Surah An-Naml (27) merupakan surah Makkiyah, yang secara tematik berkesinambungan dengan surah-surah Makkiyah sebelumnya dalam menekankan tauhid, kenabian, dan hari kebangkitan. Hubungannya dengan Surah Asy-Syu'ara' (26) adalah sama-sama mengisahkan para nabi dan mukjizat mereka sebagai bukti kenabian dan keesaan Allah, seperti kisah Musa as. dan Fir'aun, serta kisah Nabi Sulaiman as. dengan ratu Saba'. Surah An-Naml secara khusus menyoroti kisah Nabi Sulaiman as. dan semut, yang menjadi nama surah ini, untuk menunjukkan keagungan kekuasaan Allah yang mencakup segala makhluk, bahkan yang terkecil sekalipun. Kisah-kisah ini berfungsi sebagai penegasan wahyu Al-Qur'an (ayat 1-6) dan peringatan bagi orang-orang yang ingkar terhadap akhirat (ayat 4-5), serta sebagai penghibur bagi Nabi Muhammad saw. dalam menghadapi penolakan kaumnya. Munasabah internal dalam ayat-ayat awal surah ini adalah bahwa setelah menegaskan kebenaran Al-Qur'an sebagai petunjuk dan berita gembira bagi orang mukmin, Allah segera mengkontraskannya dengan keadaan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, yang mana perbuatan mereka dihiasi sehingga mereka tersesat, dan bagi mereka azab yang pedih.
Hari 64 Langkah 5 / 9 +10 XP