← Kembali ke pelajaran
Hari 66 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-'Ankabut · 1
﴿ 1 ﴾

الٓمٓ

الٓمٓ
alif-lam-meem
Alif Laam Mim

Alif lām mīm.

Alif Lām Mīm.

Al-'Ankabut · 2
﴿ 2 ﴾

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

أَحَسِبَ
aḥasiba
Apakah mengira
ٱلنَّاسُ
l-nāsu
manusia
أَن
an
bahwa
يُتْرَكُوٓا۟
yut'rakū
mereka akan diberi tangguh
أَن
an
karena
يَقُولُوٓا۟
yaqūlū
mereka berkata
ءَامَنَّا
āmannā
Kami beriman
وَهُمْ
wahum
dan mereka
لَا
tidak akan diuji
يُفْتَنُونَ
yuf'tanūna
tidak akan diuji

Aḥasiban-nāsu ay yutrakū ay yaqūlū āmannā wa hum lā yuftanūn(a).

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji?

Al-'Ankabut · 3
﴿ 3 ﴾

وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ‌ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَـٰذِبِينَ

وَلَقَدْ
walaqad
Dan sungguh
فَتَنَّا
fatannā
Kami menguji
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
مِن
min
sebelum mereka
قَبْلِهِمْ ۖ
qablihim
sebelum mereka
فَلَيَعْلَمَنَّ
falayaʿlamanna
Dan Allah pasti akan menjelaskan
ٱللَّهُ
l-lahu
Dan Allah pasti akan menjelaskan
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
صَدَقُوا۟
ṣadaqū
(adalah) jujur
وَلَيَعْلَمَنَّ
walayaʿlamanna
dan Dia pasti akan menjelaskan
ٱلْكَـٰذِبِينَ
l-kādhibīna
para pendusta

Wa laqad fatannal-lażīna min qablihim falaya‘lamannallāhul-lażīna ṣadaqū wa laya‘lamannal-kāżibīn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta.

Al-'Ankabut · 4
﴿ 4 ﴾

أَمْ حَسِبَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔـاتِ أَن يَسْبِقُونَا‌ۚ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

أَمْ
am
Atau
حَسِبَ
ḥasiba
mengira
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
يَعْمَلُونَ
yaʿmalūna
mereka melakukan
ٱلسَّيِّـَٔاتِ
l-sayiāti
perbuatan buruk
أَن
an
bahwa
يَسْبِقُونَا ۚ
yasbiqūnā
mereka dapat mendahului Kami
سَآءَ
sāa
Jahat adalah
مَا
apa
يَحْكُمُونَ
yaḥkumūna
mereka menghakimi

Am ḥasibal-lażīna ya‘malūnas-sayyi'āti ay yasbiqūnā, sā'a mā yaḥkumūn(a).

Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? (Alangkah) buruk apa yang mereka tetapkan itu!

Al-'Ankabut · 5
﴿ 5 ﴾

مَن كَانَ يَرْجُواْ لِقَآءَ ٱللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ لَأَتٍ‌ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

مَن
man
siapa pun
كَانَ
kāna
adalah
يَرْجُوا۟
yarjū
berharap
لِقَآءَ
liqāa
pertemuan
ٱللَّهِ
l-lahi
dengan Allah
فَإِنَّ
fa-inna
maka sesungguhnya
أَجَلَ
ajala
batas waktu
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
لَـَٔاتٍۢ ۚ
laātin
sungguh akan datang
وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
ٱلسَّمِيعُ
l-samīʿu
Maha Mendengar
ٱلْعَلِيمُ
l-ʿalīmu
Yang Maha Mengetahui

Man kāna yarjū liqā'allāhi fa'inna ajalallāhi la'āt(in), wa huwas-samī‘ul-‘alīm(u).

Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Al-'Ankabut · 6
﴿ 6 ﴾

وَمَن جَـٰهَدَ فَإِنَّمَا يُجَـٰهِدُ لِنَفْسِهِۦٓ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

وَمَن
waman
Dan barangsiapa
جَـٰهَدَ
jāhada
berjuang
فَإِنَّمَا
fa-innamā
maka hanyalah
يُجَـٰهِدُ
yujāhidu
dia berjuang
لِنَفْسِهِۦٓ ۚ
linafsihi
untuk dirinya sendiri
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
لَغَنِىٌّ
laghaniyyun
Maha Kaya
عَنِ
ʿani
dari
ٱلْعَـٰلَمِينَ
l-ʿālamīna
alam semesta

Wa man jāhada fa'innamā yujāhidu linafsih(ī), innallāha laganiyyun ‘anil-‘ālamīn(a).

Siapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh (untuk berbuat kebajikan), sesungguhnya dia sedang berusaha untuk dirinya sendiri (karena manfaatnya kembali kepada dirinya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan suatu apa pun) dari alam semesta.

Al-'Ankabut · 7
﴿ 7 ﴾

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّـَٔـاتِهِمْ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَحْسَنَ ٱلَّذِى كَانُواْ يَعْمَلُونَ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
beriman
وَعَمِلُوا۟
waʿamilū
dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
l-ṣāliḥāti
amal saleh
لَنُكَفِّرَنَّ
lanukaffiranna
pasti Kami akan menghapus
عَنْهُمْ
ʿanhum
dari mereka
سَيِّـَٔاتِهِمْ
sayyiātihim
perbuatan buruk mereka
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ
walanajziyannahum
dan Kami pasti akan membalas mereka
أَحْسَنَ
aḥsana
yang terbaik
ٱلَّذِى
alladhī
apa yang
كَانُوا۟
kānū
mereka dahulu
يَعْمَلُونَ
yaʿmalūna
melakukan

Wal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lanukaffiranna ‘anhum sayyi'ātihim wa lanajziyannahum aḥsanal-lażī kānū ya‘malūn(a).

