← Daftar Pelajaran
Hari 58 · Al-Anbiya' · Ayat 1–10

Para nabi dan tauhid (Al-Anbiya')

Dua puluh lima nabi yang semua menyeru kepada tauhid; alam semesta berdzikir kepada Allah.

Niat Hari 58 · Al-Anbiya' ayat 1–10

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Al-Anbiya' الانبياۤء
Para Nabi · Makkiyyah · 112 ayat

Tema sentral

Surah ini secara sentral menggarisbawahi keesaan Allah dan kenabian Muhammad, menyoroti penolakan kaum musyrik terhadap kebangkitan dan perhitungan. Ia menantang klaim mereka dengan kisah para nabi terdahulu, menekankan konsekuensi dari kesyirikan dan pentingnya tauhid, serta ancaman hari Kiamat dan perlindungan Allah bagi orang beriman.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menetapkan keesaan Allah dan kebenaran hari kebangkitan serta perhitungan amal. - Menegaskan kenabian Muhammad dan konsistensi risalah para nabi sebelumnya. - Memperingatkan akan azab dunia dan akhirat bagi kaum musyrik yang ingkar.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Al-Anbiya'

Mengingatkan manusia tentang hari kiamat yang semakin dekat dan kesatuan risalah para nabi dalam menyembah Allah.

Tema Sentral

Surah Al-Anbiya' berfokus pada peringatan keras tentang hari kiamat yang pasti datang, sementara manusia sering kali lalai dan sibuk dengan urusan duniawi. Surah ini menegaskan bahwa seluruh nabi dan rasul membawa pesan tauhid yang sama, yaitu mengesakan Allah dan menjauhi kesyirikan.

Selain itu, surah ini menampilkan kisah-kisah ketabahan para nabi saat menghadapi ujian berat, seperti Nabi Ibrahim, Nuh, Ayyub, dan Yunus. Kisah-kisah ini menunjukkan sifat Allah yang Maha Pengasih dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya yang bersabar dan berserah diri sepenuhnya.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Makkah saat penolakan kaum musyrikin terhadap dakwah Nabi Muhammad semakin mengeras. Mereka meragukan kenabian beliau dan menganggap ajaran tauhid sebagai sesuatu yang aneh. Allah menurunkannya untuk menguatkan hati Nabi dan mengingatkan kaum musyrikin bahwa para nabi terdahulu juga manusia biasa yang menghadapi penolakan serupa.

Tujuan / Maqasid (5)
  • Mengingatkan manusia bahwa waktu hisab atau perhitungan amal semakin dekat.
  • Menegaskan kesatuan risalah tauhid yang dibawa oleh seluruh nabi sepanjang sejarah.
  • Membuktikan kekuasaan Allah melalui penciptaan alam semesta yang teratur tanpa cacat.
  • Menggugah kesadaran bahwa setiap jiwa pasti akan merasakan kematian dan diuji dengan keburukan serta kebaikan.
  • Menunjukkan keutamaan doa dan kesabaran melalui kisah ujian para nabi terdahulu.
Hikmah Utama (4)
  • Kelalaian terhadap akhirat sering kali muncul karena terlalu sibuk dengan urusan dunia, sehingga kita perlu rutin melakukan muhasabah.
  • Ujian berupa kesusahan maupun kesenangan adalah sunnatullah untuk melihat siapa yang paling bersyukur dan bersabar.
  • Doa adalah senjata utama orang beriman, sebagaimana Allah mengabulkan doa Nabi Ayyub dan Nabi Yunus di saat kritis.
  • Meneladani para nabi berarti siap menghadapi penolakan dan kesulitan dengan hati yang terus bergantung kepada Allah.
Munasabah

Surah Al-Anbiya' memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Surah Taha, yang banyak membahas kisah Nabi Musa dan penguatan tauhid. Setelah Surah Taha menyebutkan beberapa kisah nabi, Surah Al-Anbiya' memperluasnya dengan merangkum kisah banyak nabi untuk menegaskan kesatuan risalah mereka. Kemudian, surah ini dilanjutkan oleh Surah Al-Hajj yang merinci persiapan menghadapi hari kiamat dan syariat haji sebagai warisan Nabi Ibrahim.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa doa tidak kunjung dikabulkan saat menghadapi masalah berat.

    Pesan surah Allah mengabulkan doa Nabi Ayyub dan Yunus pada waktu yang tepat setelah mereka bersabar.

    Langkah kecil Berdoa dengan redaksi doa Nabi Yunus hari ini saat menghadapi kesulitan.

  • Situasi Terlalu sibuk bekerja hingga melupakan ibadah dan keluarga.

    Pesan surah Waktu hisab semakin dekat, jangan sampai kelalaian dunia merugikan akhirat.

    Langkah kecil Pasang alarm lima menit sebelum waktu salat untuk bersiap dan meninggalkan pekerjaan sejenak.

  • Situasi Merasa hidup selalu diuji dengan berbagai kesulitan finansial atau kesehatan.

    Pesan surah Setiap jiwa pasti mati dan ujian adalah cara Allah menyaring hamba-Nya yang terbaik.

    Langkah kecil Tuliskan tiga nikmat kecil yang masih dimiliki hari ini untuk menumbuhkan rasa syukur di tengah ujian.

Amalan dari Maqasid

Memperbanyak Doa Para Nabi

Surah ini mengajarkan bahwa para nabi selalu bersegera dalam kebaikan dan berdoa dengan harap serta cemas. Doa mereka diabadikan sebagai teladan bagi kita saat menghadapi jalan buntu.

