وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ
Wailul lil-muṭaffifīn(a).
Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!
المطفّفين
Orang-Orang Curang · 36 ayat
Surah Al-Mutaffifin mengancam para penipu dalam takaran dan timbangan, mengingatkan akan Hari Pembalasan ketika amal perbuatan akan dihisab. Surah ini menekankan bahwa setiap tindakan akan dicatat, baik oleh orang durhaka maupun orang baik, dan menggambarkan ganjaran yang berbeda untuk kedua kelompok tersebut.
Peringatan keras bagi orang yang curang dalam takaran dan janji balasan bagi orang-orang yang berbakti.
Surah ini berpusat pada peringatan keras Allah terhadap praktik kecurangan, sekecil apa pun, dalam muamalah atau interaksi sosial. Allah menegaskan bahwa setiap tindakan manusia diawasi dan akan dicatat secara detail dalam buku catatan amal, baik Sijjin bagi pendosa maupun Illiyyin bagi orang berbakti.
Selain itu, surah ini menyoroti kontras nasib antara orang-orang yang durhaka dan orang-orang yang taat pada Hari Kiamat. Orang beriman yang dahulu ditertawakan di dunia akan mendapatkan kenikmatan abadi, sementara para pendosa akan merasakan penyesalan atas kesombongan mereka.
Surah ini diturunkan di Makkah ketika masyarakatnya terbiasa melakukan kecurangan dalam berdagang. Penduduk Makkah sering menuntut hak mereka secara penuh, namun mengurangi takaran saat menjual kepada orang lain. Surah ini hadir untuk meluruskan moralitas ekonomi dan mengingatkan mereka akan Hari Kebangkitan.
Surah Al-Mutaffifin berhubungan erat dengan surah sebelumnya, Al-Infitar, yang membahas tentang malaikat pencatat amal. Surah ini merinci lebih lanjut hasil dari catatan amal tersebut, yaitu Sijjin dan Illiyyin. Kemudian, surah ini dilanjutkan oleh Al-Insyiqaq yang kembali menggambarkan kedahsyatan Hari Kiamat dan penyerahan buku catatan amal.
Situasi Bekerja sebagai pedagang atau penyedia jasa yang menetapkan harga dan kualitas.
Pesan surah Jangan mengurangi kualitas atau kuantitas yang menjadi hak pembeli demi keuntungan sesaat.
Langkah kecil Pastikan timbangan, ukuran, atau janji layanan diberikan secara penuh dan jujur hari ini.
Situasi Merasa sedih karena diejek saat mencoba hijrah atau berbuat baik.
Pesan surah Ejekan di dunia adalah ujian sementara, kelak keadilan Allah akan berpihak pada orang beriman.
Langkah kecil Maafkan mereka yang mengejek dan doakan agar mereka mendapat hidayah.
Situasi Sering melakukan dosa kecil yang dianggap remeh dalam keseharian.
Pesan surah Dosa yang menumpuk akan menjadi noda yang menutupi hati dari menerima kebenaran.
Langkah kecil Segera beristighfar dan berbuat kebaikan setiap kali menyadari telah melakukan kesalahan.
Surah ini mengajarkan agar kita tidak egois dengan menuntut hak secara penuh namun abai dalam menunaikan kewajiban. Prinsip ini berlaku dalam bisnis, pekerjaan, maupun hubungan keluarga.
Cara praktis Tuliskan satu kewajiban Anda yang sering tertunda, lalu selesaikan hari ini tanpa menuntut hak Anda terlebih dahulu.
Hari ini, periksa kembali pekerjaan Anda dan pastikan tidak ada hak orang lain yang Anda kurangi walau sedikit.
9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.
Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبَانَ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَ…
Telah menceritakan kepada kami [Ismail bin Abban] telah menceritakan kepada kami ['Isa bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Aun] dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar] radhilayyahu'anhuma, dari Na…
وَبِهَذَا الْإِسْنَادِ قَالَ اللَّهُ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ
(Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya -dari [Abu Hurairah]-) Allah berfirman: "Berinfaklah engkau, niscya aku memberi infak kepadamu."
حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنِي الْمُغِيرَةُ يَعْنِي الْحِزَامِيَّ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَن…
Telah menceritakan kepadaku [Abu Bakr bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepadaku [Al Mughirah Al Hizami] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hur…
Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.
