وَٱلشَّمْسِ وَضُحَـٰهَا
Wasy-syamsi wa ḍuḥāhā.
Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),
الشمس
Matahari · 15 ayat
Surah Asy-Syams menyoroti pentingnya penyucian jiwa sebagai jalan menuju keberuntungan abadi. Melalui serangkaian sumpah yang agung, surah ini menegaskan bahwa kesuksesan sejati bergantung pada usaha manusia dalam menyucikan diri dari dosa dan menghiasi dengan kebaikan, sekaligus memperingatkan terhadap konsekuensi merugikan dari penodaan jiwa.
Keberuntungan sejati berpihak pada mereka yang menyucikan jiwanya, dan kebinasaan bagi yang mengotorinya dengan dosa.
Surah ini diawali dengan sumpah Allah yang panjang menggunakan berbagai fenomena alam yang saling berpasangan, seperti matahari dan bulan, serta siang dan malam. Sumpah ini menegaskan betapa pentingnya pesan yang akan disampaikan, yaitu tentang hakikat jiwa manusia.
Allah telah menciptakan jiwa manusia dalam keadaan sempurna dan mengilhamkan kepadanya jalan kefasikan serta ketakwaan. Keselamatan manusia sangat bergantung pada pilihannya untuk menyucikan jiwa tersebut melalui ketaatan, atau mengotorinya dengan kemaksiatan seperti yang dilakukan kaum Tsamud.
Surah ini diturunkan di Makkah saat umat Islam berada di tengah masyarakat yang keras menolak dakwah tauhid. Allah menurunkan surah ini untuk menguatkan hati Nabi Muhammad dan para sahabat. Kisah kaum Tsamud menjadi peringatan bagi kaum musyrikin Makkah tentang akibat menolak kebenaran.
Surah Asy-Syams sangat erat kaitannya dengan surah sebelumnya, Al-Balad, yang membahas dua jalan kebaikan dan keburukan. Surah ini merinci bahwa memilih jalan kebaikan berarti menyucikan jiwa. Sementara itu, surah sesudahnya, Al-Lail, kembali menegaskan perbedaan jalan hidup manusia dan balasan bagi mereka yang bertakwa maupun yang bakhil.
Situasi Merasa iri melihat pencapaian duniawi orang lain di media sosial.
Pesan surah Kesuksesan sejati adalah jiwa yang bersih, bukan harta yang berlimpah.
Langkah kecil Ucapkan doa keberkahan untuk orang tersebut dan kurangi waktu bermain media sosial hari ini.
Situasi Terjebak dalam kebiasaan buruk yang sulit dihentikan.
Pesan surah Allah memberi kita kemampuan untuk memilih jalan ketakwaan dan membersihkan jiwa.
Langkah kecil Lakukan shalat taubat dua rakaat dan hapus pemicu kebiasaan buruk tersebut dari jangkauan.
Situasi Mengabaikan teguran atau nasihat baik dari anggota keluarga.
Pesan surah Kesombongan menolak kebenaran akan membawa kebinasaan seperti kaum Tsamud.
Langkah kecil Minta maaf kepada keluarga yang memberi nasihat dan dengarkan masukan mereka dengan rendah hati.
Surah ini menekankan bahwa keberuntungan berpihak pada yang menyucikan jiwa. Menyucikan jiwa dilakukan dengan memperbanyak istighfar dan amal saleh.
Cara praktis Rutin membaca sayyidul istighfar setiap pagi dan petang dengan penuh penghayatan.
Hari ini, luangkan waktu 5 menit dalam keheningan untuk beristighfar dan memaafkan kesalahan orang lain demi membersihkan hati.
9 langkah pendalaman per pelajaran: bacaan, kosakata, asbab, tafsir, munasabah, kuis, renungan, amalan, hafalan.
Cosine-similarity antara centroid surat dan korpus hadits Kutub Sittah (shahih/hasan). Lompat ke hadits yang seakar dengan ajaran surat ini.
