Surah Al-Furqan, yang berarti 'Pembeda', melanjutkan tema penegasan tauhid dan risalah Nabi Muhammad ﷺ yang kuat dari surah sebelumnya, Al-Mu'minun. Jika Al-Mu'minun menyoroti sifat-sifat orang beriman yang beruntung, Al-Furqan lebih fokus pada Al-Qur'an sebagai kriteria pembeda antara kebenaran dan kebatilan, serta menyingkap kesesatan kaum musyrikin. Secara internal, ayat 1 dan 2 mengagungkan Allah sebagai Dzat Yang Maha Berkuasa dan menurunkan Al-Qur'an, yang kemudian secara kontras diikuti oleh ayat 3 yang mengecam sesembahan selain Allah yang tidak berdaya. Ayat 4-7 menanggapi tuduhan kaum kafir terhadap Al-Qur'an dan kenabian Muhammad ﷺ, menunjukkan bahwa penolakan mereka berakar pada kesombongan dan ketidakmampuan memahami hikmah ilahi. Tema ini terhubung erat dengan banyak surah Makkiyah lainnya yang berjuang menegakkan tauhid dan membela kenabian, seperti Al-Isra dan Al-Kahf, yang semuanya bertujuan untuk membersihkan akidah dari syirik dan keraguan.
Hari 62 Langkah 5 / 9 +10 XP