طٰسۤمّۤ
Ṭā Sīm Mīm.
Ṭā Sīn Mīm.
Kisah lengkap Musa dari bayi hingga kenabian; kesabaran menghasilkan kemenangan.
Surah Al-Qasas menyoroti kisah Musa (AS) dan Firaun, menegaskan kekuasaan ilahi dan janji Allah untuk menolong hamba-Nya yang tertindas. Ini adalah penegasan atas kebenaran risalah Nabi Muhammad (SAW) di tengah penolakan, menunjukkan bahwa kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa, serta peringatan bagi orang-orang musyrik Mekah bahwa kekuasaan mereka tidak akan bertahan. Surah ini menekankan bahwa kekuasaan sejati hanya milik Allah.
Menegaskan bahwa kemenangan akhir pasti milik orang beriman yang tertindas, bukan penguasa zalim yang sombong.
Surah Al-Qasas berpusat pada kisah perjuangan Nabi Musa melawan kezaliman Firaun dan kesombongan Qarun. Tema utamanya adalah janji Allah untuk memenangkan kelompok yang lemah dan tertindas di bumi, sekaligus menghancurkan para tiran yang mengandalkan kekuatan duniawi. Allah menunjukkan sifat-Nya yang Maha Mengatur dan Maha Menepati Janji.
Selain itu, surah ini menyoroti bahaya kesombongan akibat harta dan kekuasaan. Kisah Qarun menjadi peringatan keras bahwa kekayaan adalah ujian, bukan tanda kemuliaan mutlak. Keselamatan hanya didapat dengan bersikap rendah hati, bersyukur, dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi.
Surah ini diturunkan di Makkah saat umat Islam sedang mengalami penindasan yang hebat dari kaum musyrikin. Allah menurunkannya untuk menghibur Nabi Muhammad dan para sahabat, meyakinkan mereka bahwa kelemahan fisik saat ini bukanlah akhir segalanya. Sebagaimana Bani Israil diselamatkan dari Firaun, umat Islam juga akan ditolong oleh Allah.
Surah sebelumnya, An-Naml, diakhiri dengan penegasan tentang kebenaran Al-Quran dan balasan bagi orang yang berbuat baik. Surah Al-Qasas melanjutkannya dengan memberikan bukti nyata melalui kisah Nabi Musa. Kemudian, surah sesudahnya, Al-'Ankabut, membahas tentang ujian keimanan yang pasti menimpa setiap mukmin.
Situasi Merasa lemah dan tidak berdaya menghadapi atasan atau sistem yang menindas di tempat kerja.
Pesan surah Allah berjanji akan mengangkat derajat orang-orang yang tertindas jika mereka bersabar dan terus berbuat baik.
Langkah kecil Berdoa memohon perlindungan Allah dan tetap bekerja dengan jujur tanpa ikut campur dalam kecurangan.
Situasi Mendapatkan promosi jabatan atau rezeki finansial yang besar secara tiba-tiba.
Pesan surah Kekayaan dan jabatan adalah ujian seperti yang dialami Qarun, jangan sampai membuat kita merasa lebih baik dari orang lain.
Langkah kecil Sisihkan sebagian rezeki hari ini untuk sedekah secara diam-diam sebagai bentuk syukur.
Situasi Mengkhawatirkan masa depan anak di tengah lingkungan yang buruk dan penuh fitnah.
Pesan surah Sebagaimana ibu Nabi Musa melepaskan anaknya ke sungai dengan tawakal, kita harus mempercayakan penjagaan anak kepada Allah.
Langkah kecil Bacakan doa perlindungan untuk anak-anak sebelum mereka berangkat beraktivitas.
Surah ini mengajarkan bahwa hasil akhir ada di tangan Allah, namun kita tetap harus berusaha seperti ibu Musa yang menghanyutkan bayinya. Tawakal yang benar menggabungkan usaha maksimal dengan kepasrahan hati.
Cara praktis Lakukan satu tugas sulit hari ini dengan niat ibadah, lalu serahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah tanpa rasa cemas.
Hari ini, ucapkan doa Nabi Musa saat dalam kesulitan (Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir) setelah salat fardu.
طٰسۤمّۤ
Ṭā Sīm Mīm.
Ṭā Sīn Mīm.
تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ
Tilka āyātul-kitābil-mubīn(i).
Itulah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang jelas.
نَتْلُوْا عَلَيْكَ مِنْ نَّبَاِ مُوْسٰى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ لِقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
Natlū ‘alaika min naba'i mūsā wa fir‘auna bil-ḥaqqi liqaumiy yu'minūn(a).
Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Firʻaun dengan sebenarnya untuk kaum beriman.
اِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِى الْاَرْضِ وَجَعَلَ اَهْلَهَا شِيَعًا يَّسْتَضْعِفُ طَاۤىِٕفَةً مِّنْهُمْ يُذَبِّحُ اَبْنَاۤءَهُمْ وَيَسْتَحْيٖ نِسَاۤءَهُمْ ۗاِنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِيْنَ
Inna fir‘auna ‘alā fil-arḍi wa ja‘ala ahlahā syiya‘ay yastaḍ‘ifu ṭā'ifatam minhum yużabbiḥu abnā'ahum wa yastaḥyī nisā'ahum, innahū kāna minal-mufsidīn(a).
Sesungguhnya Firʻaun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah. Dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil). Dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuannya. Sesungguhnya dia (Firʻaun) termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَنُرِيْدُ اَنْ نَّمُنَّ عَلَى الَّذِيْنَ اسْتُضْعِفُوْا فِى الْاَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ اَىِٕمَّةً وَّنَجْعَلَهُمُ الْوٰرِثِيْنَ ۙ
Wa nurīdu an namunna ‘alal-lażīnastuḍ‘ifū fil-arḍi wa naj‘alahum a'immataw wa naj‘alahumul-wāriṡīn(a).
Kami berkehendak untuk memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, menjadikan mereka para pemimpin, dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).
وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَنُرِيَ فِرْعَوْنَ وَهَامٰنَ وَجُنُوْدَهُمَا مِنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَحْذَرُوْنَ
Wa numakkina lahum fil-arḍi wa nuriya fir‘auna wa hāmāna wa junūdahumā minhum mā kānū yaḥżarūn(a).
Kami pun (berkehendak untuk) meneguhkan kedudukan mereka (Bani Israil) di bumi dan memperlihatkan kepada Firʻaun, Haman, dan bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka (Bani Israil).
وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اُمِّ مُوْسٰٓى اَنْ اَرْضِعِيْهِۚ فَاِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَاَلْقِيْهِ فِى الْيَمِّ وَلَا تَخَافِيْ وَلَا تَحْزَنِيْ ۚاِنَّا رَاۤدُّوْهُ اِلَيْكِ وَجَاعِلُوْهُ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ
Wa auḥainā ilā mūsā an arḍi‘īh(i), fa'iżā khifti ‘alaihi fa'alqīhi fil yammi wa lā takhāfī wa lā taḥzanī, innā rāddūhu ilaiki wa jā‘ilūhu minal-mursalīn(a).
Kami mengilhamkan kepada ibu Musa, “Susuilah dia (Musa). Jika engkau khawatir atas (keselamatan)-nya, hanyutkanlah dia ke sungai (Nil dalam sebuah peti yang mengapung). Janganlah engkau takut dan janganlah (pula) bersedih. Sesungguhnya Kami pasti mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya sebagai salah seorang rasul.”
فَالْتَقَطَهٗٓ اٰلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُوْنَ لَهُمْ عَدُوًّا وَّحَزَنًاۗ اِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامٰنَ وَجُنُوْدَهُمَا كَانُوْا خٰطِـِٕيْنَ
Faltaqaṭahū ālu fir‘auna liyakūna lahum ‘aduwwaw wa ḥazanā(n), inna fir‘auna wa hāmāna wa junūdahumā kānū khāṭi'īn(a).
Kemudian, keluarga Firʻaun memungutnya agar (kelak) dia menjadi musuh dan (penyebab) kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Firʻaun, Haman, dan bala tentaranya adalah orang-orang salah.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Muqatil] Telah mengabarkan kepada kami [Ya'la] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan Al 'Ushfuri] dari ['Ikrima…
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah Al Anshari] Telah menceritakan kepada kami [Humaid] bahwa [Anas] menceritakan kepada mereka dari Nabi s…
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Numair]; Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah]; Telah menceritakan kepada kami [Buraid bi…
Dalam perjalanan hidup yang penuh ketidakpastian, sering kali kita merasa cemas akan skenario terburuk dari sebuah keputusan. Namun, perhatikanlah Al-Qasas a…
Dalam surah Al-Qasas ayat 7, Allah SWT mengabadikan sebuah momen krusial dalam sejarah Bani Israil. Ayat ini merupakan bagian dari pembuka kisah Nabi Musa AS…
Dalam menapaki ujian kehidupan yang menuntut kesabaran dan tawakal, kita sering kali merasa lemah di hadapan kekuatan yang tampak dominan. Surat Al-Qasas aya…