← Kembali ke pelajaran
Hari 51 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Ibrahim · 1
﴿ 1 ﴾

الٓر‌ۚ كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَٲطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

الٓر ۚ
alif-lam-ra
Alif Laam Ra
كِتَـٰبٌ
kitābun
sebuah Kitab
أَنزَلْنَـٰهُ
anzalnāhu
yang Kami telah turunkan
إِلَيْكَ
ilayka
kepadamu
لِتُخْرِجَ
litukh'rija
agar kamu mengeluarkan
ٱلنَّاسَ
l-nāsa
manusia
مِنَ
mina
dari
ٱلظُّلُمَـٰتِ
l-ẓulumāti
kegelapan(-kegelapan)
إِلَى
ilā
kepada
ٱلنُّورِ
l-nūri
cahaya
بِإِذْنِ
bi-idh'ni
dengan izin
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
إِلَىٰ
ilā
kepada
صِرَٰطِ
ṣirāṭi
Jalan
ٱلْعَزِيزِ
l-ʿazīzi
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَمِيدِ
l-ḥamīdi
Yang Maha Terpuji

Alif lām rā, kitābun anzalnāhu ilaika litukhrijan-nāsa minaẓ-ẓulumāti ilan-nūr(i), bi'iżni rabbihim ilā ṣirāṭil-‘azīzil-ḥamīd(i).

Alif Lām Rā. (Ini adalah) Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu (Nabi Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan pada cahaya (terang-benderang) dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Ibrahim · 2
﴿ 2 ﴾

ٱللَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ‌ۗ وَوَيْلٌ لِّلْكَـٰفِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

ٱللَّهِ
al-lahi
Allah
ٱلَّذِى
alladhī
yang
لَهُۥ
lahu
milik-Nya
مَا
apa pun
فِى
di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَمَا
wamā
dan apa pun
فِى
di
ٱلْأَرْضِ ۗ
l-arḍi
bumi
وَوَيْلٌۭ
wawaylun
Dan celakalah
لِّلْكَـٰفِرِينَ
lil'kāfirīna
bagi orang-orang kafir
مِنْ
min
dari
عَذَابٍۢ
ʿadhābin
azab
شَدِيدٍ
shadīdin
keras

Allāhil-lażī lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa wailul lil-kāfirīna min ‘ażābin syadīd(in).

(Dialah) Allah yang memiliki segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat berat.

Ibrahim · 3
﴿ 3 ﴾

ٱلَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ ٱلْحَيَوٲةَ ٱلدُّنْيَا عَلَى ٱلْأَخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا‌ۚ أُوْلَـٰٓئِكَ فِى ضَلَـٰلِۭ بَعِيدٍ

ٱلَّذِينَ
alladhīna
Orang-orang yang
يَسْتَحِبُّونَ
yastaḥibbūna
lebih mencintai
ٱلْحَيَوٰةَ
l-ḥayata
kehidupan
ٱلدُّنْيَا
l-dun'yā
dunia
عَلَى
ʿalā
daripada
ٱلْـَٔاخِرَةِ
l-ākhirati
akhirat
وَيَصُدُّونَ
wayaṣuddūna
dan menghalangi
عَن
ʿan
dari
سَبِيلِ
sabīli
jalan
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
وَيَبْغُونَهَا
wayabghūnahā
dan mencari di dalamnya
عِوَجًا ۚ
ʿiwajan
kebengkokan
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
mereka itu
فِى
di
ضَلَـٰلٍۭ
ḍalālin
tersesat jauh
بَعِيدٍۢ
baʿīdin
tersesat jauh

Allażīna yastaḥibbūnal-ḥayātad-dun-yā ‘alal-ākhirati wa yaṣuddūna ‘an sabīlillāhi wa yabgūnahā ‘iwajā(n), ulā'ika fī ḍalālim ba‘īd(in).

(Yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada (kehidupan) akhirat, menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, dan menginginkannya menjadi bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.

Ibrahim · 4
﴿ 4 ﴾

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ‌ۖ فَيُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ‌ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

وَمَآ
wamā
dan tidak
أَرْسَلْنَا
arsalnā
Kami mengutus
مِن
min
apa pun
رَّسُولٍ
rasūlin
Rasul
إِلَّا
illā
kecuali
بِلِسَانِ
bilisāni
dengan bahasa
قَوْمِهِۦ
qawmihi
kaumnya
لِيُبَيِّنَ
liyubayyina
agar Dia menjelaskan
لَهُمْ ۖ
lahum
bagi mereka
فَيُضِلُّ
fayuḍillu
maka Allah membiarkan sesat
ٱللَّهُ
l-lahu
Maka Allah membiarkan tersesat
مَن
man
siapa
يَشَآءُ
yashāu
Dia menghendaki
وَيَهْدِى
wayahdī
dan memberi petunjuk
مَن
man
siapa
يَشَآءُ ۚ
yashāu
Dia menghendaki
وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَكِيمُ
l-ḥakīmu
Yang Maha Bijaksana

Wa mā arsalnā mir rasūlin illā bilisāni qaumihī liyubayyina lahum, fa yuḍillullāhu may yasyā'u wa yahdī may yasyā'(u), wa huwal-‘azīzul-ḥakīm(u).

Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka, Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki (karena kecenderungannya untuk sesat), dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ibrahim · 5
﴿ 5 ﴾

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔـايَـٰتِنَآ أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ وَذَكِّرْهُم بِأَيَّـٰمِ ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

وَلَقَدْ
walaqad
Dan sungguh
أَرْسَلْنَا
arsalnā
Kami mengutus
مُوسَىٰ
mūsā
Musa
بِـَٔايَـٰتِنَآ
biāyātinā
dengan ayat-ayat Kami
أَنْ
an
bahwa
أَخْرِجْ
akhrij
keluarkanlah
قَوْمَكَ
qawmaka
kaummu
مِنَ
mina
dari
ٱلظُّلُمَـٰتِ
l-ẓulumāti
kegelapan(-kegelapan)
إِلَى
ilā
kepada
ٱلنُّورِ
l-nūri
cahaya
وَذَكِّرْهُم
wadhakkir'hum
Dan ingatkanlah mereka
بِأَيَّىٰمِ
bi-ayyāmi
hari-hari
ٱللَّهِ ۚ
l-lahi
Allah
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
فِى
di
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
لَـَٔايَـٰتٍۢ
laāyātin
sungguh (adalah) tanda-tanda
لِّكُلِّ
likulli
untuk setiap
صَبَّارٍۢ
ṣabbārin
sangat sabar
شَكُورٍۢ
shakūrin
dan bersyukur

Wa laqad arsalnā mūsā bi'āyātinā an akhrij qaumaka minaẓ-ẓulumāti ilan-nūr(i), wa żakkirhum bi'ayyāmillāh(i), inna fī żālika la'āyātil likulli ṣabbārin syakūr(in).

Sungguh Kami benar-benar telah mengutus Musa dengan (membawa) tanda-tanda (kekuasaan) Kami (dan Kami perintahkan kepadanya), “Keluarkanlah kaummu dari berbagai kegelapan kepada cahaya (terang-benderang) dan ingatkanlah mereka tentang hari-hari Allah.” Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat penyabar lagi banyak bersyukur.

Ibrahim · 6
﴿ 6 ﴾

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ ٱذْكُرُواْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَنجَـٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ‌ۚ وَفِى ذَٲلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ

وَإِذْ
wa-idh
Dan ketika
قَالَ
qāla
berkata
مُوسَىٰ
mūsā
Musa
لِقَوْمِهِ
liqawmihi
kepada kaumnya
ٱذْكُرُوا۟
udh'kurū
Ingatlah
نِعْمَةَ
niʿ'mata
nikmat Allah
ٱللَّهِ
l-lahi
karunia Allah
عَلَيْكُمْ
ʿalaykum
atas kalian
إِذْ
idh
ketika
أَنجَىٰكُم
anjākum
Dia menyelamatkanmu
مِّنْ
min
dari
ءَالِ
āli
kaum
فِرْعَوْنَ
fir'ʿawna
Firaun
يَسُومُونَكُمْ
yasūmūnakum
mereka menimpakan kepadamu
سُوٓءَ
sūa
kejahatan
ٱلْعَذَابِ
l-ʿadhābi
siksaan
وَيُذَبِّحُونَ
wayudhabbiḥūna
dan mereka menyembelih
أَبْنَآءَكُمْ
abnāakum
putra-putramu
وَيَسْتَحْيُونَ
wayastaḥyūna
dan membiarkan hidup
نِسَآءَكُمْ ۚ
nisāakum
wanita-wanitamu
وَفِى
wafī
Dan di
ذَٰلِكُم
dhālikum
itu
بَلَآءٌۭ
balāon
cobaan
مِّن
min
dari
رَّبِّكُمْ
rabbikum
Tuhanmu
عَظِيمٌۭ
ʿaẓīmun
agung

Wa iż qāla mūsā liqaumihiżkurū ni‘matallāhi ‘alaikum iż anjākum min āli fir‘auna yasūmūnakum sū'al-‘ażābi wa yużabbiḥūna abnā'akum wa yastaḥyūna nisā'akum, wa fī żālikum balā'um mir rabbikum ‘aẓīm(un).

(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir‘aun. Mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, menyembelih anak-anakmu yang laki-laki, dan membiarkan hidup (anak-anak) perempuanmu (untuk disiksa dan dilecehkan). Pada yang demikian itu terdapat suatu cobaan yang besar dari Tuhanmu.

Ibrahim · 7
﴿ 7 ﴾

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ‌ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

وَإِذْ
wa-idh
Dan ketika
تَأَذَّنَ
ta-adhana
memaklumkan
رَبُّكُمْ
rabbukum
Tuhanmu
لَئِن
la-in
Jika
شَكَرْتُمْ
shakartum
kamu bersyukur
لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ
la-azīdannakum
sungguh Aku akan menambah kalian
وَلَئِن
wala-in
tetapi jika
كَفَرْتُمْ
kafartum
kalian tidak bersyukur
إِنَّ
inna
sesungguhnya
عَذَابِى
ʿadhābī
azab-Ku
لَشَدِيدٌۭ
lashadīdun
sungguh berat

Wa iż ta'ażżana rabbukum la'in syakartum la'azīdannakum wa la'in kafartum inna ‘ażābī lasyadīd(un).

(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”

Ibrahim · 8
﴿ 8 ﴾

وَقَالَ مُوسَىٰٓ إِن تَكْفُرُوٓاْ أَنتُمْ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ حَمِيدٌ

وَقَالَ
waqāla
Dan Dia berkata
مُوسَىٰٓ
mūsā
Musa
إِن
in
Jika
تَكْفُرُوٓا۟
takfurū
kalian ingkar
أَنتُمْ
antum
kalian
وَمَن
waman
dan barangsiapa
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
جَمِيعًۭا
jamīʿan
semua
فَإِنَّ
fa-inna
maka sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
لَغَنِىٌّ
laghaniyyun
tentu Maha Kaya
حَمِيدٌ
ḥamīdun
Maha Terpuji

Wa qāla mūsā in takfurū antum wa man fil-arḍi jamī‘ā(n), fa innallāha laganiyyun ḥamīd(un).

Musa berkata, “Jika kamu dan siapa pun yang ada di bumi semuanya kufur (atas nikmat Allah), sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.