Dalam membangun tawakal yang kokoh, kita sering kali terjebak pada keinginan untuk melihat hasil secara instan. Allah SWT membuka Surat Al-Fajr dengan sumpah demi waktu-waktu yang agung. Di ayat ke-5, Allah berfirman: هَلْ فِيْ ذٰلِكَ قَسَمٌ لِّذِيْ حِجْرٍ (Apakah pada yang demikian itu terdapat sumpah yang dapat diterima oleh orang yang berakal?).
Ayat ini merupakan penutup dari rangkaian sumpah Allah di awal surat yang menegaskan kekuasaan-Nya. Kata kunci hijr dalam ayat ini menurut para mufassir bermakna akal yang mampu menahan diri dari hawa nafsu. Syaikh As-Sa'di menjelaskan bahwa orang yang memiliki hijr adalah mereka yang menggunakan akalnya untuk merenungi tanda-tanda kebesaran Allah, sehingga hatinya tunduk dan percaya sepenuhnya pada pengaturan-Nya. Tawakal bukanlah sikap pasrah tanpa dasar, melainkan buah dari akal sehat yang mengenali kebesaran Sang Pencipta. Ketika Anda sedang berjuang dalam ujian, ingatlah bahwa Allah yang mengatur perputaran waktu dan kehancuran kaum-kaum terdahulu adalah Allah yang sama yang menjamin rezeki dan urusan Anda.
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menjaga kesucian sumpah dan ketauhidan dalam setiap ikhtiar. Dalam [Shahih Muslim 2877, derajat: shahih], beliau bersabda:
"Janganlah kalian bersumpah dengan menyebut nama-nama berhala (thaghut) atau dengan menyebut bapak-bapak kalian."
Hadits ini menekankan agar hati hanya bergantung kepada Allah. Bersumpah atau menggantungkan nasib pada selain Allah adalah bentuk kelemahan tawakal. Fokuslah pada penyempurnaan ikhtiar dan penyerahan diri hanya kepada-Nya.
Refleksi amaliah untuk menguatkan tawakal:
- Melatih akal untuk melihat "tanda" (ayat-ayat Allah) dalam setiap kejadian, alih-alih hanya terpaku pada kegagalan atau keberhasilan duniawi.
- Memperbanyak ucapan "Insya Allah" saat berencana, sebagaimana arahan Nabi dalam [Sunan Nasai 3660], sebagai bentuk pengakuan bahwa hasil akhir sepenuhnya dalam kendali Allah.
- Menjaga lisan dari sumpah-sumpah yang tidak syar'i agar hati tetap bersih dan fokus hanya pada pertolongan Allah.
Tawakal adalah puncak dari akal yang sehat. والله أعلم
Daftar hadits di bawah ini diberikan ke AI sebagai konteks RAG. Klik untuk membaca teks lengkap.
Sunan Nasai 3660
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ فَقَالَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ فَهُوَ بِالْخِيَارِ إِنْ شَاءَ أَمْضَى وَإِنْ شَاءَ تَرَكَTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Sulaiman] berkata; telah menceritakan kepada kami ['Affan] berkata; telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] berkata; telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Barangsiapa bersumpah dengan suatu sumpah dan berkata, 'insya Allah', maka ia memiliki pilihan; jika mau ia boleh meneruskannya, dan jika mau ia boleh meninggalkannya."
Sunan Ibnu Majah 2051
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْلِفُوا بِالطَّوَاغِي وَلَا بِآبَائِكُمْTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] dari [Hisyam] dari [Al Hasan] dari ['Abdurrahman bin Samurah] ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian bersumpah dengan para thaghut atau dengan dan bapak-bapak kalian."
Musnad Ahmad 2719
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنِ الْحَسَنِ عَنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ وَلَا بِالطَّوَاغِيتِ وَقَالَ يَزِيدُ وَالطَّوَاغِيTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun], telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Al Hasan] dari [Abdurrahman bin Samurah] dari Nabi Shallalahu 'Alaihi Wasallam beliau bersabda: "Janganlah kalian bersumpah dengan (nama) bapak-bapak kalian, dan jangan pula dengan para thagut." [Yazid] berkata (dengan redaksi); "At Thawaghi (thagut)."
Sunan Abu Dawud 2750
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَلَفَ فَقَالَ فِي حَلْفِهِ وَاللَّاتِ فَلْيَقُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ تَعَالَ أُقَامِرْكَ فَلْيَتَصَدَّقْ بِشَيْءٍTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Ali], telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq], telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri], dari [Humaid bin Abdurrahman], dari [Abu Hurairah], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah dalam sumpahnya ia berkata; demi Lata, maka hendaknya ia mengucapkan LAA ILAAHA ILLAAHU. Dan barangsiapa yang berkata kepada sahabatnya; kemarilah aku beri engkau minum arak, maka hendaknya ia bersedekah dengan sesuatu!"
Sunan Nasai 3604
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَنْبَأَنَا هِشَامٌ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ وَلَا بِالطَّوَاغِيتِTerjemahan. Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Sulaiman] berkata; telah menceritakan kepada kami [Yazid] berkata; telah memberitakan kepada kami [Hisyam] dari [Al Hasan] dari ['Abdurrahman bin Samurah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Janganlah bersumpah dengan bapak-bapak kalian dan dengan sesembahan selain Allah."
Sunan Ibnu Majah 2057
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَعِيلَ بْنِ سَمُرَةَ حَدَّثَنَا أَسْبَاطُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَسَمِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَحْلِفُ بِأَبِيهِ فَقَالَ لَا تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ مَنْ حَلَفَ بِاللَّهِ فَلْيَصْدُقْ وَمَنْ حُلِفَ لَهُ بِاللَّهِ فَلْيَرْضَ وَمَنْ لَمْ يَرْضَ بِاللَّهِ فَلَيْسَ مِنْ اللَّهِTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Isma'il bin Samurah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Asbath bin Muhammad] dari [Muhammad bin 'Ajlan] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki bersumpah dengan bapaknya, maka beliau bersabda: "Janganlah kalian bersumpah dengan bapak-bapak kalian. Barangsiapa bersumpah dengan Allah maka percayailah, dan barangsiapa disumpai dengan nama Allah hendaklah ia ridla, maka barangsiapa tidak ridla dengan Allah dia bukan dari golongan kami."
Shahih Muslim 2877 shahih
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْلِفُوا بِالطَّوَاغِي وَلَا بِآبَائِكُمْTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] dari [Hisyam] dia berkata, dari [Hasan] dari [Abdurrahman bin samurah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian bersumpah dengan menyebut nama-nama berhala (thaghut) atau dengan menyebut bapak-bapak kalian."
Sunan Abu Dawud 2755
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ ثَعْلَبَةَ الطَّائِيُّ عَنْ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَلَفَ بِالْأَمَانَةِ فَلَيْسَ مِنَّاTerjemahan. Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Zuhair], telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Tsa'labah Ath Thai] dari [Ibnu Buraidah] dari [ayahnya], ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah dengan amanah, maka bukan dari golongan kami."