← Kembali ke pelajaran
Hari 59 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Hajj · 1
﴿ 1 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمْ‌ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai manusia
ٱلنَّاسُ
l-nāsu
Wahai manusia
ٱتَّقُوا۟
ittaqū
Takutlah
رَبَّكُمْ ۚ
rabbakum
Tuhanmu
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
زَلْزَلَةَ
zalzalata
goncangan
ٱلسَّاعَةِ
l-sāʿati
Hari Kiamat
شَىْءٌ
shayon
adalah sesuatu
عَظِيمٌۭ
ʿaẓīmun
agung

Yā ayyuhan-nāsuttaqū rabbakum, inna zalzalatas-sā‘ati syai'un ‘aẓīm(un).

Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang sangat besar.

Al-Hajj · 2
﴿ 2 ﴾

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَـٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَـٰرَىٰ وَلَـٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ

يَوْمَ
yawma
Hari
تَرَوْنَهَا
tarawnahā
kamu akan melihatnya
تَذْهَلُ
tadhhalu
akan lupa
كُلُّ
kullu
setiap
مُرْضِعَةٍ
mur'ḍiʿatin
ibu menyusui
عَمَّآ
ʿammā
apa yang
أَرْضَعَتْ
arḍaʿat
dia menyusui
وَتَضَعُ
wataḍaʿu
dan akan melahirkan
كُلُّ
kullu
setiap
ذَاتِ
dhāti
wanita hamil
حَمْلٍ
ḥamlin
wanita hamil
حَمْلَهَا
ḥamlahā
bebannya
وَتَرَى
watarā
dan kamu akan melihat
ٱلنَّاسَ
l-nāsa
umat manusia
سُكَـٰرَىٰ
sukārā
mabuk
وَمَا
wamā
sementara tidak
هُم
hum
mereka
بِسُكَـٰرَىٰ
bisukārā
(adalah) mabuk
وَلَـٰكِنَّ
walākinna
tetapi
عَذَابَ
ʿadhāba
azab
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
شَدِيدٌۭ
shadīdun
akan sangat

Yauma taraunahā tażhalu kullu murḍi‘atin ‘ammā arḍa‘at wa taḍa‘u kullu żāti ḥamlin ḥamlahā wa taran-nāsa sukārā wa mā hum bisukārā wa lākinna ‘ażāballāhi syadīd(un).

Pada hari kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui melupakan anak yang disusuinya, setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya dan kamu melihat manusia mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Akan tetapi, azab Allah itu sangat keras.

Al-Hajj · 3
﴿ 3 ﴾

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَـٰنٍ مَّرِيدٍ

وَمِنَ
wamina
Dan di antara
ٱلنَّاسِ
l-nāsi
umat manusia
مَن
man
siapa
يُجَـٰدِلُ
yujādilu
dia membantah
فِى
tentang
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
بِغَيْرِ
bighayri
tanpa
عِلْمٍۢ
ʿil'min
ilmu
وَيَتَّبِعُ
wayattabiʿu
dan mengikuti
كُلَّ
kulla
setiap
شَيْطَـٰنٍۢ
shayṭānin
setan
مَّرِيدٍۢ
marīdin
pembangkang

Wa minan-nāsi may yujādilu fillāhi bigairi ‘ilmiw wa yattabi‘u kulla syaiṭānim marīd(in).

Di antara manusia ada yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu dan (hanya) mengikuti setiap (langkah dan tipu daya) setan yang sangat jahat.

Al-Hajj · 4
﴿ 4 ﴾

كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُۥ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُۥ يُضِلُّهُۥ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ

كُتِبَ
kutiba
telah ditetapkan
عَلَيْهِ
ʿalayhi
baginya
أَنَّهُۥ
annahu
bahwa dia
مَن
man
siapa
تَوَلَّاهُ
tawallāhu
menjadikannya teman
فَأَنَّهُۥ
fa-annahu
maka sesungguhnya dia
يُضِلُّهُۥ
yuḍilluhu
akan menyesatkannya
وَيَهْدِيهِ
wayahdīhi
dan akan membimbingnya
إِلَىٰ
ilā
kepada
عَذَابِ
ʿadhābi
azab
ٱلسَّعِيرِ
l-saʿīri
Neraka

Kutiba ‘alaihi annahū man tawallāhu fa annahū yuḍilluhū wa yahdīhi ilā ‘ażābis-sa‘īr(i).