Cara praktis Hafalkan dan baca doa Nabi Yunus atau Nabi Ayyub saat sujud terakhir dalam salat hari ini.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, luangkan waktu lima menit tanpa gawai untuk merenungkan persiapan amal Anda menghadapi hari hisab.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 1 Menjadi peringatan pembuka yang sangat kuat tentang dekatnya hari kiamat dan kelalaian manusia.
  • Ayat 35 Menegaskan hakikat kehidupan bahwa setiap yang bernyawa pasti mati dan hidup ini adalah ujian.
  • Ayat 87 Mengandung doa luar biasa dari Nabi Yunus yang menjadi kunci keselamatan dari kesusahan.

Al-Anbiya' · 1
﴿ 1 ﴾

اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ ۚ

Iqtaraba lin-nāsi ḥisābuhum wa hum fī gaflatim mu‘riḍūn(a).

Telah makin dekat kepada manusia perhitungan (amal) mereka, sedangkan mereka dalam keadaan lengah lagi berpaling (darinya).

Al-Anbiya' · 2
﴿ 2 ﴾

مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنْ رَّبِّهِمْ مُّحْدَثٍ اِلَّا اسْتَمَعُوْهُ وَهُمْ يَلْعَبُوْنَ ۙ

Mā ya'tīhim min żikrim mir rabbihim muḥdaṡin illastama‘ūhu wa hum yal‘abūn(a).

Tidaklah diturunkan kepada mereka peringatan yang baru dari Tuhan, kecuali mereka mendengarkannya sambil bermain-main

Al-Anbiya' · 3
﴿ 3 ﴾

لَاهِيَةً قُلُوْبُهُمْۗ وَاَسَرُّوا النَّجْوَىۖ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۖ هَلْ هٰذَآ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْۚ اَفَتَأْتُوْنَ السِّحْرَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ

Lāhiyatan qulūbuhum, wa asarrun-najwal-lażīna ẓalamū, hal hāżā illā basyarum miṡlukum, afa ta'tūnas-siḥra wa antum tubṣirūn(a).

(dan) hati mereka dalam keadaan lalai. Mereka, orang-orang yang zalim itu, merahasiakan pembicaraan (dengan saling berbisik), “Bukankah (orang) ini (Nabi Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kamu? Apakah kamu mengikuti sihir itu padahal kamu menyaksikannya?”

Al-Anbiya' · 4
﴿ 4 ﴾

قٰلَ رَبِّيْ يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِى السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۖ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Qāla rabbī ya‘lamul-qaula fis-samā'i wal-arḍ(i), wa huwas-samī‘ul-‘alīm(u).

Dia (Nabi Muhammad) berkata, “Tuhanku mengetahui (semua) perkataan di langit serta di bumi dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Al-Anbiya' · 5
﴿ 5 ﴾

بَلْ قَالُوْٓا اَضْغَاثُ اَحْلَامٍۢ بَلِ افْتَرٰىهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌۚ فَلْيَأْتِنَا بِاٰيَةٍ كَمَآ اُرْسِلَ الْاَوَّلُوْنَ

Bal qālū aḍgāṡu aḥlāmim baliftarāhu bal huwa syā‘ir(un), falya'tinā bi'āyatin kamā ursilal-awwalūn(a).

Bahkan, mereka berkata, “(Al-Qur’an itu buah) mimpi-mimpi kosong. Malah, dia (Nabi Muhammad) merekayasanya. Lebih dari itu, dia seorang penyair. Maka, hendaklah dia mendatangkan kepada kami suatu tanda (mukjizat) sebagaimana rasul-rasul yang diutus terdahulu.”

Al-Anbiya' · 6
﴿ 6 ﴾

مَآ اٰمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَاۚ اَفَهُمْ يُؤْمِنُوْنَ

Mā āmanat qablahum min qaryatin ahlaknāhā, afahum yu'minūn(a).

Tidak ada satu pun (penduduk) negeri sebelum mereka yang telah Kami binasakan itu beriman, (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka (penduduk Makkah) akan beriman (jika Kami kirimkan bukti)?

Al-Anbiya' · 7
﴿ 7 ﴾

وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَالًا نُّوْحِيْٓ اِلَيْهِمْ فَسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

Wa mā arsalnā qablaka illā rijālan nūḥī ilaihim fas'alū ahlaż-żikri in kuntum lā ta‘lamūn(a).

Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.

Al-Anbiya' · 8
﴿ 8 ﴾

وَمَا جَعَلْنٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَمَا كَانُوْا خٰلِدِيْنَ

Wa mā ja‘alnāhum jasadal lā ya'kulūnaṭ-ṭa‘āma wa mā kānū khālidīn(a).

Kami tidak menjadikan mereka (para utusan) sebagai jasad yang tidak membutuhkan makanan. Mereka tidak (pula) hidup kekal.

Al-Anbiya' · 9
﴿ 9 ﴾

ثُمَّ صَدَقْنٰهُمُ الْوَعْدَ فَاَنْجَيْنٰهُمْ وَمَنْ نَّشَاۤءُ وَاَهْلَكْنَا الْمُسْرِفِيْنَ

Ṡumma ṣadaqnāhumul-wa‘da fa anjaināhum wa man nasyā'u wa ahlaknal-musrifīn(a).

Kemudian Kami tepati janji kepada mereka (para utusan). Maka, Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.

Al-Anbiya' · 10
﴿ 10 ﴾

لَقَدْ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكُمْ كِتٰبًا فِيْهِ ذِكْرُكُمْۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ

Laqad anzalnā ilaikum kitāban fīhi żikrukum, afalā ta‘qilūn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah menurunkan kepadamu sebuah Kitab (Al-Qur’an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Apakah kamu tidak mengerti?

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 58, lanjutkan tema Surat Al-Anbiya'