Allah SWT berfirman dalam QS. At-Tariq ayat 7: yakhruju min bainish-shulbi wat-tara'ib (yang keluar dari antara tulang punggung dan tulang dada). Ayat ini hadir sebagai bukti kekuasaan Allah dalam proses penciptaan manusia, sekaligus menegaskan bahwa Dia yang mampu menciptakan manusia dari sesuatu yang lemah adalah Dzat yang Maha Mampu untuk menghidupkannya kembali. Dalam konteks tawakal, ayat ini mengarahkan kita untuk mengingat asal-usul diri. Jika Allah mampu mengatur penciptaan manusia dari tempat yang tersembunyi dan rumit, tentu Dia Maha Mampu mengatur urusan kehidupan kita yang sedang terasa berat.
Dalam tafsirnya, Hafiz Ibn Kathir menjelaskan bahwa ayat ini menerangkan asal-usul penciptaan manusia dari air yang terpancar yang keluar dari antara tulang punggung (as-sulb) dan tulang dada (at-tara'ib) laki-laki. Penjelasan ini menjadi pengingat bagi hamba bahwa keberadaan kita adalah hasil dari pengaturan Allah yang sangat presisi. Ketika seorang hamba merasa cemas akan masa depannya, ia perlu merenung bahwa ia diciptakan melalui proses yang tidak melibatkan kekuatannya sedikit pun. Maka, menyerahkan segala urusan kepada Sang Pencipta adalah bentuk kesadaran akan hakikat diri yang lemah.
Ketergantungan kita kepada Allah tercermin dalam cara kita menghadap-Nya. Rasulullah SAW bersabda mengenai pentingnya menegakkan tulang punggung dalam ibadah, sebagaimana diriwayatkan dalam [Sunan Nasai 1097, derajat: tidak tersedia]:
Shalat seseorang tidak sah bila tulang punggungnya tidak tegak (thuma'ninah) saat ruku' dan sujud.
Hadits ini mengajarkan bahwa pengabdian fisik yang benar, yakni menegakkan tulang punggung dalam shalat, adalah simbol ketundukan total. Saat kita ruku' dan sujud, kita menyerahkan seluruh anggota tubuh, termasuk tulang-tulang yang menjadi penyokong diri, untuk tunduk kepada Allah. Ini adalah esensi tawakal: berdiri tegak dengan keyakinan penuh kepada Allah, lalu merendahkan diri sepenuhnya dalam kepasrahan.
Langkah konkret dalam bertawakal:
- Mengingat asal-usul diri dari ayat ini agar hati tetap rendah dan tidak sombong saat menghadapi masalah.
- Memperbaiki kualitas shalat dengan thuma'ninah sebagai bentuk praktik nyata penyerahan diri kepada Sang Pengatur kehidupan.
- Melafalkan doa dalam ruku' sebagaimana dicontohkan Nabi, mengakui bahwa pendengaran, penglihatan, darah, daging, hingga tulang kita hanyalah milik Allah yang tunduk kepada-Nya.
Kesadaran bahwa Allah yang mengatur penciptaan tulang punggung kita adalah Dzat yang sama yang mengatur takdir kita, akan melahirkan ketenangan yang kokoh di tengah badai ujian. Wallahu a'lam.
Daftar hadits di bawah ini diberikan ke AI sebagai konteks RAG. Klik untuk membaca teks lengkap.
Sunan Ibnu Majah 840
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُعَاذٍ الضَّرِيرُ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ وَحَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Mu'adz Adl Dlarir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dan [Hammad bin Zaid] dari [Amru bin Dinar] dari [Thawus] dari [Ibnu Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang. "
Musnad Ahmad 983
قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا عِكْرِمَةُ بْنُ عَمَّارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَوْ بَدْرٍ أَنَا أَشُكُّ عَنْ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ الْحَنَفِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى صَلَاةِ عَبْدٍ لَا يُقِيمُ فِيهَا صُلْبَهُ بَيْنَ رُكُوعِهَا وَسُجُودِهَاTerjemahan. (Ahmad bin Hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata; telah menceritakan kepada kami ['Ikrimah bin 'Ammar] dari [Abdullah bin Zaid] atau Badr saya ragu, dari [Thalq bin 'Ali Al Hanafi], berkata; Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Allah AzzaWaJalla tidak melihat shalat seorang hamba yang tidak menegakkan tulang punggungnya pada saat ruku' dan sujudnya."
