Surah Al-Lail, sebagai surah Makkiyah, melanjutkan tema-tema fundamental tauhid dan akhirat yang sering ditemukan dalam surah-surah pendek sebelumnya, khususnya Al-Fajr dan Asy-Syams. Setelah Surah Asy-Syams yang bersumpah dengan siang dan malam secara berurutan, Al-Lail memulai dengan sumpah pada malam yang menyelimuti, lalu siang yang terang benderang, menegaskan dualitas dan keseimbangan ciptaan Allah. Kemudian, sumpah terhadap penciptaan laki-laki dan perempuan menggarisbawahi keanekaragaman ciptaan dan tujuan yang berbeda bagi setiap individu.
Munasabah internal surah ini sangat jelas. Ayat 1-3 adalah sumpah Allah atas dualitas ciptaan-Nya: malam-siang dan laki-laki-perempuan. Sumpah ini mengantar pada inti pesan di ayat 4, bahwa "usaha kalian sungguh beraneka ragam." Ini menjadi jembatan ke ayat-ayat berikutnya (5-11) yang menguraikan dua kategori utama manusia berdasarkan amal perbuatan mereka: orang yang bertakwa dan suka memberi akan dimudahkan menuju kebahagiaan, sedangkan orang yang bakhil dan mendustakan akan dimudahkan menuju kesengsaraan. Kontras yang tajam ini menguatkan pesan tentang konsekuensi pilihan manusia.
Surah ini juga berhubungan dengan Surah Ad-Dhuha yang menekankan bimbingan dan pertolongan Allah, serta Surah Al-Insyirah yang berbicara tentang kemudahan setelah kesulitan. Al-Lail menegaskan bahwa petunjuk dan balasan akhirat adalah milik Allah (ayat 12-13), serta memperingatkan tentang neraka bagi yang celaka dan menjanjikan surga bagi yang bertakwa (ayat 14-21). Ini adalah penekanan konsisten dalam Al-Quran Makkiyah tentang akuntabilitas individu dan balasan ilahi.