Dalam menutup surat Al-Mutaffifin, Allah SWT memberikan penegasan yang sangat tajam melalui ayat 36: هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ (Apakah orang-orang kafir itu telah diberi ba…
Ketenangan jiwa dalam bertawakal sering kali terganggu oleh kegelisahan akan hasil akhir. Padahal, Allah SWT telah menggambarkan puncak dari keteguhan iman dalam Surah Al-Mutaffifin ayat 35: عَلَى…
Dalam meniti jalan kehidupan yang penuh ketidakpastian, seringkali kita merasa tertekan oleh cemoohan atau perlakuan orang yang tidak sejalan dengan iman. Allah SWT memberikan penghiburan agung dal…
Dalam perjalanan menapaki jalan kebenaran, seringkali kita merasa tertekan oleh penilaian, ejekan, atau pengawasan orang-orang yang tidak sejalan dengan iman kita. Surat Al-Mutaffifin ayat 33 hadir…
Dalam perjalanan hidup, seseorang sering kali diuji dengan cemoohan atau penilaian buruk dari orang lain saat ia mencoba istiqamah di atas jalan ketaatan. Allah SWT menggambarkan perilaku orang-ora…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Warna Tajwid
Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.
✓ Warna aktif
Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ
Wailul lil-muṭaffifīn(a).
Celakalah orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang)!
ٱلَّذِينَ إِذَا ٱكْتَالُواْ عَلَى ٱلنَّاسِ يَسْتَوْفُونَ
Allażīna iżaktālū ‘alan-nāsi yastaufūn(a).
(Mereka adalah) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi.
وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
Wa iżā kālūhum au wazanūhum yukhsirūn(a).
(Sebaliknya,) apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi.
أَلَا يَظُنُّ أُوْلَـٰٓئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ
Alā yaẓunnu ulā'ika annahum mab‘ūṡūn(a).
Tidakkah mereka mengira (bahwa) sesungguhnya mereka akan dibangkitkan
لِيَوْمٍ عَظِيمٍ
Liyaumin ‘aẓīm(in).
pada suatu hari yang besar (Kiamat),
يَوْمَ يَقُومُ ٱلنَّاسُ لِرَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Yauma yaqūmun-nāsu lirabbil-‘ālamīn(a).
(yaitu) hari (ketika) manusia bangkit menghadap Tuhan seluruh alam?
كَلَّآ إِنَّ كِتَـٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ
Kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn(in).
Jangan sekali-kali begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar (tersimpan) dalam Sijjīn.
وَمَآ أَدْرَٮٰكَ مَا سِجِّينٌ
Wa mā adrāka mā sijjīn(un).
Tahukah engkau apakah Sijjīn itu?
كِتَـٰبٌ مَّرْقُومٌ
Kitābum marqūm(un).
(Ia adalah) kitab yang berisi catatan (amal).
وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِّلْمُكَذِّبِينَ
Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a).
Celakalah pada hari itu bagi para pendusta,
ٱلَّذِينَ يُكَذِّبُونَ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ
Allażīna yukażżibūna biyaumid-dīn(i).
yaitu orang-orang yang mendustakan hari Pembalasan.
وَمَا يُكَذِّبُ بِهِۦٓ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ
Wa mā yukażżibu bihī illā kullu mu‘tadin aṡīm(in).
Tidak ada yang mendustakannya, kecuali setiap orang yang melampaui batas lagi sangat berdosa.
إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ءَايَـٰتُنَا قَالَ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
Iżā tutlā ‘alaihi āyātunā qāla asāṭīrul-awwalīn(a).
Apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “(Itu adalah) dongeng orang-orang dahulu.”
كَلَّاۖ بَلْۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
Kallā bal…rāna ‘alā qulūbihim mā kānū yaksibūn(a).
Sekali-kali tidak! Bahkan, apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.
كَلَّآ إِنَّهُمْ عَن رَّبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّمَحْجُوبُونَ
Kallā innahum ‘ar rabbihim yauma'iżil lamaḥjūbūn(a).
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (rahmat) Tuhannya.
ثُمَّ إِنَّهُمْ لَصَالُواْ ٱلْجَحِيمِ
Ṡumma innahum laṣālul-jaḥīm(i).
