← Kembali ke pelajaran
Hari 47 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Yunus · 1
﴿ 1 ﴾

الٓر‌ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْحَكِيمِ

الٓر ۚ
alif-lam-ra
Alif Lam Ra
تِلْكَ
til'ka
Ini
ءَايَـٰتُ
āyātu
ayat-ayat
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
ٱلْحَكِيمِ
l-ḥakīmi
Yang Maha Bijaksana

Alif lām rā, tilka āyātul-kitābil-ḥakīm(i).

Alif Lām Rā. Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang penuh hikmah

Yunus · 2
﴿ 2 ﴾

أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ رَجُلٍ مِّنْهُمْ أَنْ أَنذِرِ ٱلنَّاسَ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِندَ رَبِّهِمْ‌ۗ قَالَ ٱلْكَـٰفِرُونَ إِنَّ هَـٰذَا لَسَـٰحِرٌ مُّبِينٌ

أَكَانَ
akāna
Apakah itu
لِلنَّاسِ
lilnnāsi
Bagi manusia
عَجَبًا
ʿajaban
suatu keajaiban
أَنْ
an
bahwa
أَوْحَيْنَآ
awḥaynā
Kami wahyukan
إِلَىٰ
ilā
kepada
رَجُلٍۢ
rajulin
seorang laki-laki
مِّنْهُمْ
min'hum
dari mereka
أَنْ
an
bahwa
أَنذِرِ
andhiri
peringatkanlah
ٱلنَّاسَ
l-nāsa
manusia
وَبَشِّرِ
wabashiri
dan berilah kabar gembira
ٱلَّذِينَ
alladhīna
kepada orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟
āmanū
mereka beriman
أَنَّ
anna
bahwa
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
قَدَمَ
qadama
adalah kedudukan yang terhormat
صِدْقٍ
ṣid'qin
akan menjadi kedudukan yang terhormat
عِندَ
ʿinda
di sisi
رَبِّهِمْ ۗ
rabbihim
Tuhan mereka
قَالَ
qāla
Dia berkata
ٱلْكَـٰفِرُونَ
l-kāfirūna
orang-orang kafir
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
هَـٰذَا
hādhā
ini
لَسَـٰحِرٌۭ
lasāḥirun
sungguh seorang penyihir
مُّبِينٌ
mubīnun
nyata

Akāna lin-nāsi ‘ajaban an auḥainā ilā rajulim minhum an anżirin-nāsa wa basysyiril-lażīna āmanū anna lahum qadama ṣidqin ‘inda rabbihim, qālal-kāfirūna inna hāżā lasāḥirum mubīn(un).

Pantaskah menjadi suatu keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka (yaitu), “Berilah peringatan kepada manusia dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka.” Orang-orang kafir berkata, “Sesungguhnya dia (Nabi Muhammad) ini benar-benar seorang penyihir yang nyata.”

Yunus · 3
﴿ 3 ﴾

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ‌ۖ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ‌ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ إِذْنِهِۦ‌ۚ ذَٲلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ‌ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
رَبَّكُمُ
rabbakumu
Tuhan kalian
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
ٱلَّذِى
alladhī
Yang
خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضَ
wal-arḍa
dan bumi
فِى
di
سِتَّةِ
sittati
enam
أَيَّامٍۢ
ayyāmin
masa
ثُمَّ
thumma
kemudian
ٱسْتَوَىٰ
is'tawā
Dia bersemayam
عَلَى
ʿalā
atas
ٱلْعَرْشِ ۖ
l-ʿarshi
Arasy
يُدَبِّرُ
yudabbiru
mengatur
ٱلْأَمْرَ ۖ
l-amra
urusan
مَا
Bukan
مِن
min
adalah pemberi syafaat
شَفِيعٍ
shafīʿin
seorang pemberi syafaat
إِلَّا
illā
kecuali
مِنۢ
min
setelah
بَعْدِ
baʿdi
setelah
إِذْنِهِۦ ۚ
idh'nihi
izin-Nya
ذَٰلِكُمُ
dhālikumu
Itu
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
رَبُّكُمْ
rabbukum
Tuhanmu
فَٱعْبُدُوهُ ۚ
fa-uʿ'budūhu
maka sembahlah Dia
أَفَلَا
afalā
Maka tidakkah
تَذَكَّرُونَ
tadhakkarūna
kalian ingat

Inna rabbakumullāhul -lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmin ṡummastawā ‘alal-‘arsyi yudabbirul-amr(a), mā min syafī‘in illā mim ba‘di iżnih(ī), żālikumullāhu rabbukum fa‘budūh(u), afalā tażakkarūn(a).

