← Kembali ke pelajaran
Hari 109 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Jinn · 1
﴿ 1 ﴾

قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ ٱسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَقَالُوٓاْ إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًا

قُلْ
qul
Katakanlah
أُوحِىَ
ūḥiya
Telah diwahyukan
إِلَىَّ
ilayya
kepadaku
أَنَّهُ
annahu
bahwa
ٱسْتَمَعَ
is'tamaʿa
mendengar
نَفَرٌۭ
nafarun
sekelompok
مِّنَ
mina
dari
ٱلْجِنِّ
l-jini
jin
فَقَالُوٓا۟
faqālū
lalu mereka berkata
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
سَمِعْنَا
samiʿ'nā
kami mendengar
قُرْءَانًا
qur'ānan
sebuah Quran
عَجَبًۭا
ʿajaban
menakjubkan

Qul ūḥiya ilayya annahustama‘a nafarum minal-jinni fa qālū innā sami‘nā qur'ānan ‘ajabā(n).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an yang kubaca).” Lalu, mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan,

Al-Jinn · 2
﴿ 2 ﴾

يَهْدِىٓ إِلَى ٱلرُّشْدِ فَـَٔـامَنَّا بِهِۦ‌ۖ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدًا

يَهْدِىٓ
yahdī
ia membimbing
إِلَى
ilā
kepada
ٱلرُّشْدِ
l-rush'di
jalan yang benar
فَـَٔامَنَّا
faāmannā
maka kami beriman
بِهِۦ ۖ
bihi
di dalamnya
وَلَن
walan
dan tidak akan pernah
نُّشْرِكَ
nush'rika
kami akan menyekutukan
بِرَبِّنَآ
birabbinā
dengan Tuhan kami
أَحَدًۭا
aḥadan
siapapun

Yahdī ilar-rusydi fa'āmannā bih(ī), wa lan nusyrika birabbinā aḥadā(n).

yang memberi petunjuk pada kebenaran, sehingga kami pun beriman padanya dan tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami.

Al-Jinn · 3
﴿ 3 ﴾

وَأَنَّهُۥ تَعَـٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَـٰحِبَةً وَلَا وَلَدًا

وَأَنَّهُۥ
wa-annahu
dan bahwa Dia
تَعَـٰلَىٰ
taʿālā
Maha Tinggi
جَدُّ
jaddu
Kebesaran
رَبِّنَا
rabbinā
Tuhan kami
مَا
tidak
ٱتَّخَذَ
ittakhadha
Dia telah mengambil
صَـٰحِبَةًۭ
ṣāḥibatan
seorang istri
وَلَا
walā
dan tidak
وَلَدًۭا
waladan
seorang putra

Wa annahū ta‘ālā jaddu rabbinā mattakhaża ṣāḥibataw wa lā waladā(n).

Sesungguhnya Maha Tinggi keagungan Tuhan kami. Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak.

Al-Jinn · 4
﴿ 4 ﴾

وَأَنَّهُۥ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطًا

وَأَنَّهُۥ
wa-annahu
dan bahwa dia
كَانَ
kāna
adalah
يَقُولُ
yaqūlu
berbicara
سَفِيهُنَا
safīhunā
orang bodoh di antara kami
عَلَى
ʿalā
terhadap
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
شَطَطًۭا
shaṭaṭan
pelanggaran yang berlebihan

Wa annahū kāna yaqūlu safīhunā ‘alallāhi syaṭaṭā(n).

Sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah.

Al-Jinn · 5
﴿ 5 ﴾

وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن تَقُولَ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا

وَأَنَّا
wa-annā
Dan bahwa kami
ظَنَنَّآ
ẓanannā
kami kira
أَن
an
bahwa
لَّن
lan
tidak akan
تَقُولَ
taqūla
akan berkata
ٱلْإِنسُ
l-insu
manusia
وَٱلْجِنُّ
wal-jinu
dan jin
عَلَى
ʿalā
terhadap
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
كَذِبًۭا
kadhiban
kebohongan

Wa annā ẓanannā allan taqūlal-insu wal-jinnu ‘alallāhi każibā(n).

Sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.”

