← Kembali ke pelajaran
Hari 104 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Mulk · 1
﴿ 1 ﴾

تَبَـٰرَكَ ٱلَّذِى بِيَدِهِ ٱلْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

تَبَـٰرَكَ
tabāraka
Maha Berkah
ٱلَّذِى
alladhī
Dia
بِيَدِهِ
biyadihi
di Tangan-Nya
ٱلْمُلْكُ
l-mul'ku
adalah kerajaan
وَهُوَ
wahuwa
dan Dia
عَلَىٰ
ʿalā
atas
كُلِّ
kulli
setiap
شَىْءٍۢ
shayin
sesuatu
قَدِيرٌ
qadīrun
Maha Kuasa

Tabārakal-lażī biyadihil-mulk(u), wa huwa ‘alā kulli syai'in qadīr(un).

Maha Berkah Zat yang menguasai (segala) kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,

Al-Mulk · 2
﴿ 2 ﴾

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٲةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً‌ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

ٱلَّذِى
alladhī
Dia Yang
خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
ٱلْمَوْتَ
l-mawta
kematian
وَٱلْحَيَوٰةَ
wal-ḥayata
dan kehidupan
لِيَبْلُوَكُمْ
liyabluwakum
agar Dia menguji kalian
أَيُّكُمْ
ayyukum
siapa di antara kalian
أَحْسَنُ
aḥsanu
yang terbaik
عَمَلًۭا ۚ
ʿamalan
dalam perbuatan
وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Yang Maha Perkasa
ٱلْغَفُورُ
l-ghafūru
Yang Maha Pengampun

Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā(n), wa huwal-‘azīzul-gafūr(u).

yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Al-Mulk · 3
﴿ 3 ﴾

ٱلَّذِى خَلَقَ سَبْعَ سَمَـٰوَٲتٍ طِبَاقًا‌ۖ مَّا تَرَىٰ فِى خَلْقِ ٱلرَّحْمَـٰنِ مِن تَفَـٰوُتٍ‌ۖ فَٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ

ٱلَّذِى
alladhī
Dia Yang
خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
سَبْعَ
sabʿa
tujuh
سَمَـٰوَٰتٍۢ
samāwātin
langit
طِبَاقًۭا ۖ
ṭibāqan
bertingkat-tingkat
مَّا
Tidak
تَرَىٰ
tarā
kamu lihat
فِى
di
خَلْقِ
khalqi
penciptaan
ٱلرَّحْمَـٰنِ
l-raḥmāni
Yang Maha Pengasih
مِن
min
apa pun
تَفَـٰوُتٍۢ ۖ
tafāwutin
cacat
فَٱرْجِعِ
fa-ir'jiʿi
maka kembalilah
ٱلْبَصَرَ
l-baṣara
penglihatan
هَلْ
hal
dapatkah
تَرَىٰ
tarā
kamu lihat
مِن
min
apa pun
فُطُورٍۢ
fuṭūrin
cacat

Allażī khalaqa sab‘a samāwātin ṭibāqā(n), mā tarā fī khalqir-raḥmāni min tafāwut(in), farji‘il-baṣara hal tarā min fuṭūr(in).

(Dia juga) yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu tidak akan melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih ketidakseimbangan sedikit pun. Maka, lihatlah sekali lagi! Adakah kamu melihat suatu cela?

Al-Mulk · 4
﴿ 4 ﴾

ثُمَّ ٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ ٱلْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
ٱرْجِعِ
ir'jiʿi
kembalilah
ٱلْبَصَرَ
l-baṣara
penglihatan
كَرَّتَيْنِ
karratayni
dua kali
يَنقَلِبْ
yanqalib
akan kembali
إِلَيْكَ
ilayka
kepadamu
ٱلْبَصَرُ
l-baṣaru
penglihatan
خَاسِئًۭا
khāsi-an
terhina
وَهُوَ
wahuwa
padahal itu
حَسِيرٌۭ
ḥasīrun
lelah

Ṡummarji‘il-baṣara karrataini yanqalib ilaikal-baṣaru khāsi'aw wa huwa ḥasīr(un).

Kemudian, lihatlah sekali lagi (dan) sekali lagi (untuk mencari cela dalam ciptaan Allah), niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dengan kecewa dan dalam keadaan letih (karena tidak menemukannya).

