يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمْۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ
ٱتَّقُوا۟
رَبَّكُمْ ۚ
إِنَّ
زَلْزَلَةَ
ٱلسَّاعَةِ
شَىْءٌ
عَظِيمٌۭ
Yā ayyuhan-nāsuttaqū rabbakum, inna zalzalatas-sā‘ati syai'un ‘aẓīm(un).
Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang sangat besar.
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَـٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَـٰرَىٰ وَلَـٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ
يَوْمَ
تَرَوْنَهَا
tarawnahā
kamu akan melihatnya
تَذْهَلُ
كُلُّ
مُرْضِعَةٍ
عَمَّآ
أَرْضَعَتْ
وَتَضَعُ
wataḍaʿu
dan akan melahirkan
كُلُّ
ذَاتِ
حَمْلٍ
حَمْلَهَا
وَتَرَى
watarā
dan kamu akan melihat
ٱلنَّاسَ
سُكَـٰرَىٰ
وَمَا
هُم
بِسُكَـٰرَىٰ
وَلَـٰكِنَّ
عَذَابَ
ٱللَّهِ
شَدِيدٌۭ
Yauma taraunahā tażhalu kullu murḍi‘atin ‘ammā arḍa‘at wa taḍa‘u kullu żāti ḥamlin ḥamlahā wa taran-nāsa sukārā wa mā hum bisukārā wa lākinna ‘ażāballāhi syadīd(un).
Pada hari kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui melupakan anak yang disusuinya, setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya dan kamu melihat manusia mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk. Akan tetapi, azab Allah itu sangat keras.
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَـٰدِلُ فِى ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَـٰنٍ مَّرِيدٍ
وَمِنَ
ٱلنَّاسِ
مَن
يُجَـٰدِلُ
فِى
ٱللَّهِ
بِغَيْرِ
عِلْمٍۢ
وَيَتَّبِعُ
wayattabiʿu
dan mengikuti
كُلَّ
شَيْطَـٰنٍۢ
مَّرِيدٍۢ
Wa minan-nāsi may yujādilu fillāhi bigairi ‘ilmiw wa yattabi‘u kulla syaiṭānim marīd(in).
Di antara manusia ada yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu dan (hanya) mengikuti setiap (langkah dan tipu daya) setan yang sangat jahat.
كُتِبَ عَلَيْهِ أَنَّهُۥ مَن تَوَلَّاهُ فَأَنَّهُۥ يُضِلُّهُۥ وَيَهْدِيهِ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلسَّعِيرِ
كُتِبَ
عَلَيْهِ
أَنَّهُۥ
مَن
تَوَلَّاهُ
tawallāhu
menjadikannya teman
فَأَنَّهُۥ
fa-annahu
maka sesungguhnya dia
يُضِلُّهُۥ
yuḍilluhu
akan menyesatkannya
وَيَهْدِيهِ
wayahdīhi
dan akan membimbingnya
إِلَىٰ
عَذَابِ
ٱلسَّعِيرِ
Kutiba ‘alaihi annahū man tawallāhu fa annahū yuḍilluhū wa yahdīhi ilā ‘ażābis-sa‘īr(i).
