الۤرٰ ۗتِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ وَقُرْاٰنٍ مُّبِيْنٍ ۔
Alif lām rā, tilka āyātul-kitābi wa qur'ānim mubīn(in).
Alif Lām Rā. Itulah ayat-ayat Kitab, yaitu (ayat-ayat) Al-Qur’an yang memberi penjelasan.
Allah yang menjaga Al-Quran dari perubahan; kisah Adam dan Iblis; nasib umat-umat terdahulu.
Surah Al-Hijr berpusat pada penegasan kebenaran wahyu Ilahi dan risalah kenabian Nabi Muhammad, serta memberikan peringatan keras kepada kaum musyrikin Mekah tentang azab yang akan menimpa mereka karena penolakan dan pengolok-olokan. Surah ini menekankan bahwa alam semesta adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang harus direnungkan, bukan sekadar objek main-main.
Surah ini menegaskan penjagaan Allah terhadap Al-Quran dan memberikan hiburan bagi Nabi dari penolakan kaum musyrikin.
Surah Al-Hijr berfokus pada jaminan Allah dalam memelihara wahyu-Nya, yaitu Al-Quran, dari segala bentuk perubahan dan campur tangan setan. Tema ini sangat menonjol untuk memberikan ketenangan kepada hati Rasulullah yang sedang menghadapi penolakan keras dan ejekan dari kaumnya. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui penciptaan alam semesta, gugusan bintang, dan sejarah umat terdahulu.
Selain itu, surah ini menceritakan kisah penciptaan Nabi Adam dan kesombongan Iblis, serta kisah kaum Luth dan kaum Tsamud yang dikenal sebagai penduduk Al-Hijr. Kisah-kisah ini menjadi peringatan keras bagi mereka yang mendustakan kebenaran, sekaligus penegasan bahwa rahmat dan ampunan Allah selalu mendahului azab-Nya bagi mereka yang bertakwa.
Surah ini diturunkan di Makkah pada masa ketika penolakan kaum musyrikin terhadap dakwah Nabi Muhammad mencapai puncaknya. Umat Islam saat itu membutuhkan penguatan mental dan keyakinan bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang. Allah menurunkannya untuk menghibur Nabi dan menegaskan bahwa tugas beliau hanyalah menyampaikan peringatan.
Surah Al-Hijr melanjutkan peringatan dari Surah Ibrahim tentang nasib umat terdahulu yang menolak rasul mereka. Setelah Al-Hijr, Surah An-Nahl datang dengan rincian nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya. Ketiganya membentuk alur dari peringatan sejarah menuju kesadaran akan karunia Allah yang menuntut rasa syukur.
Situasi Merasa lelah karena sering disalahpahami saat berbuat baik.
Pesan surah Allah menyuruh kita memaafkan dengan cara yang baik dan fokus pada rida-Nya.
Langkah kecil Maafkan satu orang yang membuat kita kesal hari ini dan doakan kebaikannya.
Situasi Khawatir dengan banyaknya informasi menyesatkan di media sosial.
Pesan surah Allah menjamin kemurnian Al-Quran sebagai sumber kebenaran mutlak.
Langkah kecil Baca satu halaman Al-Quran beserta terjemahannya untuk mencari ketenangan.
Situasi Merasa sombong karena pencapaian karir atau pendidikan.
Pesan surah Kesombongan adalah sifat Iblis yang membuatnya terusir dari rahmat Allah.
Langkah kecil Ucapkan alhamdulillah dan akui dalam hati bahwa semua ini adalah titipan Allah.
Surah ini mengajarkan bahwa hari kiamat pasti datang, maka kita diperintahkan untuk memaafkan kesalahan orang lain dengan pemaafan yang baik tanpa menyimpan dendam. Hal ini menjaga kebersihan hati dari penyakit batin.
Cara praktis Jika ada yang berbuat salah atau menyinggung perasaan, tahan lisan dari membalas dan niatkan memaafkan murni karena Allah.
Hari ini, maafkan satu kesalahan kecil dari anggota keluarga atau rekan kerja tanpa mengungkitnya kembali.
الۤرٰ ۗتِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ وَقُرْاٰنٍ مُّبِيْنٍ ۔
Alif lām rā, tilka āyātul-kitābi wa qur'ānim mubīn(in).
Alif Lām Rā. Itulah ayat-ayat Kitab, yaitu (ayat-ayat) Al-Qur’an yang memberi penjelasan.
رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ كَانُوْا مُسْلِمِيْنَ
Rubamā yawaddul-lażīna kafarū lau kānū muslimīn(a).
Orang-orang yang kufur itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.
ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْاَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
Żarhum ya'kulū wa yatamatta‘ū wa yulhihimul-amalu fa saufa ya‘lamūn(a).
Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan, bersenang-senang, dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong). Kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
وَمَآ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ اِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَّعْلُوْمٌ
Wa mā ahlaknā min qaryatin illā wa lahā kitābum ma‘lūm(un).
Kami tidak membinasakan suatu negeri, kecuali sudah ada ketentuan yang ditetapkan baginya.
مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُوْنَ
Mā tasbiqu min ummatin ajalahā wa mā yasta'khirūn(a).
Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya dan tidak (pula) menangguhkan(-nya).
وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْ نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ اِنَّكَ لَمَجْنُوْنٌ ۗ
Wa qālū yā ayyuhal-lażī nuzzila ‘alaihiż-żikru innaka lamajnūn(un).
Mereka berkata, “Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur’an, sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar orang gila.
لَوْمَا تَأْتِيْنَا بِالْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
Lau mā ta'tīnā bil-malā'ikati in kunta minaṣ-ṣādiqīn(a).
Mengapa engkau tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika engkau termasuk orang-orang yang benar?”
مَا نُنَزِّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوْٓا اِذًا مُّنْظَرِيْنَ
Mā nunazzilul-malā'ikata illā bil-ḥaqqi wa mā kānū iżam munẓarīn(a).
Kami tidak menurunkan malaikat, kecuali dengan kebenaran. (Jika orang-orang kafir itu mengingkarinya,) mereka tidak diberi penangguhan (dari azab Allah).
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
Innā naḥnu nazzalnaż-żikra wa innā lahū laḥāfiẓūn(a).
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.
Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Musa] dari [Al A'masy] dari [Abu Zhabyan] dari [Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma] mengenai firman Allah: Sebag…
Telah menceritakan kepadaku [Ya'qub bin Ibrahim] Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] Telah mengabarkan kepada kami [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] d…
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Uqail] dari [az-Zuhri] dari [Ibnu Salamah bin Abdurrahman] d…
Dalam menghadapi ujian hidup yang mengguncang rasa percaya diri, seringkali kita merasa rapuh dan tidak berdaya. Namun, Allah Subhanahu wa Ta'ala meneguhkan…
Dalam menapaki jalan tawakal, seringkali kita terjebak pada keinginan untuk melihat bukti nyata atau pertolongan instan dari Allah agar hati merasa tenang. S…
Di dalam surat Al-Hijr ayat 7, Allah merekam kesombongan orang-orang kafir yang menantang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dengan berkata, "Mengapa eng…