Sesungguhnya Tuhanmu adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ʻArasy (seraya) mengatur segala urusan. Tidak ada seorang pun pemberi syafaat, kecuali setelah (mendapat) izin-Nya. Itulah Allah, Tuhanmu. Maka, sembahlah Dia! Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?

Yunus · 4
﴿ 4 ﴾

إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا‌ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا‌ۚ إِنَّهُۥ يَبْدَؤُاْ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ بِٱلْقِسْطِ‌ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ

إِلَيْهِ
ilayhi
Kepada-Nya
مَرْجِعُكُمْ
marjiʿukum
adalah tempat kembali kalian
جَمِيعًۭا ۖ
jamīʿan
semua
وَعْدَ
waʿda
janji
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
حَقًّا ۚ
ḥaqqan
benar
إِنَّهُۥ
innahu
Sesungguhnya Dia
يَبْدَؤُا۟
yabda-u
memulai
ٱلْخَلْقَ
l-khalqa
ciptaan
ثُمَّ
thumma
kemudian
يُعِيدُهُۥ
yuʿīduhu
Dia mengulanginya
لِيَجْزِىَ
liyajziya
agar Dia membalas
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
mereka beriman
وَعَمِلُوا۟
waʿamilū
dan beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
l-ṣāliḥāti
amal-amal saleh
بِٱلْقِسْطِ ۚ
bil-qis'ṭi
dengan adil
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka ingkar
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
شَرَابٌۭ
sharābun
adalah minuman
مِّنْ
min
dari
حَمِيمٍۢ
ḥamīmin
cairan mendidih
وَعَذَابٌ
waʿadhābun
dan suatu azab
أَلِيمٌۢ
alīmun
pedih
بِمَا
bimā
karena
كَانُوا۟
kānū
mereka dahulu
يَكْفُرُونَ
yakfurūna
mereka ingkar

Ilaihi marji‘ukum jamī‘ā(n), wa‘dallāhi ḥaqqā(n), innahū yabda'ul-khalqa ṡumma yu‘īduhū liyajziyal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti bil-qisṭ(i), wal-lażīna kafarū lahum syarābum min ḥamīmiw wa ‘ażābun alīmum bimā kānū yakfurūn(a).

Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan (makhluk), kemudian mengembalikannya (menghidupkannya lagi) agar Dia memberi balasan dengan adil kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Adapun untuk orang-orang yang kufur, untuk mereka (disediakan) minuman dari air yang mendidih dan azab yang sangat pedih karena mereka selalu kufur.

Yunus · 5
﴿ 5 ﴾

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمْسَ ضِيَآءً وَٱلْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ‌ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٲلِكَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ‌ۚ يُفَصِّلُ ٱلْأَيَـٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

هُوَ
huwa
Dia
ٱلَّذِى
alladhī
adalah Dia yang
جَعَلَ
jaʿala
menjadikan
ٱلشَّمْسَ
l-shamsa
matahari
ضِيَآءًۭ
ḍiyāan
cahaya yang bersinar
وَٱلْقَمَرَ
wal-qamara
dan bulan
نُورًۭا
nūran
cahaya
وَقَدَّرَهُۥ
waqaddarahu
dan menentukannya
مَنَازِلَ
manāzila
fase-fase
لِتَعْلَمُوا۟
litaʿlamū
agar kalian mengetahui
عَدَدَ
ʿadada
jumlah
ٱلسِّنِينَ
l-sinīna
tahun-tahun
وَٱلْحِسَابَ ۚ
wal-ḥisāba
dan perhitungan (waktu)
مَا
Bukan
خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
إِلَّا
illā
kecuali
بِٱلْحَقِّ ۚ
bil-ḥaqi
dengan kebenaran
يُفَصِّلُ
yufaṣṣilu
Dia menjelaskan
ٱلْـَٔايَـٰتِ
l-āyāti
ayat-ayat
لِقَوْمٍۢ
liqawmin
bagi suatu kaum
يَعْلَمُونَ
yaʿlamūna
yang mengetahui

Huwal-lażī ja‘alasy-syamsa ḍiyā'aw wal-qamara nūraw wa qaddarahū manāzila lita‘lamū ‘adadas-sinīna wal-ḥisāb(a), mā khalaqallāhu zālika illā bil-ḥaqq(i), yufaṣṣilul-āyāti liqaumiy ya‘lamūn(a).

