← Daftar Pelajaran
Hari 110 · Al-Muzzammil · Ayat 1–20

Bangun malam dan persiapan jiwa (Al-Muzzammil)

Perintah qiyamullail untuk menguatkan jiwa; Al-Quran adalah beban berat yang memerlukan kesiapan.

Niat Hari 110 · Al-Muzzammil ayat 1–20

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Al-Muzzammil المزّمّل
Orang Yang Berselimut · Makkiyyah · 20 ayat

Tema sentral

Surah Al-Muzzammil secara sentral membahas persiapan spiritual Nabi Muhammad melalui salat malam, zikir, dan ketekunan dalam membaca Al-Qur'an. Ini bertujuan untuk menguatkan beliau dalam menghadapi tantangan dakwah, mengajarkan kesabaran, serta menetapkan pentingnya ibadah dan keteguhan hati sebagai fondasi bagi kepemimpinan kenabian.

Maqasid (tujuan surah)

  • Memperintahkan Nabi untuk bangun salat malam guna persiapan dakwah yang berat.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Al-Muzzammil

Perintah Allah kepada Nabi Muhammad untuk bangun malam sebagai persiapan spiritual menghadapi beban dakwah yang berat.

Tema Sentral

Surah ini berpusat pada pentingnya persiapan spiritual dalam menghadapi tugas besar. Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk bangun di sebagian malam untuk salat dan membaca Al-Quran dengan tartil. Ini adalah bekal utama untuk menerima wahyu yang berat dan menghadapi penolakan kaum musyrikin.

Selain itu, surah ini menyoroti sifat Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Meskipun tugas dakwah sangat menantang, Allah memberikan keringanan pada akhir surah bagi mereka yang sakit atau sibuk mencari nafkah, menunjukkan keseimbangan antara ibadah ritual dan kewajiban duniawi.

Konteks Turunnya

Surah ini turun pada masa awal kenabian ketika Nabi Muhammad merasa berat dan cemas menerima wahyu. Allah menyuruhnya bangun dari selimut kenyamanan untuk memperkuat jiwa melalui ibadah malam. Hal ini menjadi fondasi spiritual bagi umat Islam dalam menghadapi tekanan di Makkah.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Memerintahkan qiyamul lail dan membaca Al-Quran dengan tartil sebagai penguat jiwa.
  • Mengingatkan beratnya amanah wahyu dan dakwah yang harus diemban oleh umat Islam.
  • Menegaskan ancaman bagi orang-orang yang mendustakan kebenaran dengan mengambil pelajaran dari kisah Firaun.
  • Memberikan keringanan dalam ibadah malam bagi umat yang memiliki halangan syari seperti sakit atau bekerja.
Hikmah Utama (4)
  • Waktu malam yang hening adalah momen terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memulihkan energi batin.
  • Setiap tugas besar dalam pekerjaan atau keluarga membutuhkan persiapan spiritual yang kuat agar kita tidak mudah menyerah.
  • Membaca Al-Quran dengan perlahan dan penuh penghayatan lebih berdampak pada kelembutan hati daripada sekadar mengejar kuantitas.
  • Agama Islam sangat memahami kondisi manusia, memberikan keringanan ibadah saat kita sakit atau sibuk bekerja mencari nafkah.
Munasabah

Surah sebelumnya, Al-Jinn, menjelaskan bahwa jin pun menerima Al-Quran, sehingga Nabi butuh kekuatan ekstra untuk berdakwah kepada semua makhluk. Surah setelahnya, Al-Muddassir, melanjutkan perintah ini dengan seruan untuk bangkit dari tempat tidur dan memberi peringatan kepada masyarakat secara aktif.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa kewalahan dengan beban pekerjaan atau masalah keluarga yang bertumpuk.

    Pesan surah Jadikan salat malam sebagai sumber kekuatan dan ketenangan batin.

    Langkah kecil Bangun 15 menit sebelum subuh untuk salat dua rakaat dan berdoa.

  • Situasi Tergesa-gesa saat membaca Al-Quran agar target tilawah cepat selesai.

    Pesan surah Allah memerintahkan kita membaca Al-Quran dengan tartil dan perlahan agar maknanya meresap.

    Langkah kecil Baca satu halaman hari ini dengan tajwid yang benar dan baca terjemahannya.

  • Situasi Merasa bersalah karena kelelahan bekerja sehingga ibadah sunnah berkurang.

    Pesan surah Allah memaklumi hamba-Nya yang mencari rezeki halal dan memberi keringanan.

    Langkah kecil Niatkan bekerja sebagai ibadah dan perbanyak istigfar di sela kesibukan.

