إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتْ
Iżas-samā'unsyaqqat.
Apabila langit terbelah
الانشقاق
Terbelah · 25 ayat
Surah Al-Insyiqaq secara sentral membahas peristiwa dahsyat hari kiamat, menyoroti terbelahnya langit dan perubahan kosmik lainnya, serta pentingnya pertanggungjawaban amal manusia di hadapan Allah. Surah ini menekankan bahwa setiap individu akan menghadapi hisab atas perbuatannya, baik yang terekam dalam catatan amal.
Surah ini mengingatkan manusia akan kepastian hari kiamat dan hisab, mendorong persiapan amal saleh sebelum bertemu Allah.
Surah Al-Insyiqaq menggambarkan peristiwa dahsyat kehancuran alam semesta saat hari kiamat tiba, di mana langit terbelah dan bumi memuntahkan isinya. Peristiwa ini merupakan bentuk ketundukan mutlak seluruh makhluk kepada perintah Allah Yang Maha Kuasa.
Di tengah kepastian akan kiamat tersebut, manusia diingatkan bahwa mereka sedang berjalan dan bekerja keras menuju pertemuan dengan Tuhannya. Pertemuan ini adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun.
Pada akhirnya, pertemuan itu akan berujung pada dua keadaan. Orang beriman akan menerima catatan amal dari kanan yang membawa kebahagiaan abadi, sedangkan orang yang ingkar akan menerima catatan dari belakang punggung yang membawa kebinasaan dan penyesalan.
Surah ini diturunkan di Makkah saat kaum musyrikin menolak keras adanya hari kebangkitan dan hisab. Allah menurunkan ayat-ayat ini untuk menegaskan kepastian kiamat dan memperingatkan mereka yang tenggelam dalam kesenangan duniawi. Pesan ini juga menguatkan hati umat Islam yang sedang ditindas agar tetap istikamah dan bersabar.
Surah Al-Mutaffifin sebelumnya membahas kecurangan manusia dalam takaran dan ancaman bagi orang yang berdosa. Surah Al-Insyiqaq melengkapinya dengan rincian bagaimana hari pembalasan itu terjadi dan proses penerimaan catatan amal. Setelah itu, Surah Al-Buruj menguatkan dengan kisah orang-orang beriman yang rela berkorban demi mempertahankan tauhid mereka.
Situasi Lelah bekerja keras setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Pesan surah Jerih payah ini adalah bagian dari perjalanan menuju Allah yang kelak akan dihisab.
Langkah kecil Niatkan lelah bekerja hari ini murni sebagai ibadah untuk mencari rida Allah.
Situasi Tergoda untuk bersantai dan menunda kewajiban ibadah karena merasa aman.
Pesan surah Kesenangan yang melalaikan di dunia bisa berakibat fatal saat menerima catatan amal.
Langkah kecil Segera kerjakan salat tepat waktu sebelum bersantai bersama keluarga atau teman.
Situasi Merasa sedih karena ujian hidup yang datang bertubi-tubi.
Pesan surah Hisab yang mudah menanti mereka yang bersabar dan taat selama di dunia.
Langkah kecil Ucapkan alhamdulillah atas satu nikmat kecil yang masih dimiliki hari ini.
Surah ini menekankan bahwa setiap manusia pasti akan menemui Tuhannya dengan membawa catatan amal. Mengevaluasi diri secara rutin membantu kita memastikan bahwa kita berada di jalur yang mengarah pada hisab yang mudah.
Cara praktis Luangkan waktu lima menit sebelum tidur untuk mengingat kesalahan hari ini dan beristigfar memohon ampun.
Hari ini, catat tiga kebaikan yang Anda lakukan dan tiga kesalahan untuk dievaluasi sebelum tidur malam nanti.
9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.
Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ مَوْلَى الْأَسْوَدِ بْنِ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِأَنَّ أَ…
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya], katanya; aku pernah mengungkapkan kepada [Malik] dari [Abdullah bin Yazid] mantan budak Aswad bin Sufyan dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Abu…
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَانْشَقَّ الْقَمَرُ
Telah menceritakan kepada kami ['Umar bin Hafsh] telah menceritakan kepada kami [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] dari [Abu Ma'mar] dari [Ab…
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَانْشَقَّ الْقَمَرُ فِرْقَتَيْنِ
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Anas] dia berkata; "Bulan terbelah menjadi dua."
Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.
