← Kembali ke pelajaran
Hari 69 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

As-Sajdah · 1
﴿ 1 ﴾

الٓمٓ

الٓمٓ
alif-lam-meem
Alif Lam Mim

Alif lām mīm.

Alif Lām Mīm.

As-Sajdah · 2
﴿ 2 ﴾

تَنزِيلُ ٱلْكِتَـٰبِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

تَنزِيلُ
tanzīlu
Wahyu
ٱلْكِتَـٰبِ
l-kitābi
Kitab
لَا
tidak ada
رَيْبَ
rayba
keraguan
فِيهِ
fīhi
tentang itu
مِن
min
dari
رَّبِّ
rabbi
Tuhan
ٱلْعَـٰلَمِينَ
l-ʿālamīna
alam semesta

Tanzīlul-kitābi lā raiba fīhi mir rabbil-‘ālamīn(a).

Turunnya Al-Qur’an yang tidak ada keraguan di dalamnya berasal dari Tuhan semesta alam.

As-Sajdah · 3
﴿ 3 ﴾

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَٮٰهُ‌ۚ بَلْ هُوَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّآ أَتَـٰهُم مِّن نَّذِيرٍ مِّن قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

أَمْ
am
Atau
يَقُولُونَ
yaqūlūna
mereka berkata
ٱفْتَرَىٰهُ ۚ
if'tarāhu
Dia mengada-adakannya
بَلْ
bal
Bahkan
هُوَ
huwa
itu
ٱلْحَقُّ
l-ḥaqu
adalah kebenaran
مِن
min
dari
رَّبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
لِتُنذِرَ
litundhira
agar kamu memberi peringatan
قَوْمًۭا
qawman
suatu kaum
مَّآ
tidak
أَتَىٰهُم
atāhum
telah datang kepada mereka
مِّن
min
apapun
نَّذِيرٍۢ
nadhīrin
pemberi peringatan
مِّن
min
sebelummu
قَبْلِكَ
qablika
sebelummu
لَعَلَّهُمْ
laʿallahum
agar mereka
يَهْتَدُونَ
yahtadūna
mendapat petunjuk

Am yaqūlūnaftarāhu balhuwal-ḥaqqu mir rabbika litunżira qaumam mā atāhum min nażīrim min qablika la‘allahum yahtadūn(a).

Akan tetapi, mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, “Dia (Nabi Muhammad) telah mengada-adakannya.” Sebaliknya, Al-Qur’an itulah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang sama sekali belum pernah didatangi seorang pemberi peringatan sebelum engkau. (Demikian ini) agar mereka mendapat petunjuk.

As-Sajdah · 4
﴿ 4 ﴾

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ‌ۖ مَا لَكُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَلِىٍّ وَلَا شَفِيعٍ‌ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

ٱللَّهُ
al-lahu
Allah
ٱلَّذِى
alladhī
adalah Dia yang
خَلَقَ
khalaqa
Dia menciptakan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضَ
wal-arḍa
dan bumi
وَمَا
wamā
dan apa pun
بَيْنَهُمَا
baynahumā
adalah di antara keduanya
فِى
di
سِتَّةِ
sittati
enam
أَيَّامٍۢ
ayyāmin
masa
ثُمَّ
thumma
Kemudian
ٱسْتَوَىٰ
is'tawā
Dia bersemayam
عَلَى
ʿalā
atas
ٱلْعَرْشِ ۖ
l-ʿarshi
Arasy
مَا
Bukan
لَكُم
lakum
bagi kalian
مِّن
min
selain Dia
دُونِهِۦ
dūnihi
selain Dia
مِن
min
apa pun
وَلِىٍّۢ
waliyyin
pelindung
وَلَا
walā
dan tidak
شَفِيعٍ ۚ
shafīʿin
Seorang pemberi syafaat
أَفَلَا
afalā
Maka tidakkah
تَتَذَكَّرُونَ
tatadhakkarūna
kalian mengambil pelajaran

Allāhul-lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyāmin ṡummastawā ‘alal-‘arsy(i), mā lakum min dūnihī miw waliyyiw wa lā syafī‘(in), afalā tatażakkarūn(a).

