← Daftar Pelajaran
Hari 42 · Al-Ma'idah · Ayat 1–5

Penyempurnaan agama (Al-Ma'idah)

Surah terakhir dari segi hukum: penyempurnaan agama, perjanjian, dan batas halal-haram.

Niat Hari 42 · Al-Ma'idah ayat 1–5

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Al-Ma'idah الماۤئدة
Hidangan · Madaniyyah · 120 ayat

Tema sentral

Surah Al-Ma'idah berpusat pada penekanan akan pentingnya menunaikan janji dan komitmen, baik kepada Allah maupun sesama manusia. Ini mencakup penetapan hukum-hukum syariat yang komprehensif, dari makanan halal hingga aturan perdata dan pidana, serta memurnikan akidah dari kesyirikan, khususnya dalam konteks interaksi dengan Ahli Kitab, menyerukan ketaatan dan keadilan.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menjelaskan hukum syariat tentang makanan, perburuan, pernikahan, dan peradilan.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Al-Ma'idah

Surah ini menegaskan pentingnya menepati janji, mematuhi hukum syariat Allah, dan menjaga kesucian agama Islam.

Tema Sentral

Surah Al-Ma'idah berpusat pada kewajiban menepati perjanjian, baik perjanjian dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Allah merincikan berbagai hukum syariat terkait makanan, kebersihan, pernikahan, dan hukum pidana sebagai wujud penyempurnaan agama Islam bagi umat manusia.

Selain itu, surah ini menyoroti interaksi umat Islam dengan Ahli Kitab, memperingatkan agar tidak mengulangi kesalahan mereka dalam melanggar janji. Sifat Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Adil sangat ditekankan agar manusia senantiasa tunduk pada aturan-Nya dengan penuh kesadaran dan ketakwaan.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan pada fase akhir periode Madinah, menjelang wafatnya Rasulullah. Umat Islam saat itu telah memiliki negara yang kuat, sehingga membutuhkan aturan hukum yang komprehensif dan final. Tantangannya adalah menjaga integritas iman dan komitmen terhadap syariat di tengah interaksi dengan berbagai golongan masyarakat.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan kewajiban menepati segala bentuk perjanjian dan kontrak dalam kehidupan.
  • Menjelaskan kesempurnaan agama Islam dan nikmat Allah atas umat ini.
  • Mengingatkan umat Islam agar berlaku adil meskipun terhadap orang yang dibenci.
  • Menguraikan hukum-hukum halal dan haram untuk menjaga kesucian jasmani dan rohani.
Hikmah Utama (4)
  • Menepati janji adalah pondasi utama dalam membangun kepercayaan di keluarga dan lingkungan kerja.
  • Berlaku adil adalah tanda ketakwaan sejati, jangan biarkan kebencian merusak objektivitas kita.
  • Aturan halal dan haram dari Allah bertujuan untuk melindungi manusia, bukan untuk menyusahkan.
  • Mensyukuri nikmat kesempurnaan Islam dilakukan dengan cara mempelajari dan mengamalkan ajarannya secara utuh.
Munasabah

Surah An-Nisa sebelumnya banyak membahas hak-hak kaum lemah dan keadilan sosial, sedangkan Al-Ma'idah melengkapinya dengan hukum-hukum perjanjian dan syariat yang lebih luas. Setelah Al-Ma'idah, surah Al-An'am beralih fokus pada penguatan akidah dan tauhid untuk memperkokoh pondasi pelaksanaan hukum tersebut.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Menandatangani kontrak kerja atau menyepakati aturan di dalam keluarga.

    Pesan surah Penuhi janji dan kesepakatan tersebut sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

    Langkah kecil Baca ulang kontrak atau janji yang pernah dibuat dan pastikan kita mematuhinya hari ini.

  • Situasi Merasa kesal dengan rekan kerja atau tetangga yang berbeda pendapat.

    Pesan surah Tetaplah berlaku adil dan profesional, jangan biarkan kebencian membuat kita berbuat zalim.

    Langkah kecil Berikan hak orang tersebut dengan penuh rasa hormat tanpa menguranginya sedikit pun.

  • Situasi Memilih makanan saat berada di lingkungan baru atau sedang bepergian.

    Pesan surah Perhatikan kehalalan makanan karena ia sangat mempengaruhi kebersihan hati dan terkabulnya doa.

    Langkah kecil Cek komposisi dan label halal pada makanan sebelum membeli atau mengonsumsinya.

Amalan dari Maqasid

Evaluasi Janji Harian

Surah ini dibuka dengan perintah tegas untuk menepati janji (Al-Uqud). Ini mencakup komitmen kita kepada Allah dalam beribadah maupun kesepakatan dengan sesama manusia dalam bermuamalah.

Cara praktis Tuliskan satu janji atau komitmen yang belum Anda penuhi hari ini, lalu selesaikan sebelum tidur.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, penuhi satu janji kecil yang pernah Anda buat kepada keluarga, dan pastikan makanan yang Anda konsumsi terjamin kehalalannya.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 1 Menjadi landasan utama surah ini tentang kewajiban menepati segala bentuk perjanjian.
  • Ayat 3 Menegaskan bahwa agama Islam telah disempurnakan oleh Allah sebagai nikmat terbesar bagi umat manusia.
  • Ayat 8 Mengingatkan pentingnya menegakkan keadilan tanpa pandang bulu, bahkan kepada pihak yang dibenci sekalipun.