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Dialah pula yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu, kecuali dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada kaum yang mengetahui.

Yunus · 6
﴿ 6 ﴾

إِنَّ فِى ٱخْتِلَـٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ لَأَيَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَّقُونَ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
فِى
di
ٱخْتِلَـٰفِ
ikh'tilāfi
pergantian
ٱلَّيْلِ
al-layli
malam
وَٱلنَّهَارِ
wal-nahāri
dan siang
وَمَا
wamā
dan apa
خَلَقَ
khalaqa
telah diciptakan
ٱللَّهُ
l-lahu
demi Allah
فِى
di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضِ
wal-arḍi
dan bumi
لَـَٔايَـٰتٍۢ
laāyātin
adalah tanda-tanda
لِّقَوْمٍۢ
liqawmin
bagi suatu kaum
يَتَّقُونَ
yattaqūna
yang bertakwa

Inna fikhtilāfil-laili wan-nahāri wa mā khalaqallāhu fis-samāwāti wal-arḍi la'āyātil liqaumiy yattaqūn(a).

Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi kaum yang bertakwa.

Yunus · 7
﴿ 7 ﴾

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا وَرَضُواْ بِٱلْحَيَوٲةِ ٱلدُّنْيَا وَٱطْمَأَنُّواْ بِهَا وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنْ ءَايَـٰتِنَا غَـٰفِلُونَ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
لَا
jangan
يَرْجُونَ
yarjūna
mengharapkan
لِقَآءَنَا
liqāanā
pertemuan dengan Kami
وَرَضُوا۟
waraḍū
dan mereka ridha
بِٱلْحَيَوٰةِ
bil-ḥayati
dengan kehidupan
ٱلدُّنْيَا
l-dun'yā
dunia
وَٱطْمَأَنُّوا۟
wa-iṭ'ma-annū
dan merasa puas
بِهَا
bihā
dengannya
وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
dan orang-orang
هُمْ
hum
mereka
عَنْ
ʿan
adalah dari
ءَايَـٰتِنَا
āyātinā
ayat-ayat Kami
غَـٰفِلُونَ
ghāfilūna
lalai

Innal-lażīna lā yarjūna liqā'anā wa raḍū bil-ḥayātid-dun-yā waṭma'annū bihā wal-lażīna hum ‘an āyātinā gāfilūn(a).

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat), merasa puas dengan kehidupan dunia, dan merasa tenteram dengannya, serta orang-orang yang lalai terhadap ayat-ayat Kami,

Yunus · 8
﴿ 8 ﴾

أُوْلَـٰٓئِكَ مَأْوَٮٰهُمُ ٱلنَّارُ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
Mereka itu
مَأْوَىٰهُمُ
mawāhumu
tempat tinggal mereka
ٱلنَّارُ
l-nāru
adalah api
بِمَا
bimā
atas apa yang
كَانُوا۟
kānū
mereka dahulu
يَكْسِبُونَ
yaksibūna
mereka usahakan

Ulā'ika ma'wāhumun nāru bimā kānū yaksibūn(a).

mereka itu tempatnya adalah neraka karena apa yang selalu mereka kerjakan.

Yunus · 9
﴿ 9 ﴾

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُم بِإِيمَـٰنِهِمْ‌ۖ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَـٰرُ فِى جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
mereka beriman
وَعَمِلُوا۟
waʿamilū
dan beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
l-ṣāliḥāti
amal saleh
يَهْدِيهِمْ
yahdīhim
(akan) membimbing mereka
رَبُّهُم
rabbuhum
Tuhan mereka
بِإِيمَـٰنِهِمْ ۖ
biīmānihim
dengan iman mereka
تَجْرِى
tajrī
akan mengalir
مِن
min
dari
تَحْتِهِمُ
taḥtihimu
di bawah mereka
ٱلْأَنْهَـٰرُ
l-anhāru
sungai-sungai
فِى
di
جَنَّـٰتِ
jannāti
Surga
ٱلنَّعِيمِ
l-naʿīmi
Kenikmatan

Innal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti yahdīhim rabbuhum bi'īmānihim, tajrī min taḥtihimul-anhāru fī jannātin na‘īm(i).

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, niscaya mereka diberi petunjuk oleh Tuhan karena keimanannya. (Mereka berada) di dalam surga yang penuh kenikmatan yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.