← Kembali ke pelajaran
Hari 55 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Kahf · 1
﴿ 1 ﴾

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتَـٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَاۜ

ٱلْحَمْدُ
al-ḥamdu
Segala puji
لِلَّهِ
lillahi
adalah milik Allah
ٱلَّذِىٓ
alladhī
Dia yang
أَنزَلَ
anzala
telah menurunkan
عَلَىٰ
ʿalā
kepada
عَبْدِهِ
ʿabdihi
hamba-Nya
ٱلْكِتَـٰبَ
l-kitāba
Kitab
وَلَمْ
walam
dan tidak
يَجْعَل
yajʿal
telah menjadikan
لَّهُۥ
lahu
di dalamnya
عِوَجَاۜ
ʿiwajā
kebengkokan apa pun

Al-ḥamdu lillāhil-lażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj‘al lahū ‘iwajā(n).

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab Suci (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak membuat padanya sedikit pun kebengkokan.

Al-Kahf · 2
﴿ 2 ﴾

قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

قَيِّمًۭا
qayyiman
lurus
لِّيُنذِرَ
liyundhira
untuk memperingatkan
بَأْسًۭا
basan
suatu azab
شَدِيدًۭا
shadīdan
keras
مِّن
min
dari
لَّدُنْهُ
ladun'hu
di sisi-Nya
وَيُبَشِّرَ
wayubashira
dan memberi kabar gembira
ٱلْمُؤْمِنِينَ
l-mu'minīna
kepada orang-orang mukmin
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
يَعْمَلُونَ
yaʿmalūna
mereka melakukan
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
l-ṣāliḥāti
amal saleh
أَنَّ
anna
bahwa
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
أَجْرًا
ajran
(adalah) pahala yang baik
حَسَنًۭا
ḥasanan
pahala yang baik

Qayyimal liyunżira ba'san syadīdam mil ladunhu wa yubasysyiral-mu'minīnal-lażīna ya‘malūnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā(n).

(Dia menjadikannya kitab) yang lurus agar Dia memberi peringatan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik.

Al-Kahf · 3
﴿ 3 ﴾

مَّـٰكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا

مَّـٰكِثِينَ
mākithīna
Mereka akan tinggal
فِيهِ
fīhi
di dalamnya
أَبَدًۭا
abadan
selamanya

Mākiṡīna fīhi abadā(n).

Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

Al-Kahf · 4
﴿ 4 ﴾

وَيُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا

وَيُنذِرَ
wayundhira
Dan untuk memperingatkan
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
قَالُوا۟
qālū
mereka berkata
ٱتَّخَذَ
ittakhadha
Allah telah mengambil
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah telah mengambil
وَلَدًۭا
waladan
seorang putra

Wa yunżiral-lażīna qāluttakhażallāhu waladā(n).

(Dia menurunkan Al-Qur’an itu) juga agar Dia memberi peringatan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengangkat seorang anak.”

Al-Kahf · 5
﴿ 5 ﴾

مَّا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِأَبَآئِهِمْ‌ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَٲهِهِمْ‌ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

مَّا
Tidak
لَهُم
lahum
mereka memiliki
بِهِۦ
bihi
tentangnya
مِنْ
min
apa pun
عِلْمٍۢ
ʿil'min
ilmu
وَلَا
walā
dan tidak
لِـَٔابَآئِهِمْ ۚ
liābāihim
nenek moyang mereka
كَبُرَتْ
kaburat
Besar (adalah)
كَلِمَةًۭ
kalimatan
kata
تَخْرُجُ
takhruju
yang keluar
مِنْ
min
dari
أَفْوَٰهِهِمْ ۚ
afwāhihim
mulut mereka
إِن
in
Tidak
يَقُولُونَ
yaqūlūna
mereka berkata
إِلَّا
illā
kecuali
كَذِبًۭا
kadhiban
dusta

Mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā li'ābā'ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqūlūna illā każibā(n).

Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang (hal) itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah besar (dosa) perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

Al-Kahf · 6
﴿ 6 ﴾

فَلَعَلَّكَ بَـٰخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُواْ بِهَـٰذَا ٱلْحَدِيثِ أَسَفًا

فَلَعَلَّكَ
falaʿallaka
Maka mungkin kamu akan
بَـٰخِعٌۭ
bākhiʿun
yang membunuh
نَّفْسَكَ
nafsaka
dirimu
عَلَىٰٓ
ʿalā
atas
ءَاثَـٰرِهِمْ
āthārihim
jejak mereka
إِن
in
jika
لَّمْ
lam
tidak
يُؤْمِنُوا۟
yu'minū
mereka beriman
بِهَـٰذَا
bihādhā
dalam ini
ٱلْحَدِيثِ
l-ḥadīthi
narasi
أَسَفًا
asafan
dalam kesedihan

Fa la‘allaka bākhi‘un nafsaka ‘alā āṡārihim illam yu'minū bihāżal-ḥadīṡi asafā(n).

Maka, boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).

Al-Kahf · 7
﴿ 7 ﴾

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى ٱلْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً

إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
جَعَلْنَا
jaʿalnā
Kami telah menjadikan
مَا
apa
عَلَى
ʿalā
adalah atas
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
زِينَةًۭ
zīnatan
perhiasan
لَّهَا
lahā
untuknya
لِنَبْلُوَهُمْ
linabluwahum
agar Kami menguji mereka
أَيُّهُمْ
ayyuhum
yang mana dari mereka
أَحْسَنُ
aḥsanu
yang terbaik
عَمَلًۭا
ʿamalan
dalam perbuatan

Innā ja‘alnā mā ‘alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalā(n).

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya agar Kami menguji mereka siapakah di antaranya yang lebih baik perbuatannya.

Al-Kahf · 8
﴿ 8 ﴾

وَإِنَّا لَجَـٰعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

وَإِنَّا
wa-innā
dan sesungguhnya Kami
لَجَـٰعِلُونَ
lajāʿilūna
pasti akan menjadikan
مَا
apa
عَلَيْهَا
ʿalayhā
di atasnya
صَعِيدًۭا
ṣaʿīdan
tanah
جُرُزًا
juruzan
tandus

Wa innā lajā‘ilūna mā ‘alaihā ṣa‘īdan juruzā(n).

Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya sebagai tanah yang tandus lagi kering.

Al-Kahf · 9
﴿ 9 ﴾

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَـٰبَ ٱلْكَهْفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُواْ مِنْ ءَايَـٰتِنَا عَجَبًا

أَمْ
am
Atau
حَسِبْتَ
ḥasib'ta
apakah kamu mengira
أَنَّ
anna
bahwa
أَصْحَـٰبَ
aṣḥāba
para sahabat
ٱلْكَهْفِ
l-kahfi
gua
وَٱلرَّقِيمِ
wal-raqīmi
dan tulisan
كَانُوا۟
kānū
adalah
مِنْ
min
di antara
ءَايَـٰتِنَا
āyātinā
ayat-ayat Kami
عَجَبًا
ʿajaban
suatu keajaiban

Am ḥasibta anna aṣḥābal-kahfi war-raqīmi kānū min āyātinā ‘ajabā(n).

Apakah engkau mengira bahwa sesungguhnya para penghuni gua dan (yang mempunyai) raqīm benar-benar merupakan keajaiban di antara tanda-tanda (kebesaran) Kami?

Al-Kahf · 10 🤲 Doa
﴿ 10 ﴾

إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُواْ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

إِذْ
idh
Ketika
أَوَى
awā
mundur
ٱلْفِتْيَةُ
l-fit'yatu
para pemuda
إِلَى
ilā
kepada
ٱلْكَهْفِ
l-kahfi
gua
فَقَالُوا۟
faqālū
lalu mereka berkata
رَبَّنَآ
rabbanā
Tuhan kami
ءَاتِنَا
ātinā
Berilah kami
مِن
min
dari
لَّدُنكَ
ladunka
dari sisi-Mu
رَحْمَةًۭ
raḥmatan
rahmat
وَهَيِّئْ
wahayyi
dan mudahkanlah
لَنَا
lanā
bagi kami
مِنْ
min
dari
أَمْرِنَا
amrinā
urusan kami
رَشَدًۭا
rashadan
(dalam) jalan yang benar

Iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālū rabbanā ātinā mil ladunka raḥmataw wa hayyi' lanā min amrinā rasyadā(n).

(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu berdoa, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan mudahkanlah bagi kami petunjuk untuk segala urusan kami.”