Telah ditetapkan atasnya (setan) bahwa siapa yang berteman dengannya akan disesatkan dan dibawanya ke azab (neraka) yang menyala-nyala.

Al-Hajj · 5
﴿ 5 ﴾

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَـٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ‌ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلاً ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمْ‌ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْــًٔا‌ۚ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجِۭ بَهِيجٍ

يَـٰٓأَيُّهَا
yāayyuhā
Wahai manusia
ٱلنَّاسُ
l-nāsu
Wahai manusia
إِن
in
Jika
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
فِى
di
رَيْبٍۢ
raybin
keraguan
مِّنَ
mina
tentang
ٱلْبَعْثِ
l-baʿthi
kebangkitan
فَإِنَّا
fa-innā
maka sesungguhnya Kami
خَلَقْنَـٰكُم
khalaqnākum
Kami menciptakan kamu
مِّن
min
dari
تُرَابٍۢ
turābin
debu
ثُمَّ
thumma
kemudian
مِن
min
dari
نُّطْفَةٍۢ
nuṭ'fatin
setetes mani
ثُمَّ
thumma
kemudian
مِنْ
min
dari
عَلَقَةٍۢ
ʿalaqatin
segumpal darah
ثُمَّ
thumma
kemudian
مِن
min
dari
مُّضْغَةٍۢ
muḍ'ghatin
segumpal daging
مُّخَلَّقَةٍۢ
mukhallaqatin
terbentuk
وَغَيْرِ
waghayri
dan belum terbentuk
مُخَلَّقَةٍۢ
mukhallaqatin
dan belum berbentuk
لِّنُبَيِّنَ
linubayyina
agar Kami menjelaskan
لَكُمْ ۚ
lakum
kepadamu
وَنُقِرُّ
wanuqirru
dan Kami tetapkan
فِى
di
ٱلْأَرْحَامِ
l-arḥāmi
rahim
مَا
apa
نَشَآءُ
nashāu
Kami kehendaki
إِلَىٰٓ
ilā
kepada
أَجَلٍۢ
ajalin
suatu batas waktu
مُّسَمًّۭى
musamman
yang ditentukan
ثُمَّ
thumma
kemudian
نُخْرِجُكُمْ
nukh'rijukum
Kami mengeluarkanmu
طِفْلًۭا
ṭif'lan
seorang anak
ثُمَّ
thumma
kemudian
لِتَبْلُغُوٓا۟
litablughū
agar kamu mencapai
أَشُدَّكُمْ ۖ
ashuddakum
kedewasaanmu
وَمِنكُم
waminkum
dan di antara kamu
مَّن
man
(adalah dia) yang
يُتَوَفَّىٰ
yutawaffā
meninggal
وَمِنكُم
waminkum
dan di antara kalian
مَّن
man
(adalah dia) yang
يُرَدُّ
yuraddu
dikembalikan
إِلَىٰٓ
ilā
kepada
أَرْذَلِ
ardhali
yang paling hina
ٱلْعُمُرِ
l-ʿumuri
usia
لِكَيْلَا
likaylā
agar tidak
يَعْلَمَ
yaʿlama
dia tahu
مِنۢ
min
setelah
بَعْدِ
baʿdi
setelah
عِلْمٍۢ
ʿil'min
mengetahui
شَيْـًۭٔا ۚ
shayan
sesuatu
وَتَرَى
watarā
Dan kamu melihat
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi
هَامِدَةًۭ
hāmidatan
tandus
فَإِذَآ
fa-idhā
maka ketika
أَنزَلْنَا
anzalnā
Kami menurunkan
عَلَيْهَا
ʿalayhā
atasnya
ٱلْمَآءَ
l-māa
air
ٱهْتَزَّتْ
ih'tazzat
itu bergetar
وَرَبَتْ
warabat
dan ia membengkak
وَأَنۢبَتَتْ
wa-anbatat
dan tumbuh
مِن
min
dari
كُلِّ
kulli
setiap
زَوْجٍۭ
zawjin
jenis
بَهِيجٍۢ
bahījin
indah

Yā ayyuhan-nāsu in kuntum fī raibim minal-ba‘ṡi fa innā khalaqnākum min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma min ‘alaqatin ṡumma mim muḍgatim mukhallaqatiw wa gairi mukhallaqatil linubayyina lakum, wa nuqirru fil-arḥāmi mā nasyā'u ilā ajalim musamman ṡumma nukhrijukum ṭiflan ṡumma litablugū asyuddakum, wa minkum may yutawaffā wa minkum may yuraddu ilā arżalil-‘umuri likailā ya‘lama ba‘da ‘ilmin syai'ā(n), wa taral-arḍa hāmidatan fa iżā anzalnā ‘alaihal-mā'ahtazzat wa rabat wa ambatat min kulli zaujim bahīj(in).

Wahai manusia, jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, sesungguhnya Kami telah menciptakan (orang tua) kamu (Nabi Adam) dari tanah, kemudian (kamu sebagai keturunannya Kami ciptakan) dari setetes mani, lalu segumpal darah, lalu segumpal daging, baik kejadiannya sempurna maupun tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu (tanda kekuasaan Kami dalam penciptaan). Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Kemudian, Kami mengeluarkanmu sebagai bayi, lalu (Kami memeliharamu) hingga kamu mencapai usia dewasa. Di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) yang dikembalikan ke umur yang sangat tua sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya (pikun). Kamu lihat bumi itu kering. Jika Kami turunkan air (hujan) di atasnya, ia pun hidup dan menjadi subur serta menumbuhkan berbagai jenis (tetumbuhan) yang indah.

Al-Hajj · 6
﴿ 6 ﴾

ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

ذَٰلِكَ
dhālika
Itu
بِأَنَّ
bi-anna
adalah karena
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
هُوَ
huwa
Dia
ٱلْحَقُّ
l-ḥaqu
kebenaran
وَأَنَّهُۥ
wa-annahu
Dan sesungguhnya Dia
يُحْىِ
yuḥ'yī
Dia memberi hidup
ٱلْمَوْتَىٰ
l-mawtā
orang-orang mati
وَأَنَّهُۥ
wa-annahu
Dan bahwa Dia
عَلَىٰ
ʿalā
atas
كُلِّ
kulli
setiap
شَىْءٍۢ
shayin
sesuatu
قَدِيرٌۭ
qadīrun
Maha Kuasa

Żālika bi'annallāha huwal-ḥaqqu wa annahū yuḥyil-mautā wa annahū ‘alā kulli syai'in qadīr(un).

Demikianlah (penciptaan manusia) itu karena sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Benar dan sesungguhnya Dia menghidupkan orang-orang yang mati dan sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Al-Hajj · 7
﴿ 7 ﴾

وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ

وَأَنَّ
wa-anna
Dan bahwa
ٱلسَّاعَةَ
l-sāʿata
Hari Kiamat
ءَاتِيَةٌۭ
ātiyatun
akan datang
لَّا
tidak ada
رَيْبَ
rayba
keraguan
فِيهَا
fīhā
tentang itu
وَأَنَّ
wa-anna
dan bahwa
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
يَبْعَثُ
yabʿathu
akan membangkitkan
مَن
man
orang-orang yang
فِى
ada di
ٱلْقُبُورِ
l-qubūri
kuburan-kuburan

Wa annas-sā‘ata ātiyatul lā raiba fīhā, wa annallāha yab‘aṡu man fil-qubūr(i).

Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.