Surah Al-Muzzammil, yang berarti 'orang yang berselimut', berfokus pada perintah qiyamullail (salat malam) kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai persiapan menghadapi wahyu yang 'berat'. Surah ini secara tematik berkaitan erat dengan Surah Al-Muddatthir sebelumnya, yang juga menyeru Nabi untuk bangkit dan berdakwah. Keduanya menekankan pentingnya persiapan spiritual internal sebelum menghadapi tantangan eksternal dakwah. Secara internal, surah ini dimulai dengan perintah salat malam yang ketat (ayat 1-4), kemudian menjelaskan hikmah di baliknya (ayat 5-7), dan diakhiri dengan keringanan (ayat 20) yang menunjukkan rahmat Allah setelah para sahabat menunjukkan kesungguhan. Hubungan dengan surah-surah Makkiyah lainnya terletak pada penekanan tauhid, ancaman bagi pendusta, dan janji hari Kiamat, yang semuanya diperkuat melalui ibadah malam.
Hari 110 Langkah 5 / 9 +10 XP