← Kembali ke pelajaran
Hari 54 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Isra' · 1
﴿ 1 ﴾

سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلاً مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَـٰتِنَآ‌ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

سُبْحَـٰنَ
sub'ḥāna
Maha Suci
ٱلَّذِىٓ
alladhī
Dialah yang
أَسْرَىٰ
asrā
mengambil
بِعَبْدِهِۦ
biʿabdihi
hamba-Nya
لَيْلًۭا
laylan
pada malam hari
مِّنَ
mina
dari
ٱلْمَسْجِدِ
l-masjidi
Masjidil Haram
ٱلْحَرَامِ
l-ḥarāmi
Al-Masjid Al-Haram
إِلَى
ilā
kepada
ٱلْمَسْجِدِ
l-masjidi
Al-Masjid
ٱلْأَقْصَا
l-aqṣā
Al-Aqsa
ٱلَّذِى
alladhī
yang
بَـٰرَكْنَا
bāraknā
Kami memberkahi
حَوْلَهُۥ
ḥawlahu
sekelilingnya
لِنُرِيَهُۥ
linuriyahu
agar Kami memperlihatkan kepadanya
مِنْ
min
dari
ءَايَـٰتِنَآ ۚ
āyātinā
ayat-ayat Kami
إِنَّهُۥ
innahu
Sesungguhnya Dia
هُوَ
huwa
Dia
ٱلسَّمِيعُ
l-samīʿu
Maha Mendengar
ٱلْبَصِيرُ
l-baṣīru
Maha Melihat

Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr(u).

Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Al-Isra' · 2
﴿ 2 ﴾

وَءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ وَجَعَلْنَـٰهُ هُدًى لِّبَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُواْ مِن دُونِى وَكِيلاً

وَءَاتَيْنَا
waātaynā
Dan Kami berikan
مُوسَى
mūsā
Musa
ٱلْكِتَـٰبَ
l-kitāba
Kitab
وَجَعَلْنَـٰهُ
wajaʿalnāhu
dan Kami menjadikannya
هُدًۭى
hudan
petunjuk
لِّبَنِىٓ
libanī
untuk anak-anak
إِسْرَٰٓءِيلَ
is'rāīla
Israel
أَلَّا
allā
Bahwa tidak
تَتَّخِذُوا۟
tattakhidhū
kamu mengambil
مِن
min
selain Aku
دُونِى
dūnī
selain Aku
وَكِيلًۭا
wakīlan
perjalanan

Wa ātainā mūsal-kitāba wa ja‘alnāhu hudal libanī isrā'īla allā tattakhiżū min dūnī wakīlā(n).

Kami memberi Musa Kitab (Taurat) dan menjadikannya sebagai petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku.

Al-Isra' · 3
﴿ 3 ﴾

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ‌ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

ذُرِّيَّةَ
dhurriyyata
keturunan
مَنْ
man
orang yang
حَمَلْنَا
ḥamalnā
kami mengangkut
مَعَ
maʿa
bersama
نُوحٍ ۚ
nūḥin
Nuh
إِنَّهُۥ
innahu
Sesungguhnya, dia
كَانَ
kāna
adalah
عَبْدًۭا
ʿabdan
seorang hamba
شَكُورًۭا
shakūran
bersyukur

Żurriyyata man ḥamalnā ma‘a nūḥ(in), innahū kāna ‘abdan syakūrā(n).

(Wahai) keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh, sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.”

Al-Isra' · 4
﴿ 4 ﴾

وَقَضَيْنَآ إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ فِى ٱلْكِتَـٰبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

وَقَضَيْنَآ
waqaḍaynā
Dan Kami telah menetapkan
إِلَىٰ
ilā
kepada
بَنِىٓ
banī
anak-anak
إِسْرَٰٓءِيلَ
is'rāīla
Israel
فِى
di
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
لَتُفْسِدُنَّ
latuf'sidunna
Sungguh kalian akan membuat kerusakan
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
مَرَّتَيْنِ
marratayni
dua kali
وَلَتَعْلُنَّ
walataʿlunna
dan sungguh kamu akan mencapai
عُلُوًّۭا
ʿuluwwan
kesombongan
كَبِيرًۭا
kabīran
besar

Wa qaḍainā ilā banī isrā'īla fil-kitābi latufsidunna fil-arḍi marrataini wa lata‘lunna ‘uluwwan kabīrā(n).

Kami wahyukan kepada Bani Israil di dalam Kitab (Taurat) itu, “Kamu benar-benar akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.”

