← Kembali ke pelajaran
Hari 48 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Hud · 1
﴿ 1 ﴾

الٓر‌ۚ كِتَـٰبٌ أُحْكِمَتْ ءَايَـٰتُهُۥ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

الٓر ۚ
alif-lam-ra
Alif Lam Ra
كِتَـٰبٌ
kitābun
Ini adalah Kitab
أُحْكِمَتْ
uḥ'kimat
disempurnakan
ءَايَـٰتُهُۥ
āyātuhu
ayat-ayatnya
ثُمَّ
thumma
selain itu
فُصِّلَتْ
fuṣṣilat
dijelaskan secara rinci
مِن
min
dari
لَّدُنْ
ladun
dari (Yang Satu Yang)
حَكِيمٍ
ḥakīmin
Maha Bijaksana
خَبِيرٍ
khabīrin
Maha Mengetahui

Alif lām rā, kitābun uḥkimat āyātuhū ṡumma fuṣṣilat mil ladun ḥakīmin khabīr(in).

Alif Lām Rā. (Inilah) Kitab yang ayat-ayatnya telah disusun dengan rapi kemudian dijelaskan secara terperinci (dan diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti.

Hud · 2
﴿ 2 ﴾

أَلَّا تَعْبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَ‌ۚ إِنَّنِى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ

أَلَّا
allā
bahwa tidak
تَعْبُدُوٓا۟
taʿbudū
kalian menyembah
إِلَّا
illā
melainkan
ٱللَّهَ ۚ
l-laha
Allah
إِنَّنِى
innanī
Sesungguhnya, aku adalah
لَكُم
lakum
kepadamu
مِّنْهُ
min'hu
dari-Nya
نَذِيرٌۭ
nadhīrun
seorang pemberi peringatan
وَبَشِيرٌۭ
wabashīrun
dan pembawa kabar gembira

Allā ta‘budū illallāh(a), innanī lakum minhu nażīruw wa basyīr(un).

(Katakanlah Nabi Muhammad,) “Janganlah kamu menyembah (sesuatu), kecuali Allah. Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu.

Hud · 3
﴿ 3 ﴾

وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَـٰعًا حَسَنًا إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِى فَضْلٍ فَضْلَهُۥ‌ۖ وَإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

وَأَنِ
wa-ani
dan bahwa
ٱسْتَغْفِرُوا۟
is'taghfirū
mohonlah ampun
رَبَّكُمْ
rabbakum
Tuhanmu
ثُمَّ
thumma
dan
تُوبُوٓا۟
tūbū
bertobatlah
إِلَيْهِ
ilayhi
kepada-Nya
يُمَتِّعْكُم
yumattiʿ'kum
Dia akan membiarkanmu
مَّتَـٰعًا
matāʿan
kesenangan
حَسَنًا
ḥasanan
yang baik
إِلَىٰٓ
ilā
kepada
أَجَلٍۢ
ajalin
suatu batas waktu
مُّسَمًّۭى
musamman
yang ditentukan
وَيُؤْتِ
wayu'ti
Dan berikanlah
كُلَّ
kulla
setiap
ذِى
dhī
pemilik
فَضْلٍۢ
faḍlin
karunia
فَضْلَهُۥ ۖ
faḍlahu
Karunia-Nya
وَإِن
wa-in
Dan jika
تَوَلَّوْا۟
tawallaw
kamu berpaling
فَإِنِّىٓ
fa-innī
maka sesungguhnya, aku
أَخَافُ
akhāfu
aku takut
عَلَيْكُمْ
ʿalaykum
atas kalian
عَذَابَ
ʿadhāba
azab
يَوْمٍۢ
yawmin
hari yang besar
كَبِيرٍ
kabīrin
yang besar

Wa anistagfirū rabbakum ṡumma tūbū ilaihi yumatti‘kum matā‘an ḥasanan ilā ajalim musammaw wa yu'ti kulla żī faḍlin faḍlah(ū), wa in tawallau fa innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yaumin kabīr(in).

Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala-Nya (di akhirat) kepada setiap orang yang beramal saleh. Jika kamu berpaling, sesungguhnya aku takut kamu (akan) ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat).

Hud · 4
﴿ 4 ﴾

إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ‌ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

إِلَى
ilā
Kepada
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
مَرْجِعُكُمْ ۖ
marjiʿukum
tempat kembali kalian
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
عَلَىٰ
ʿalā
adalah atas
كُلِّ
kulli
setiap
شَىْءٍۢ
shayin
sesuatu
قَدِيرٌ
qadīrun
Maha Kuasa

Ilallāhi marji‘ukum, wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr(un).