و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ إِسْمَعِيلَ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه…
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Husyaim] dari [Isma'il] dari [Qais bin Abu Hazim] dari [Abu Mas'ud Al Anshari] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaih…
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ…
Telah menceritakan kepada kami [Al Humaidi] Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim At Taimi] dari [Bapaknya] dari [Abu Dzar] dia berkata; Aku b…
حَدَّثَنَا عَيَّاشُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْه…
Telah menceritakan kepada kami ['Ayyasy bin Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim At Taimi] dari [Ayahnya] dari [Abu Dzar] berkata, "Aku bertanya nabi shallal…
Insight terstruktur paling diapresiasi komunitas, masing-masing membaca satu ayat dari surat ini dengan grounding hadits shahih + tafsir klasik.
Dalam Surat Asy-Syams ayat 15, Allah SWT berfirman: Wa laa yakhaafu 'uqbahaa (dan Dia tidak takut terhadap akibatnya). Ayat ini merupakan penutup dari rangkaian kisah kehancuran kaum Tsamud yang me…
Dalam Surah Asy-Syams ayat 14, Allah SWT berfirman: Fa-kadz-dzabuuhu fa-'aqaruuhaa fadamdama 'alaihim Rabbuhum bidzambihim fasawwaahaa. Ayat ini berada pada bagian penutup surat yang mengisahkan ak…
Dalam perjalanan menempuh kehidupan, seringkali kita merasa cemas akan bekal dan penghidupan. Surat Asy-Syams ayat 13 mengingatkan kita pada peristiwa krusial kaum Tsamud: faqala lahum rasulullahi…
Dalam Surah Asy-Syams ayat 12, Allah SWT berfirman: اِذِ انْۢبَعَثَ اَشْقٰىهَا (Ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit). Ayat ini merupakan bagian dari narasi tentang kehancuran k…
Dalam Surat Asy-Syams ayat 11, Allah SWT berfirman: كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِطَغْوٰىهَآ (Kaum Samud telah mendustakan rasulnya karena mereka melampaui batas). Ayat ini menyingkap akar kehancuran sebua…
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Warna Tajwid
Warnai huruf Al-Quran sesuai hukum tajwid (qalqalah, ghunnah, ikhfa', mad, dll). Bantu bacaan lebih tepat.
✓ Warna aktif
Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).
وَٱلشَّمْسِ وَضُحَـٰهَا
Wasy-syamsi wa ḍuḥāhā.
Demi matahari dan sinarnya pada waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),
وَٱلْقَمَرِ إِذَا تَلَـٰهَا
Wal-qamari iżā talāhā.
demi bulan saat mengiringinya,
وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّـٰهَا
Wan-nahāri iżā jallāhā.
demi siang saat menampakkannya,
وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَـٰهَا
Wal-laili iżā yagsyāhā.
demi malam saat menutupinya (gelap gulita),
وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَـٰهَا
Was-samā'i wa mā banāhā.
demi langit serta pembuatannya,
وَٱلْأَرْضِ وَمَا طَحَـٰهَا
Wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā.
demi bumi serta penghamparannya,
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّٮٰهَا
Wa nafsiw wa mā sawwāhā.
dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya,
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَٮٰهَا
Fa alhamahā fujūrahā wa taqwāhā.
lalu Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya,
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّـٰهَا
Qad aflaḥa man zakkāhā.
sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّـٰهَا
Wa qad khāba man dassāhā.
dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَٮٰهَآ
Każżabat ṡamūdu biṭagwāhā.
(Kaum) Samud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas
إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشْقَـٰهَا
Iżimba‘aṡa asyqāhā.
ketika orang yang paling celaka di antara mereka bangkit (untuk menyembelih unta betina Allah).
فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ نَاقَةَ ٱللَّهِ وَسُقْيَـٰهَا
Fa qāla lahum rasūlullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā.
Rasul Allah (Saleh) lalu berkata kepada mereka, “(Biarkanlah) unta betina Allah ini beserta minumannya.”
فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمْ فَسَوَّٮٰهَا
Fa każżabūhu fa ‘aqarūhā fa damdama ‘alaihim rabbuhum biżambihim fa sawwāhā.
Namun, mereka kemudian mendustakannya (Saleh) dan menyembelih (unta betina) itu. Maka, Tuhan membinasakan mereka karena dosa-dosanya, lalu meratakan mereka (dengan tanah).
وَلَا يَخَافُ عُقْبَـٰهَا
Wa lā yakhāfu ‘uqbāhā.
Dia tidak takut terhadap akibatnya.