Al-Mulk · 5
﴿ 5 ﴾

وَلَقَدْ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنْيَا بِمَصَـٰبِيحَ وَجَعَلْنَـٰهَا رُجُومًا لِّلشَّيَـٰطِينِ‌ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ

وَلَقَدْ
walaqad
Dan sungguh
زَيَّنَّا
zayyannā
Kami telah memperindah
ٱلسَّمَآءَ
l-samāa
langit
ٱلدُّنْيَا
l-dun'yā
terdekat
بِمَصَـٰبِيحَ
bimaṣābīḥa
dengan lampu-lampu
وَجَعَلْنَـٰهَا
wajaʿalnāhā
dan Kami telah menjadikannya
رُجُومًۭا
rujūman
sebagai lemparan
لِّلشَّيَـٰطِينِ ۖ
lilshayāṭīni
untuk setan-setan
وَأَعْتَدْنَا
wa-aʿtadnā
dan Kami telah menyiapkan
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
عَذَابَ
ʿadhāba
azab
ٱلسَّعِيرِ
l-saʿīri
Neraka

Wa laqad zayyannas-samā'ad-dun-yā bimaṣābīḥa wa ja‘alnāhā rujūmal lisy-syayāṭīni wa a‘tadnā lahum ‘ażābas-sa‘īr(i).

Sungguh, Kami benar-benar telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang, menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar terhadap setan, dan menyediakan bagi mereka (setan-setan itu) azab (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).

Al-Mulk · 6
﴿ 6 ﴾

وَلِلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ‌ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

وَلِلَّذِينَ
walilladhīna
dan bagi mereka yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka ingkar
بِرَبِّهِمْ
birabbihim
kepada Tuhan mereka
عَذَابُ
ʿadhābu
adalah azab
جَهَنَّمَ ۖ
jahannama
neraka Jahanam
وَبِئْسَ
wabi'sa
dan alangkah buruknya
ٱلْمَصِيرُ
l-maṣīru
tempat kembali

Wa lil-lażīna kafarū birabbihim ‘ażābu jahannam(a), wa bi'sal-maṣīr(u).

Orang-orang yang kufur kepada Tuhannya akan mendapat azab (neraka) Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali.

Al-Mulk · 7
﴿ 7 ﴾

إِذَآ أُلْقُواْ فِيهَا سَمِعُواْ لَهَا شَهِيقًا وَهِىَ تَفُورُ

إِذَآ
idhā
Ketika
أُلْقُوا۟
ul'qū
mereka dilemparkan
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
سَمِعُوا۟
samiʿū
mereka akan mendengar
لَهَا
lahā
darinya
شَهِيقًۭا
shahīqan
tarikan napas
وَهِىَ
wahiya
sementara itu
تَفُورُ
tafūru
mendidih

Iżā ulqū fīhā sami‘ū lahā syahīqaw wa hiya tafūr(u).

Apabila dilemparkan ke dalamnya (neraka), mereka pasti mendengar suaranya yang mengerikan saat ia membara.

Al-Mulk · 8
﴿ 8 ﴾

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلْغَيْظِ‌ۖ كُلَّمَآ أُلْقِىَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ

تَكَادُ
takādu
hampir
تَمَيَّزُ
tamayyazu
meledak
مِنَ
mina
dari
ٱلْغَيْظِ ۖ
l-ghayẓi
kemarahan
كُلَّمَآ
kullamā
anak sapi
أُلْقِىَ
ul'qiya
dilemparkan
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
فَوْجٌۭ
fawjun
sekelompok
سَأَلَهُمْ
sa-alahum
akan bertanya kepada mereka
خَزَنَتُهَآ
khazanatuhā
penjaganya
أَلَمْ
alam
Tidakkah
يَأْتِكُمْ
yatikum
datang kepadamu
نَذِيرٌۭ
nadhīrun
seorang pemberi peringatan

Takādu tamayyazu minal-gaiẓ(i), kullamā ulqiya fīhā faujun sa'alahum khazanatuhā alam ya'tikum nażīr(un).

(Neraka itu) hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaganya bertanya kepada mereka, “Tidak pernahkah seorang pemberi peringatan datang kepadamu (di dunia)?”

