← Kembali ke pelajaran
Hari 44 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-A'raf · 1
﴿ 1 ﴾

الٓمٓصٓ

الٓمٓصٓ
alif-lam-meem-sad
Alif Lam Mim Shad

Alif lām mīm ṣād.

Alif Lām Mīm Ṣād.

Al-A'raf · 2
﴿ 2 ﴾

كِتَـٰبٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُن فِى صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

كِتَـٰبٌ
kitābun
Ini adalah Kitab
أُنزِلَ
unzila
diturunkan
إِلَيْكَ
ilayka
kepadamu
فَلَا
falā
maka janganlah
يَكُن
yakun
adalah
فِى
di
صَدْرِكَ
ṣadrika
dadaku
حَرَجٌۭ
ḥarajun
ketidaknyamanan apa pun
مِّنْهُ
min'hu
darinya
لِتُنذِرَ
litundhira
agar kamu memperingatkan
بِهِۦ
bihi
dengannya
وَذِكْرَىٰ
wadhik'rā
dan peringatan
لِلْمُؤْمِنِينَ
lil'mu'minīna
bagi orang-orang mukmin

Kitābun unzila ilaika falā yakun fī ṣadrika ḥarajum minhu litunżira bihī wa żikrā lil-mu'minīn(a).

(Inilah) Kitab yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad), maka janganlah engkau sesak dada karenanya supaya dengan (kitab itu) engkau memberi peringatan, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

Al-A'raf · 3
﴿ 3 ﴾

ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ‌ۗ قَلِيلاً مَّا تَذَكَّرُونَ

ٱتَّبِعُوا۟
ittabiʿū
Ikutilah
مَآ
apa
أُنزِلَ
unzila
telah diturunkan
إِلَيْكُم
ilaykum
kepadamu
مِّن
min
dari
رَّبِّكُمْ
rabbikum
Tuhanmu
وَلَا
walā
dan jangan
تَتَّبِعُوا۟
tattabiʿū
mengikuti
مِن
min
dari
دُونِهِۦٓ
dūnihi
selain Dia
أَوْلِيَآءَ ۗ
awliyāa
sekutu
قَلِيلًۭا
qalīlan
Sedikit
مَّا
adalah apa
تَذَكَّرُونَ
tadhakkarūna
kalian ingat

Ittabi‘ū mā unzila ilaikum mir rabbikum wa lā tattabi‘ū min dūnihī auliyā'(a), qalīlam mā tażakkarūn(a).

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu ikuti pelindung selain Dia. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran.

Al-A'raf · 4
﴿ 4 ﴾

وَكَم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَا فَجَآءَهَا بَأْسُنَا بَيَـٰتًا أَوْ هُمْ قَآئِلُونَ

وَكَم
wakam
Dan berapa banyak
مِّن
min
dari
قَرْيَةٍ
qaryatin
sebuah kota
أَهْلَكْنَـٰهَا
ahlaknāhā
Kami membinasakannya
فَجَآءَهَا
fajāahā
dan datang kepadanya
بَأْسُنَا
basunā
azab Kami
بَيَـٰتًا
bayātan
(di) malam hari
أَوْ
aw
atau
هُمْ
hum
mereka
قَآئِلُونَ
qāilūna
sedang tidur siang

Wa kam min qaryatin ahlaknāhā fa jā'ahā ba'sunā bayātan au hum qā'ilūn(a).

Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan. Siksaan Kami datang (menimpa penduduknya) pada malam hari atau pada saat mereka beristirahat pada siang hari.

Al-A'raf · 5
﴿ 5 ﴾

فَمَا كَانَ دَعْوَٮٰهُمْ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَآ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ

فَمَا
famā
Maka tidak
كَانَ
kāna
adalah
دَعْوَىٰهُمْ
daʿwāhum
seruan mereka
إِذْ
idh
ketika
جَآءَهُم
jāahum
datang kepada mereka
بَأْسُنَآ
basunā
azab Kami
إِلَّآ
illā
kecuali
أَن
an
bahwa
قَالُوٓا۟
qālū
mereka berkata
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
كُنَّا
kunnā
kami adalah
ظَـٰلِمِينَ
ẓālimīna
orang-orang zalim

Famā kāna da‘wāhum iż jā'ahum ba'sunā illā an qālū innā kunnā ẓālimīn(a).

Maka, ketika siksaan Kami datang menimpa mereka, keluhan mereka tidak lain hanyalah ucapan “Sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim.”

