← Al-Quran
56 · Makkiyyah

Al-Waqi'ah

الواقعة

Hari Kiamat · 96 ayat

Tulisan Arab:
Maqasid Surah Al-Waqi'ah الواقعة
Hari Kiamat · Makkiyyah · 96 ayat

Tema sentral

Surah Al-Waqi'ah berpusat pada penegasan realitas Hari Kiamat, menjelaskan peristiwa-peristiwa dahsyat yang menyertainya, serta membagi manusia menjadi tiga golongan berdasarkan amal perbuatannya di dunia: Ashab al-Maymanah, Ashab al-Mash'amah, dan As-Sabiqun. Surah ini juga menekankan kebenaran wahyu dan kekuasaan Allah.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menegaskan kepastian dan kengerian Hari Kiamat. - Mengklasifikasikan manusia ke dalam tiga golongan utama. - Menjelaskan balasan setimpal bagi setiap golongan di akhirat.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Al-Waqi'ah

Menjelaskan kepastian datangnya hari Kiamat dan pembagian manusia menjadi tiga golongan berdasarkan amal perbuatan mereka di dunia.

Tema Sentral

Surah Al-Waqi'ah berpusat pada kepastian hari Kiamat yang merupakan peristiwa mutlak dan tidak dapat didustakan oleh siapa pun. Allah menegaskan kekuasaan-Nya yang agung dalam menciptakan manusia, menumbuhkan tanaman, menurunkan hujan, dan menciptakan api sebagai bukti logis bahwa Dia juga Maha Mampu membangkitkan manusia setelah mati.

Selain itu, surah ini merinci secara indah dan menakutkan tentang nasib tiga golongan manusia di akhirat: golongan yang terdahulu dalam kebaikan (as-sabiqun), golongan kanan (ashabul yamin), dan golongan kiri (ashabus syimal). Pesan moral yang dominan adalah ajakan untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah dan mempersiapkan bekal iman terbaik sebelum hari perhitungan tiba.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Makkah saat kaum musyrikin secara terang-terangan meragukan dan mendustakan kebangkitan setelah kematian. Allah menurunkannya untuk membantah keraguan mereka dengan memberikan bukti-bukti nyata dari alam semesta yang mereka saksikan setiap hari. Pesan ini sangat menguatkan hati umat Islam awal yang saat itu sedang menghadapi penolakan dan ejekan dari masyarakatnya.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan kepastian terjadinya hari Kiamat yang akan merendahkan orang sombong dan meninggikan orang beriman.
  • Menjelaskan pembagian manusia menjadi tiga golongan di akhirat beserta balasan yang adil bagi masing-masing.
  • Mengajak manusia merenungkan proses penciptaan diri, makanan, air, dan api sebagai bukti kekuasaan Allah.
  • Mengingatkan keagungan Al-Quran sebagai wahyu yang suci dan diturunkan langsung dari Tuhan semesta alam.
Hikmah Utama (4)
  • Kehidupan dunia hanyalah panggung sementara, sehingga kita harus fokus berlomba-lomba menjadi golongan yang terdepan dalam kebaikan.
  • Merenungkan hal-hal sederhana seperti air minum dan makanan harian dapat menumbuhkan rasa syukur yang sangat mendalam di hati.
  • Status sosial dan kekayaan di dunia tidak menjamin kedudukan di akhirat, karena Kiamat akan membalikkan keadaan bagi mereka yang lalai.
  • Membaca dan mentadabburi Al-Quran harus dilakukan dengan hati yang bersih agar petunjuknya benar-benar meresap ke dalam jiwa.
Munasabah

Surah sebelumnya, Ar-Rahman, menyebutkan berbagai nikmat Allah di dunia dan akhirat serta diakhiri dengan pujian atas keagungan nama-Nya. Al-Waqi'ah melanjutkan tema tersebut dengan merinci siapa saja manusia yang berhak menerima nikmat surga dan siapa yang menerima azab. Setelah itu, surah Al-Hadid mengajak umat Islam untuk berinfak dan berkorban sebagai bukti keimanan guna meraih derajat tinggi yang telah disebutkan.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa lelah dengan pekerjaan dan rutinitas harian yang seolah tiada akhir.