Al-Jinn · 6
﴿ 6 ﴾

وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ ٱلْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

وَأَنَّهُۥ
wa-annahu
dan bahwa
كَانَ
kāna
ada
رِجَالٌۭ
rijālun
laki-laki
مِّنَ
mina
di antara
ٱلْإِنسِ
l-insi
manusia
يَعُوذُونَ
yaʿūdhūna
yang mencari perlindungan
بِرِجَالٍۢ
birijālin
pada laki-laki
مِّنَ
mina
dari
ٱلْجِنِّ
l-jini
jin
فَزَادُوهُمْ
fazādūhum
maka mereka menambah mereka
رَهَقًۭا
rahaqan
beban

Wa annahū kāna rijālum minal insi ya‘ūżūna birijālim minal-jinni fa zādūhum rahaqā(n).

Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari (kalangan) manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.

Al-Jinn · 7
﴿ 7 ﴾

وَأَنَّهُمْ ظَنُّواْ كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ ٱللَّهُ أَحَدًا

وَأَنَّهُمْ
wa-annahum
dan bahwa mereka
ظَنُّوا۟
ẓannū
mereka mengira
كَمَا
kamā
sebagaimana
ظَنَنتُمْ
ẓanantum
kalian mengira
أَن
an
bahwa
لَّن
lan
tidak akan
يَبْعَثَ
yabʿatha
akan membangkitkan
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
أَحَدًۭا
aḥadan
siapapun

Wa annahum ẓannū kamā ẓanantum allay yab‘aṡallāhu aḥadā(n).

Sesungguhnya mereka (jin) mengira sebagaimana kamu (orang musyrik Makkah) mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat).

Al-Jinn · 8
﴿ 8 ﴾

وَأَنَّا لَمَسْنَا ٱلسَّمَآءَ فَوَجَدْنَـٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

وَأَنَّا
wa-annā
Dan bahwa kami
لَمَسْنَا
lamasnā
kami sentuh
ٱلسَّمَآءَ
l-samāa
langit
فَوَجَدْنَـٰهَا
fawajadnāhā
tetapi kami menemukannya
مُلِئَتْ
muli-at
dipenuhi
حَرَسًۭا
ḥarasan
penjaga
شَدِيدًۭا
shadīdan
keras
وَشُهُبًۭا
washuhuban
dan panah-panah api

Wa annā lamasnas-samā'a fa wajadnāhā muli'at ḥarasan syadīdaw wa syuhubā(n).

(Jin berkata lagi,) “Sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit. Maka, kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api.

Al-Jinn · 9
﴿ 9 ﴾

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَـٰعِدَ لِلسَّمْعِ‌ۖ فَمَن يَسْتَمِعِ ٱلْأَنَ يَجِدْ لَهُۥ شِهَابًا رَّصَدًا

وَأَنَّا
wa-annā
Dan bahwa kami
كُنَّا
kunnā
kami biasa
نَقْعُدُ
naqʿudu
duduk
مِنْهَا
min'hā
di dalamnya
مَقَـٰعِدَ
maqāʿida
posisi
لِلسَّمْعِ ۖ
lilssamʿi
untuk pendengaran
فَمَن
faman
tetapi siapa
يَسْتَمِعِ
yastamiʿi
mendengar
ٱلْـَٔانَ
l-āna
sekarang
يَجِدْ
yajid
akan menemukan
لَهُۥ
lahu
baginya
شِهَابًۭا
shihāban
api yang menyala
رَّصَدًۭا
raṣadan
menunggu

Wa annā kunnā naq‘udu minhā maqā‘ida lis-sam‘(i), famay yastami‘il-āna yajid lahū syihābar raṣadā(n).

Sesungguhnya kami (jin) dahulu selalu menduduki beberapa tempat (di langit) untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Akan tetapi, sekarang siapa yang (mencoba) mencuri dengar pasti akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

Al-Jinn · 10
﴿ 10 ﴾

وَأَنَّا لَا نَدْرِىٓ أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَن فِى ٱلْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا

وَأَنَّا
wa-annā
Dan bahwa kami
لَا
tidak
نَدْرِىٓ
nadrī
kami tahu
أَشَرٌّ
asharrun
apakah kejahatan
أُرِيدَ
urīda
dimaksudkan
بِمَن
biman
bagi mereka yang
فِى
ada di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
أَمْ
am
atau
أَرَادَ
arāda
menghendaki
بِهِمْ
bihim
bagi mereka
رَبُّهُمْ
rabbuhum
Tuhan mereka
رَشَدًۭا
rashadan
jalan yang benar

Wa annā lā nadrī asyarrun urīda biman fil-arḍi am arāda bihim rabbuhum rasyadā(n).

