← Kembali ke pelajaran
Hari 111 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Muddassir · 1
﴿ 1 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمُدَّثِّرُ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai
ٱلْمُدَّثِّرُ
l-mudathiru
yang menyelimuti dirinya

Yā ayyuhal-muddaṡṡir(u).

Wahai orang yang berselimut (Nabi Muhammad),

Al-Muddassir · 2
﴿ 2 ﴾

قُمْ فَأَنذِرْ

قُمْ
qum
Berdirilah
فَأَنذِرْ
fa-andhir
dan peringatkanlah

Qum fa'anżir.

bangunlah, lalu berilah peringatan!

Al-Muddassir · 3
﴿ 3 ﴾

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

وَرَبَّكَ
warabbaka
dan Tuhanmu
فَكَبِّرْ
fakabbir
agungkanlah

Wa rabbaka fakabbir.

Tuhanmu, agungkanlah!

Al-Muddassir · 4
﴿ 4 ﴾

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

وَثِيَابَكَ
wathiyābaka
Dan pakaianmu
فَطَهِّرْ
faṭahhir
maka sucikanlah

Wa ṡiyābaka faṭahhir.

Pakaianmu, bersihkanlah!

Al-Muddassir · 5
﴿ 5 ﴾

وَٱلرُّجْزَ فَٱهْجُرْ

وَٱلرُّجْزَ
wal-ruj'za
dan kekotoran
فَٱهْجُرْ
fa-uh'jur
hindarilah

War-rujza fahjur.

Segala (perbuatan) yang keji, tinggalkanlah!

Al-Muddassir · 6
﴿ 6 ﴾

وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ

وَلَا
walā
Dan jangan
تَمْنُن
tamnun
memberi karunia
تَسْتَكْثِرُ
tastakthiru
memperbanyak

Wa lā tamnun tastakṡir(u).

Janganlah memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak!

Al-Muddassir · 7
﴿ 7 ﴾

وَلِرَبِّكَ فَٱصْبِرْ

وَلِرَبِّكَ
walirabbika
Dan bagi Tuhanmu
فَٱصْبِرْ
fa-iṣ'bir
maka bersabarlah

Wa lirabbika faṣbir.

Karena Tuhanmu, bersabarlah!

Al-Muddassir · 8
﴿ 8 ﴾

فَإِذَا نُقِرَ فِى ٱلنَّاقُورِ

فَإِذَا
fa-idhā
Maka ketika
نُقِرَ
nuqira
ditiup
فِى
di
ٱلنَّاقُورِ
l-nāqūri
terompet

Fa iżā nuqira fin-nāqūr(i).

Apabila sangkakala ditiup,

Al-Muddassir · 9
﴿ 9 ﴾

فَذَٲلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ

فَذَٰلِكَ
fadhālika
itu
يَوْمَئِذٍۢ
yawma-idhin
hari itu
يَوْمٌ
yawmun
akan menjadi suatu Hari
عَسِيرٌ
ʿasīrun
sulit

Fa żālika yauma'iżiy yaumun ‘asīr(un).

hari itulah hari yang sulit,

Al-Muddassir · 10
﴿ 10 ﴾

عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ

عَلَى
ʿalā
Untuk
ٱلْكَـٰفِرِينَ
l-kāfirīna
orang-orang kafir
غَيْرُ
ghayru
bukan
يَسِيرٍۢ
yasīrin
mudah

‘Alal-kāfirīna gairu yasīr(in).

(yang) tidak mudah bagi orang-orang kafir.

Al-Muddassir · 11
﴿ 11 ﴾

ذَرْنِى وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا

ذَرْنِى
dharnī
Biarkan Aku
وَمَنْ
waman
dan siapa
خَلَقْتُ
khalaqtu
aku ciptakan
وَحِيدًۭا
waḥīdan
sendirian

Żarnī wa man khalaqtu waḥīdā(n).

Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku ciptakan dia dalam kesendirian.

Al-Muddassir · 12
﴿ 12 ﴾

وَجَعَلْتُ لَهُۥ مَالاً مَّمْدُودًا

وَجَعَلْتُ
wajaʿaltu
Dan aku menganugerahkan
لَهُۥ
lahu
baginya
مَالًۭا
mālan
harta
مَّمْدُودًۭا
mamdūdan
Luas

Wa ja‘altu lahū mālam mamdūdā(n).

Aku beri dia kekayaan yang berlimpah,

Al-Muddassir · 13
﴿ 13 ﴾

وَبَنِينَ شُهُودًا

وَبَنِينَ
wabanīna
Dan anak-anak
شُهُودًۭا
shuhūdan
hadir

Wa banīna syuhūdā(n).

anak-anak yang selalu bersamanya,

Al-Muddassir · 14
﴿ 14 ﴾

وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمْهِيدًا

وَمَهَّدتُّ
wamahhadttu
Dan aku hamparkan
لَهُۥ
lahu
baginya
تَمْهِيدًۭا
tamhīdan
kemudahan

Wa mahhattu lahū tamhīdā(n).

dan Aku beri dia kelapangan (hidup) seluas-luasnya.

Al-Muddassir · 15
﴿ 15 ﴾

ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
يَطْمَعُ
yaṭmaʿu
dia berkeinginan
أَنْ
an
bahwa
أَزِيدَ
azīda
aku (seharusnya) menambahkan lagi

Ṡumma yaṭma‘u an azīd(a).

Kemudian, dia ingin sekali agar Aku menambahnya.