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh pasti akan Kami hapus dosa-dosanya, dan mereka pasti akan Kami beri balasan yang terbaik dari apa yang selama ini mereka kerjakan.

Al-'Ankabut · 8
﴿ 8 ﴾

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ بِوَٲلِدَيْهِ حُسْنًا‌ۖ وَإِن جَـٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ‌ۚ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

وَوَصَّيْنَا
wawaṣṣaynā
dan kami telah mewasiatkan
ٱلْإِنسَـٰنَ
l-insāna
manusia
بِوَٰلِدَيْهِ
biwālidayhi
kebaikan kepada kedua orang tuanya
حُسْنًۭا ۖ
ḥus'nan
kebaikan kepada orang tuanya
وَإِن
wa-in
Dan jika
جَـٰهَدَاكَ
jāhadāka
keduanya memaksamu
لِتُشْرِكَ
litush'rika
untuk membuatmu menyekutukan
بِى
bersama-Ku
مَا
apa
لَيْسَ
laysa
bukan
لَكَ
laka
kamu memiliki
بِهِۦ
bihi
dengannya
عِلْمٌۭ
ʿil'mun
pengetahuan
فَلَا
falā
maka jangan
تُطِعْهُمَآ ۚ
tuṭiʿ'humā
patuhi keduanya
إِلَىَّ
ilayya
Kepada-Ku
مَرْجِعُكُمْ
marjiʿukum
semua
فَأُنَبِّئُكُم
fa-unabbi-ukum
dan aku akan memberitahumu
بِمَا
bimā
tentang apa
كُنتُمْ
kuntum
kamu dahulu
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
kamu lakukan

Wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi ḥusnā(n), wa in jāhadāka litusyrika bī mā laisa laka bihī ‘ilmun falā tuṭi‘humā, ilayya marji‘ukum fa'unabbi'ukum bimā kuntum ta‘malūn(a).

Kami telah mewasiatkan (kepada) manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.

Al-'Ankabut · 9
﴿ 9 ﴾

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَنُدْخِلَنَّهُمْ فِى ٱلصَّـٰلِحِينَ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
beriman
وَعَمِلُوا۟
waʿamilū
dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ
l-ṣāliḥāti
amal saleh
لَنُدْخِلَنَّهُمْ
lanud'khilannahum
Kami pasti akan memasukkan mereka
فِى
di
ٱلصَّـٰلِحِينَ
l-ṣāliḥīna
orang-orang saleh

Wal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lanudkhilannahum fiṣ-ṣāliḥīn(a).

Orang-orang yang beriman dan beramal saleh pasti akan Kami masukkan mereka dalam (golongan) orang-orang saleh.

Al-'Ankabut · 10
﴿ 10 ﴾

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ فَإِذَآ أُوذِىَ فِى ٱللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ ٱلنَّاسِ كَعَذَابِ ٱللَّهِ وَلَئِن جَآءَ نَصْرٌ مِّن رَّبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ‌ۚ أَوَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِى صُدُورِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

وَمِنَ
wamina
Dan di antara
ٱلنَّاسِ
l-nāsi
manusia
مَن
man
siapa
يَقُولُ
yaqūlu
ia berkata
ءَامَنَّا
āmannā
Kami beriman
بِٱللَّهِ
bil-lahi
kepada Allah
فَإِذَآ
fa-idhā
Maka apabila
أُوذِىَ
ūdhiya
dia disakiti
فِى
di
ٱللَّهِ
l-lahi
jalan Allah
جَعَلَ
jaʿala
dia menganggap
فِتْنَةَ
fit'nata
cobaan
ٱلنَّاسِ
l-nāsi
manusia
كَعَذَابِ
kaʿadhābi
sebagai azab
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
وَلَئِن
wala-in
dan jika
جَآءَ
jāa
datang
نَصْرٌۭ
naṣrun
kemenangan
مِّن
min
dari
رَّبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
لَيَقُولُنَّ
layaqūlunna
pasti mereka berkata
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
كُنَّا
kunnā
kami adalah
مَعَكُمْ ۚ
maʿakum
bersama kalian
أَوَلَيْسَ
awalaysa
bukankah
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
بِأَعْلَمَ
bi-aʿlama
Maha Mengetahui
بِمَا
bimā
tentang apa
فِى
di
صُدُورِ
ṣudūri
dada
ٱلْعَـٰلَمِينَ
l-ʿālamīna
alam semesta

Wa minan-nāsi may yaqūlu āmannā billāhi fa'iżā ūżiya fillāhi ja‘ala fitnatan-nāsi ka‘ażābillāh(i), wa la'in jā'a naṣrum mir rabbika layaqūlunna innā kunnā ma‘akum, awa laisallāhu bi'a‘lama bimā fī ṣudūril-‘ālamīn(a).

Di antara manusia ada yang berkata, “Kami beriman kepada Allah,” tetapi apabila dia disakiti karena (dia beriman kepada) Allah, dia menganggap cobaan manusia itu seperti siksaan Allah. Akan tetapi, jika datang pertolongan dari Tuhanmu, pasti mereka akan berkata, “Sesungguhnya kami bersama kamu.” Bukankah Allah paling mengetahui apa yang ada di dalam dada semua manusia?