Sesungguhnya kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki terhadap siapa yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan terhadap mereka.

Al-Jinn · 11
﴿ 11 ﴾

وَأَنَّا مِنَّا ٱلصَّـٰلِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٲلِكَ‌ۖ كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدًا

وَأَنَّا
wa-annā
Dan bahwa kami
مِنَّا
minnā
di antara kami
ٱلصَّـٰلِحُونَ
l-ṣāliḥūna
orang-orang yang saleh
وَمِنَّا
waminnā
dan di antara kami
دُونَ
dūna
selain
ذَٰلِكَ ۖ
dhālika
itu
كُنَّا
kunnā
Kami
طَرَآئِقَ
ṭarāiqa
(adalah pada) jalan-jalan
قِدَدًۭا
qidadan
berbeda-beda

Wa annā minnaṣ-ṣāliḥūna wa minnā dūna żālik(a), kunnā ṭarā'iqa qidadā(n).

Sesungguhnya di antara kami ada yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

Al-Jinn · 12
﴿ 12 ﴾

وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن نُّعْجِزَ ٱللَّهَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَن نُّعْجِزَهُۥ هَرَبًا

وَأَنَّا
wa-annā
Dan bahwa kami
ظَنَنَّآ
ẓanannā
kami telah yakin
أَن
an
bahwa
لَّن
lan
tidak akan
نُّعْجِزَ
nuʿ'jiza
kami akan menyebabkan kegagalan
ٱللَّهَ
l-laha
kepada Allah
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
وَلَن
walan
dan tidak akan pernah
نُّعْجِزَهُۥ
nuʿ'jizahu
Kami bisa lolos dari-Nya
هَرَبًۭا
haraban
dengan melarikan diri

Wa annā ẓanannā allan nu‘jizallāha fil-arḍi wa lan nu‘jizahū harabā(n).

Sesungguhnya kami yakin bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya.

Al-Jinn · 13
﴿ 13 ﴾

وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا ٱلْهُدَىٰٓ ءَامَنَّا بِهِۦ‌ۖ فَمَن يُؤْمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًا

وَأَنَّا
wa-annā
Dan bahwa kami
لَمَّا
lammā
ketika
سَمِعْنَا
samiʿ'nā
kami dengar
ٱلْهُدَىٰٓ
l-hudā
petunjuk
ءَامَنَّا
āmannā
kami beriman
بِهِۦ ۖ
bihi
di dalamnya
فَمَن
faman
Maka barangsiapa
يُؤْمِنۢ
yu'min
beriman
بِرَبِّهِۦ
birabbihi
kepada Tuhannya
فَلَا
falā
maka tidak
يَخَافُ
yakhāfu
dia akan takut
بَخْسًۭا
bakhsan
kerugian
وَلَا
walā
dan tidak
رَهَقًۭا
rahaqan
beban apa pun

Wa annā lammā sami‘nal-hudā āmannā bih(ī), famay yu'mim birabbihī falā yakhāfu bakhsaw wa lā rahaqā(n).

Sesungguhnya ketika mendengar petunjuk (Al-Qur’an), kami pun beriman kepadanya. Maka, siapa yang beriman kepada Tuhannya tidak (perlu) takut akan pengurangan (pahala amalnya) dan tidak (takut pula) akan kesulitan (akibat penambahan dosa).

Al-Jinn · 14
﴿ 14 ﴾

وَأَنَّا مِنَّا ٱلْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا ٱلْقَـٰسِطُونَ‌ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُوْلَـٰٓئِكَ تَحَرَّوْاْ رَشَدًا

وَأَنَّا
wa-annā
Dan bahwa kami
مِنَّا
minnā
di antara kami
ٱلْمُسْلِمُونَ
l-mus'limūna
(adalah) Muslim
وَمِنَّا
waminnā
dan di antara kami
ٱلْقَـٰسِطُونَ ۖ
l-qāsiṭūna
orang-orang yang zalim
فَمَنْ
faman
Dan barang siapa
أَسْلَمَ
aslama
berserah diri
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
تَحَرَّوْا۟
taḥarraw
telah mencari
رَشَدًۭا
rashadan
jalan yang benar

Wa annā minnal-muslimūna wa minnal-qāsiṭūn(a), faman aslama fa ulā'ika taḥarrau rasyadā(n).