Shahih Bukhari 768 shahih
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُمِرْنَا أَنْ نَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ وَلَا نَكُفَّ ثَوْبًا وَلَا شَعَرًاTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Ibrahim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru] dari [Thawus] dari [Ibnu 'Abbas] radliallahu 'anhuma, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Kami diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh tulang (anggota sujud), dan dilarang menahan rambut atau pakaian (sehingga menghalangi anggota sujud)."
Sunan Nasai 1097
أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ الْمَرْوَزِيُّ قَالَ أَنْبَأَنَا عِيسَى وَهُوَ ابْنُ يُونُسَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُجْزِئُ صَلَاةٌ لَا يُقِيمُ الرَّجُلُ فِيهَا صُلْبَهُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Khasyram Al Marwazi] dia berkata; telah memberitakan kepada kami ['Isa bin Yunus] dari [Al A'masy] dari ['Umarah] dari [Abu Ma'mar] dari [Abu Mas'ud] dia berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Shalat seseorang tidak sah bila tulang rusuk (punggung) nya tidak tegak (thuma 'ninah) saat ruku' dan sujud."
Sunan Nasai 1040
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ حِمْيَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ وَذَكَرَ آخَرَ قَبْلَهُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي تَطَوُّعًا يَقُولُ إِذَا رَكَعَ اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ أَنْتَ رَبِّي خَشَعَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَلَحْمِي وَدَمِي وَمُخِّي وَعَصَبِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin 'Utsman] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibnu Himyar] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'aib] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dan yang lain menyebutkan sebelumnya yaitu dari ['Abdurrahman Al A'raj] dari [Muhammad bin Maslamah] bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam apabila berdiri untuk shalat sunnah maka beliau saat ruku' membaca doa - yang artinya -, "Ya Allah, kepada-Mu aku ruku', kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal. Pendengaranku, pandanganku, darahku, dagingku, tulangku, dan persendianku semua khusyu' (tunduk) kepada Allah, Rabb semesta alam."
Sunan Tirmidzi 253
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَأُمِرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ وَلَا يَكُفَّ شَعْرَهُ وَلَا ثِيَابَهُقَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌTerjemahan. telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari ['Amru bin Dinar] dari [Thawus] dari [Ibnu Abbas] ia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang dan tidak menahan rambut serta pakaian." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih."
Musnad Ahmad 984
قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بْنُ عُتْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَدْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ شَيْبَانَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْظُرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى رَجُلٍ لَا يُقِيمُ صُلْبَهُ بَيْنَ رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِTerjemahan. (Ahmad bin Hanbal) berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Nadlr] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayyub bin 'Utbah] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Badr] dari [Abdurrahman bin 'Ali bin Syaiban] dari [bapaknya], Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Allah AzzaWaJalla tidak melihat seorang laki-laki yang tidak menegakkan tulang punggungnya antara ruku'nya dan sujudnya."
Sunan Nasai 1039
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ عُثْمَانَ الْحِمْصِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو حَيْوَةَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَكَعَ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ أَنْتَ رَبِّي خَشَعَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَدَمِي وَلَحْمِي وَعَظْمِي وَعَصَبِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالِمِينَTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin 'Utsman Al Himshi] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Abu Haiwah] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Syu'aib] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir bin 'Abdullah] dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam, bahwa apabila beliau Shallallahu'alaihi wasallam ruku' maka beliau mengucapkan doa -yang artinya-, "Ya Allah, kepada-Mu aku ruku' kepada-Mu aku pasrah. dan kepada- Mu aku bertawakal. Pendengaranku, pandanganku, darahku, dagingku, tulangku, dan persendianku semua khusyu ' (tunduk) kepada Allah, Rabb semesta alam."