يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ
Yā ayyuhal-muddaṡṡir(u).
Wahai orang yang berselimut (Nabi Muhammad),
Perintah pertama untuk berdakwah secara terbuka; azab Saqar; 19 penjaga neraka.
Surah Al-Muddassir menyeru Nabi Muhammad SAW untuk bangkit dan menyampaikan risalah dakwah, memperingatkan manusia tentang dahsyatnya hari kiamat dan balasan bagi orang-orang kafir. Surah ini menekankan urgensi peringatan, pembersihan diri, dan kesabaran dalam menghadapi tantangan dakwah.
Perintah kepada Nabi Muhammad untuk bangkit berdakwah, memberi peringatan, dan mengagungkan Allah dengan penuh kesabaran.
Surah Al-Muddassir berpusat pada perintah awal dakwah secara terang-terangan. Allah memerintahkan Nabi Muhammad yang sedang berselimut karena ketakutan menerima wahyu, untuk segera bangkit memberi peringatan kepada umat manusia. Surah ini menegaskan pentingnya mengagungkan Allah, membersihkan pakaian dan hati, serta menjauhi perbuatan dosa.
Selain itu, surah ini menyoroti ancaman keras bagi orang-orang yang mendustakan Al-Quran, seperti Al-Walid bin Al-Mughirah yang sombong. Allah menggambarkan dahsyatnya neraka Saqar sebagai balasan bagi mereka yang meninggalkan salat, enggan berbagi, dan mendustakan hari pembalasan.
Surah ini turun pada masa awal kenabian di Makkah ketika Nabi Muhammad merasa gentar setelah menerima wahyu pertama. Allah menurunkan surah ini untuk menguatkan mental beliau agar tidak lagi bersembunyi. Beliau diperintahkan untuk berani tampil mendakwahkan tauhid di tengah masyarakat Jahiliah yang menolak kebenaran.
Surah Al-Muddassir memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Al-Muzzammil, yang memerintahkan persiapan spiritual di malam hari. Kini, Al-Muddassir memerintahkan aksi nyata di siang hari untuk berdakwah. Selanjutnya, surah Al-Qiyamah akan merinci lebih jauh tentang hari kiamat yang peringatannya telah ditegaskan dalam surah ini.
Situasi Merasa takut atau tidak percaya diri saat harus mengingatkan teman yang berbuat salah.
Pesan surah Allah menyuruh kita bangkit dan memberi peringatan dengan cara yang baik.
Langkah kecil Kirimkan pesan nasihat yang lembut kepada teman tersebut hari ini.
Situasi Sibuk bekerja hingga sering menunda atau meremehkan waktu salat.
Pesan surah Meninggalkan salat adalah penyebab utama seseorang masuk ke neraka Saqar.
Langkah kecil Pasang alarm khusus dan bergegas salat tepat waktu hari ini.
Situasi Terlalu fokus pada penampilan luar tapi lupa membersihkan hati dari dengki.
Pesan surah Perintah menyucikan pakaian juga bermakna menyucikan hati dari sifat buruk.
Langkah kecil Maafkan satu orang yang pernah menyakiti hati kita sebelum tidur malam ini.
Surah ini menuntut aksi nyata setelah kita membekali diri dengan iman. Kita diajak untuk tidak pasif berselimut, melainkan aktif menyeru kebaikan dan membantu mereka yang membutuhkan.
Cara praktis Bagikan satu ilmu bermanfaat di media sosial dan berikan sedekah makanan kepada orang yang membutuhkan di sekitar Anda.
Hari ini, pastikan pakaian dan tempat salat Anda benar-benar bersih, lalu kerjakan salat tepat waktu tanpa menundanya.
يٰٓاَيُّهَا الْمُدَّثِّرُۙ
Yā ayyuhal-muddaṡṡir(u).
Wahai orang yang berselimut (Nabi Muhammad),
قُمْ فَاَنْذِرْۖ
Qum fa'anżir.
bangunlah, lalu berilah peringatan!
وَرَبَّكَ فَكَبِّرْۖ
Wa rabbaka fakabbir.
Tuhanmu, agungkanlah!