Allah adalah Zat yang menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy. Bagimu tidak ada seorang pun pelindung dan pemberi syafaat selain Dia. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan?

As-Sajdah · 5
﴿ 5 ﴾

يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ إِلَى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِى يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُۥٓ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ

يُدَبِّرُ
yudabbiru
Dia mengatur
ٱلْأَمْرَ
l-amra
perkara itu
مِنَ
mina
dari
ٱلسَّمَآءِ
l-samāi
langit
إِلَى
ilā
kepada
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
ثُمَّ
thumma
kemudian
يَعْرُجُ
yaʿruju
ia akan naik
إِلَيْهِ
ilayhi
kepada-Nya
فِى
di
يَوْمٍۢ
yawmin
suatu hari
كَانَ
kāna
ukurannya adalah
مِقْدَارُهُۥٓ
miq'dāruhu
ukurannya adalah
أَلْفَ
alfa
seribu
سَنَةٍۢ
sanatin
tahun
مِّمَّا
mimmā
dari apa
تَعُدُّونَ
taʿuddūna
kalian menghitung

Yudabbirul-amra minas-samā'i ilal-arḍi ṡumma ya‘ruju ilaihi fī yaumin kāna miqdāruhū alfa sanatim mimmā ta‘uddūn(a).

Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (segala urusan) itu naik kepada-Nya pada hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

As-Sajdah · 6
﴿ 6 ﴾

ذَٲلِكَ عَـٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ ٱلْعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ

ذَٰلِكَ
dhālika
Itu
عَـٰلِمُ
ʿālimu
Maha Mengetahui
ٱلْغَيْبِ
l-ghaybi
yang gaib
وَٱلشَّهَـٰدَةِ
wal-shahādati
dan yang disaksikan
ٱلْعَزِيزُ
l-ʿazīzu
Yang Maha Perkasa
ٱلرَّحِيمُ
l-raḥīmu
Yang Maha Penyayang

Żālika ‘ālimul-gaibi wasy-syahādatil-‘azīzur-raḥīm(u).

Itu adalah (Tuhan) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

As-Sajdah · 7
﴿ 7 ﴾

ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ‌ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ ٱلْإِنسَـٰنِ مِن طِينٍ

ٱلَّذِىٓ
alladhī
Yang
أَحْسَنَ
aḥsana
berbuat baik
كُلَّ
kulla
setiap
شَىْءٍ
shayin
sesuatu
خَلَقَهُۥ ۖ
khalaqahu
Dia menciptakannya
وَبَدَأَ
wabada-a
dan Dia memulai
خَلْقَ
khalqa
ciptaan
ٱلْإِنسَـٰنِ
l-insāni
manusia
مِن
min
dari
طِينٍۢ
ṭīnin
tanah liat

Allażī aḥsana kulla syai'in khalaqahū wa bada'a khalqal-insāni min ṭīn(in).

(Dia juga) yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan memulai penciptaan manusia dari tanah.

As-Sajdah · 8
﴿ 8 ﴾

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُۥ مِن سُلَـٰلَةٍ مِّن مَّآءٍ مَّهِينٍ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
جَعَلَ
jaʿala
Dia menjadikan
نَسْلَهُۥ
naslahu
keturunannya
مِن
min
dari
سُلَـٰلَةٍۢ
sulālatin
sari pati
مِّن
min
dari
مَّآءٍۢ
māin
air
مَّهِينٍۢ
mahīnin
dari-Nya

Ṡumma ja‘ala naslahū min sulālatim mim mā'im mahīn(in).

Kemudian, Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).