Al-A'raf · 6
﴿ 6 ﴾

فَلَنَسْــَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْــَٔلَنَّ ٱلْمُرْسَلِينَ

فَلَنَسْـَٔلَنَّ
falanasalanna
Maka sungguh Kami akan menanyai
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
أُرْسِلَ
ur'sila
diutus
إِلَيْهِمْ
ilayhim
kepada mereka
وَلَنَسْـَٔلَنَّ
walanasalanna
dan sungguh Kami akan bertanya
ٱلْمُرْسَلِينَ
l-mur'salīna
para Rasul

Fa lanas'alannal-lażīna ursila ilaihim wa lanas'alannal-mursalīn(a).

Pasti akan Kami tanyai umat yang kepada mereka telah diutus para rasul. Pasti akan Kami tanyai (pula) para rasul.

Al-A'raf · 7
﴿ 7 ﴾

فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِم بِعِلْمٍ‌ۖ وَمَا كُنَّا غَآئِبِينَ

فَلَنَقُصَّنَّ
falanaquṣṣanna
maka sungguh Kami akan menceritakan
عَلَيْهِم
ʿalayhim
kepada mereka
بِعِلْمٍۢ ۖ
biʿil'min
dengan ilmu
وَمَا
wamā
dan tidak
كُنَّا
kunnā
adalah Kami
غَآئِبِينَ
ghāibīna
tidak hadir

Fa lanaquṣṣanna ‘alaihim bi‘ilmiw wa mā kunnā gā'ibīn(a).

Kemudian, pasti akan Kami kabarkan (hal itu) kepada mereka berdasarkan ilmu (Kami). Sedikit pun Kami tidak pernah gaib (jauh dari mereka).

Al-A'raf · 8
﴿ 8 ﴾

وَٱلْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ‌ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٲزِينُهُۥ فَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

وَٱلْوَزْنُ
wal-waznu
dan penimbangan
يَوْمَئِذٍ
yawma-idhin
pada hari itu
ٱلْحَقُّ ۚ
l-ḥaqu
(akan menjadi) kebenaran
فَمَن
faman
maka barang siapa
ثَقُلَتْ
thaqulat
akan berat
مَوَٰزِينُهُۥ
mawāzīnuhu
timbangan-timbangannya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
هُمُ
humu
mereka
ٱلْمُفْلِحُونَ
l-muf'liḥūna
orang-orang yang beruntung

Wal-waznu yauma'iżinil-ḥaqq(u), faman ṡaqulat mawāzīnuhū fa ulā'ika humul-mufliḥūn(a).

Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang yang beruntung.

Al-A'raf · 9
﴿ 9 ﴾

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٲزِينُهُۥ فَأُوْلَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُواْ بِـَٔـايَـٰتِنَا يَظْلِمُونَ

وَمَنْ
waman
dan (bagi) mereka
خَفَّتْ
khaffat
akan ringan
مَوَٰزِينُهُۥ
mawāzīnuhu
timbangan-timbangannya
فَأُو۟لَـٰٓئِكَ
fa-ulāika
maka mereka itu
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
خَسِرُوٓا۟
khasirū
merugi
أَنفُسَهُم
anfusahum
Diri mereka
بِمَا
bimā
karena
كَانُوا۟
kānū
mereka adalah
بِـَٔايَـٰتِنَا
biāyātinā
kepada ayat-ayat Kami
يَظْلِمُونَ
yaẓlimūna
berbuat zalim

Wa man khaffat mawāzīnuhū fa ulā'ikal-lażīna khasirū anfusahum bimā kānū bi'āyātinā yaẓlimūn(a).

Siapa yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Al-A'raf · 10
﴿ 10 ﴾

وَلَقَدْ مَكَّنَّـٰكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَـٰيِشَ‌ۗ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ

وَلَقَدْ
walaqad
Dan sungguh
مَكَّنَّـٰكُمْ
makkannākum
Kami meneguhkanmu
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
وَجَعَلْنَا
wajaʿalnā
dan Kami jadikan
لَكُمْ
lakum
bagi kalian
فِيهَا
fīhā
di dalamnya
مَعَـٰيِشَ ۗ
maʿāyisha
mata pencarian
قَلِيلًۭا
qalīlan
Sedikit
مَّا
adalah apa
تَشْكُرُونَ
tashkurūna
kalian (adalah) bersyukur

Wa laqad makkannākum fil-arḍi wa ja‘alnā lakum fīhā ma‘āyisy(a), qalīlam mā tasykurūn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah menempatkan kamu sekalian di bumi dan Kami sediakan di sana (bumi) penghidupan untukmu. (Akan tetapi,) sedikit sekali kamu bersyukur