Kepada Allahlah kembalimu. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Hud · 5
﴿ 5 ﴾

أَلَآ إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُواْ مِنْهُ‌ۚ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ‌ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

أَلَآ
alā
Tidak diragukan lagi
إِنَّهُمْ
innahum
Mereka
يَثْنُونَ
yathnūna
melipat
صُدُورَهُمْ
ṣudūrahum
dada mereka
لِيَسْتَخْفُوا۟
liyastakhfū
agar mereka dapat bersembunyi
مِنْهُ ۚ
min'hu
dari-Nya
أَلَا
alā
Sesungguhnya
حِينَ
ḥīna
ketika
يَسْتَغْشُونَ
yastaghshūna
mereka menutupi (diri)
ثِيَابَهُمْ
thiyābahum
pakaian mereka
يَعْلَمُ
yaʿlamu
Dia mengetahui
مَا
apa
يُسِرُّونَ
yusirrūna
mereka menyembunyikan
وَمَا
wamā
dan apa
يُعْلِنُونَ ۚ
yuʿ'linūna
mereka mengungkapkan
إِنَّهُۥ
innahu
Sesungguhnya Dia
عَلِيمٌۢ
ʿalīmun
Maha Mengetahui
بِذَاتِ
bidhāti
dari apa
ٱلصُّدُورِ
l-ṣudūri
dada

Alā innahum yaṡnūna ṣudūrahum liyastakhfū minh(u), alā ḥīna yastagsyūna ṡiyābahum, ya‘lamu mā yusirrūna wa mā yu‘linūn(a), innahū ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka menutupi (apa yang ada dalam) dada mereka untuk menyembunyikan diri dari-Nya. Ketahuilah bahwa ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Dia mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (segala) isi hati.

Hud · 6
﴿ 6 ﴾

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا‌ۚ كُلٌّ فِى كِتَـٰبٍ مُّبِينٍ

۞ وَمَا
wamā
Dan tidak
مِن
min
apa pun
دَآبَّةٍۢ
dābbatin
makhluk bergerak
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
إِلَّا
illā
melainkan
عَلَى
ʿalā
atas
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
رِزْقُهَا
riz'quhā
rezekinya
وَيَعْلَمُ
wayaʿlamu
Dan Dia mengetahui
مُسْتَقَرَّهَا
mus'taqarrahā
tempat kediamannya
وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ
wamus'tawdaʿahā
dan tempat penyimpanannya
كُلٌّۭ
kullun
Semua
فِى
di
كِتَـٰبٍۢ
kitābin
sebuah Kitab
مُّبِينٍۢ
mubīnin
yang nyata

Wa mā min dābbatin fil-arḍi illā ‘alallāhi rizquhā wa ya‘lamu mustaqarrahā wa mustauda‘ahā, kullun fī kitābim mubīn(in).

Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz).

Hud · 7
﴿ 7 ﴾

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً‌ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
ٱلَّذِى
alladhī
adalah Dia yang
خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضَ
wal-arḍa
dan bumi
فِى
di
سِتَّةِ
sittati
enam
أَيَّامٍۢ
ayyāmin
masa
وَكَانَ
wakāna
dan Arasy-Nya adalah
عَرْشُهُۥ
ʿarshuhu
dan Arasy-Nya adalah
عَلَى
ʿalā
atas
ٱلْمَآءِ
l-māi
air
لِيَبْلُوَكُمْ
liyabluwakum
agar Dia mengujimu
أَيُّكُمْ
ayyukum
siapa di antara kalian
أَحْسَنُ
aḥsanu
yang terbaik
عَمَلًۭا ۗ
ʿamalan
perbuatan
وَلَئِن
wala-in
dan jika
قُلْتَ
qul'ta
kamu berkata
إِنَّكُم
innakum
Sesungguhnya, kamu
مَّبْعُوثُونَ
mabʿūthūna
akan dibangkitkan
مِنۢ
min
setelah
بَعْدِ
baʿdi
setelah
ٱلْمَوْتِ
l-mawti
kematian
لَيَقُولَنَّ
layaqūlanna
pasti akan berkata
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟
kafarū
kafir
إِنْ
in
Ini bukan
هَـٰذَآ
hādhā
Ini bukan
إِلَّا
illā
melainkan
سِحْرٌۭ
siḥ'run
sihir
مُّبِينٌۭ
mubīnun
jelas

Wa huwal-lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmiw wa kāna ‘arsyuhū ‘alal-mā'i liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā(n), wa la'in qulta innakum mab‘ūṡūna mim ba‘dil-mauti layaqūlannal-lażīna kafarū in hāżā illā siḥrum mubīn(un).

Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa serta (sebelum itu) ʻArasy-Nya di atas air. (Penciptaan itu dilakukan) untuk menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Sungguh, jika engkau (Nabi Muhammad) berkata, “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan setelah mati,” niscaya orang-orang kafir akan berkata, “Ini (Al-Qur’an) tidak lain kecuali sihir yang nyata.”