Amalan dari Maqasid

Qiyamul Lail dan Tilawah Tartil

Surah ini mendidik kita bahwa kekuatan sejati untuk menghadapi ujian hidup berasal dari kedekatan dengan Allah di waktu malam. Membaca Al-Quran dengan tartil membantu hati meresapi makna wahyu sebagai panduan hidup.

Cara praktis Laksanakan salat tahajud setidaknya dua rakaat malam ini dan bacalah beberapa ayat Al-Quran dengan perlahan.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, bangunlah 15 menit lebih awal sebelum waktu Subuh untuk melaksanakan salat sunnah dan berdoa dengan tenang.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 1 Panggilan sayang Allah agar kita tidak larut dalam zona nyaman dan kemalasan.
  • Ayat 4 Perintah langsung untuk membaca Al-Quran dengan tartil, perlahan, dan penuh penghayatan.
  • Ayat 20 Penegasan tentang luasnya rahmat Allah yang memberikan keringanan ibadah bagi orang yang sakit atau bekerja.

Al-Muzzammil · 1
﴿ 1 ﴾

يٰٓاَيُّهَا الْمُزَّمِّلُۙ

Yā ayyuhal-muzzammil(u).

Wahai orang yang berkelumun (Nabi Muhammad),

Al-Muzzammil · 2
﴿ 2 ﴾

قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ

Qumil-laila illā qalīlā(n).

bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil,

Al-Muzzammil · 3
﴿ 3 ﴾

نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙ

Niṣfahū awinquṣ minhu qalīlā(n).

(yaitu) seperduanya, kurang sedikit dari itu,

Al-Muzzammil · 4
﴿ 4 ﴾

اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ

Au zid ‘alaihi wa rattilil-qur'āna tartīlā(n).

atau lebih dari (seperdua) itu. Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.

Al-Muzzammil · 5
﴿ 5 ﴾

اِنَّا سَنُلْقِيْ عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيْلًا

Innā sanulqī ‘alaika qaulan ṡaqīlā(n).

Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.

Al-Muzzammil · 6
﴿ 6 ﴾

اِنَّ نَاشِئَةَ الَّيْلِ هِيَ اَشَدُّ وَطْـًٔا وَّاَقْوَمُ قِيْلًاۗ

Inna nāsyi'atal-laili hiya asyaddu waṭ'aw wa aqwamu qīlā(n).

Sesungguhnya bangun malam itu lebih kuat (pengaruhnya terhadap jiwa) dan lebih mantap ucapannya.

Al-Muzzammil · 7
﴿ 7 ﴾

اِنَّ لَكَ فِى النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيْلًاۗ

Inna laka fin-nahāri sabḥan ṭawīlā(n).

Sesungguhnya pada siang hari engkau memiliki kesibukan yang panjang.

Al-Muzzammil · 8
﴿ 8 ﴾

وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًاۗ

Ważkurisma rabbika wa tabattal ilaihi tabtīlā(n).

Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.

Al-Muzzammil · 9
﴿ 9 ﴾

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيْلًا

Rabbul-masyriqi wal-magribi lā ilāha illā huwa fattakhiżhu wakīlā(n).

(Allah) adalah Tuhan timur dan barat. Tidak ada tuhan selain Dia. Maka, jadikanlah Dia sebagai pelindung.

Al-Muzzammil · 10
﴿ 10 ﴾

وَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا

Waṣbir ‘alā mā yaqūlūna wahjurhum hajran jamīlā(n).

Bersabarlah (Nabi Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.

Al-Muzzammil · 11
﴿ 11 ﴾

وَذَرْنِيْ وَالْمُكَذِّبِيْنَ اُولِى النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيْلًا

Wa żarnī wal-mukażżibīna ulin-na‘mati wa mahhilhum qalīlā(n).

Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap para pendusta yang memiliki segala kenikmatan hidup dan berilah mereka penangguhan sementara.

Al-Muzzammil · 12
﴿ 12 ﴾

اِنَّ لَدَيْنَآ اَنْكَالًا وَّجَحِيْمًاۙ

Inna ladainā ankālaw wa jaḥīmā(n).

Sesungguhnya di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat), (neraka) Jahim,

Al-Muzzammil · 13
﴿ 13 ﴾

وَّطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَّعَذَابًا اَلِيْمًا

Wa ṭa‘āman żā guṣṣatiw wa ‘ażāban alīmā(n).

makanan yang menyumbat kerongkongan, dan azab yang pedih.

Al-Muzzammil · 14
﴿ 14 ﴾

يَوْمَ تَرْجُفُ الْاَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيْبًا مَّهِيْلًا

Yauma tarjuful-arḍu wal-jibālu wa kānatil-jibālu kaṡībam mahīlā(n).

