← Kembali ke pelajaran
Hari 24 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Lail · 1
﴿ 1 ﴾

وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰ

وَٱلَّيْلِ
wa-al-layli
Demi malam
إِذَا
idhā
apabila
يَغْشَىٰ
yaghshā
itu meliputi

Wal-laili iżā yagsyā.

Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

Al-Lail · 2
﴿ 2 ﴾

وَٱلنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّىٰ

وَٱلنَّهَارِ
wal-nahāri
Dan siang
إِذَا
idhā
apabila
تَجَلَّىٰ
tajallā
ia bersinar terang

Wan-nahāri iżā tajallā.

demi siang apabila terang benderang,

Al-Lail · 3
﴿ 3 ﴾

وَمَا خَلَقَ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ

وَمَا
wamā
dan Dia yang
خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
ٱلذَّكَرَ
l-dhakara
laki-laki
وَٱلْأُنثَىٰٓ
wal-unthā
dan perempuan

Wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā.

dan demi penciptaan laki-laki dan perempuan,

Al-Lail · 4
﴿ 4 ﴾

إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
سَعْيَكُمْ
saʿyakum
usaha kalian
لَشَتَّىٰ
lashattā
sungguh beragam

Inna sa‘yakum lasyattā.

sesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam.

Al-Lail · 5
﴿ 5 ﴾

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ

فَأَمَّا
fa-ammā
Maka adapun
مَنْ
man
siapa
أَعْطَىٰ
aʿṭā
memberi
وَٱتَّقَىٰ
wa-ittaqā
dan bertakwa

Fa ammā man a‘ṭā wattaqā.

Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa

Al-Lail · 6
﴿ 6 ﴾

وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ

وَصَدَّقَ
waṣaddaqa
Dan percaya
بِٱلْحُسْنَىٰ
bil-ḥus'nā
dengan yang terbaik

Wa ṣaddaqa bil-ḥusnā.

serta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga),

Al-Lail · 7
﴿ 7 ﴾

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ

فَسَنُيَسِّرُهُۥ
fasanuyassiruhu
Maka Kami akan mudahkan dia
لِلْيُسْرَىٰ
lil'yus'rā
menuju kemudahan

Fa sanuyassiruhū lil-yusrā.

Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan).

Al-Lail · 8
﴿ 8 ﴾

وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسْتَغْنَىٰ

وَأَمَّا
wa-ammā
Adapun
مَنۢ
man
dia yang
بَخِلَ
bakhila
menahan
وَٱسْتَغْنَىٰ
wa-is'taghnā
dan menganggap dirinya tidak membutuhkan

Wa ammā man bakhila wastagnā.

Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)

Al-Lail · 9
﴿ 9 ﴾

وَكَذَّبَ بِٱلْحُسْنَىٰ

وَكَذَّبَ
wakadhaba
dan dia mendustakan
بِٱلْحُسْنَىٰ
bil-ḥus'nā
yang terbaik

Wa każżaba bil-ḥusnā.

serta mendustakan (balasan) yang terbaik,

Al-Lail · 10
﴿ 10 ﴾

فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ

فَسَنُيَسِّرُهُۥ
fasanuyassiruhu
Maka Kami akan mudahkan dia
لِلْعُسْرَىٰ
lil'ʿus'rā
menuju kesulitan

Fa sanuyassiruhū lil-‘usrā.

Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan.

Al-Lail · 11
﴿ 11 ﴾

وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ

وَمَا
wamā
Dan tidak
يُغْنِى
yugh'nī
sungguh (adalah) di
عَنْهُ
ʿanhu
darinya
مَالُهُۥٓ
māluhu
hartanya
إِذَا
idhā
apabila
تَرَدَّىٰٓ
taraddā
dia jatuh

Wa mā yugnī ‘anhu māluhū iżā taraddā.

Hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.

Al-Lail · 12
﴿ 12 ﴾

إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ

إِنَّ
inna
Sesungguhnya
عَلَيْنَا
ʿalaynā
atas Kami
لَلْهُدَىٰ
lalhudā
adalah petunjuk

Inna ‘alainā lal-hudā.

