الٓرۚ كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَٲطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ
الٓر ۚ
كِتَـٰبٌ
أَنزَلْنَـٰهُ
anzalnāhu
yang Kami telah turunkan
إِلَيْكَ
لِتُخْرِجَ
litukh'rija
agar kamu mengeluarkan
ٱلنَّاسَ
مِنَ
ٱلظُّلُمَـٰتِ
l-ẓulumāti
kegelapan(-kegelapan)
إِلَى
ٱلنُّورِ
بِإِذْنِ
رَبِّهِمْ
إِلَىٰ
صِرَٰطِ
ٱلْعَزِيزِ
l-ʿazīzi
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَمِيدِ
l-ḥamīdi
Yang Maha Terpuji
Alif lām rā, kitābun anzalnāhu ilaika litukhrijan-nāsa minaẓ-ẓulumāti ilan-nūr(i), bi'iżni rabbihim ilā ṣirāṭil-‘azīzil-ḥamīd(i).
Alif Lām Rā. (Ini adalah) Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan pada cahaya (terang-benderang) dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
ٱللَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِۗ وَوَيْلٌ لِّلْكَـٰفِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ
ٱللَّهِ
ٱلَّذِى
لَهُۥ
مَا
فِى
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
وَمَا
فِى
ٱلْأَرْضِ ۗ
وَوَيْلٌۭ
لِّلْكَـٰفِرِينَ
lil'kāfirīna
bagi orang-orang kafir
مِنْ
عَذَابٍۢ
شَدِيدٍ
Allāhil-lażī lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa wailul lil-kāfirīna min ‘ażābin syadīd(in).
(Dialah) Allah yang memiliki segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat berat.
ٱلَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ ٱلْحَيَوٲةَ ٱلدُّنْيَا عَلَى ٱلْأَخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًاۚ أُوْلَـٰٓئِكَ فِى ضَلَـٰلِۭ بَعِيدٍ
ٱلَّذِينَ
alladhīna
Orang-orang yang
يَسْتَحِبُّونَ
yastaḥibbūna
lebih mencintai
ٱلْحَيَوٰةَ
ٱلدُّنْيَا
عَلَى
ٱلْـَٔاخِرَةِ
وَيَصُدُّونَ
wayaṣuddūna
dan menghalangi
عَن
سَبِيلِ
ٱللَّهِ
وَيَبْغُونَهَا
wayabghūnahā
dan mencari di dalamnya
عِوَجًا ۚ
أُو۟لَـٰٓئِكَ
فِى
ضَلَـٰلٍۭ
بَعِيدٍۢ
Allażīna yastaḥibbūnal-ḥayātad-dun-yā ‘alal-ākhirati wa yaṣuddūna ‘an sabīlillāhi wa yabgūnahā ‘iwajā(n), ulā'ika fī ḍalālim ba‘īd(in).
(Yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat, menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, dan menginginkannya menjadi bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمْۖ فَيُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
وَمَآ
أَرْسَلْنَا
مِن
رَّسُولٍ
إِلَّا
بِلِسَانِ
قَوْمِهِۦ
لِيُبَيِّنَ
liyubayyina
agar Dia menjelaskan
لَهُمْ ۖ
فَيُضِلُّ
fayuḍillu
maka Allah membiarkan sesat
ٱللَّهُ
l-lahu
Maka Allah membiarkan tersesat
مَن
يَشَآءُ
وَيَهْدِى
wayahdī
dan memberi petunjuk
مَن
يَشَآءُ ۚ
وَهُوَ
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ
l-ḥakīmu
Yang Maha Bijaksana
Wa mā arsalnā mir rasūlin illā bilisāni qaumihī liyubayyina lahum, fa yuḍillullāhu may yasyā'u wa yahdī may yasyā'(u), wa huwal-‘azīzul-ḥakīm(u).
Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka, Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki (karena kecenderungannya untuk sesat), dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔـايَـٰتِنَآ أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ وَذَكِّرْهُم بِأَيَّـٰمِ ٱللَّهِۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
مُوسَىٰ
بِـَٔايَـٰتِنَآ
biāyātinā
dengan ayat-ayat Kami
أَنْ
أَخْرِجْ
قَوْمَكَ
مِنَ
ٱلظُّلُمَـٰتِ
l-ẓulumāti
kegelapan(-kegelapan)
إِلَى
ٱلنُّورِ
وَذَكِّرْهُم
wadhakkir'hum
Dan ingatkanlah mereka
بِأَيَّىٰمِ
ٱللَّهِ ۚ
إِنَّ
فِى
ذَٰلِكَ
لَـَٔايَـٰتٍۢ
laāyātin
sungguh (adalah) tanda-tanda
لِّكُلِّ
صَبَّارٍۢ
شَكُورٍۢ
Wa laqad arsalnā mūsā bi'āyātinā an akhrij qaumaka minaẓ-ẓulumāti ilan-nūr(i), wa żakkirhum bi'ayyāmillāh(i), inna fī żālika la'āyātil likulli ṣabbārin syakūr(in).
Sungguh Kami benar-benar telah mengutus Musa dengan (membawa) tanda-tanda (kekuasaan) Kami (dan Kami perintahkan kepadanya), “Keluarkanlah kaummu dari berbagai kegelapan kepada cahaya (terang-benderang) dan ingatkanlah mereka tentang hari-hari Allah.” Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat penyabar lagi banyak bersyukur.
وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ ٱذْكُرُواْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَنجَـٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْۚ وَفِى ذَٲلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ
وَإِذْ
قَالَ
مُوسَىٰ
لِقَوْمِهِ
ٱذْكُرُوا۟
نِعْمَةَ
ٱللَّهِ
عَلَيْكُمْ
إِذْ
أَنجَىٰكُم
anjākum
Dia menyelamatkanmu
مِّنْ
ءَالِ
فِرْعَوْنَ
يَسُومُونَكُمْ
yasūmūnakum
mereka menimpakan kepadamu
سُوٓءَ
ٱلْعَذَابِ
وَيُذَبِّحُونَ
wayudhabbiḥūna
dan mereka menyembelih
أَبْنَآءَكُمْ
وَيَسْتَحْيُونَ
wayastaḥyūna
dan membiarkan hidup
نِسَآءَكُمْ ۚ
وَفِى
ذَٰلِكُم
بَلَآءٌۭ
مِّن
رَّبِّكُمْ
عَظِيمٌۭ
Wa iż qāla mūsā liqaumihiżkurū ni‘matallāhi ‘alaikum iż anjākum min āli fir‘auna yasūmūnakum sū'al-‘ażābi wa yużabbiḥūna abnā'akum wa yastaḥyūna nisā'akum, wa fī żālikum balā'um mir rabbikum ‘aẓīm(un).
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, menyembelih anak-anakmu yang laki-laki, dan membiarkan hidup (anak-anak) perempuanmu (untuk disiksa dan dilecehkan). Pada yang demikian itu terdapat suatu cobaan yang besar dari Tuhanmu.
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
وَإِذْ
تَأَذَّنَ
رَبُّكُمْ
لَئِن
شَكَرْتُمْ
لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ
la-azīdannakum
sungguh Aku akan menambah kalian
وَلَئِن
كَفَرْتُمْ
kafartum
kalian tidak bersyukur
إِنَّ
عَذَابِى
لَشَدِيدٌۭ
Wa iż ta'ażżana rabbukum la'in syakartum la'azīdannakum wa la'in kafartum inna ‘ażābī lasyadīd(un).
(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”
وَقَالَ مُوسَىٰٓ إِن تَكْفُرُوٓاْ أَنتُمْ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ حَمِيدٌ
وَقَالَ
مُوسَىٰٓ
إِن
تَكْفُرُوٓا۟
أَنتُمْ
وَمَن
فِى
ٱلْأَرْضِ
جَمِيعًۭا
فَإِنَّ
fa-inna
maka sesungguhnya
ٱللَّهَ
لَغَنِىٌّ
laghaniyyun
tentu Maha Kaya
حَمِيدٌ
Wa qāla mūsā in takfurū antum wa man fil-arḍi jamī‘ā(n), fa innallāha laganiyyun ḥamīd(un).
Musa berkata, “Jika kamu dan siapa pun yang ada di bumi semuanya kufur (atas nikmat Allah), sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.