Telah ditetapkan atasnya (setan) bahwa siapa yang berteman dengannya akan disesatkan dan dibawanya ke azab (neraka) yang menyala-nyala.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَـٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلاً ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمْۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْــًٔاۚ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجِۭ بَهِيجٍ
يَـٰٓأَيُّهَا
ٱلنَّاسُ
إِن
كُنتُمْ
فِى
رَيْبٍۢ
مِّنَ
ٱلْبَعْثِ
فَإِنَّا
fa-innā
maka sesungguhnya Kami
خَلَقْنَـٰكُم
khalaqnākum
Kami menciptakan kamu
مِّن
تُرَابٍۢ
ثُمَّ
مِن
نُّطْفَةٍۢ
ثُمَّ
مِنْ
عَلَقَةٍۢ
ثُمَّ
مِن
مُّضْغَةٍۢ
muḍ'ghatin
segumpal daging
مُّخَلَّقَةٍۢ
وَغَيْرِ
waghayri
dan belum terbentuk
مُخَلَّقَةٍۢ
mukhallaqatin
dan belum berbentuk
لِّنُبَيِّنَ
linubayyina
agar Kami menjelaskan
لَكُمْ ۚ
وَنُقِرُّ
wanuqirru
dan Kami tetapkan
فِى
ٱلْأَرْحَامِ
مَا
نَشَآءُ
إِلَىٰٓ
أَجَلٍۢ
مُّسَمًّۭى
ثُمَّ
نُخْرِجُكُمْ
nukh'rijukum
Kami mengeluarkanmu
طِفْلًۭا
ثُمَّ
لِتَبْلُغُوٓا۟
litablughū
agar kamu mencapai
أَشُدَّكُمْ ۖ
وَمِنكُم
waminkum
dan di antara kamu
مَّن
يُتَوَفَّىٰ
وَمِنكُم
waminkum
dan di antara kalian
مَّن
يُرَدُّ
إِلَىٰٓ
أَرْذَلِ
ٱلْعُمُرِ
لِكَيْلَا
يَعْلَمَ
مِنۢ
بَعْدِ
عِلْمٍۢ
شَيْـًۭٔا ۚ
وَتَرَى
ٱلْأَرْضَ
هَامِدَةًۭ
فَإِذَآ
أَنزَلْنَا
عَلَيْهَا
ٱلْمَآءَ
ٱهْتَزَّتْ
وَرَبَتْ
warabat
dan ia membengkak
وَأَنۢبَتَتْ
مِن
كُلِّ
زَوْجٍۭ
بَهِيجٍۢ
Yā ayyuhan-nāsu in kuntum fī raibim minal-ba‘ṡi fa innā khalaqnākum min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma min ‘alaqatin ṡumma mim muḍgatim mukhallaqatiw wa gairi mukhallaqatil linubayyina lakum, wa nuqirru fil-arḥāmi mā nasyā'u ilā ajalim musamman ṡumma nukhrijukum ṭiflan ṡumma litablugū asyuddakum, wa minkum may yutawaffā wa minkum may yuraddu ilā arżalil-‘umuri likailā ya‘lama ba‘da ‘ilmin syai'ā(n), wa taral-arḍa hāmidatan fa iżā anzalnā ‘alaihal-mā'ahtazzat wa rabat wa ambatat min kulli zaujim bahīj(in).
Wahai manusia, jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, sesungguhnya Kami telah menciptakan (orang tua) kamu (Nabi Adam) dari tanah, kemudian (kamu sebagai keturunannya Kami ciptakan) dari setetes mani, lalu segumpal darah, lalu segumpal daging, baik kejadiannya sempurna maupun tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu (tanda kekuasaan Kami dalam penciptaan). Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. Kemudian, Kami mengeluarkanmu sebagai bayi, lalu (Kami memeliharamu) hingga kamu mencapai usia dewasa. Di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) yang dikembalikan ke umur yang sangat tua sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya (pikun). Kamu lihat bumi itu kering. Jika Kami turunkan air (hujan) di atasnya, ia pun hidup dan menjadi subur serta menumbuhkan berbagai jenis (tetumbuhan) yang indah.
ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ وَأَنَّهُۥ يُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
ذَٰلِكَ
بِأَنَّ
ٱللَّهَ
هُوَ
ٱلْحَقُّ
وَأَنَّهُۥ
wa-annahu
Dan sesungguhnya Dia
يُحْىِ
ٱلْمَوْتَىٰ
وَأَنَّهُۥ
عَلَىٰ
كُلِّ
شَىْءٍۢ
قَدِيرٌۭ
Żālika bi'annallāha huwal-ḥaqqu wa annahū yuḥyil-mautā wa annahū ‘alā kulli syai'in qadīr(un).
Demikianlah (penciptaan manusia) itu karena sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Benar dan sesungguhnya Dia menghidupkan orang-orang yang mati dan sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ
وَأَنَّ
ٱلسَّاعَةَ
ءَاتِيَةٌۭ
لَّا
رَيْبَ
فِيهَا
وَأَنَّ
ٱللَّهَ
يَبْعَثُ
yabʿathu
akan membangkitkan
مَن
فِى
ٱلْقُبُورِ
Wa annas-sā‘ata ātiyatul lā raiba fīhā, wa annallāha yab‘aṡu man fil-qubūr(i).
Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.