    Pesan surah Ingatlah bahwa tempat istirahat yang sesungguhnya adalah surga bagi golongan kanan dan orang-orang yang terdepan dalam amal.

    Langkah kecil Niatkan lelah bekerja hari ini sebagai ibadah untuk mencari rezeki yang halal.

  • Situasi Menghadapi krisis finansial atau kekhawatiran yang berlebihan akan rezeki masa depan.

    Pesan surah Allah yang menumbuhkan benih dan menurunkan air hujan, Dia pula yang menjamin rezeki setiap makhluk-Nya.

    Langkah kecil Ucapkan alhamdulillah dengan penuh kesadaran saat makan dan minum hari ini.

  • Situasi Terlalu sibuk mengejar status sosial dan validasi manusia hingga melupakan ibadah wajib.

    Pesan surah Kiamat akan merendahkan orang yang sombong dan meninggikan orang yang taat, apa pun status dunianya.

    Langkah kecil Lakukan satu kebaikan secara sembunyi-sembunyi yang tidak diketahui oleh orang lain.

Amalan dari Maqasid

Syukur Harian atas Kebutuhan Dasar

Surah ini secara khusus mengajak kita merenungkan air, api, dan makanan sebagai bukti kekuasaan Allah. Mensyukuri hal-hal mendasar ini akan menjaga hati dari kesombongan dan kelalaian terhadap Sang Pencipta.

Cara praktis Berhentilah sejenak sebelum minum air putih, sadari proses panjang air tersebut hingga sampai ke tangan Anda, lalu bacalah bismillah.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, perhatikan satu makanan atau minuman yang Anda konsumsi, lalu renungkan kebesaran Allah yang menciptakannya khusus untuk Anda.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 1 Ayat pembuka ini menegaskan bahwa Kiamat adalah sebuah kepastian mutlak yang tidak menyisakan ruang keraguan sedikit pun.
  • Ayat 7 Ayat ini menjadi inti pembagian nasib manusia di akhirat yang akan dibahas secara rinci sepanjang surah.
  • Ayat 68 Ayat ini menggugah kesadaran manusia untuk bersyukur atas nikmat air yang sering kali dianggap remeh dalam kehidupan sehari-hari.

Pelajaran Tadabbur untuk Al-Waqi'ah

9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.

ﷺ Hadits yang menggemakan tema Surat Al-Waqi'ah

Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.

✦ Refleksi tadabbur populer di Surat Al-Waqi'ah

Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ


Warna Tajwid

Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.

✓ Warna aktif

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Waqi'ah · 1
﴿ 1 ﴾

إِذَا وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ

Iżā waqa‘atil-wāqi‘ah(tu).

Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),

Al-Waqi'ah · 2
﴿ 2 ﴾

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ

Laisa liwaq‘atihā kāżibah(tun).

tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.

Al-Waqi'ah · 3
﴿ 3 ﴾

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ

Khāfiḍatur rāfi‘ah(tun).

(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

Al-Waqi'ah · 4
﴿ 4 ﴾

إِذَا رُجَّتِ ٱلْأَرْضُ رَجًّا

Iżā rujjatil-arḍu rajjā(n).

Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya

Al-Waqi'ah · 5
﴿ 5 ﴾

وَبُسَّتِ ٱلْجِبَالُ بَسًّا

Wa bussatil-jibālu bassā(n).

dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya,

Al-Waqi'ah · 6
﴿ 6 ﴾

فَكَانَتْ هَبَآءً مُّنۢبَثًّا

Fa kānat habā'am mumbaṡṡā(n).

jadilah ia debu yang beterbangan.

Al-Waqi'ah · 7
﴿ 7 ﴾

وَكُنتُمْ أَزْوَٲجًا ثَلَـٰثَةً

Wa kuntum azwājan ṡalāṡah(tan).

Kamu menjadi tiga golongan,

Al-Waqi'ah · 8
﴿ 8 ﴾

فَأَصْحَـٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ

Fa aṣḥābul-maimanah(ti), mā aṣḥābul-maimanah(ti).

yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu

Al-Waqi'ah · 9
﴿ 9 ﴾

وَأَصْحَـٰبُ ٱلْمَشْــَٔمَةِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلْمَشْــَٔمَةِ

Wa aṣḥābul-masy'amah(ti), mā aṣḥābul-masy'amah(ti).

dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

Al-Waqi'ah · 10
﴿ 10 ﴾

وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلسَّـٰبِقُونَ

Was-sābiqūnas-sābiqūn(a).

Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga).

Al-Waqi'ah · 11
﴿ 11 ﴾

أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلْمُقَرَّبُونَ

Ulā'ikal-muqarrabūn(a).

Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

Al-Waqi'ah · 12
﴿ 12 ﴾

فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ

Fī jannātin-na‘īm(i).

(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan.

Al-Waqi'ah · 13
﴿ 13 ﴾

ثُلَّةٌ مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ

Ṡullatum minal-awwalīn(a).

(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu

Al-Waqi'ah · 14
﴿ 14 ﴾

وَقَلِيلٌ مِّنَ ٱلْأَخِرِينَ

Wa qalīlum minal-ākhirīn(a).

dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian.

Al-Waqi'ah · 15
﴿ 15 ﴾

عَلَىٰ سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ

‘Alā sururim mauḍūnah(tin).

(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata

Al-Waqi'ah · 16
﴿ 16 ﴾

مُّتَّكِــِٔينَ عَلَيْهَا مُتَقَـٰبِلِينَ

Muttaki'īna ‘alaihā mutaqābilīn(a).

seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.

Al-Waqi'ah · 17
﴿ 17 ﴾

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَٲنٌ مُّخَلَّدُونَ

Yaṭūfu ‘alaihim wildānum mukhalladūn(a).

Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda

Al-Waqi'ah · 18
﴿ 18 ﴾

بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ

Bi'akwābiw wa abārīq(a), wa ka'sim mim ma‘īn(in).

dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir.

Al-Waqi'ah · 19
﴿ 19 ﴾

لَّا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنزِفُونَ

Lā yuṣadda‘ūna ‘anhā wa lā yunzifūn(a).

Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.

Al-Waqi'ah · 20
﴿ 20 ﴾

وَفَـٰكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ

Wa fākihatim mimmā yatakhayyarūn(a).

(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih

Al-Waqi'ah · 21
﴿ 21 ﴾

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ

Wa laḥmi ṭairim mimmā yasytahūn(a).

dan daging burung yang mereka sukai.

Al-Waqi'ah · 23
﴿ 23 ﴾

كَأَمْثَـٰلِ ٱللُّؤْلُوِٕ ٱلْمَكْنُونِ

Ka'amṡālil-lu'lu'il-maknūn(i).

laksana mutiara yang tersimpan dengan baik

Al-Waqi'ah · 24
﴿ 24 ﴾

جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Jazā'am bimā kānū ya‘malūn(a).

sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.

Al-Waqi'ah · 25
﴿ 25 ﴾

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا

Lā yasma‘ūna fīhā lagwaw wa lā ta'ṡīmā(n).

Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,

Al-Waqi'ah · 26
﴿ 26 ﴾

إِلَّا قِيلاً سَلَـٰمًا سَلَـٰمًا

Illā qīlan salāman salāmā(n).

kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, “Salam… salam.”

Al-Waqi'ah · 27
﴿ 27 ﴾

وَأَصْحَـٰبُ ٱلْيَمِينِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلْيَمِينِ

Wa aṣḥābul-yamīn(i), mā aṣḥābul-yamīn(i).

Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.

Al-Waqi'ah · 28
﴿ 28 ﴾

فِى سِدْرٍ مَّخْضُودٍ

Fī sidrim makhḍūd(in).

(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

Al-Waqi'ah · 29
﴿ 29 ﴾

وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ

Wa ṭalḥim manḍūd(in).

pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,

Al-Waqi'ah · 30
﴿ 30 ﴾

وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ

Wa ẓillim mamdūd(in).

naungan yang terbentang luas,

Al-Waqi'ah · 32
﴿ 32 ﴾

وَفَـٰكِهَةٍ كَثِيرَةٍ

Wa fākihatin kaṡīrah(tin).

buah-buahan yang banyak

Al-Waqi'ah · 33
﴿ 33 ﴾

لَّا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ

Lā maqṭū‘atiw wa lā mamnū‘ah(tin).

yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya,

Al-Waqi'ah · 34
﴿ 34 ﴾

وَفُرُشٍ مَّرْفُوعَةٍ

Wa furusyim marfū‘ah(tin).

dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

Al-Waqi'ah · 35
﴿ 35 ﴾

إِنَّآ أَنشَأْنَـٰهُنَّ إِنشَآءً

Innā ansya'nāhunna insyā'ā(n).