Al-Ma'idah · 1
﴿ 1 ﴾

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَوْفُوْا بِالْعُقُوْدِۗ اُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيْمَةُ الْاَنْعَامِ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَاَنْتُمْ حُرُمٌۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū aufū bil-‘uqūd(i), uḥillat lakum bahīmatul-an‘āmi illā mā yutlā ‘alaikum gaira muḥilliṣ-ṣaidi wa antum ḥurum(un), innallāha yaḥkumu mā yurīd(u).

Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji! Dihalalkan bagimu hewan ternak, kecuali yang akan disebutkan kepadamu (keharamannya) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.

Al-Ma'idah · 2
﴿ 2 ﴾

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْاۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tuḥillū sya‘ā'irallāhi wa lasy-syahral-ḥarāma wa lal-hadya wa lal-qalā'ida wa lā āmmīnal-baital-ḥarāma yabtagūna faḍlam mir rabbihim wa riḍwānā(n), wa iżā ḥalaltum faṣṭādū, wa lā yajrimannakum syana'ānu qaumin an ṣaddūkum ‘anil- asjidil-ḥarāmi an ta‘tadū, wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā, wa lā ta‘āwanū ‘alal-iṡmi wal-‘udwān(i), wattaqullāh(a), innallāha syadīdul-‘iqāb(i).

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar (kesucian) Allah, jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qalā’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula mengganggu) para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! Apabila kamu telah bertahalul (menyelesaikan ihram), berburulah (jika mau). Janganlah sekali-kali kebencian(-mu) kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.

Al-Ma'idah · 3
﴿ 3 ﴾

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Ḥurrimat ‘alaikumul-maitatu wad-damu wa laḥmul-khinzīri wa mā uhilla ligairillāhi bihī wal-munkhaniqatu wal-mauqūżatu wal-mutaraddiyatu wan-naṭīḥatu wa mā akalas-sabu‘u illā mā żakkaitum, wa mā żubiḥa ‘alan-nuṣubi wa an tastaqsimū bil-azlām(i), żālikum fisq(un), al-yauma ya'isal-lażīna kafarū min dīnikum falā takhsyauhum wakhsyaun(i), al-yauma akmaltu lakum dīnakum wa atmamtu ‘alaikum ni‘matī wa raḍītu lakumul-islāma dīnā(n), fa maniḍṭurra fī makhmaṣatin gaira mutajānifil li'iṡm(in), fa innallāha gafūrur raḥīm(un).

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging hewan) yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang (sempat) kamu sembelih. (Diharamkan pula) apa yang disembelih untuk berhala. (Demikian pula) mengundi nasib dengan azlām (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Oleh sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Maka, siapa yang terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Al-Ma'idah · 4
﴿ 4 ﴾

يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَآ اُحِلَّ لَهُمْۗ قُلْ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِيْنَ تُعَلِّمُوْنَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللّٰهُ فَكُلُوْا مِمَّآ اَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Yas'alūnaka māżā uḥilla lahum, qul uḥilla lakumuṭ-ṭayyibāt(u), wa mā ‘allamtum minal-jawāriḥi mukallibīna tu‘allimūnahunna mimmā ‘allamakumullāhu fa kulū mimmā amsakna ‘alaikum ważkurusmallāhi ‘alaih(i), wattaqullāh(a), innallāha sarī‘ul-ḥisāb(i).

Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad), “Apakah yang dihalalkan bagi mereka?” Katakanlah, “Yang dihalalkan bagimu adalah (makanan-makanan) yang baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka, makanlah apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”

Al-Ma'idah · 5
﴿ 5 ﴾

اَلْيَوْمَ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۗ وَطَعَامُ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ حِلٌّ لَّكُمْ ۖوَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ ۖوَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الْمُؤْمِنٰتِ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ اِذَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ مُحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسٰفِحِيْنَ وَلَا مُتَّخِذِيْٓ اَخْدَانٍۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِالْاِيْمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهٗ ۖوَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ࣖ

Al-yauma uḥilla lakumuṭ-ṭayyibāt(u), wa ṭa‘āmul-lażīna ūtul-kitāba ḥillul lakum, wa ṭa‘āmukum ḥillul lahum, wal-muḥṣanātu minal-mu'mināti wal-muḥṣanātu minal-lażīna ūtul-kitāba min qablikum iżā ātaitumūhunna ujūrahunna muḥṣinīna gaira musāfiḥīna wa lā muttakhiżī akhdān(in), wa may yakfur bil-īmāni faqad ḥabiṭa ‘amaluh(ū), wa huwa fil-ākhirati minal-khāsirīn(a).

Pada hari ini dihalalkan bagimu segala (makanan) yang baik. Makanan (sembelihan) Ahlulkitab itu halal bagimu dan makananmu halal (juga) bagi mereka. (Dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab suci sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina, dan tidak untuk menjadikan (mereka) pasangan gelap (gundik). Siapa yang kufur setelah beriman, maka sungguh sia-sia amalnya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 42, lanjutkan tema Surat Al-Ma'idah