Sesungguhnya mereka kemudian benar-benar masuk (neraka) Jahim.
ثُمَّ يُقَالُ هَـٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ
Ṡumma yuqālu hāżal-lażī kuntum bihī tukażżibūn(a).
Lalu dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang selalu kamu dustakan.”
كَلَّآ إِنَّ كِتَـٰبَ ٱلْأَبْرَارِ لَفِى عِلِّيِّينَ
Kallā inna kitābal-abrāri lafī ‘illiyyīn(a).
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ‘Illiyyīn.
وَمَآ أَدْرَٮٰكَ مَا عِلِّيُّونَ
Wa mā adrāka mā ‘illiyyūn(a).
Tahukah engkau apakah ‘Illiyyīn itu?
كِتَـٰبٌ مَّرْقُومٌ
Kitābum marqūm(un).
(Itulah) kitab yang berisi catatan (amal)
يَشْهَدُهُ ٱلْمُقَرَّبُونَ
Yasyhaduhul-muqarrabūn(a).
yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).
إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ
Innal-abrāra lafī na‘īm(in).
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.
عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ
‘Alal-arā'iki yanẓurūn(a).
Mereka (duduk) di atas dipan-dipan (sambil) melepas pandangan.
تَعْرِفُ فِى وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ ٱلنَّعِيمِ
Ta‘rifu fī wujūhihim naḍratan na‘īm(i).
Engkau dapat mengetahui pada wajah mereka gemerlapnya kenikmatan.
يُسْقَوْنَ مِن رَّحِيقٍ مَّخْتُومٍ
Yusqauna mir raḥīqim makhtūm(in).
Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih diberi lak (sebagai jaminan keasliannya).
خِتَـٰمُهُۥ مِسْكٌۚ وَفِى ذَٲلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ ٱلْمُتَنَـٰفِسُونَ
Khitāmuhū misk(un), wa fī żālika falyatanāfasil-mutanāfisūn(a).
Laknya terbuat dari kasturi. Untuk (mendapatkan) yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
وَمِزَاجُهُۥ مِن تَسْنِيمٍ
Wa mizājuhū min tasnīm(in).
Campurannya terbuat dari tasnīm,
عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا ٱلْمُقَرَّبُونَ
‘Ainay yasyrabu bihal-muqarrabūn(a).
(yaitu) mata air yang diminum oleh mereka yang didekatkan (kepada Allah).
إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُواْ كَانُواْ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يَضْحَكُونَ
Innal-lażīna ajramū kānū minal-lażīna āmanū yaḍḥakūn(a).
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang dahulu selalu mentertawakan orang-orang yang beriman.
وَإِذَا مَرُّواْ بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ
Wa iżā marrū bihim yatagāmazūn(a).
Apabila mereka (orang-orang yang beriman) melintas di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.
وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمُ ٱنقَلَبُواْ فَكِهِينَ
Wa iżanqalabū ilā ahlihimunqalabū fakihīn(a).
Apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira ria (dan sombong).
وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوٓاْ إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ
Wa iżā ra'auhum qālū inna hā'ulā'i laḍāllūn(a).
Apabila melihat (orang-orang mukmin), mereka mengatakan, “Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat,”
وَمَآ أُرْسِلُواْ عَلَيْهِمْ حَـٰفِظِينَ
Wa mā ursilū ‘alaihim ḥāfiẓīn(a).
padahal mereka (orang-orang yang berdosa itu) tidak diutus sebagai penjaga (orang-orang mukmin).
فَٱلْيَوْمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنَ ٱلْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ
Fal-yaumal-lażīna āmanū minal kuffāri yaḍḥakūn(a).
Pada hari ini (hari Kiamat), orang-orang yang berimanlah yang mentertawakan orang-orang kafir.
عَلَى ٱلْأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ
‘Alal-arā'iki yanẓurūn(a).
Mereka (duduk) di atas dipan-dipan (sambil) melepas pandangan.
هَلْ ثُوِّبَ ٱلْكُفَّارُ مَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ
Hal ṡuwwibal-kuffāru mā kānū yaf‘alūn(a).
Apakah orang-orang kafir itu telah diberi balasan (hukuman) terhadap apa yang selalu mereka perbuat?