Al-Isra' · 5
﴿ 5 ﴾

فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ أُولَـٰهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ أُوْلِى بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلَـٰلَ ٱلدِّيَارِ‌ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً

فَإِذَا
fa-idhā
Maka ketika
جَآءَ
jāa
datang
وَعْدُ
waʿdu
janji
أُولَىٰهُمَا
ūlāhumā
yang pertama dari keduanya
بَعَثْنَا
baʿathnā
Kami bangkitkan
عَلَيْكُمْ
ʿalaykum
atas kamu
عِبَادًۭا
ʿibādan
hamba-hamba
لَّنَآ
lanā
milik Kami
أُو۟لِى
ulī
orang-orang yang memiliki
بَأْسٍۢ
basin
kekuatan militer yang besar
شَدِيدٍۢ
shadīdin
yang sangat perkasa
فَجَاسُوا۟
fajāsū
lalu mereka masuk
خِلَـٰلَ
khilāla
bagian dalam
ٱلدِّيَارِ ۚ
l-diyāri
rumah-rumah
وَكَانَ
wakāna
dan adalah
وَعْدًۭا
waʿdan
sebuah janji
مَّفْعُولًۭا
mafʿūlan
terlaksana

Fa iżā jā'a wa‘du ūlāhumā ba‘aṡnā ‘alaikum ‘ibādal lanā ulī ba'sin syadīdin fa jāsū khilālad-diyār(i), wa kāna wa‘dam maf‘ūlā(n).

Apabila datang saat (kerusakan) yang pertama dari keduanya, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Itulah janji yang pasti terlaksana.

Al-Isra' · 6
﴿ 6 ﴾

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ ٱلْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَـٰكُم بِأَمْوَٲلٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَـٰكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا

ثُمَّ
thumma
Kemudian
رَدَدْنَا
radadnā
kami mengembalikan
لَكُمُ
lakumu
bagi kalian
ٱلْكَرَّةَ
l-karata
kemenangan kembali
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
atas mereka
وَأَمْدَدْنَـٰكُم
wa-amdadnākum
Dan Kami memperkuatmu
بِأَمْوَٰلٍۢ
bi-amwālin
dengan harta
وَبَنِينَ
wabanīna
dan anak-anak
وَجَعَلْنَـٰكُمْ
wajaʿalnākum
dan Kami jadikan kamu
أَكْثَرَ
akthara
lebih banyak
نَفِيرًا
nafīran
banyak

Ṡumma radadnā lakumul-karrata ‘alaihim wa amdadnākum bi'amwāliw wa banīna wa ja‘alnākum akṡara nafīrā(n).

Kemudian, Kami memberikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan menjadikanmu kelompok yang lebih besar.

Al-Isra' · 7
﴿ 7 ﴾

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ‌ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا‌ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْأَخِرَةِ لِيَسُــۥٓــُٔواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ ٱلْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْاْ تَتْبِيرًا

إِنْ
in
Jika
أَحْسَنتُمْ
aḥsantum
kalian berbuat baik
أَحْسَنتُمْ
aḥsantum
kalian berbuat baik
لِأَنفُسِكُمْ ۖ
li-anfusikum
untuk dirimu sendiri
وَإِنْ
wa-in
dan jika
أَسَأْتُمْ
asatum
kalian berbuat jahat
فَلَهَا ۚ
falahā
maka itu untuknya
فَإِذَا
fa-idhā
Maka ketika
جَآءَ
jāa
datang
وَعْدُ
waʿdu
janji
ٱلْـَٔاخِرَةِ
l-ākhirati
yang terakhir
لِيَسُـۥٓـُٔوا۟
liyasūū
untuk menyedihkan
وُجُوهَكُمْ
wujūhakum
wajah-wajahmu
وَلِيَدْخُلُوا۟
waliyadkhulū
dan untuk masuk
ٱلْمَسْجِدَ
l-masjida
Masjid
كَمَا
kamā
sebagaimana
دَخَلُوهُ
dakhalūhu
mereka telah memasukinya
أَوَّلَ
awwala
pertama
مَرَّةٍۢ
marratin
kali
وَلِيُتَبِّرُوا۟
waliyutabbirū
dan untuk menghancurkan
مَا
apa
عَلَوْا۟
ʿalaw
mereka telah menaklukkan
تَتْبِيرًا
tatbīran
dengan kehancuran

In aḥsantum aḥsantum li'anfusikum, wa in asa'tum fa lahā, fa iżā jā'a wa‘dul-ākhirati liyasū'ū wujūhakum wa liyadkhulal-masjida kamā dakhalūhu awwala marratiw wa liyutabbirū mā ‘alau tatbīrā(n).

Jika berbuat baik, (berarti) kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, (kerugian dari kejahatan) itu kembali kepada dirimu sendiri. Apabila datang saat (kerusakan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid (Baitulmaqdis) sebagaimana memasukinya ketika pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.