← Kembali ke pelajaran
Hari 58 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Al-Anbiya' · 1
﴿ 1 ﴾

ٱقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَ

ٱقْتَرَبَ
iq'taraba
(Telah) mendekat
لِلنَّاسِ
lilnnāsi
bagi manusia
حِسَابُهُمْ
ḥisābuhum
perhitungan mereka
وَهُمْ
wahum
sedangkan mereka
فِى
ada di
غَفْلَةٍۢ
ghaflatin
kelalaian
مُّعْرِضُونَ
muʿ'riḍūna
berpaling

Iqtaraba lin-nāsi ḥisābuhum wa hum fī gaflatim mu‘riḍūn(a).

Telah makin dekat kepada manusia perhitungan (amal) mereka, sedangkan mereka dalam keadaan lengah lagi berpaling (darinya).

Al-Anbiya' · 2
﴿ 2 ﴾

مَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّن رَّبِّهِم مُّحْدَثٍ إِلَّا ٱسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ

مَا
Bukan
يَأْتِيهِم
yatīhim
datang kepada mereka
مِّن
min
dari
ذِكْرٍۢ
dhik'rin
peringatan
مِّن
min
dari
رَّبِّهِم
rabbihim
Tuhan mereka
مُّحْدَثٍ
muḥ'dathin
yang baru
إِلَّا
illā
kecuali
ٱسْتَمَعُوهُ
is'tamaʿūhu
mereka mendengarkannya
وَهُمْ
wahum
sedangkan mereka
يَلْعَبُونَ
yalʿabūna
yang ummi

Mā ya'tīhim min żikrim mir rabbihim muḥdaṡin illastama‘ūhu wa hum yal‘abūn(a).

Tidaklah diturunkan kepada mereka peringatan yang baru dari Tuhan, kecuali mereka mendengarkannya sambil bermain-main

Al-Anbiya' · 3
﴿ 3 ﴾

لَاهِيَةً قُلُوبُهُمْ‌ۗ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّجْوَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ هَلْ هَـٰذَآ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ‌ۖ أَفَتَأْتُونَ ٱلسِّحْرَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ

لَاهِيَةًۭ
lāhiyatan
terlena
قُلُوبُهُمْ ۗ
qulūbuhum
hati mereka
وَأَسَرُّوا۟
wa-asarrū
dan mereka menyembunyikan
ٱلنَّجْوَى
l-najwā
percakapan rahasia
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ظَلَمُوا۟
ẓalamū
mereka menzalimi
هَلْ
hal
Apakah
هَـٰذَآ
hādhā
ini
إِلَّا
illā
kecuali
بَشَرٌۭ
basharun
seorang manusia
مِّثْلُكُمْ ۖ
mith'lukum
seperti kalian
أَفَتَأْتُونَ
afatatūna
maka apakah kamu akan mendekati
ٱلسِّحْرَ
l-siḥ'ra
sihir
وَأَنتُمْ
wa-antum
sedangkan kalian
تُبْصِرُونَ
tub'ṣirūna
kalian melihatnya

Lāhiyatan qulūbuhum, wa asarrun-najwal-lażīna ẓalamū, hal hāżā illā basyarum miṡlukum, afa ta'tūnas-siḥra wa antum tubṣirūn(a).

(dan) hati mereka dalam keadaan lalai. Mereka, orang-orang yang zalim itu, merahasiakan pembicaraan (dengan saling berbisik), “Bukankah (orang) ini (Nabi Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia seperti kamu? Apakah kamu mengikuti sihir itu padahal kamu menyaksikannya?”

Al-Anbiya' · 4
﴿ 4 ﴾

قَالَ رَبِّى يَعْلَمُ ٱلْقَوْلَ فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ‌ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

قَالَ
qāla
Dia berkata
رَبِّى
rabbī
Tuhanku
يَعْلَمُ
yaʿlamu
Dia mengetahui
ٱلْقَوْلَ
l-qawla
perkataan
فِى
di
ٱلسَّمَآءِ
l-samāi
langit
وَٱلْأَرْضِ ۖ
wal-arḍi
dan bumi
وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
ٱلسَّمِيعُ
l-samīʿu
Maha Mendengar
ٱلْعَلِيمُ
l-ʿalīmu
Yang Maha Mengetahui

Qāla rabbī ya‘lamul-qaula fis-samā'i wal-arḍ(i), wa huwas-samī‘ul-‘alīm(u).

Dia (Nabi Muhammad) berkata, “Tuhanku mengetahui (semua) perkataan di langit serta di bumi dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Al-Anbiya' · 5
﴿ 5 ﴾

بَلْ قَالُوٓاْ أَضْغَـٰثُ أَحْلَـٰمِۭ بَلِ ٱفْتَرَٮٰهُ بَلْ هُوَ شَاعِرٌ فَلْيَأْتِنَا بِـَٔـايَةٍ كَمَآ أُرْسِلَ ٱلْأَوَّلُونَ

بَلْ
bal
Bahkan
قَالُوٓا۟
qālū
mereka berkata
أَضْغَـٰثُ
aḍghāthu
campur aduk
أَحْلَـٰمٍۭ
aḥlāmin
mimpi
بَلِ
bali
bahkan
ٱفْتَرَىٰهُ
if'tarāhu
dia telah mengada-adakannya
بَلْ
bal
bahkan
هُوَ
huwa
dia
شَاعِرٌۭ
shāʿirun
seorang penyair
فَلْيَأْتِنَا
falyatinā
maka biarkan dia membawa kami
بِـَٔايَةٍۢ
biāyatin
sebuah tanda
كَمَآ
kamā
seperti apa yang
أُرْسِلَ
ur'sila
diutus
ٱلْأَوَّلُونَ
l-awalūna
yang terdahulu

Bal qālū aḍgāṡu aḥlāmim baliftarāhu bal huwa syā‘ir(un), falya'tinā bi'āyatin kamā ursilal-awwalūn(a).