Al-Muddassir · 16
﴿ 16 ﴾

كَلَّآ‌ۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِأَيَـٰتِنَا عَنِيدًا

كَلَّآ ۖ
kallā
sekali-kali tidak
إِنَّهُۥ
innahu
Sesungguhnya, dia
كَانَ
kāna
telah ada
لِـَٔايَـٰتِنَا
liāyātinā
kepada ayat-ayat Kami
عَنِيدًۭا
ʿanīdan
keras kepala

Kallā, innahū kāna li'āyātinā ‘anīdā(n).

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an).

Al-Muddassir · 17
﴿ 17 ﴾

سَأُرْهِقُهُۥ صَعُودًا

سَأُرْهِقُهُۥ
sa-ur'hiquhu
segera Aku akan menimpakan kepadanya
صَعُودًا
ṣaʿūdan
dengan siksaan yang berat

Sa'urhiquhū ṣa‘ūdā(n).

Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.

Al-Muddassir · 18
﴿ 18 ﴾

إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ

إِنَّهُۥ
innahu
Sesungguhnya, dia
فَكَّرَ
fakkara
berpikir
وَقَدَّرَ
waqaddara
dan merencanakan

Innahū fakkara wa qaddar(a).

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya).

Al-Muddassir · 19
﴿ 19 ﴾

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

فَقُتِلَ
faqutila
maka binasalah dia
كَيْفَ
kayfa
bagaimana
قَدَّرَ
qaddara
dia merencanakan

Faqutila kaifa qaddar(a).

Maka, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?

Al-Muddassir · 20
﴿ 20 ﴾

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
قُتِلَ
qutila
semoga dia binasa
كَيْفَ
kayfa
bagaimana
قَدَّرَ
qaddara
dia merencanakan

Ṡumma qutila kaifa qaddar(a).

Kemudian, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?

Al-Muddassir · 21
﴿ 21 ﴾

ثُمَّ نَظَرَ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
نَظَرَ
naẓara
dia melihat

Ṡumma naẓar(a).

Kemudian dia memikirkan (untuk melecehkan Al-Qur’an).

Al-Muddassir · 22
﴿ 22 ﴾

ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
عَبَسَ
ʿabasa
dia bermuka masam
وَبَسَرَ
wabasara
dan bermasam muka

Ṡumma ‘abasa wa basar(a).

Kemudian, dia berwajah masam dan cemberut (karena tidak menemukan kelemahan Al-Qur’an).

Al-Muddassir · 23
﴿ 23 ﴾

ثُمَّ أَدْبَرَ وَٱسْتَكْبَرَ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
أَدْبَرَ
adbara
dia berbalik
وَٱسْتَكْبَرَ
wa-is'takbara
dan dia sombong

Ṡumma adbara wastakbar(a).

Kemudian, dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri.

Al-Muddassir · 24
﴿ 24 ﴾

فَقَالَ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ

فَقَالَ
faqāla
Maka dia berkata
إِنْ
in
Tidaklah
هَـٰذَآ
hādhā
ini
إِلَّا
illā
melainkan
سِحْرٌۭ
siḥ'run
sihir
يُؤْثَرُ
yu'tharu
ditiru

Faqāla in hāżā illā siḥruy yu'ṡar(u).

Lalu, dia berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain, kecuali sihir yang dipelajari (dari orang-orang terdahulu).

Al-Muddassir · 25
﴿ 25 ﴾

إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا قَوْلُ ٱلْبَشَرِ

إِنْ
in
Tidaklah
هَـٰذَآ
hādhā
ini
إِلَّا
illā
melainkan
قَوْلُ
qawlu
perkataan
ٱلْبَشَرِ
l-bashari
manusia

In hāżā illā qaulul-basyar(i).

Ini tidak lain kecuali perkataan manusia.”

Al-Muddassir · 26
﴿ 26 ﴾

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ

سَأُصْلِيهِ
sa-uṣ'līhi
Segera Aku akan mendorongnya
سَقَرَ
saqara
ke dalam Neraka Saqar

Sa'uṣlīhi saqar(a).

Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar.

Al-Muddassir · 27
﴿ 27 ﴾

وَمَآ أَدْرَٮٰكَ مَا سَقَرُ

وَمَآ
wamā
Dan apa
أَدْرَىٰكَ
adrāka
dapat memberitahumu
مَا
apa
سَقَرُ
saqaru
neraka Saqar

Wa mā adrāka mā saqar(a).

Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?

Al-Muddassir · 28
﴿ 28 ﴾

لَا تُبْقِى وَلَا تَذَرُ

لَا
Tidak
تُبْقِى
tub'qī
itu membiarkan tetap
وَلَا
walā
dan tidak
تَذَرُ
tadharu
ia meninggalkan

Lā tubqī wa lā tażar(u).

(Neraka Saqar itu) tidak meninggalkan (sedikit pun bagian jasmani) dan tidak membiarkan(-nya luput dari siksaan).

Al-Muddassir · 29
﴿ 29 ﴾

لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِ

لَوَّاحَةٌۭ
lawwāḥatun
Membakar
لِّلْبَشَرِ
lil'bashari
kulit manusia

Lawwāḥatul lil-basyar(i).

(Neraka Saqar itu) menghanguskan kulit manusia.

Al-Muddassir · 30
﴿ 30 ﴾

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

عَلَيْهَا
ʿalayhā
Di atasnya
تِسْعَةَ
tis'ʿata
sembilan
عَشَرَ
ʿashara
belas

‘Alaihā tis‘ata ‘asyar(a).

Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).