Al-Mulk · 9
﴿ 9 ﴾

قَالُواْ بَلَىٰ قَدْ جَآءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِى ضَلَـٰلٍ كَبِيرٍ

قَالُوا۟
qālū
Mereka akan berkata
بَلَىٰ
balā
Ya
قَدْ
qad
sungguh
جَآءَنَا
jāanā
datang kepada kami
نَذِيرٌۭ
nadhīrun
seorang pemberi peringatan
فَكَذَّبْنَا
fakadhabnā
tetapi kami mendustakan
وَقُلْنَا
waqul'nā
dan Kami berkata
مَا
Bukan
نَزَّلَ
nazzala
telah menurunkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
مِن
min
apa pun
شَىْءٍ
shayin
sesuatu
إِنْ
in
Tidaklah
أَنتُمْ
antum
kalian
إِلَّا
illā
melainkan
فِى
di
ضَلَـٰلٍۢ
ḍalālin
kesesatan
كَبِيرٍۢ
kabīrin
besar

Qālū balā qad jā'anā nażīr(un), fa każżabnā wa qulnā mā nazzalallāhu min syai'(in), in antum illā fī ḍalālin kabīr(in).

Mereka menjawab, “Pernah! Sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(-nya) dan mengatakan, ‘Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun.’” (Para malaikat berkata,) “Kamu tidak lain hanyalah (berada) dalam kesesatan yang besar.”

Al-Mulk · 10
﴿ 10 ﴾

وَقَالُواْ لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِىٓ أَصْحَـٰبِ ٱلسَّعِيرِ

وَقَالُوا۟
waqālū
Dan mereka akan berkata
لَوْ
law
Jika
كُنَّا
kunnā
kami memiliki
نَسْمَعُ
nasmaʿu
mendengarkan
أَوْ
aw
atau
نَعْقِلُ
naʿqilu
kami memikirkan
مَا
tidak
كُنَّا
kunnā
kami akan menjadi
فِىٓ
di antara
أَصْحَـٰبِ
aṣḥābi
para penghuni
ٱلسَّعِيرِ
l-saʿīri
Neraka

Wa qālū lau kunnā nasma‘u au na‘qilu mā kunnā fī aṣḥābis-sa‘īr(i).

Mereka juga berkata, “Andaikan dahulu kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), tentulah kami tidak termasuk ke dalam (golongan) para penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).”

Al-Mulk · 11
﴿ 11 ﴾

فَٱعْتَرَفُواْ بِذَنۢبِهِمْ فَسُحْقًا لِّأَصْحَـٰبِ ٱلسَّعِيرِ

فَٱعْتَرَفُوا۟
fa-iʿ'tarafū
Kemudian mereka (akan) mengakui
بِذَنۢبِهِمْ
bidhanbihim
dosa-dosa mereka
فَسُحْقًۭا
fasuḥ'qan
maka celakalah
لِّأَصْحَـٰبِ
li-aṣḥābi
para sahabat
ٱلسَّعِيرِ
l-saʿīri
Neraka

Fa‘tarafū biżambihim, fasuḥqal li'aṣḥābis-sa‘īr(i).

Mereka mengakui dosanya (saat penyesalan tidak lagi bermanfaat). Maka, jauhlah (dari rahmat Allah) bagi para penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala) itu.

Al-Mulk · 12
﴿ 12 ﴾

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
يَخْشَوْنَ
yakhshawna
mereka takut
رَبَّهُم
rabbahum
Tuhan mereka
بِٱلْغَيْبِ
bil-ghaybi
yang gaib
لَهُم
lahum
bagi mereka
مَّغْفِرَةٌۭ
maghfiratun
(adalah) ampunan
وَأَجْرٌۭ
wa-ajrun
dan pahala
كَبِيرٌۭ
kabīrun
besar

Innal-lażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrun kabīr(un).

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya dengan tanpa melihat-Nya akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

Al-Mulk · 13
﴿ 13 ﴾

وَأَسِرُّواْ قَوْلَكُمْ أَوِ ٱجْهَرُواْ بِهِۦٓ‌ۖ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

وَأَسِرُّوا۟
wa-asirrū
Dan sembunyikanlah
قَوْلَكُمْ
qawlakum
ucapan kalian
أَوِ
awi
atau
ٱجْهَرُوا۟
ij'harū
umumkanlah
بِهِۦٓ ۖ
bihi
dengannya
إِنَّهُۥ
innahu
Sesungguhnya Dia
عَلِيمٌۢ
ʿalīmun
Maha Mengetahui
بِذَاتِ
bidhāti
dari apa (yang ada di)
ٱلصُّدُورِ
l-ṣudūri
dada

Wa asirrū qaulakum awijharū bih(ī), innahū ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).

Rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

Al-Mulk · 14
﴿ 14 ﴾

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ

أَلَا
alā
tidakkah
يَعْلَمُ
yaʿlamu
mengetahui
مَنْ
man
orang yang
خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
ٱللَّطِيفُ
l-laṭīfu
(adalah) Yang Maha Halus
ٱلْخَبِيرُ
l-khabīru
Yang Maha Mengetahui

Alā ya‘lamu man khalaq(a), wa huwal-laṭīful-khabīr(u).

Apakah (pantas) Zat yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia (juga) Maha Halus lagi Maha Mengetahui?

Al-Mulk · 15
﴿ 15 ﴾

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولاً فَٱمْشُواْ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُواْ مِن رِّزْقِهِۦ‌ۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ

هُوَ
huwa
Dia
ٱلَّذِى
alladhī
adalah Dia yang
جَعَلَ
jaʿala
menjadikan
لَكُمُ
lakumu
bagi kalian
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi
ذَلُولًۭا
dhalūlan
tunduk
فَٱمْشُوا۟
fa-im'shū
maka berjalanlah
فِى
di
مَنَاكِبِهَا
manākibihā
jalan-jalannya
وَكُلُوا۟
wakulū
dan makanlah
مِن
min
dari
رِّزْقِهِۦ ۖ
riz'qihi
rezeki-Nya
وَإِلَيْهِ
wa-ilayhi
dan kepada-Nya
ٱلنُّشُورُ
l-nushūru
adalah kebangkitan

Huwal-lażī ja‘ala lakumul-arḍa żalūlan famsyū fī manākibihā wa kulū mir rizqih(ī), wa ilaihin-nusyūr(u).

Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

Al-Mulk · 16
﴿ 16 ﴾

ءَأَمِنتُم مَّن فِى ٱلسَّمَآءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ ٱلْأَرْضَ فَإِذَا هِىَ تَمُورُ

ءَأَمِنتُم
a-amintum
Apakah kamu merasa aman
مَّن
man
dari Dia yang
فِى
di
ٱلسَّمَآءِ
l-samāi
langit
أَن
an
Tidak
يَخْسِفَ
yakhsifa
Dia akan menenggelamkan
بِكُمُ
bikumu
kalian
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi
فَإِذَا
fa-idhā
maka ketika
هِىَ
hiya
itu
تَمُورُ
tamūru
bergoyang

A'amintum man fis-samā'i ay yakhsifa bikumul-arḍa fa'iżā hiya tamūr(u).

Sudah merasa amankah kamu dari Zat yang di langit, yaitu (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya bersama kamu ketika tiba-tiba ia terguncang?

Al-Mulk · 17
﴿ 17 ﴾

أَمْ أَمِنتُم مَّن فِى ٱلسَّمَآءِ أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا‌ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ

أَمْ
am
Atau
أَمِنتُم
amintum
apakah kalian merasa aman
مَّن
man
dari Dia yang
فِى
di
ٱلسَّمَآءِ
l-samāi
langit
أَن
an
bahwa
يُرْسِلَ
yur'sila
Dia akan mengirim
عَلَيْكُمْ
ʿalaykum
atas kamu
حَاصِبًۭا ۖ
ḥāṣiban
badai batu
فَسَتَعْلَمُونَ
fasataʿlamūna
maka kamu akan tahu
كَيْفَ
kayfa
bagaimana
نَذِيرِ
nadhīri
peringatan-Ku

Am amintum man fis-samā'i ay yursila ‘alaikum ḥāṣibā(n), fa sata‘lamūna kaifa nażīr(i).

Atau, sudah merasa amankah kamu dari Zat yang di langit, yaitu (dari bencana) dikirimkannya badai batu oleh-Nya kepadamu? Kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.

