Dalam surah Al-Mutaffifin ayat 26, Allah SWT menggambarkan puncak kenikmatan bagi orang-orang yang berbakti (Al-Abrar), yakni khitamuhu misk (penutupnya adalah kasturi). Ayat ini menjadi penutup dari rangkaian deskripsi balasan surah tersebut, yang memotivasi jiwa untuk meraih derajat tinggi di sisi Allah. Di tengah ujian tawakal yang sering kali membuat hati merasa sesak karena ketidakpastian hasil, ayat ini hadir sebagai pengingat bahwa tujuan akhir bagi mereka yang bersabar dan bertakwa adalah kenikmatan yang kekal, yang jauh melampaui segala kesulitan dunia.
Hafiz Ibn Kathir menjelaskan bahwa Al-Abrar akan menempati Illiyyin, tempat tertinggi di surga yang berlawanan dengan Sijjin. Wangi kasturi yang menjadi penutup kenikmatan mereka adalah simbol kebaikan yang menyertai setiap amal saleh di dunia. Ketika seseorang berpasrah diri (bertawakal) dalam ketaatan, ia sedang menabung wangi kasturi itu. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik minyak wangi ialah kasturi" (Sunan Tirmidzi 912, hasan shahih). Lebih dalam lagi, bahkan darah orang yang terluka di jalan Allah akan berbau kasturi pada hari kiamat (Sunan Nasai 3005). Ini mengajarkan bahwa keteguhan dalam tawakal, meski terasa pahit dan menyakitkan di dunia, akan berakhir dengan keharuman yang abadi.
Untuk menjembatani makna ayat ini dengan ujian tawakal, berikut adalah langkah amaliah yang dapat diambil:
- Fokuskan energi untuk beramal saleh (ketaatan) daripada mencemaskan hasil (qadar). Anggaplah setiap usaha yang dilakukan dalam kondisi sulit adalah "kasturi" yang sedang Anda kumpulkan untuk akhirat.
- Sadari bahwa tawakal adalah bentuk kompetisi spiritual (falyatanafasil mutanafisun). Saat hati merasa cemas, katakan pada diri sendiri bahwa perlombaan ini bukan tentang siapa yang paling cepat mendapatkan dunia, melainkan siapa yang paling indah sabar dan tawakalnya di mata Allah.
- Senantiasa menjaga kebersihan hati dari keluh kesah yang berlebihan, karena hati yang bertawakal adalah wadah bagi keharuman iman yang akan menyertai kita di hari pembalasan.
Menjadikan akhirat sebagai tujuan utama adalah obat paling ampuh bagi kegelisahan duniawi. Wallahu a'lam.
Daftar hadits di bawah ini diberikan ke AI sebagai konteks RAG. Klik untuk membaca teks lengkap.
Sunan Abu Dawud 2670
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا الْمُسْتَمِرُ بْنُ الرَّيَّانِ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَطْيَبُ طِيبِكُمْ الْمِسْكُTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Al Mustamir bin Ar Rayyan], dari [Abu Nadhrah], dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik minyak wangi yang kalian miliki adalah misik (kasturi) "
Sunan Tirmidzi 912
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ وَشَبَابَةُ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ خُلَيْدِ بْنِ جَعْفَرٍ سَمِعَ أَبَا نَضْرَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَطْيَبُ الطِّيبِ الْمِسْكُقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan], telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] dan [Syababah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Khulaid bin Ja'far] telah mendengar [Abu Nadlrah] menceritakan dari [Abu Sa'id Al Khudri] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik minyak wangi ialah kasturi". Abu 'Isa berkata; "Ini merupakan hadits hasan shahih."
Sunan Nasai 2559
أَخْبَرَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَنْبَأَنَا مَنْصُورٌ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ الْقَاسِمِ قَالَ قَالَتْ عَائِشَةُطَيَّبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ أَنْ يُحْرِمَ وَيَوْمَ النَّحْرِ قَبْلَ أَنْ يَطُوفَ بِالْبَيْتِ بِطِيبٍ فِيهِ مِسْكٌTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim], ia berkata; telah menceritakan kepada kami [Husyaim], ia berkata; telah memberitakan kepada kami [Manshur] dari [Abdur Rahman bin Al Qasim] dari [Al Qasim], ia berkata; [Aisyah] pernah berkata; "Saya pernah memberi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam minyak wangi sebelum berihram, dan pada Hari Raya Kurban sebelum berthawaf di Ka'bah dengan minyak wangi yang padanya terdapat kasturi."
