يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمُدَّثِّرُ
Yā ayyuhal-muddaṡṡir(u).
Wahai orang yang berselimut (Nabi Muhammad),
المدّثّر
Orang Yang Berkemul · 56 ayat
Surah Al-Muddassir menyeru Nabi Muhammad SAW untuk bangkit dan menyampaikan risalah dakwah, memperingatkan manusia tentang dahsyatnya hari kiamat dan balasan bagi orang-orang kafir. Surah ini menekankan urgensi peringatan, pembersihan diri, dan kesabaran dalam menghadapi tantangan dakwah.
Perintah kepada Nabi Muhammad untuk bangkit berdakwah, memberi peringatan, dan mengagungkan Allah dengan penuh kesabaran.
Surah Al-Muddassir berpusat pada perintah awal dakwah secara terang-terangan. Allah memerintahkan Nabi Muhammad yang sedang berselimut karena ketakutan menerima wahyu, untuk segera bangkit memberi peringatan kepada umat manusia. Surah ini menegaskan pentingnya mengagungkan Allah, membersihkan pakaian dan hati, serta menjauhi perbuatan dosa.
Selain itu, surah ini menyoroti ancaman keras bagi orang-orang yang mendustakan Al-Quran, seperti Al-Walid bin Al-Mughirah yang sombong. Allah menggambarkan dahsyatnya neraka Saqar sebagai balasan bagi mereka yang meninggalkan salat, enggan berbagi, dan mendustakan hari pembalasan.
Surah ini turun pada masa awal kenabian di Makkah ketika Nabi Muhammad merasa gentar setelah menerima wahyu pertama. Allah menurunkan surah ini untuk menguatkan mental beliau agar tidak lagi bersembunyi. Beliau diperintahkan untuk berani tampil mendakwahkan tauhid di tengah masyarakat Jahiliah yang menolak kebenaran.
Surah Al-Muddassir memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Al-Muzzammil, yang memerintahkan persiapan spiritual di malam hari. Kini, Al-Muddassir memerintahkan aksi nyata di siang hari untuk berdakwah. Selanjutnya, surah Al-Qiyamah akan merinci lebih jauh tentang hari kiamat yang peringatannya telah ditegaskan dalam surah ini.
Situasi Merasa takut atau tidak percaya diri saat harus mengingatkan teman yang berbuat salah.
Pesan surah Allah menyuruh kita bangkit dan memberi peringatan dengan cara yang baik.
Langkah kecil Kirimkan pesan nasihat yang lembut kepada teman tersebut hari ini.
Situasi Sibuk bekerja hingga sering menunda atau meremehkan waktu salat.
Pesan surah Meninggalkan salat adalah penyebab utama seseorang masuk ke neraka Saqar.
Langkah kecil Pasang alarm khusus dan bergegas salat tepat waktu hari ini.
Situasi Terlalu fokus pada penampilan luar tapi lupa membersihkan hati dari dengki.
Pesan surah Perintah menyucikan pakaian juga bermakna menyucikan hati dari sifat buruk.
Langkah kecil Maafkan satu orang yang pernah menyakiti hati kita sebelum tidur malam ini.
Surah ini menuntut aksi nyata setelah kita membekali diri dengan iman. Kita diajak untuk tidak pasif berselimut, melainkan aktif menyeru kebaikan dan membantu mereka yang membutuhkan.
Cara praktis Bagikan satu ilmu bermanfaat di media sosial dan berikan sedekah makanan kepada orang yang membutuhkan di sekitar Anda.
Hari ini, pastikan pakaian dan tempat salat Anda benar-benar bersih, lalu kerjakan salat tepat waktu tanpa menundanya.
9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.
Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.
حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّ…
Telah bercerita kepada kami [Khalid bin Yazid] telah bercerita kepada kami [Isra'il] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] berkata aku mendengar ['Abdullah] berkata aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi w…
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَن…
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] dari [Yahya] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Abdullah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bahwasanya beliau membac…
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَقَ قَالَ رَأَيْتُ رَجُلًا سَأَلَ الْأَسْوَدَ بْنَ يَزِيدَ وَهُوَ يُعَلِّمُ الْقُرْآن…
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdullah bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] ia berkata, saya melihat seorang laki-laki bertanya [Al…
Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.
Dalam perjalanan iman, seringkali hati kita merasa gentar saat menghadapi ketidakpastian masa depan. Allah Ta'ala menurunkan Al-Muddassir ayat 30: 'Alaiha tis'ata 'asyar (Di atasnya ada sembilan be…
Dalam meniti jalan tawakal, seorang mukmin sering kali diuji oleh kekhawatiran duniawi yang melumpuhkan hati. Allah SWT memberikan peringatan keras dalam Al-Muddassir ayat 29: lawwahatun lil-basyar…
Dalam perjalanan hidup, seseorang sering kali didera kecemasan akan masa depan yang tidak pasti, yang justru mengikis hakikat tawakal. Allah SWT mengingatkan kita akan dahsyatnya kehancuran melalui…
Dalam Al-Muddassir ayat 27, Allah SWT berfirman: Wa maa adraaka maa Saqar? (Tahukah kamu apakah Saqar itu?). Ayat ini merupakan bagian dari rangkaian ancaman keras bagi mereka yang sombong dan meno…
Dalam perjalanan ruhani seorang hamba, ujian tawakal sering kali terasa sebagai sebuah titik nadir, di mana seseorang merasa seolah kehilangan kendali atas takdirnya. Surat Al-Muddassir ayat 26, Sa…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Warna Tajwid
Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.
✓ Warna aktif
Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمُدَّثِّرُ
Yā ayyuhal-muddaṡṡir(u).
Wahai orang yang berselimut (Nabi Muhammad),
قُمْ فَأَنذِرْ
Qum fa'anżir.
bangunlah, lalu berilah peringatan!
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ
Wa rabbaka fakabbir.
Tuhanmu, agungkanlah!
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
Wa ṡiyābaka faṭahhir.
Pakaianmu, bersihkanlah!
وَٱلرُّجْزَ فَٱهْجُرْ
War-rujza fahjur.
Segala (perbuatan) yang keji, tinggalkanlah!
وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ
Wa lā tamnun tastakṡir(u).
Janganlah memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak!
وَلِرَبِّكَ فَٱصْبِرْ
Wa lirabbika faṣbir.
Karena Tuhanmu, bersabarlah!
فَإِذَا نُقِرَ فِى ٱلنَّاقُورِ
Fa iżā nuqira fin-nāqūr(i).
Apabila sangkakala ditiup,
فَذَٲلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ
Fa żālika yauma'iżiy yaumun ‘asīr(un).
hari itulah hari yang sulit,
عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ
‘Alal-kāfirīna gairu yasīr(in).
(yang) tidak mudah bagi orang-orang kafir.
ذَرْنِى وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا
Żarnī wa man khalaqtu waḥīdā(n).
Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku ciptakan dia dalam kesendirian.
وَجَعَلْتُ لَهُۥ مَالاً مَّمْدُودًا
Wa ja‘altu lahū mālam mamdūdā(n).
Aku beri dia kekayaan yang berlimpah,
وَبَنِينَ شُهُودًا
Wa banīna syuhūdā(n).
anak-anak yang selalu bersamanya,
وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمْهِيدًا
Wa mahhattu lahū tamhīdā(n).
dan Aku beri dia kelapangan (hidup) seluas-luasnya.
ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ
Ṡumma yaṭma‘u an azīd(a).
Kemudian, dia ingin sekali agar Aku menambahnya.
كَلَّآۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِأَيَـٰتِنَا عَنِيدًا
Kallā, innahū kāna li'āyātinā ‘anīdā(n).
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an).
سَأُرْهِقُهُۥ صَعُودًا
Sa'urhiquhū ṣa‘ūdā(n).
Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.
إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ
Innahū fakkara wa qaddar(a).
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya).
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ
Faqutila kaifa qaddar(a).
Maka, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ
Ṡumma qutila kaifa qaddar(a).
Kemudian, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?
ثُمَّ نَظَرَ
Ṡumma naẓar(a).
Kemudian dia memikirkan (untuk melecehkan Al-Qur’an).
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ
Ṡumma ‘abasa wa basar(a).
Kemudian, dia berwajah masam dan cemberut (karena tidak menemukan kelemahan Al-Qur’an).
ثُمَّ أَدْبَرَ وَٱسْتَكْبَرَ
Ṡumma adbara wastakbar(a).
Kemudian, dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri.
فَقَالَ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ
Faqāla in hāżā illā siḥruy yu'ṡar(u).
Lalu, dia berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain, kecuali sihir yang dipelajari (dari orang-orang terdahulu).
إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا قَوْلُ ٱلْبَشَرِ
In hāżā illā qaulul-basyar(i).
Ini tidak lain kecuali perkataan manusia.”
سَأُصْلِيهِ سَقَرَ
Sa'uṣlīhi saqar(a).
Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.
وَمَآ أَدْرَٮٰكَ مَا سَقَرُ
Wa mā adrāka mā saqar(a).
Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
لَا تُبْقِى وَلَا تَذَرُ
Lā tubqī wa lā tażar(u).
(Neraka Saqar itu) tidak meninggalkan (sedikit pun bagian jasmani) dan tidak membiarkan(-nya luput dari siksaan).
لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ
Lawwāḥatul lil-basyar(i).
(Neraka Saqar itu) menghanguskan kulit manusia.
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ
‘Alaihā tis‘ata ‘asyar(a).
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
وَمَا جَعَلْنَآ أَصْحَـٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَـٰٓئِكَةًۙ وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ لِيَسْتَيْقِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْكِتَـٰبَ وَيَزْدَادَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِيمَـٰنًاۙ وَلَا يَرْتَابَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْمُؤْمِنُونَۙ وَلِيَقُولَ ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ وَٱلْكَـٰفِرُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَـٰذَا مَثَلاًۚ كَذَٲلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُۚ وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَۚ وَمَا هِىَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْبَشَرِ
Wa mā ja‘alnā aṣḥāban-nāri illā malā'ikah(tan), wa mā ja‘alnā ‘iddatahum illā fitnatal lil-lażīna kafarū, liyastaiqinal-lażīna ūtul-kitāba wa yazdādal-lażīna āmanū īmānaw wa lā yartābal-lażīna ūtul-kitāba wal-mu'minūn(a), wa liyaqūlal-lażīna fī qulūbihim maraḍuw wal-kāfirūna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā(n), każālika yuḍillullāhu may yasyā'u wa yahdī may yasyā'(u), wa mā ya‘lamu junūda rabbika illā huw(a), wa mā hiya illā żikrā lil-basyar(i).
Kami tidak menjadikan para penjaga neraka, kecuali para malaikat dan Kami tidak menentukan bilangan mereka itu, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir. (Yang demikian itu) agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, orang yang beriman bertambah imannya, orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, serta orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata,) “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kecenderungan dan pilihan mereka sendiri) dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapan mereka untuk menerima petunjuk). Tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Ia (neraka Saqar itu) tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
كَلَّا وَٱلْقَمَرِ
Kallā wal-qamar(i).