Dalam kehidupan yang sering kali penuh ketidakpastian, ujian mengenai tawakal adalah ujian tentang seberapa dalam kita meletakkan hati kepada Sang Pencipta. Allah menutup surat Al-Insyiqaq dengan a…
Dalam menapaki jalan tawakal, seringkali kita diuji oleh perilaku orang-orang yang melampaui batas atau kezaliman di sekitar kita. Allah SWT menutup rangkaian ayat dalam Surat Al-Insyiqaq dengan pe…
Dalam perjalanan hidup yang penuh dengan ketidakpastian, seringkali hati kita menyimpan rasa cemas akan masa depan atau beban rahasia yang tidak tersampaikan kepada manusia. Surat Al-Insyiqaq ayat…
Dalam arus kehidupan yang menuntut keteguhan hati, seringkali kita diuji dengan keraguan saat pertolongan Allah terasa jauh. Allah berfirman dalam QS. Al-Insyiqaq ayat 22: balilladziina kafaruu yuk…
Dalam surah Al-Insyiqaq ayat 21, Allah berfirman: Wa idza quri'a 'alaihimul-Qur'anu la yasjudun (Dan apabila Al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud). Ayat ini merupakan bagian dar…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Warna Tajwid
Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.
✓ Warna aktif
Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتْ
Iżas-samā'unsyaqqat.
Apabila langit terbelah
وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ
Wa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat.
serta patuh kepada Tuhannya dan sudah semestinya patuh.
وَإِذَا ٱلْأَرْضُ مُدَّتْ
Wa iẓal-arḍu muddat.
Apabila bumi diratakan,
وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ
Wa alqat mā fīhā wa takhallat.
memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong,
وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ
Wa ażinat lirabbihā wa ḥuqqat.
serta patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya patuh.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَـٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَـٰقِيهِ
Yā ayyuhal-insānu innaka kādiḥun ilā rabbika kadḥan fa mulāqīh(i).
Wahai manusia, sesungguhnya engkau telah bekerja keras menuju (pertemuan dengan) Tuhanmu. Maka, engkau pasti menemui-Nya.
فَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَـٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ
Fa ammā man ūtiya kitābahū biyamīnih(ī).
Adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya,
فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا
Fa saufa yuḥāsabu ḥisābay yasīrā(n).
dia akan dihisab dengan pemeriksaan yang mudah
وَيَنقَلِبُ إِلَىٰٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًا
Wa yanqalibu ilā ahlihī masrūrā(n).
dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama beriman) dengan gembira.
وَأَمَّا مَنْ أُوتِىَ كِتَـٰبَهُۥ وَرَآءَ ظَهْرِهِۦ
Wa ammā man ūtiya kitābahū warā'a ẓahrih(ī).
Adapun orang yang catatannya diberikan dari belakang punggungnya,
فَسَوْفَ يَدْعُواْ ثُبُورًا
Fa saufa yad‘ū ṡubūrā(n).
dia akan berteriak, “Celakalah aku!”
وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا
Wa yaṣlā sa‘īrā(n).
Dia akan memasuki (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).
إِنَّهُۥ كَانَ فِىٓ أَهْلِهِۦ مَسْرُورًا
Innahū kāna fī ahlihī masrūrā(n).
Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir).
إِنَّهُۥ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ
Innahū ẓanna allay yaḥūr(a).
Sesungguhnya dia mengira bahwa dia tidak akan kembali (kepada Tuhannya).
بَلَىٰٓ إِنَّ رَبَّهُۥ كَانَ بِهِۦ بَصِيرًا
Balā, inna rabbahū kāna bihī baṣīrā(n).
Tidak demikian. Sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.
فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلشَّفَقِ
Falā uqsimu bisy-syafaq(i).
Aku bersumpah demi cahaya merah pada waktu senja,
وَٱلَّيْلِ وَمَا وَسَقَ
Wal-laili wa mā wasaq(a).
demi malam dan apa yang diselubunginya,
وَٱلْقَمَرِ إِذَا ٱتَّسَقَ
Wal-qamari iżattasaq(a).
dan demi bulan apabila jadi purnama,
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍ
Latarkabunna ṭabaqan ‘an ṭabaq(in).
sungguh, kamu benar-benar akan menjalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Famā lahum lā yu'minūn(a).
Maka, mengapa mereka tidak mau beriman?
وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ ٱلْقُرْءَانُ لَا يَسْجُدُونَ ۩
Wa iżā quri'a ‘alaihimul-qur'ānu lā yasjudūn(a).
Apabila Al-Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka tidak (mau) bersujud,
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُكَذِّبُونَ
Balil-lażīna kafarū yukażżibūn(a).
bahkan orang-orang yang kufur itu mendustakan(-nya).
وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُوعُونَ
Wallāhu a‘lamu bimā yū‘ūn(a).
Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan (dalam hati mereka).
فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Fa basysyirhum bi‘ażābin alīm(in).
Maka, berilah mereka kabar ‘gembira’ dengan azab yang pedih,
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونِۭ
Illal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum ajrun gairu mamnūn(in).
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Bagi merekalah pahala yang tidak putus-putus.