Sesungguhnya Kamilah yang (berhak) memberi petunjuk.

Al-Lail · 13
﴿ 13 ﴾

وَإِنَّ لَنَا لَلْأَخِرَةَ وَٱلْأُولَىٰ

وَإِنَّ
wa-inna
Dan sesungguhnya
لَنَا
lanā
bagi Kami
لَلْـَٔاخِرَةَ
lalākhirata
adalah akhirat
وَٱلْأُولَىٰ
wal-ūlā
dan yang pertama (kehidupan)

Wa inna lanā lal-ākhirata wal-ūlā.

Sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia.

Al-Lail · 14
﴿ 14 ﴾

فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ

فَأَنذَرْتُكُمْ
fa-andhartukum
Maka aku memperingatkanmu
نَارًۭا
nāran
api
تَلَظَّىٰ
talaẓẓā
menyala-nyala

Fa anżartukum nāran talaẓẓā.

Aku memperingatkanmu dengan neraka yang menyala-nyala.

Al-Lail · 15
﴿ 15 ﴾

لَا يَصْلَـٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى

لَا
Tidak
يَصْلَىٰهَآ
yaṣlāhā
akan terbakar (di) dalamnya
إِلَّا
illā
kecuali
ٱلْأَشْقَى
l-ashqā
yang paling celaka

Lā yaṣlāhā illal-asyqā.

Tidak masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,

Al-Lail · 16
﴿ 16 ﴾

ٱلَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

ٱلَّذِى
alladhī
Orang yang
كَذَّبَ
kadhaba
mendustakan
وَتَوَلَّىٰ
watawallā
dan berpaling

Allażī każżaba wa tawallā.

yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan).

Al-Lail · 17
﴿ 17 ﴾

وَسَيُجَنَّبُهَا ٱلْأَتْقَى

وَسَيُجَنَّبُهَا
wasayujannabuhā
Tetapi akan dijauhkan darinya
ٱلْأَتْقَى
l-atqā
yang paling bertakwa

Wa sayujannabuhal-atqā.

Akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa,

Al-Lail · 18
﴿ 18 ﴾

ٱلَّذِى يُؤْتِى مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ

ٱلَّذِى
alladhī
Orang yang
يُؤْتِى
yu'tī
memberi
مَالَهُۥ
mālahu
hartanya
يَتَزَكَّىٰ
yatazakkā
menyucikan diri

Allażī yu'tī mālahū yatazakkā.

yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (diri dari sifat kikir dan tamak).

Al-Lail · 19
﴿ 19 ﴾

وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰٓ

وَمَا
wamā
Dan tidak
لِأَحَدٍ
li-aḥadin
bagi siapa pun
عِندَهُۥ
ʿindahu
di sisi-Nya
مِن
min
apa pun
نِّعْمَةٍۢ
niʿ'matin
nikmat
تُجْزَىٰٓ
tuj'zā
dibalas

Wa mā li'aḥadin ‘indahū min ni‘matin tujzā.

Tidak ada suatu nikmat pun yang diberikan seseorang kepadanya yang harus dibalas,

Al-Lail · 20
﴿ 20 ﴾

إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ ٱلْأَعْلَىٰ

إِلَّا
illā
kecuali
ٱبْتِغَآءَ
ib'tighāa
mencari
وَجْهِ
wajhi
Wajah
رَبِّهِ
rabbihi
Tuhannya
ٱلْأَعْلَىٰ
l-aʿlā
Yang Maha Tinggi

Illabtigā'a wajhi rabbihil-a‘lā.

kecuali (dia memberikannya semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.

Al-Lail · 21
﴿ 21 ﴾

وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ

وَلَسَوْفَ
walasawfa
dan segera, sungguh
يَرْضَىٰ
yarḍā
dia akan ridha

Wa lasaufa yarḍā.

Sungguh, kelak dia akan mendapatkan kepuasan (menerima balasan amalnya).