Al-Mulk · 18
﴿ 18 ﴾

وَلَقَدْ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

وَلَقَدْ
walaqad
Dan sungguh
كَذَّبَ
kadhaba
mendustakan
ٱلَّذِينَ
alladhīna
mereka
مِن
min
dari
قَبْلِهِمْ
qablihim
sebelum mereka
فَكَيْفَ
fakayfa
maka bagaimana
كَانَ
kāna
adalah
نَكِيرِ
nakīri
penolakan-Ku

Wa laqad każżabal-lażīna min qablihim fakaifa kāna nakīr(i).

Sungguh, orang-orang sebelum mereka pun benar-benar telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka, betapa hebatnya kemurkaan-Ku!

Al-Mulk · 19
﴿ 19 ﴾

أَوَلَمْ يَرَوْاْ إِلَى ٱلطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَـٰٓفَّـٰتٍ وَيَقْبِضْنَ‌ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحْمَـٰنُ‌ۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَىْءِۭ بَصِيرٌ

أَوَلَمْ
awalam
Tidakkah
يَرَوْا۟
yaraw
mereka melihat
إِلَى
ilā
kepada
ٱلطَّيْرِ
l-ṭayri
burung-burung
فَوْقَهُمْ
fawqahum
di atas mereka
صَـٰٓفَّـٰتٍۢ
ṣāffātin
membentangkan (sayapnya)
وَيَقْبِضْنَ ۚ
wayaqbiḍ'na
dan melipat
مَا
Bukan
يُمْسِكُهُنَّ
yum'sikuhunna
menahan mereka
إِلَّا
illā
kecuali
ٱلرَّحْمَـٰنُ ۚ
l-raḥmānu
Yang Maha Pengasih
إِنَّهُۥ
innahu
Sesungguhnya Dia
بِكُلِّ
bikulli
dari setiap
شَىْءٍۭ
shayin
sesuatu
بَصِيرٌ
baṣīrun
Maha Melihat

Awalam yarau ilaṭ-ṭairi fauqahum ṣāffātiw wa yaqbiḍn(a), mā yumsikuhunna illar-raḥmān(u), innahū bikulli syai'im baṣīr(un).

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.

Al-Mulk · 20
﴿ 20 ﴾

أَمَّنْ هَـٰذَا ٱلَّذِى هُوَ جُندٌ لَّكُمْ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ ٱلرَّحْمَـٰنِ‌ۚ إِنِ ٱلْكَـٰفِرُونَ إِلَّا فِى غُرُورٍ

أَمَّنْ
amman
siapa
هَـٰذَا
hādhā
ini
ٱلَّذِى
alladhī
yang
هُوَ
huwa
dia
جُندٌۭ
jundun
adalah tentara
لَّكُمْ
lakum
bagi kalian
يَنصُرُكُم
yanṣurukum
untuk menolongmu
مِّن
min
dari
دُونِ
dūni
selain
ٱلرَّحْمَـٰنِ ۚ
l-raḥmāni
Yang Maha Pengasih
إِنِ
ini
Bukan
ٱلْكَـٰفِرُونَ
l-kāfirūna
orang-orang kafir
إِلَّا
illā
melainkan
فِى
di
غُرُورٍ
ghurūrin
tipuan

Am man hāżal-lażī huwa jundul lakum yanṣurukum min dūnir-raḥmān(i), inil-kāfirūna illā fī gurūr(in).

Atau, siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat menolongmu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.

Al-Mulk · 21
﴿ 21 ﴾

أَمَّنْ هَـٰذَا ٱلَّذِى يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُۥ‌ۚ بَل لَّجُّواْ فِى عُتُوٍّ وَنُفُورٍ

أَمَّنْ
amman
siapa
هَـٰذَا
hādhā
ini
ٱلَّذِى
alladhī
yang
يَرْزُقُكُمْ
yarzuqukum
untuk memberimu rezeki
إِنْ
in
jika
أَمْسَكَ
amsaka
dia menahan
رِزْقَهُۥ ۚ
riz'qahu
rezeki-Nya
بَل
bal
Bahkan
لَّجُّوا۟
lajjū
mereka berkeras
فِى
di
عُتُوٍّۢ
ʿutuwwin
kesombongan
وَنُفُورٍ
wanufūrin
dan keengganan

Am man hāżal-lażī yarzuqukum in amsaka rizqah(ū), bal lajjū fī ‘utuwwiw wa nufūr(in).