Sesungguhnya di antara kami ada yang muslim dan ada (pula) yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang (memeluk) Islam telah memilih jalan yang benar.

Al-Jinn · 15
﴿ 15 ﴾

وَأَمَّا ٱلْقَـٰسِطُونَ فَكَانُواْ لِجَهَنَّمَ حَطَبًا

وَأَمَّا
wa-ammā
Dan adapun
ٱلْقَـٰسِطُونَ
l-qāsiṭūna
orang-orang zalim
فَكَانُوا۟
fakānū
mereka akan
لِجَهَنَّمَ
lijahannama
untuk neraka Jahanam
حَطَبًۭا
ḥaṭaban
kayu bakar

Wa ammal-qāsiṭūna fa kānū lijahannama ḥaṭabā(n).

Adapun para penyimpang dari kebenaran menjadi bahan bakar (neraka) Jahanam.”

Al-Jinn · 16
﴿ 16 ﴾

وَأَلَّوِ ٱسْتَقَـٰمُواْ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَـٰهُم مَّآءً غَدَقًا

وَأَلَّوِ
wa-allawi
Dan bahwa jika
ٱسْتَقَـٰمُوا۟
is'taqāmū
mereka tetap
عَلَى
ʿalā
atas
ٱلطَّرِيقَةِ
l-ṭarīqati
Jalan
لَأَسْقَيْنَـٰهُم
la-asqaynāhum
sungguh Kami akan memberi mereka minum
مَّآءً
māan
air
غَدَقًۭا
ghadaqan
melimpah

Wa allawistaqāmū ‘alaṭ-ṭarīqati la'asqaināhum mā'an gadaqā(n).

Seandainya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan air yang banyak (rezeki yang cukup).

Al-Jinn · 17
﴿ 17 ﴾

لِّنَفْتِنَهُمْ فِيهِ‌ۚ وَمَن يُعْرِضْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِۦ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًا

لِّنَفْتِنَهُمْ
linaftinahum
agar Kami menguji mereka
فِيهِ ۚ
fīhi
di dalamnya
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يُعْرِضْ
yuʿ'riḍ
berpaling
عَن
ʿan
dari
ذِكْرِ
dhik'ri
peringatan
رَبِّهِۦ
rabbihi
Tuhannya
يَسْلُكْهُ
yasluk'hu
Dia akan memasukkannya
عَذَابًۭا
ʿadhāban
siksaan
صَعَدًۭا
ṣaʿadan
berat

Linaftinahum fīh(i), wa may yu‘riḍ ‘an żikri rabbihī yasluk-hu ‘ażāban ṣa‘adā(n).

Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.

Al-Jinn · 18
﴿ 18 ﴾

وَأَنَّ ٱلْمَسَـٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُواْ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًا

وَأَنَّ
wa-anna
Dan bahwa
ٱلْمَسَـٰجِدَ
l-masājida
masjid-masjid
لِلَّهِ
lillahi
(adalah) bagi Allah
فَلَا
falā
maka jangan
تَدْعُوا۟
tadʿū
memanggil
مَعَ
maʿa
bersama
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
أَحَدًۭا
aḥadan
siapapun

Wa annal-masājida lillāhi falā tad‘ū ma‘allāhi aḥadā(n).

Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allah. Maka, janganlah menyembah apa pun bersamaan dengan (menyembah) Allah.

Al-Jinn · 19
﴿ 19 ﴾

وَأَنَّهُۥ لَمَّا قَامَ عَبْدُ ٱللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُواْ يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا

وَأَنَّهُۥ
wa-annahu
dan bahwa
لَمَّا
lammā
ketika
قَامَ
qāma
berdiri
عَبْدُ
ʿabdu
hamba
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
يَدْعُوهُ
yadʿūhu
memanggil-Nya
كَادُوا۟
kādū
mereka hampir
يَكُونُونَ
yakūnūna
menjadi
عَلَيْهِ
ʿalayhi
di atasnya
لِبَدًۭا
libadan
massa yang padat

Wa annahū lammā qāma ‘abdullāhi yad‘ūhu kādū yakūnūna ‘alaihi libadā(n).

Sesungguhnya ketika hamba Allah (Nabi Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya.