Sunan Nasai 1835
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ الدِّرْهَمِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ خَالِدٍ عَنْ الْمُسْتَمِرِّ بْنِ الرَّيَّانِ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ خَيْرِ طِيبِكُمْ الْمِسْكُTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Al Husain Ad Dirhami] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Umayyah bin Khalid] dari [Al Mustamir bin Ar Rayyan] dari [Abu Nadlrah] dari [Abu Sa'id] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Diantara parfum kalian yang paling wangi adalah misik."
Sunan Nasai 1834
أَخْبَرَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ وَشَبَابَةُ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ خُلَيْدِ بْنِ جَعْفَرٍ سَمِعَ أَبَا نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَطْيَبُ الطِّيبِ الْمِسْكُTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud] dan [Syababah] mereka berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Khulaid bin Ja'far] dia mendengar [Abu Nadlrah] dari [Abu Sa'id] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Parfum yang paling harum adalah misik."
Shahih Muslim 3924 shahih
و حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ عَمْرٍو الضَّبِّيُّ حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ عُمَرَ الْجُمَحِيُّ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ وَزَوَايَاهُ سَوَاءٌ وَمَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنْ الْوَرِقِ وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنْ الْمِسْكِ وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَا يَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًاTerjemahan. Dan telah menceritakan kepada kami [Daud bin Amru Adhubay] Telah menceritakan kepada kami [Nafi' bin Umar Al Jumahi] dari [Ibnu Abu Mulaikah] dia berkata; [Abdullah bin Amru bin Ash] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Luas telagaku sejauh sebulan perjalanan. Setiap sisinya sama panjangnya. Airnya lebih putih dari perak, Baunya lebih harum dari kesturi. Gemerlapan cahayanya bagaikan sinar bintang di langit. Siapa yang minum dari telaga itu tidak akan haus selama-lamanya sesudah itu."
Shahih Muslim 3968 shahih
و حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ صَخْرٍ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا حَبَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَزْهَرَ اللَّوْنِ كَأَنَّ عَرَقَهُ اللُّؤْلُؤُ إِذَا مَشَى تَكَفَّأَ وَلَا مَسِسْتُ دِيبَاجَةً وَلَا حَرِيرَةً أَلْيَنَ مِنْ كَفِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا شَمِمْتُ مِسْكَةً وَلَا عَنْبَرَةً أَطْيَبَ مِنْ رَائِحَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَTerjemahan. Dan telah menceritakan kepadaku [Ahmad bin Sa'id bin Shakhr Ad Darimi]; Telah menceritakan kepada kami [Habban]; Telah menceritakan kepada kami [Hammad]; Telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] dia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa ceria dan keringatnya bagai kilau mutiara. Apabila beliau berjalan, maka langkahnya terayun tegap. Sutera yang pernah saya sentuh tidak ada yang lebih halus dari pada telapak tangan beliau. Minyak misik dan minyak ambar yang pernah saya cium, tidak ada yang melebihi semerbak wanginya badan beliau."
Sunan Nasai 3005
أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ ابْنِ الْمُبَارَكِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ ثَعْلَبَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَمِّلُوهُمْ بِدِمَائِهِمْ فَإِنَّهُ لَيْسَ كَلْمٌ يُكْلَمُ فِي اللَّهِ إِلَّا أَتَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ جُرْحُهُ يَدْمَى لَوْنُهُ لَوْنُ دَمٍ وَرِيحُهُ رِيحُ الْمِسْكِTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami [Hannad bin As Sari] dari [Ibnu Al Mubarak] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abdullah bin Tsa'labah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tutupi mereka dengan darah mereka, sesungguhnya tidak ada luka karena Allah kecuali pada Hari Kiamat luka tersebut datang mengalirkan darah, warnanya sewarna darah dan baunya sebau kasturi."