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْۖ
Wa ṡiyābaka faṭahhir.
Pakaianmu, bersihkanlah!
وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْۖ
War-rujza fahjur.
Segala (perbuatan) yang keji, tinggalkanlah!
وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ
Wa lā tamnun tastakṡir(u).
Janganlah memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak!
وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْۗ
Wa lirabbika faṣbir.
Karena Tuhanmu, bersabarlah!
فَاِذَا نُقِرَ فِى النَّاقُوْرِۙ
Fa iżā nuqira fin-nāqūr(i).
Apabila sangkakala ditiup,
فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ
Fa żālika yauma'iżiy yaumun ‘asīr(un).
hari itulah hari yang sulit,
عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ
‘Alal-kāfirīna gairu yasīr(in).
(yang) tidak mudah bagi orang-orang kafir.
ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ
Żarnī wa man khalaqtu waḥīdā(n).
Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku ciptakan dia dalam kesendirian.
وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًاۙ
Wa ja‘altu lahū mālam mamdūdā(n).
Aku beri dia kekayaan yang berlimpah,
وَّبَنِيْنَ شُهُوْدًاۙ
Wa banīna syuhūdā(n).
anak-anak yang selalu bersamanya,
وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًاۙ
Wa mahhattu lahū tamhīdā(n).
dan Aku beri dia kelapangan (hidup) seluas-luasnya.
ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ
Ṡumma yaṭma‘u an azīd(a).
Kemudian, dia ingin sekali agar Aku menambahnya.
كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ
Kallā, innahū kāna li'āyātinā ‘anīdā(n).
Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an).
سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًاۗ
Sa'urhiquhū ṣa‘ūdā(n).
Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.
اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ
Innahū fakkara wa qaddar(a).
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya).
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
Faqutila kaifa qaddar(a).
Maka, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
Ṡumma qutila kaifa qaddar(a).
Kemudian, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?
ثُمَّ نَظَرَۙ
Ṡumma naẓar(a).
Kemudian dia memikirkan (untuk melecehkan Al-Qur’an).
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَۙ
Ṡumma ‘abasa wa basar(a).
Kemudian, dia berwajah masam dan cemberut (karena tidak menemukan kelemahan Al-Qur’an).
ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ
Ṡumma adbara wastakbar(a).
Kemudian, dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri.
فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ
Faqāla in hāżā illā siḥruy yu'ṡar(u).
Lalu, dia berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain, kecuali sihir yang dipelajari (dari orang-orang terdahulu).
اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ
In hāżā illā qaulul-basyar(i).
Ini tidak lain kecuali perkataan manusia.”
سَاُصْلِيْهِ سَقَرَ
Sa'uṣlīhi saqar(a).
Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا سَقَرُۗ
Wa mā adrāka mā saqar(a).
Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ
Lā tubqī wa lā tażar(u).
(Neraka Saqar itu) tidak meninggalkan (sedikit pun bagian jasmani) dan tidak membiarkan(-nya luput dari siksaan).
لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِۚ
Lawwāḥatul lil-basyar(i).
(Neraka Saqar itu) menghanguskan kulit manusia.
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ
‘Alaihā tis‘ata ‘asyar(a).
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
Telah bercerita kepada kami [Khalid bin Yazid] telah bercerita kepada kami [Isra'il] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] berkata aku mendengar ['Abdullah] berka…
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] dari [Yahya] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Al Aswad] dari [Abdullah radliallahu 'anhu] dari Nabi shallallah…
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abdullah bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] ia berkata, …
Dalam perjalanan iman, seringkali hati kita merasa gentar saat menghadapi ketidakpastian masa depan. Allah Ta'ala menurunkan Al-Muddassir ayat 30: 'Alaiha ti…
Dalam meniti jalan tawakal, seorang mukmin sering kali diuji oleh kekhawatiran duniawi yang melumpuhkan hati. Allah SWT memberikan peringatan keras dalam Al-…
Dalam perjalanan hidup, seseorang sering kali didera kecemasan akan masa depan yang tidak pasti, yang justru mengikis hakikat tawakal. Allah SWT mengingatkan…