Al-Jinn · 20
﴿ 20 ﴾

قُلْ إِنَّمَآ أَدْعُواْ رَبِّى وَلَآ أُشْرِكُ بِهِۦٓ أَحَدًا

قُلْ
qul
Katakanlah
إِنَّمَآ
innamā
Hanyalah
أَدْعُوا۟
adʿū
orang yang menyesatkan
رَبِّى
rabbī
Tuhanku
وَلَآ
walā
dan tidak
أُشْرِكُ
ush'riku
aku menyekutukan
بِهِۦٓ
bihi
dengan-Nya
أَحَدًۭا
aḥadan
siapapun

Qul innamā ad‘ū rabbī wa lā usyriku bihī aḥadā(n).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan-Nya dengan apa pun.”

Al-Jinn · 21
﴿ 21 ﴾

قُلْ إِنِّى لَآ أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا

قُلْ
qul
Katakanlah
إِنِّى
innī
Sesungguhnya, aku
لَآ
jangan
أَمْلِكُ
amliku
aku memiliki
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
ضَرًّۭا
ḍarran
bahaya
وَلَا
walā
dan tidak
رَشَدًۭا
rashadan
petunjuk

Qul innī lā amliku lakum ḍarraw wa lā rasyadā(n).

Katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak mampu (menolak) mudarat dan tidak (pula mampu mendatangkan) kebaikan kepadamu.”

Al-Jinn · 22
﴿ 22 ﴾

قُلْ إِنِّى لَن يُجِيرَنِى مِنَ ٱللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِن دُونِهِۦ مُلْتَحَدًا

قُلْ
qul
Katakanlah
إِنِّى
innī
Sesungguhnya aku
لَن
lan
tidak akan
يُجِيرَنِى
yujīranī
dapat melindungiku
مِنَ
mina
dari
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
أَحَدٌۭ
aḥadun
siapapun
وَلَنْ
walan
dan tidak akan pernah
أَجِدَ
ajida
dapatkah aku menemukan
مِن
min
dari
دُونِهِۦ
dūnihi
selain Dia
مُلْتَحَدًا
mul'taḥadan
tempat berlindung

Qul innī lay yujīranī minallāhi aḥad(un), wa lan ajida min dūnihī multaḥadā(n).

Katakanlah, “Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain-Nya.

Al-Jinn · 23
﴿ 23 ﴾

إِلَّا بَلَـٰغًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِسَـٰلَـٰتِهِۦ‌ۚ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا

إِلَّا
illā
tetapi
بَلَـٰغًۭا
balāghan
(adalah) pemberitahuan
مِّنَ
mina
dari
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
وَرِسَـٰلَـٰتِهِۦ ۚ
warisālātihi
dan Risalah-Nya
وَمَن
waman
Dan barangsiapa
يَعْصِ
yaʿṣi
durhaka
ٱللَّهَ
l-laha
Allah
وَرَسُولَهُۥ
warasūlahu
dan Rasul-Nya
فَإِنَّ
fa-inna
maka sesungguhnya
لَهُۥ
lahu
baginya
نَارَ
nāra
adalah Neraka
جَهَنَّمَ
jahannama
Jahannam
خَـٰلِدِينَ
khālidīna
mereka kekal
فِيهَآ
fīhā
di dalamnya
أَبَدًا
abadan
selamanya

Illā balāgam minallāhi wa risālātih(ī), wa may ya‘ṣillāha wa rasūlahū fa inna lahū nāra jahannama khālidīna fīhā abadā(n).

(Yang aku mampu lakukan) hanyalah menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya sesungguhnya akan mendapat (azab) neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”

Al-Jinn · 24
﴿ 24 ﴾

حَتَّىٰٓ إِذَا رَأَوْاْ مَا يُوعَدُونَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ أَضْعَفُ نَاصِرًا وَأَقَلُّ عَدَدًا

حَتَّىٰٓ
ḥattā
Hingga
إِذَا
idhā
apabila
رَأَوْا۟
ra-aw
mereka melihat
مَا
apa
يُوعَدُونَ
yūʿadūna
mereka dijanjikan
فَسَيَعْلَمُونَ
fasayaʿlamūna
maka mereka akan tahu
مَنْ
man
siapa
أَضْعَفُ
aḍʿafu
lebih lemah
نَاصِرًۭا
nāṣiran
(dalam) penolong
وَأَقَلُّ
wa-aqallu
dan lebih sedikit
عَدَدًۭا
ʿadadan
jumlah

Ḥattā iżā ra'au mā yū‘adūna fasaya‘lamūna man aḍ‘afu nāṣiraw wa aqallu ‘adadā(n).