Atau, siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Sebaliknya, mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).

Al-Mulk · 22
﴿ 22 ﴾

أَفَمَن يَمْشِى مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِۦٓ أَهْدَىٰٓ أَمَّن يَمْشِى سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَٲطٍ مُّسْتَقِيمٍ

أَفَمَن
afaman
maka apakah orang yang
يَمْشِى
yamshī
berjalan
مُكِبًّا
mukibban
terjatuh
عَلَىٰ
ʿalā
atas
وَجْهِهِۦٓ
wajhihi
wajahnya
أَهْدَىٰٓ
ahdā
lebih terbimbing
أَمَّن
amman
atau siapa
يَمْشِى
yamshī
berjalan
سَوِيًّا
sawiyyan
lurus
عَلَىٰ
ʿalā
atas
صِرَٰطٍۢ
ṣirāṭin
Jalan
مُّسْتَقِيمٍۢ
mus'taqīmin
lurus

Afamay yamsyī mukibban ‘alā wajhihī ahdā ammay yamsyī sawiyyan ‘alā ṣirāṭim mustaqīm(in).

Apakah orang yang berjalan dengan wajah tertelungkup itu lebih mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?

Al-Mulk · 23
﴿ 23 ﴾

قُلْ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْــِٔدَةَ‌ۖ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ

قُلْ
qul
Katakanlah
هُوَ
huwa
Dia
ٱلَّذِىٓ
alladhī
Dialah yang
أَنشَأَكُمْ
ansha-akum
Dia menciptakan kamu
وَجَعَلَ
wajaʿala
dan menjadikan
لَكُمُ
lakumu
bagi kalian
ٱلسَّمْعَ
l-samʿa
pendengaran
وَٱلْأَبْصَـٰرَ
wal-abṣāra
dan penglihatan
وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۖ
wal-afidata
dan perasaan
قَلِيلًۭا
qalīlan
Sedikit
مَّا
adalah apa
تَشْكُرُونَ
tashkurūna
kalian bersyukur

Qul huwal-lażī ansya'akum wa ja‘ala lakumus-sam‘a wal-abṣāra wal-af'idah(ta), qalīlam mā tasykurūn(a).

Katakanlah, “Dialah Zat yang menciptakanmu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur.”

Al-Mulk · 24
﴿ 24 ﴾

قُلْ هُوَ ٱلَّذِى ذَرَأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

قُلْ
qul
Katakanlah
هُوَ
huwa
Dia
ٱلَّذِى
alladhī
adalah Dia yang
ذَرَأَكُمْ
dhara-akum
Dia memperbanyak kamu
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
وَإِلَيْهِ
wa-ilayhi
dan kepada-Nya
تُحْشَرُونَ
tuḥ'sharūna
kamu akan dikumpulkan

Qul huwal-lażī żara'akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarūn(a).

Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”

Al-Mulk · 25
﴿ 25 ﴾

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ

وَيَقُولُونَ
wayaqūlūna
Dan mereka berkata
مَتَىٰ
matā
Kapan
هَـٰذَا
hādhā
ini
ٱلْوَعْدُ
l-waʿdu
janji
إِن
in
jika
كُنتُمْ
kuntum
kalian adalah
صَـٰدِقِينَ
ṣādiqīna
orang-orang yang benar

Wa yaqūlūna matā hāżal-wa‘du in kuntum ṣādiqīn(a).

Mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji (azab) ini jika kamu orang-orang benar?”

Al-Mulk · 26
﴿ 26 ﴾

قُلْ إِنَّمَا ٱلْعِلْمُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۟ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

قُلْ
qul
Katakanlah
إِنَّمَا
innamā
Hanya
ٱلْعِلْمُ
l-ʿil'mu
ilmu
عِندَ
ʿinda
(adalah) di sisi
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
وَإِنَّمَآ
wa-innamā
dan hanya
أَنَا۠
anā
aku
نَذِيرٌۭ
nadhīrun
seorang pemberi peringatan
مُّبِينٌۭ
mubīnun
jelas

Qul innamal-‘ilmu ‘indallāh(i), wa innamā ana nażīrum mubīn(un).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas.”

