menolak kebenaran.
  • Meyakini sepenuhnya kebenaran Al-Quran sebagai pedoman hidup yang akan menyelamatkan kita dari penyesalan.
Munasabah

Surah Al-Haqqah memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Al-Qalam, yang diakhiri dengan peringatan tentang Al-Quran. Al-Haqqah melanjutkannya dengan bukti kebenaran Al-Quran dan ancaman bagi pendustanya. Kemudian, surah setelahnya, Al-Ma'arij, merinci lebih jauh tentang azab yang pasti menimpa orang-orang kafir pada hari Kiamat.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa lelah dengan rutinitas pekerjaan dan ibadah yang terasa berat.

    Pesan surah Ingatlah kebahagiaan orang yang menerima catatan amalnya dari tangan kanan.

    Langkah kecil Niatkan satu pekerjaan hari ini murni karena Allah agar bernilai ibadah.

  • Situasi Tergoda untuk bersikap sombong atas pencapaian atau harta yang dimiliki.

    Pesan surah Harta dan kekuasaan tidak akan berguna di hari Kiamat jika tidak digunakan di jalan Allah.

    Langkah kecil Bersedekah hari ini, meski dalam jumlah kecil, sebagai bentuk syukur.

  • Situasi Ragu atau malas membaca dan merenungkan Al-Quran.

    Pesan surah Al-Quran adalah wahyu mulia yang membawa kebenaran mutlak.

    Langkah kecil Baca dan renungkan terjemahan satu ayat Al-Quran hari ini.

Amalan dari Maqasid

Muhasabah Amal Harian

Surah ini mengingatkan kita tentang hari penyerahan catatan amal. Menghisab diri sendiri sebelum dihisab oleh Allah adalah kunci keselamatan.

Cara praktis Luangkan waktu lima menit sebelum tidur untuk mengingat dosa hari ini dan beristigfar.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, tahan diri dari satu ucapan buruk dan gantilah dengan zikir, mengingat catatan amal yang kelak akan dibagikan.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 1 Menegaskan kepastian Kiamat dengan nama yang menunjukkan kebenaran mutlak.
  • Ayat 19 Menggambarkan puncak kebahagiaan seorang mukmin saat menerima catatan amalnya.
  • Ayat 28 Peringatan keras bahwa harta benda tidak bisa menyelamatkan seseorang dari pengadilan Allah.

Al-Haqqah · 1
﴿ 1 ﴾

اَلْحَاۤقَّةُۙ

Al-ḥāqqah(tu).

Al-Ḥāqqah (hari Kiamat yang pasti datang).

Al-Haqqah · 2
﴿ 2 ﴾

مَا الْحَاۤقَّةُ ۚ

Mal-ḥāqqah(tu).

Apakah al-Ḥāqqah itu?

Al-Haqqah · 3
﴿ 3 ﴾

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْحَاۤقَّةُ ۗ

Wa mā adrāka mal-ḥāqqah(tu).

Tahukah kamu apakah al-Ḥāqqah itu?

Al-Haqqah · 4
﴿ 4 ﴾

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ وَعَادٌ ۢبِالْقَارِعَةِ

Każżabat ṡamūdu wa ‘ādum bil-qāri‘ah(ti).

(Kaum) Samud dan ‘Ad telah mendustakan al-Qāri‘ah (hari Kiamat yang menggetarkan hati).

Al-Haqqah · 5
﴿ 5 ﴾

فَاَمَّا ثَمُوْدُ فَاُهْلِكُوْا بِالطَّاغِيَةِ

Fa'ammā ṡamūdu fa uhlikū biṭ-ṭāgiyah(ti).

Adapun (kaum) Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,

Al-Haqqah · 6
﴿ 6 ﴾

وَاَمَّا عَادٌ فَاُهْلِكُوْا بِرِيْحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍۙ

Wa ammā ‘ādun fa'uhlikū birīḥin ṣarṣarin ‘ātiyah(tin).

sedangkan (kaum) ‘Ad telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin.

Al-Haqqah · 7
﴿ 7 ﴾

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَّثَمٰنِيَةَ اَيَّامٍۙ حُسُوْمًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيْهَا صَرْعٰىۙ كَاَنَّهُمْ اَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍۚ

Sakhkharahā ‘alaihim sab‘a layāliw wa ṡamāniyata ayyām(in), ḥusūman fataral-qauma fīhā ṣar‘ā, ka'annahum a‘jāzu nakhlin khāwiyah(tin).