Dengan demikian, apabila melihat (azab) yang diancamkan kepadanya, mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.

Al-Jinn · 25
﴿ 25 ﴾

قُلْ إِنْ أَدْرِىٓ أَقَرِيبٌ مَّا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُۥ رَبِّىٓ أَمَدًا

قُلْ
qul
Katakanlah
إِنْ
in
Tidaklah
أَدْرِىٓ
adrī
Aku tahu
أَقَرِيبٌۭ
aqarībun
apakah dekat
مَّا
apa
تُوعَدُونَ
tūʿadūna
kalian dijanjikan
أَمْ
am
atau (apakah)
يَجْعَلُ
yajʿalu
akan mengangkat
لَهُۥ
lahu
baginya
رَبِّىٓ
rabbī
Tuhanku
أَمَدًا
amadan
waktu yang lama

Qul in adrī aqarībum mā tū‘adūna am yaj‘alu lahū rabbī amadā(n).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak mengetahui apakah (azab) yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau Tuhanku menjadikan waktunya masih lama.”

Al-Jinn · 26
﴿ 26 ﴾

عَـٰلِمُ ٱلْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِۦٓ أَحَدًا

عَـٰلِمُ
ʿālimu
rantai
ٱلْغَيْبِ
l-ghaybi
yang gaib
فَلَا
falā
maka tidak
يُظْهِرُ
yuẓ'hiru
Dia menampakkan
عَلَىٰ
ʿalā
dari
غَيْبِهِۦٓ
ghaybihi
Yang Gaib
أَحَدًا
aḥadan
siapa pun

‘Ālimul-gaibi falā yuẓhiru ‘alā gaibihī aḥadā(n).

Dia mengetahui yang gaib. Lalu, Dia tidak memperlihatkan yang gaib itu kepada siapa pun,

Al-Jinn · 27
﴿ 27 ﴾

إِلَّا مَنِ ٱرْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُۥ يَسْلُكُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ رَصَدًا

إِلَّا
illā
kecuali
مَنِ
mani
akan ada
ٱرْتَضَىٰ
ir'taḍā
Dia telah meridai
مِن
min
dari
رَّسُولٍۢ
rasūlin
seorang Rasul
فَإِنَّهُۥ
fa-innahu
dan sesungguhnya Dia
يَسْلُكُ
yasluku
membuat berjalan
مِنۢ
min
dari
بَيْنِ
bayni
sebelum
يَدَيْهِ
yadayhi
dia
وَمِنْ
wamin
dan dari
خَلْفِهِۦ
khalfihi
di belakangnya
رَصَدًۭا
raṣadan
seorang penjaga

Illā manirtaḍā mir rasūlin fa innahū yasluku mim baini yadaihi wa min khalfihī raṣadā(n).

kecuali kepada rasul yang diridai-Nya. Sesungguhnya Dia menempatkan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.

Al-Jinn · 28
﴿ 28 ﴾

لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُواْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدَۢا

لِّيَعْلَمَ
liyaʿlama
Agar Dia menjelaskan
أَن
an
bahwa
قَدْ
qad
sungguh
أَبْلَغُوا۟
ablaghū
mereka telah menyampaikan
رِسَـٰلَـٰتِ
risālāti
risalah-risalah
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
وَأَحَاطَ
wa-aḥāṭa
dan Dia telah meliputi
بِمَا
bimā
apa yang
لَدَيْهِمْ
ladayhim
ada pada mereka
وَأَحْصَىٰ
wa-aḥṣā
dan Dia menghitung
كُلَّ
kulla
semua
شَىْءٍ
shayin
sesuatu
عَدَدًۢا
ʿadadan
jumlah

Liya‘lama an qad ablagū risālāti rabbihim wa aḥāṭa bimā ladaihim wa aḥṣā kulla syai'in ‘adadā(n).

(Yang demikian itu) agar Dia mengetahui bahwa (rasul-rasul itu) benar-benar telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedangkan (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka. Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.