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung,

Al-Waqi'ah · 36
﴿ 36 ﴾

فَجَعَلْنَـٰهُنَّ أَبْكَارًا

Faja‘alnāhunna abkārā(n).

lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan

Al-Waqi'ah · 37
﴿ 37 ﴾

عُرُبًا أَتْرَابًا

‘Uruban atrābā(n).

yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya,

Al-Waqi'ah · 38
﴿ 38 ﴾

لِّأَصْحَـٰبِ ٱلْيَمِينِ

Li'aṣḥābil-yamīn(i).

(diperuntukkan)bagi golongan kanan,

Al-Waqi'ah · 39
﴿ 39 ﴾

ثُلَّةٌ مِّنَ ٱلْأَوَّلِينَ

Ṡullatum minal-awwalīn(a).

(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu

Al-Waqi'ah · 40
﴿ 40 ﴾

وَثُلَّةٌ مِّنَ ٱلْأَخِرِينَ

Wa ṡullatum minal-ākhirīn(a).

dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian.

Al-Waqi'ah · 41
﴿ 41 ﴾

وَأَصْحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصْحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ

Wa aṣḥābusy-syimāl(i), mā aṣḥābusy-syimāl(i).

Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

Al-Waqi'ah · 42
﴿ 42 ﴾

فِى سَمُومٍ وَحَمِيمٍ

Fī samūmiw wa ḥamīm(in).

(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih,

Al-Waqi'ah · 43
﴿ 43 ﴾

وَظِلٍّ مِّن يَحْمُومٍ

Wa ẓillim miy yaḥmūm(in).

dan naungan asap hitam

Al-Waqi'ah · 44
﴿ 44 ﴾

لَّا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ

Lā bāridiw wa lā karīm(in).

yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

Al-Waqi'ah · 45
﴿ 45 ﴾

إِنَّهُمْ كَانُواْ قَبْلَ ذَٲلِكَ مُتْرَفِينَ

Innahum kānū qabla żālika mutrafīn(a).

Sesungguhnya mereka sebelum ituhidup bermewah-mewah.

Al-Waqi'ah · 46
﴿ 46 ﴾

وَكَانُواْ يُصِرُّونَ عَلَى ٱلْحِنثِ ٱلْعَظِيمِ

Wa kānū yuṣirrūna ‘alal-ḥinṡil-‘aẓīm(i).

Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.

Al-Waqi'ah · 47
﴿ 47 ﴾

وَكَانُواْ يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

Wa kānū yaqūlūn(a), a'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).

Mereka berkata, “Apabila kami telahmati menjadi tanah dan tulang-belulang,apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?

Al-Waqi'ah · 48
﴿ 48 ﴾

أَوَءَابَآؤُنَا ٱلْأَوَّلُونَ

Awa'ābā'unal-awwalūn(a).

Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”

Al-Waqi'ah · 49
﴿ 49 ﴾

قُلْ إِنَّ ٱلْأَوَّلِينَ وَٱلْأَخِرِينَ

Qul innal-awwalīna wal-ākhirīn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian

Al-Waqi'ah · 50
﴿ 50 ﴾

لَمَجْمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَـٰتِ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ

Lamajmū‘ūn(a), ilā mīqāti yaumim ma‘lūm(in).

benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui.

Al-Waqi'ah · 51
﴿ 51 ﴾

ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلْمُكَذِّبُونَ

Ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllūnal-mukażżibūn(a).

Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,

Al-Waqi'ah · 52
﴿ 52 ﴾

لَأَكِلُونَ مِن شَجَرٍ مِّن زَقُّومٍ

La'ākilūna min syajarim min zaqqūm(in).

pasti akan memakan pohon zaqum.

Al-Waqi'ah · 53
﴿ 53 ﴾

فَمَالِــُٔونَ مِنْهَا ٱلْبُطُونَ

Fa māli'ūna minhal-buṭūn(a).

Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya.

Al-Waqi'ah · 54
﴿ 54 ﴾

فَشَـٰرِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ ٱلْحَمِيمِ

Fasyāribūna ‘alaihi minal-ḥamīm(i).

Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas.

Al-Waqi'ah · 55
﴿ 55 ﴾

فَشَـٰرِبُونَ شُرْبَ ٱلْهِيمِ

Fa syāribūna syurbal-hīm(i).

Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus.

Al-Waqi'ah · 56
﴿ 56 ﴾

هَـٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ ٱلدِّينِ

Hāżā nuzuluhum yaumad-dīn(i).

Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan.”

Al-Waqi'ah · 57
﴿ 57 ﴾

نَحْنُ خَلَقْنَـٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ

Naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqūn(a).

Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?

Al-Waqi'ah · 58
﴿ 58 ﴾

أَفَرَءَيْتُم مَّا تُمْنُونَ

Afa ra'aitum mā tumnūn(a).

Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?

Al-Waqi'ah · 59
﴿ 59 ﴾

ءَأَنتُمْ تَخْلُقُونَهُۥٓ أَمْ نَحْنُ ٱلْخَـٰلِقُونَ

A'antum takhluqūnahū am naḥnul-khāliqūn(a).

Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?

Al-Waqi'ah · 60
﴿ 60 ﴾

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ ٱلْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

Naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbūqīn(a).

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah

Al-Waqi'ah · 61
﴿ 61 ﴾

عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ أَمْثَـٰلَكُمْ وَنُنشِئَكُمْ فِى مَا لَا تَعْلَمُونَ

‘Alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi'akum fī mā lā ta‘lamūn(a).

untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

Al-Waqi'ah · 62
﴿ 62 ﴾

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ ٱلنَّشْأَةَ ٱلْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ

Wa laqad ‘alimtumun-nasy'atal-ūlā falau lā tażakkarūn(a).

Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Al-Waqi'ah · 63
﴿ 63 ﴾

أَفَرَءَيْتُم مَّا تَحْرُثُونَ

Afara'aitum mā taḥruṡūn(a).

Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?

Al-Waqi'ah · 64
﴿ 64 ﴾

ءَأَنتُمْ تَزْرَعُونَهُۥٓ أَمْ نَحْنُ ٱلزَّٲرِعُونَ

A'antum tazra‘ūnahū am naḥnuz-zāri‘ūn(a).

Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?

Al-Waqi'ah · 65
﴿ 65 ﴾

لَوْ نَشَآءُ لَجَعَلْنَـٰهُ حُطَـٰمًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ

Lau nasyā'u laja‘alnāhu ḥuṭāman fa ẓaltum tafakkahūn(a).

Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang,

Al-Waqi'ah · 66
﴿ 66 ﴾

إِنَّا لَمُغْرَمُونَ

Innā lamugramūn(a).

(sambil berkata,) “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian.

Al-Waqi'ah · 67
﴿ 67 ﴾

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ

Bal naḥnu maḥrūmūn(a).

Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun.”

Al-Waqi'ah · 68
﴿ 68 ﴾

أَفَرَءَيْتُمُ ٱلْمَآءَ ٱلَّذِى تَشْرَبُونَ

Afa ra'aitumul-mā'al-lażī tasyrabūn(a).

Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?

Al-Waqi'ah · 69
﴿ 69 ﴾

ءَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ ٱلْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ ٱلْمُنزِلُونَ

A'antum anzaltumūhu minal-muzni am naḥnul-munzilūn(a).

Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?

Al-Waqi'ah · 70
﴿ 70 ﴾

لَوْ نَشَآءُ جَعَلْنَـٰهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ

Lau nasyā'u ja‘alnāhu ujājan falau lā tasykurūn(a).

Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?

Al-Waqi'ah · 71
﴿ 71 ﴾

أَفَرَءَيْتُمُ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى تُورُونَ

Afa ra'aitumun-nāral-latī tūrūn(a).

Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?

Al-Waqi'ah · 72
﴿ 72 ﴾

ءَأَنتُمْ أَنشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ أَمْ نَحْنُ ٱلْمُنشِــُٔونَ

A'antum ansya'tum syajaratahā am naḥnul-munsyi'ūn(a).

Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?

Al-Waqi'ah · 73
﴿ 73 ﴾

نَحْنُ جَعَلْنَـٰهَا تَذْكِرَةً وَمَتَـٰعًا لِّلْمُقْوِينَ

Naḥnu ja‘alnāhā tażkirataw wa matā‘al lil-muqwīn(a).

Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir.

Al-Waqi'ah · 74
﴿ 74 ﴾

فَسَبِّحْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلْعَظِيمِ

Fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm(i).

Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.

Al-Waqi'ah · 75
﴿ 75 ﴾

۞ فَلَآ أُقْسِمُ بِمَوَٲقِعِ ٱلنُّجُومِ

Falā uqsimu bimawāqi‘in-nujūm(i).

Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang.

Al-Waqi'ah · 76
﴿ 76 ﴾

وَإِنَّهُۥ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ

Wa innahū laqasamul lau ta‘lamūna ‘aẓīm(un).

Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui.

Al-Waqi'ah · 77
﴿ 77 ﴾

إِنَّهُۥ لَقُرْءَانٌ كَرِيمٌ

Innahū laqur'ānun karīm(un).

Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia,

Al-Waqi'ah · 78
﴿ 78 ﴾

فِى كِتَـٰبٍ مَّكْنُونٍ

Fī kitābim maknūn(in).

dalam Kitab yang terpelihara.

Al-Waqi'ah · 79
﴿ 79 ﴾

لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ

Lā yamassuhū illal-muṭahharūn(a).

Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.

Al-Waqi'ah · 80
﴿ 80 ﴾

تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn(a).

(Al-Qur’an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

Al-Waqi'ah · 81
﴿ 81 ﴾

أَفَبِهَـٰذَا ٱلْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ

Afa biḥāżal-ḥadīṡi antum mudhinūn(a).

Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur’an)

Al-Waqi'ah · 82
﴿ 82 ﴾

وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ

Wa taj‘alūna rizqakum annakum tukażżibūn(a).

dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur’an)?

Al-Waqi'ah · 83
﴿ 83 ﴾

فَلَوْلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلْحُلْقُومَ

Falau lā iżā balagatil-ḥulqūm(a).

Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan,

Al-Waqi'ah · 84
﴿ 84 ﴾

وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ

Wa antum ḥīna'iżin tanẓurūn(a).

padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?

Al-Waqi'ah · 85
﴿ 85 ﴾

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَـٰكِن لَّا تُبْصِرُونَ

Wa naḥnu aqrabu ilaihi minkum wa lākil lā tubṣirūn(a).

Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.

Al-Waqi'ah · 86
﴿ 86 ﴾

فَلَوْلَآ إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ

Falau lā in kuntum gaira madīnīn(a).

Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan,

Al-Waqi'ah · 87
﴿ 87 ﴾

تَرْجِعُونَهَآ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

Tarji‘ūnahā in kuntum ṣādiqīn(a).

kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?

Al-Waqi'ah · 88
﴿ 88 ﴾

فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ

Fa ammā in kāna minal-muqarrabīn(a).

Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),

Al-Waqi'ah · 89
﴿ 89 ﴾

فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ

Fa rauḥuw wa raiḥān(un), wa jannatu na‘īm(in).

dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan.

Al-Waqi'ah · 90
﴿ 90 ﴾

وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلْيَمِينِ

Wa ammā in kāna min aṣḥābil-yamīn(i).

Jika dia (termasuk) golongan kanan,

Al-Waqi'ah · 91
﴿ 91 ﴾

فَسَلَـٰمٌ لَّكَ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلْيَمِينِ

Fa salāmul laka min aṣḥābil-yamīn(i).

“Salam bagimu” dari (sahabatmu,) golongan kanan.

Al-Waqi'ah · 92
﴿ 92 ﴾

وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلْمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ

Wa ammā in kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn(a).

Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat,

Al-Waqi'ah · 93
﴿ 93 ﴾

فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيمٍ

Fa nuzulum min ḥamīm(in).

jamuannya berupa air mendidih

Al-Waqi'ah · 94
﴿ 94 ﴾

وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ

Wa taṣliyatu jaḥīm(in).

dan dibakar oleh (neraka) Jahim.

Al-Waqi'ah · 95
﴿ 95 ﴾

إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلْيَقِينِ

Inna hāżā lahuwal-ḥaqqul-yaqīn(i).

Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin.

Al-Waqi'ah · 96
﴿ 96 ﴾

فَسَبِّحْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلْعَظِيمِ

Fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm(i).

Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Agung.