Bahkan, mereka berkata, “(Al-Qur’an itu buah) mimpi-mimpi kosong. Malah, dia (Nabi Muhammad) merekayasanya. Lebih dari itu, dia seorang penyair. Maka, hendaklah dia mendatangkan kepada kami suatu tanda (mukjizat) sebagaimana rasul-rasul yang diutus terdahulu.”

Al-Anbiya' · 6
﴿ 6 ﴾

مَآ ءَامَنَتْ قَبْلَهُم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَـٰهَآ‌ۖ أَفَهُمْ يُؤْمِنُونَ

مَآ
tidak
ءَامَنَتْ
āmanat
ia beriman
قَبْلَهُم
qablahum
sebelum mereka
مِّن
min
apapun
قَرْيَةٍ
qaryatin
kota
أَهْلَكْنَـٰهَآ ۖ
ahlaknāhā
yang Kami hancurkan
أَفَهُمْ
afahum
maka apakah mereka
يُؤْمِنُونَ
yu'minūna
mereka beriman

Mā āmanat qablahum min qaryatin ahlaknāhā, afahum yu'minūn(a).

Tidak ada satu pun (penduduk) negeri sebelum mereka yang telah Kami binasakan itu beriman, (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka (penduduk Makkah) akan beriman (jika Kami kirimkan bukti)?

Al-Anbiya' · 7
﴿ 7 ﴾

وَمَآ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالاً نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ‌ۖ فَسْــَٔلُوٓاْ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

وَمَآ
wamā
dan tidak
أَرْسَلْنَا
arsalnā
Kami mengutus
قَبْلَكَ
qablaka
sebelummu
إِلَّا
illā
kecuali
رِجَالًۭا
rijālan
laki-laki
نُّوحِىٓ
nūḥī
kami wahyukan
إِلَيْهِمْ ۖ
ilayhim
kepada mereka
فَسْـَٔلُوٓا۟
fasalū
Maka bertanyalah
أَهْلَ
ahla
penduduk
ٱلذِّكْرِ
l-dhik'ri
peringatan
إِن
in
jika
كُنتُمْ
kuntum
kalian
لَا
jangan
تَعْلَمُونَ
taʿlamūna
mengetahui

Wa mā arsalnā qablaka illā rijālan nūḥī ilaihim fas'alū ahlaż-żikri in kuntum lā ta‘lamūn(a).

Kami tidak mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka, bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.

Al-Anbiya' · 8
﴿ 8 ﴾

وَمَا جَعَلْنَـٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُونَ ٱلطَّعَامَ وَمَا كَانُواْ خَـٰلِدِينَ

وَمَا
wamā
Dan tidak
جَعَلْنَـٰهُمْ
jaʿalnāhum
kami menjadikan mereka
جَسَدًۭا
jasadan
tubuh
لَّا
tidak
يَأْكُلُونَ
yakulūna
makan
ٱلطَّعَامَ
l-ṭaʿāma
makanan
وَمَا
wamā
dan tidak
كَانُوا۟
kānū
mereka adalah
خَـٰلِدِينَ
khālidīna
kekal

Wa mā ja‘alnāhum jasadal lā ya'kulūnaṭ-ṭa‘āma wa mā kānū khālidīn(a).

Kami tidak menjadikan mereka (para utusan) sebagai jasad yang tidak membutuhkan makanan. Mereka tidak (pula) hidup kekal.

Al-Anbiya' · 9
﴿ 9 ﴾

ثُمَّ صَدَقْنَـٰهُمُ ٱلْوَعْدَ فَأَنجَيْنَـٰهُمْ وَمَن نَّشَآءُ وَأَهْلَكْنَا ٱلْمُسْرِفِينَ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
صَدَقْنَـٰهُمُ
ṣadaqnāhumu
Kami memenuhi (janji) untuk mereka
ٱلْوَعْدَ
l-waʿda
janji
فَأَنجَيْنَـٰهُمْ
fa-anjaynāhum
dan Kami menyelamatkan mereka
وَمَن
waman
dan siapa
نَّشَآءُ
nashāu
Kami menghendaki
وَأَهْلَكْنَا
wa-ahlaknā
dan Kami hancurkan
ٱلْمُسْرِفِينَ
l-mus'rifīna
orang-orang yang melampaui batas

Ṡumma ṣadaqnāhumul-wa‘da fa anjaināhum wa man nasyā'u wa ahlaknal-musrifīn(a).

Kemudian Kami tepati janji kepada mereka (para utusan). Maka, Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.

Al-Anbiya' · 10
﴿ 10 ﴾

لَقَدْ أَنزَلْنَآ إِلَيْكُمْ كِتَـٰبًا فِيهِ ذِكْرُكُمْ‌ۖ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

لَقَدْ
laqad
Sungguh
أَنزَلْنَآ
anzalnā
Kami telah menurunkan
إِلَيْكُمْ
ilaykum
kepada kamu
كِتَـٰبًۭا
kitāban
sebuah Kitab
فِيهِ
fīhi
di dalamnya
ذِكْرُكُمْ ۖ
dhik'rukum
Adalah sebutanmu
أَفَلَا
afalā
Maka tidakkah
تَعْقِلُونَ
taʿqilūna
kamu menggunakan akal

Laqad anzalnā ilaikum kitāban fīhi żikrukum, afalā ta‘qilūn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah menurunkan kepadamu sebuah Kitab (Al-Qur’an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Apakah kamu tidak mengerti?