(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras dan gunung-gunung itu menjadi seperti onggokan pasir yang tercurah.

Al-Muzzammil · 15
﴿ 15 ﴾

اِنَّآ اَرْسَلْنَآ اِلَيْكُمْ رَسُوْلًا ەۙ شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَآ اَرْسَلْنَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ رَسُوْلًا ۗ

Innā arsalnā ilaikum rasūlā(n), syāhidan ‘alaikum kamā arsalnā ilā fir‘auna rasūlā(n).

Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul (Nabi Muhammad) kepadamu sebagai saksi atasmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang rasul kepada Fir‘aun.

Al-Muzzammil · 16
﴿ 16 ﴾

فَعَصٰى فِرْعَوْنُ الرَّسُوْلَ فَاَخَذْنٰهُ اَخْذًا وَّبِيْلًاۚ

Fa ‘aṣā fir‘aunar-rasūla fa akhażnāhu akhżaw wabīlā(n).

Namun, Fir‘aun mendurhakai rasul itu sehingga Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.

Al-Muzzammil · 17
﴿ 17 ﴾

فَكَيْفَ تَتَّقُوْنَ اِنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَّجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيْبًاۖ

Fakaifa tattaqūna in kafartum yaumay yaj‘alul-wildāna syībā(n).

Lalu, bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu (dari azab) hari yang menjadikan anak-anak beruban jika kamu tetap kufur?

Al-Muzzammil · 18
﴿ 18 ﴾

ۨالسَّمَاۤءُ مُنْفَطِرٌۢ بِهٖۗ كَانَ وَعْدُهٗ مَفْعُوْلًا

As-samā'u munfaṭirum bih(ī), kāna wa‘duhū maf‘ūlā(n).

Langit terbelah padanya (hari itu). Janji-Nya pasti terlaksana.

Al-Muzzammil · 19
﴿ 19 ﴾

اِنَّ هٰذِهٖ تَذْكِرَةٌ ۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ سَبِيْلًا ࣖ

Inna hāżihī tażkirah(tun), faman syā'attakhaża ilā rabbihī sabīlā(n).

Sesungguhnya ini adalah peringatan. Siapa yang berkehendak niscaya mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.

Al-Muzzammil · 20
﴿ 20 ﴾

۞ اِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ اَنَّكَ تَقُوْمُ اَدْنٰى مِنْ ثُلُثَيِ الَّيْلِ وَنِصْفَهٗ وَثُلُثَهٗ وَطَاۤىِٕفَةٌ مِّنَ الَّذِيْنَ مَعَكَۗ وَاللّٰهُ يُقَدِّرُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۗ عَلِمَ اَنْ لَّنْ تُحْصُوْهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ فَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْاٰنِۗ عَلِمَ اَنْ سَيَكُوْنُ مِنْكُمْ مَّرْضٰىۙ وَاٰخَرُوْنَ يَضْرِبُوْنَ فِى الْاَرْضِ يَبْتَغُوْنَ مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ ۙوَاٰخَرُوْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖفَاقْرَءُوْا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُۙ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَاَقْرِضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًاۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۙهُوَ خَيْرًا وَّاَعْظَمَ اَجْرًاۗ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ࣖ

Inna rabbaka ya‘lamu annaka taqūmu adnā min ṡuluṡayil-laili wa niṣfahū wa ṡuluṡahū wa ṭā'ifatum minal-lażīna ma‘ak(a), wallāhu yuqaddirul-laila wan-nahār(a), ‘alima allan tuḥṣūhu fa tāba ‘alaikum faqra'ū mā tayassara minal-qur'ān(i), ‘alima an sayakūnu minkum marḍā, wa ākharūna yaḍribūna fil-arḍi yabtagūna min faḍlillāh(i), wa ākharūna yuqātilūna fī sabīlillāh(i), faqra'ū mā tayassara minh(u), wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa aqriḍullāha qarḍan ḥasanā(n), wa mā tuqaddimū li'anfusikum min khairin tajidūhu ‘indallāh(i), huwa khairaw wa a‘ẓama ajrā(n), wastagfirullāh(a), innallāha gafūrur raḥīm(un).

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Nabi Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menghitungnya (secara terperinci waktu-waktu tersebut sehingga menyulitkanmu dalam melaksanakan salat malam). Maka, Dia kembali (memberi keringanan) kepadamu. Oleh karena itu, bacalah (ayat) Al-Qur’an yang mudah (bagimu). Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah serta yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) darinya (Al-Qur’an). Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)-nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 110, lanjutkan tema Surat Al-Muzzammil