Al-Mulk · 27
﴿ 27 ﴾

فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيٓــَٔتْ وُجُوهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَقِيلَ هَـٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ

فَلَمَّا
falammā
Tetapi ketika
رَأَوْهُ
ra-awhu
mereka akan melihatnya
زُلْفَةًۭ
zul'fatan
mendekat
سِيٓـَٔتْ
sīat
akan sengsara
وُجُوهُ
wujūhu
wajah-wajah
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka ingkar
وَقِيلَ
waqīla
dan dikatakan
هَـٰذَا
hādhā
Ini
ٱلَّذِى
alladhī
adalah yang
كُنتُم
kuntum
Kalian dulu
بِهِۦ
bihi
untuknya
تَدَّعُونَ
taddaʿūna
memanggil

Falammā ra'auhu zulfatan sī'at wujūhul-lażīna kafarū wa qīla hāżal-lażī kuntum bihī tadda‘ūn(a).

Ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dikatakan (kepada mereka), “Ini adalah (sesuatu) yang dahulu kamu selalu mengaku (bahwa kamu tidak akan dibangkitkan).”

Al-Mulk · 28
﴿ 28 ﴾

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِىَ ٱللَّهُ وَمَن مَّعِىَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَن يُجِيرُ ٱلْكَـٰفِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

قُلْ
qul
Katakanlah
أَرَءَيْتُمْ
ara-aytum
sudahkah kamu melihat
إِنْ
in
jika
أَهْلَكَنِىَ
ahlakaniya
menghancurkanku
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
وَمَن
waman
dan barangsiapa
مَّعِىَ
maʿiya
bersamaku
أَوْ
aw
atau
رَحِمَنَا
raḥimanā
mengasihi kami
فَمَن
faman
maka siapa
يُجِيرُ
yujīru
dapat melindungi
ٱلْكَـٰفِرِينَ
l-kāfirīna
orang-orang kafir
مِنْ
min
dari
عَذَابٍ
ʿadhābin
siksaan
أَلِيمٍۢ
alīmin
pedih

Qul ara'aitum in ahlakaniyallāhu wa mam ma‘iya au raḥimanā, famay yujīrul-kāfirīna min ‘ażābin alīm(in).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami (dengan memperpanjang umur kami,) lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?”

Al-Mulk · 29
﴿ 29 ﴾

قُلْ هُوَ ٱلرَّحْمَـٰنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا‌ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ

قُلْ
qul
Katakanlah
هُوَ
huwa
Dia
ٱلرَّحْمَـٰنُ
l-raḥmānu
adalah Yang Maha Pengasih
ءَامَنَّا
āmannā
kami beriman
بِهِۦ
bihi
padanya
وَعَلَيْهِ
waʿalayhi
dan atas-Nya
تَوَكَّلْنَا ۖ
tawakkalnā
kami bertawakal
فَسَتَعْلَمُونَ
fasataʿlamūna
Maka kamu akan tahu
مَنْ
man
siapa
هُوَ
huwa
apakah itu
فِى
yang ada di
ضَلَـٰلٍۢ
ḍalālin
kesesatan
مُّبِينٍۢ
mubīnin
yang nyata

Qul huwar-raḥmānu āmannā bihī wa ‘alaihi tawakkalnā, fasata‘lamūna man huwa fī ḍalālim mubīn(in).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Zat Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan hanya kepada-Nya kami bertawakal. Kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata.”

Al-Mulk · 30
﴿ 30 ﴾

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَآؤُكُمْ غَوْرًا فَمَن يَأْتِيكُم بِمَآءٍ مَّعِينِۭ

قُلْ
qul
Katakanlah
أَرَءَيْتُمْ
ara-aytum
sudahkah kamu melihat
إِنْ
in
jika
أَصْبَحَ
aṣbaḥa
menjadi
مَآؤُكُمْ
māukum
airmu
غَوْرًۭا
ghawran
tenggelam
فَمَن
faman
maka siapa
يَأْتِيكُم
yatīkum
dapat membawakan kalian
بِمَآءٍۢ
bimāin
air
مَّعِينٍۭ
maʿīnin
mengalir

Qul ara'aitum in aṣbaḥa mā'ukum gauran famay ya'tīkum bimā'im ma‘īn(in).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika (sumber) air kamu surut ke dalam tanah, siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”