Dia menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus. Maka, kamu melihat kaum (‘Ad) pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah (lapuk) bagian dalamnya.

Al-Haqqah · 8
﴿ 8 ﴾

فَهَلْ تَرٰى لَهُمْ مِّنْۢ بَاقِيَةٍ

Fahal tarā lahum mim bāqiyah(tin).

Adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?

Al-Haqqah · 9
﴿ 9 ﴾

وَجَاۤءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهٗ وَالْمُؤْتَفِكٰتُ بِالْخَاطِئَةِۚ

Wa jā'a fir‘aunu wa man qablahū wal-mu'tafikātu bil-khāṭi'ah(ti).

Begitu juga, Firʻaun dan orang-orang yang sebelumnya serta (penduduk) negeri-negeri yang dijungkirbalikkan datang dengan membawa kesalahan yang besar.

Al-Haqqah · 10
﴿ 10 ﴾

فَعَصَوْا رَسُوْلَ رَبِّهِمْ فَاَخَذَهُمْ اَخْذَةً رَّابِيَةً

Fa ‘aṣau rasūla rabbihim fa akhażahum akhżatar rābiyah(tan).

Mereka mendurhakai utusan Tuhannya, lalu Dia menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.

Al-Haqqah · 11
﴿ 11 ﴾

اِنَّا لَمَّا طَغَا الْمَاۤءُ حَمَلْنٰكُمْ فِى الْجَارِيَةِۙ

Innā lammā ṭagal-mā'u ḥamalnākum fil-jāriyah(ti).

Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang)-mu ke dalam (bahtera) yang berlayar

Al-Haqqah · 12
﴿ 12 ﴾

لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَّتَعِيَهَآ اُذُنٌ وَّاعِيَةٌ

Linaj‘alahā lakum tażkirataw wa ta‘iyahā użunuw wā‘iyah(tun).

agar Kami jadikan (peristiwa) itu sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.

Al-Haqqah · 13
﴿ 13 ﴾

فَاِذَا نُفِخَ فِى الصُّوْرِ نَفْخَةٌ وَّاحِدَةٌ ۙ

Fa iżā nufikha fiṣ-ṣūri nafkhatuw wāḥidah(tun).

Apabila sangkakala ditiup dengan sekali tiupan

Al-Haqqah · 14
﴿ 14 ﴾

وَّحُمِلَتِ الْاَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَّاحِدَةًۙ

Wa ḥumilatil-arḍu wal-jibālu fa dukkatā dakkataw wāḥidah(tan).

dan bumi serta gunung-gunung diangkat lalu dibenturkan dengan sekali benturan,

Al-Haqqah · 15
﴿ 15 ﴾

فَيَوْمَىِٕذٍ وَّقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ

Fayauma'iżiw waqa‘atil-wāqi‘ah(tu).

pada hari itu terjadilah kiamat.

Al-Haqqah · 16
﴿ 16 ﴾

وَانْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَهِيَ يَوْمَىِٕذٍ وَّاهِيَةٌۙ

Wansyaqqatis-samā'u fahiya yauma'iżiw wāhiyah(tun).

Langit juga terbelah karena pada hari itu ia rapuh.

Al-Haqqah · 17
﴿ 17 ﴾

وَّالْمَلَكُ عَلٰٓى اَرْجَاۤىِٕهَاۗ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَىِٕذٍ ثَمٰنِيَةٌ ۗ

Wal-malaku ‘alā arjā'ihā, wa yaḥmilu ‘arsya rabbika fauqahum yauma'iżin ṡamāniyah(tun).

Para malaikat berada di berbagai penjurunya (langit). Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ʻArasy (singgasana) Tuhanmu di atas mereka.

Al-Haqqah · 18
﴿ 18 ﴾

يَوْمَىِٕذٍ تُعْرَضُوْنَ لَا تَخْفٰى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ

Yauma'iżin tu‘raḍūna lā takhfā minkum khāfiyah(tun).

Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu). Tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi.

Al-Haqqah · 19
﴿ 19 ﴾

فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ فَيَقُوْلُ هَاۤؤُمُ اقْرَءُوْا كِتٰبِيَهْۚ

Fa ammā man ūtiya kitābahū biyamīnihī fa yaqūlu hā'umuqra'ū kitābiyah.

Adapun orang yang diberi catatan amalnya di tangan kanannya, dia berkata (kepada orang-orang di sekelilingnya), “Ambillah (dan) bacalah kitabku (ini)!

Al-Haqqah · 20
﴿ 20 ﴾

اِنِّيْ ظَنَنْتُ اَنِّيْ مُلٰقٍ حِسَابِيَهْۚ

Innī ẓanantu annī mulāqin ḥisābiyah.

Sesungguhnya (saat di dunia) aku yakin bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan diriku.”

Al-Haqqah · 21
﴿ 21 ﴾

فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَةٍۚ

Fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah(tin).

Maka, ia berada dalam kehidupan yang menyenangkan

Al-Haqqah · 22
﴿ 22 ﴾

فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ

Fī jannatin ‘āliyah(tin).

dalam surga yang tinggi

Al-Haqqah · 23
﴿ 23 ﴾

قُطُوْفُهَا دَانِيَةٌ

Quṭūfuhā dāniyah(tun).

yang buah-buahannya dekat.

Al-Haqqah · 24
﴿ 24 ﴾

كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَآ اَسْلَفْتُمْ فِى الْاَيَّامِ الْخَالِيَةِ

Kulū wasyrabū hanī'am bimā aslaftum fil-ayyāmil-khāliyah(ti).

(Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat sebagai balasan amal yang kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”

Al-Haqqah · 25
﴿ 25 ﴾

وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِشِمَالِهٖ ەۙ فَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتٰبِيَهْۚ

Wa ammā man ūtiya kitābahū bisyimālih(ī), fa yaqūlu yā laitanī lam ūta kitābiyah.

Adapun orang yang diberi catatan amalnya di tangan kirinya berkata, “Seandainya saja aku tidak diberi catatan amalku

Al-Haqqah · 26
﴿ 26 ﴾

وَلَمْ اَدْرِ مَا حِسَابِيَهْۚ

Wa lam adri mā ḥisābiyah.

dan tidak mengetahui bagaimana perhitunganku.

Al-Haqqah · 27
﴿ 27 ﴾

يٰلَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَۚ

Yā laitahā kānatil-qāḍiyah(ta).

Seandainya saja ia (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.

Al-Haqqah · 28
﴿ 28 ﴾

مَآ اَغْنٰى عَنِّيْ مَالِيَهْۚ

Mā agnā ‘annī māliyah.

Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.

Al-Haqqah · 29
﴿ 29 ﴾

هَلَكَ عَنِّيْ سُلْطٰنِيَهْۚ

Halaka ‘annī sulṭāniyah.

Kekuasaanku telah hilang dariku.”

Al-Haqqah · 30
﴿ 30 ﴾

خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُۙ

Khużūhu fagullūh(u).

(Allah berfirman,) “Tangkap dia lalu belenggu tangannya ke lehernya.

Al-Haqqah · 31
﴿ 31 ﴾

ثُمَّ الْجَحِيْمَ صَلُّوْهُۙ

Ṡummal-jaḥīma ṣallūh(u).

Kemudian, masukkan dia ke dalam (neraka) Jahim.

Al-Haqqah · 32
﴿ 32 ﴾

ثُمَّ فِيْ سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوْهُۗ

Ṡumma fī silsilatin żar‘uhā sab‘ūna żirā‘an faslukūh(u).

Kemudian, belit dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

Al-Haqqah · 33
﴿ 33 ﴾

اِنَّهٗ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ الْعَظِيْمِۙ

Innahū kāna lā yu'minu billāhil-‘aẓīm(i).

Sesungguhnya dia tidak beriman kepada Allah Yang Maha Agung.

Al-Haqqah · 34
﴿ 34 ﴾

وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ

Wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa‘āmil-miskīn(i).

Dia juga tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.

Al-Haqqah · 35
﴿ 35 ﴾

فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هٰهُنَا حَمِيْمٌۙ

Fa laisa lahul-yauma hāhunā ḥamīm(un).

Maka, pada hari ini tidak ada seorang pun teman setia baginya di sini (neraka).

Al-Haqqah · 36
﴿ 36 ﴾

وَّلَا طَعَامٌ اِلَّا مِنْ غِسْلِيْنٍۙ

Wa lā ṭa‘āmun illā min gislīn(in).

Tidak ada makanan (baginya), kecuali dari darah dan nanah.

Al-Haqqah · 37
﴿ 37 ﴾

لَّا يَأْكُلُهٗٓ اِلَّا الْخٰطِـُٔوْنَ ࣖ

Lā ya'kuluhū illal-khāṭi'ūn(a).

Tidak ada yang memakannya, kecuali para pendosa.”

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 106, lanjutkan tema Surat Al-Haqqah