Sekali-kali tidak! Demi bulan,
وَٱلَّيْلِ إِذْ أَدْبَرَ
Wal-laili iż adbar(a).
demi malam ketika telah berlalu,
وَٱلصُّبْحِ إِذَآ أَسْفَرَ
Waṣ-ṣubḥi iżā asfar(a).
dan demi subuh apabila mulai terang,
إِنَّهَا لَإِحْدَى ٱلْكُبَرِ
Innahā la'iḥdal-kubar(i).
sesungguhnya ia (neraka Saqar itu) benar-benar salah satu (bencana) yang sangat besar,
نَذِيرًا لِّلْبَشَرِ
Nażīral lil-basyar(i).
sebagai peringatan bagi manusia,
لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَتَقَدَّمَ أَوْ يَتَأَخَّرَ
Liman syā'a minkum ay yataqaddama au yata'akhkhar(a).
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju (meraih kebajikan) atau mundur (dengan berbuat maksiat).
كُلُّ نَفْسِۭ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
Kullu nafsim bimā kasabat rahīnah(tun).
Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah ia lakukan,
إِلَّآ أَصْحَـٰبَ ٱلْيَمِينِ
Illā aṣḥābal-yamīn(i).
kecuali golongan kanan,
فِى جَنَّـٰتٍ يَتَسَآءَلُونَ
Fī jannātin - yatasā'alūn(a).
berada di dalam surga yang mereka saling bertanya
عَنِ ٱلْمُجْرِمِينَ
‘Anil-mujrimīn(a).
tentang (keadaan) para pendurhaka,
مَا سَلَكَكُمْ فِى سَقَرَ
Mā salakakum fī saqar(a).
“Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?”
قَالُواْ لَمْ نَكُ مِنَ ٱلْمُصَلِّينَ
Qālū lam naku minal-muṣallīn(a).
Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ ٱلْمِسْكِينَ
Wa lam naku nuṭ‘imul-miskīn(a).
dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin.
وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلْخَآئِضِينَ
Wa kunnā nakhūḍu ma‘al-khā'iḍīn(a).
Bahkan, kami selalu berbincang (untuk tujuan yang batil) bersama para pembincang,
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ
Wa kunnā nukażżibu biyaumid-dīn(i).
dan kami selalu mendustakan hari Pembalasan,
حَتَّىٰٓ أَتَـٰنَا ٱلْيَقِينُ
Ḥattā atānal-yaqīn(u).
hingga datang kepada kami kematian.”
فَمَا تَنفَعُهُمْ شَفَـٰعَةُ ٱلشَّـٰفِعِينَ
Famā tanfa‘uhum syafā‘atusy-syāfi‘īn(a).
Maka, tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari para pemberi syafaat.
فَمَا لَهُمْ عَنِ ٱلتَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ
Famā lahum ‘anit-tażkirati mu‘riḍīn(a).
Lalu, mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)
كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنفِرَةٌ
Ka'annahum ḥumurum mustanfirah(tun).
seakan-akan mereka keledai liar yang terkejut
فَرَّتْ مِن قَسْوَرَةِۭ
Farrat min qaswarah(tin).
lari dari singa.
بَلْ يُرِيدُ كُلُّ ٱمْرِىٍٕ مِّنْهُمْ أَن يُؤْتَىٰ صُحُفًا مُّنَشَّرَةً
Bal yurīdu kullumri'im minhum ay yu'tā ṣuḥufam munasysyarah(tan).
Bahkan, setiap orang dari mereka ingin diberi lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.
كَلَّاۖ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلْأَخِرَةَ
Kallā, bal lā yakhāfūnal-ākhirah(ta).
Sekali-kali tidak! Sebenarnya mereka tidak takut pada akhirat.
كَلَّآ إِنَّهُۥ تَذْكِرَةٌ
Kallā innahū tażkirah(tun).
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu adalah suatu peringatan.
فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ
Faman syā'a żakarah(ū).
Siapa yang berkehendak tentu mengambil pelajaran darinya.
وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ هُوَ أَهْلُ ٱلتَّقْوَىٰ وَأَهْلُ ٱلْمَغْفِرَةِ
Wa mā yażkurūna illā ay yasyā'allāh(u), huwa ahlut-taqwā wa ahlul-magfirah(ti).
Mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur’an), kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah yang (kita) patut bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan.