← Daftar Pelajaran
Hari 63 · Asy-Syu'ara' · Ayat 1–9

Para nabi dan kaum mereka (Asy-Syu'ara')

Kisah Musa, Ibrahim, Nuh, Hud, Shalih, Lut, Syu'aib sebagai penguat hati Rasulullah.

Niat Hari 63 · Asy-Syu'ara' ayat 1–9

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Asy-Syu'ara' الشعراۤء
Para Penyair · Makkiyyah · 227 ayat

Tema sentral

Surah Asy-Syu'ara' adalah tentang kebenaran kenabian Muhammad ﷺ dan ajaran tauhid. Surah ini menekankan bahwa para nabi adalah pembawa risalah dari Allah dan kaum mereka yang menolak akan menghadapi azab. Ini memperkuat keimanan dan menjelaskan pentingnya peringatan dari Allah.

Maqasid (tujuan surah)

  • Membuktikan kebenaran kenabian Muhammad dan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu ilahi.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Asy-Syu'ara'

Menegaskan kebenaran Al-Quran melalui kisah para nabi terdahulu dan kasih sayang Allah bagi yang beriman.

Tema Sentral

Surah Asy-Syu'ara' berfokus pada perjuangan para nabi dalam menyampaikan tauhid kepada kaumnya. Setiap kisah nabi diakhiri dengan penegasan bahwa Allah adalah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, menunjukkan bahwa azab diberikan dengan keadilan, sedangkan rahmat-Nya selalu terbuka bagi mereka yang mau bertaubat.

Selain itu, surah ini membantah tuduhan kaum musyrikin Mekah yang menganggap Nabi Muhammad sebagai seorang penyair atau tukang sihir. Al-Quran ditegaskan sebagai wahyu suci yang dibawa oleh Ruhul Amin (Jibril), bukan hasil imajinasi manusia atau bisikan setan.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Mekah saat penolakan kaum Quraisy terhadap dakwah Nabi Muhammad semakin keras. Mereka menuduh beliau sebagai penyair atau orang gila untuk menjatuhkan kredibilitas Al-Quran. Allah menurunkan surah ini untuk menghibur hati Nabi dan memperingatkan kaum musyrikin akan nasib umat terdahulu.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan bahwa Al-Quran adalah wahyu ilahi, bukan syair atau sihir.
  • Menghibur Nabi Muhammad agar tidak bersedih atas penolakan kaumnya.
  • Menceritakan sejarah para nabi untuk membuktikan pola penolakan umat dan keadilan azab Allah.
  • Mengingatkan manusia akan sifat Allah Yang Maha Perkasa sekaligus Maha Penyayang.
Hikmah Utama (4)
  • Menyadari bahwa penolakan terhadap kebenaran adalah ujian klasik yang juga dialami para nabi terdahulu.
  • Menjaga lisan dan tulisan agar tidak seperti penyair yang hanya pandai berkata-kata tanpa amal nyata.
  • Meyakini bahwa kasih sayang Allah selalu mendampingi ketegasan-Nya dalam menegakkan keadilan.
  • Memperkuat kesabaran saat menghadapi cibiran atau fitnah dalam pekerjaan maupun lingkungan sosial.
Munasabah

Surah ini melanjutkan tema Surah Al-Furqan yang membahas penolakan kaum musyrikin terhadap Al-Quran. Setelah Asy-Syu'ara', Surah An-Naml hadir dengan kisah-kisah nabi yang lebih spesifik dan menonjolkan mukjizat serta ilmu, melengkapi peringatan yang telah disampaikan sebelumnya.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa lelah dan sedih karena nasihat baik kita diabaikan oleh keluarga.

    Pesan surah Nabi Nuh dan Ibrahim juga mengalami penolakan dari orang terdekat, tugas kita hanya menyampaikan.

    Langkah kecil Tetap doakan mereka secara diam-diam tanpa memaksakan kehendak.

  • Situasi Terpapar banyak informasi hoaks atau konten viral yang tidak bermanfaat di media sosial.

    Pesan surah Hindari perilaku seperti penyair sesat yang hanya mengikuti hawa nafsu dan kata-kata kosong.

    Langkah kecil Kurangi waktu berselancar di media sosial dan baca satu halaman Al-Quran.

  • Situasi Menghadapi atasan atau tokoh berkuasa yang bertindak sewenang-wenang.

    Pesan surah Kisah Musa dan Firaun mengajarkan bahwa kekuasaan sebesar apa pun akan tunduk pada kehendak Allah.

    Langkah kecil Berdoa memohon keberanian dan perlindungan sebelum menghadapi situasi sulit tersebut.

Amalan dari Maqasid

Menjaga Lisan dan Tulisan

Surah ini mengkritik keras mereka yang pandai merangkai kata namun kosong dari kebenaran dan amal. Kita diajak untuk memastikan setiap ucapan membawa manfaat.

Cara praktis Saring setiap pesan atau status yang akan diunggah ke media sosial hari ini, pastikan itu benar dan bermanfaat.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, tahan diri dari berdebat atau membagikan satu berita yang belum jelas kebenarannya di grup obrolan Anda.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 9 Menjadi pengingat utama bahwa di balik setiap azab ada keadilan, dan rahmat Allah sangat luas.
  • Ayat 83 Doa indah Nabi Ibrahim untuk meminta kebijaksanaan dan lingkungan yang baik.
  • Ayat 214 Perintah awal dakwah yang menekankan pentingnya membina keluarga sebelum masyarakat luas.

Asy-Syu'ara' · 1
﴿ 1 ﴾

طٰسۤمّۤ

Ṭā Sīm Mīm.

Ṭā Sīn Mīm.

Asy-Syu'ara' · 2
﴿ 2 ﴾

تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ

Tilka āyātul-kitābil-mubīn(i).

Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas.

Asy-Syu'ara' · 3
﴿ 3 ﴾

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ اَلَّا يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ

La‘allaka bākhi‘un nafsaka allā yakūnū mu'minīn(a).

Boleh jadi engkau (Nabi Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan) karena mereka (penduduk Makkah) tidak beriman.

Asy-Syu'ara' · 4
﴿ 4 ﴾

اِنْ نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ اٰيَةً فَظَلَّتْ اَعْنَاقُهُمْ لَهَا خٰضِعِيْنَ

In nasya' nunazzil ‘alaihim minas-samā'i āyatan fa ẓallat a‘nāquhum lahā khāḍi‘īn(a).

Jika berkehendak, niscaya Kami turunkan bukti (mukjizat) kepada mereka dari langit sehingga tengkuk mereka selalu tunduk kepadanya.

Asy-Syu'ara' · 5
﴿ 5 ﴾

وَمَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنَ الرَّحْمٰنِ مُحْدَثٍ اِلَّا كَانُوْا عَنْهُ مُعْرِضِيْنَ

Wa mā ya'tīhim min żikrim minar-raḥmāni muḥdaṡin illā kānū ‘anhu mu‘riḍīn(a).

Tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur’an) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, kecuali mereka selalu berpaling darinya.

Asy-Syu'ara' · 6
﴿ 6 ﴾

فَقَدْ كَذَّبُوْا فَسَيَأْتِيْهِمْ اَنْۢبـٰۤؤُا مَا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ

Faqad każżabū fa saya'tīhim ambā'u mā kānū bihī yastahzi'ūn(a).

Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur’an). Maka, kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan.

Asy-Syu'ara' · 7
﴿ 7 ﴾

اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الْاَرْضِ كَمْ اَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ

Awalam yarau ilal-arḍi kam ambatnā fīhā min kulli zaujin karīm(in).

Apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami telah menumbuhkan di sana segala jenis (tanaman) yang tumbuh baik?

Asy-Syu'ara' · 8
﴿ 8 ﴾

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةًۗ وَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.

Asy-Syu'ara' · 9
﴿ 9 ﴾

وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ

Inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).

Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 63, lanjutkan tema Surat Asy-Syu'ara'