As-Sajdah · 9
﴿ 9 ﴾

ثُمَّ سَوَّٮٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦ‌ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَـٰرَ وَٱلْأَفْــِٔدَةَ‌ۚ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ

ثُمَّ
thumma
Kemudian
سَوَّىٰهُ
sawwāhu
Dia membentuknya
وَنَفَخَ
wanafakha
dan meniupkan
فِيهِ
fīhi
ke dalamnya
مِن
min
dari
رُّوحِهِۦ ۖ
rūḥihi
roh-Nya
وَجَعَلَ
wajaʿala
dan menjadikan
لَكُمُ
lakumu
bagi kalian
ٱلسَّمْعَ
l-samʿa
pendengaran
وَٱلْأَبْصَـٰرَ
wal-abṣāra
dan penglihatan
وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۚ
wal-afidata
dan perasaan
قَلِيلًۭا
qalīlan
sedikit
مَّا
[apa]
تَشْكُرُونَ
tashkurūna
syukur yang kamu berikan

Ṡumma sawwāhu wa nafakha fīhi mir rūḥihī wa ja‘ala lakumus-sam‘a wal-abṣāra wal-af'idah(ta), qalīlam mā tasykurūn(a).

Kemudian, Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)-nya. Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani untukmu. Sedikit sekali kamu bersyukur.

As-Sajdah · 10
﴿ 10 ﴾

وَقَالُوٓاْ أَءِذَا ضَلَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍ جَدِيدِۭ‌ۚ بَلْ هُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمْ كَـٰفِرُونَ

وَقَالُوٓا۟
waqālū
Dan mereka berkata
أَءِذَا
a-idhā
apakah ketika
ضَلَلْنَا
ḍalalnā
kami tersesat
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
أَءِنَّا
a-innā
akankah kami
لَفِى
lafī
pasti berada dalam
خَلْقٍۢ
khalqin
ciptaan
جَدِيدٍۭ ۚ
jadīdin
baru
بَلْ
bal
Bahkan
هُم
hum
mereka
بِلِقَآءِ
biliqāi
dalam pertemuan
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
كَـٰفِرُونَ
kāfirūna
orang-orang kafir

Wa qālū a'iżā ḍalalnā fil-arḍi a'innā lafī khalqin jadīd(in), bal hum biliqā'i rabbihim kāfirūn(a).

Mereka berkata, “Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami akan (kembali) dalam ciptaan yang baru?” Bahkan (bukan hanya itu), mereka pun mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.

As-Sajdah · 11
﴿ 11 ﴾

۞ قُلْ يَتَوَفَّـٰكُم مَّلَكُ ٱلْمَوْتِ ٱلَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

۞ قُلْ
qul
Katakanlah
يَتَوَفَّىٰكُم
yatawaffākum
akan mengambil jiwamu
مَّلَكُ
malaku
Malaikat
ٱلْمَوْتِ
l-mawti
kematian
ٱلَّذِى
alladhī
orang yang
وُكِّلَ
wukkila
telah ditugaskan
بِكُمْ
bikum
darimu
ثُمَّ
thumma
Kemudian
إِلَىٰ
ilā
kepada
رَبِّكُمْ
rabbikum
Tuhanmu
تُرْجَعُونَ
tur'jaʿūna
kalian akan dikembalikan

Qul yatawaffākum malakul-mautil-lażī wukkila bikum ṡumma ilā rabbikum turja‘ūn(a).

Katakanlah, “Malaikat maut yang diserahi (tugas) untuk (mencabut nyawa)-mu akan mematikanmu, kemudian kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.”

As-Sajdah · 12
﴿ 12 ﴾

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلْمُجْرِمُونَ نَاكِسُواْ رُءُوسِهِمْ عِندَ رَبِّهِمْ رَبَّنَآ أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَٱرْجِعْنَا نَعْمَلْ صَـٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ

وَلَوْ
walaw
Dan jika
تَرَىٰٓ
tarā
kamu (bisa) melihat
إِذِ
idhi
ketika
ٱلْمُجْرِمُونَ
l-muj'rimūna
orang-orang yang berdosa
نَاكِسُوا۟
nākisū
akan menunduk
رُءُوسِهِمْ
ruūsihim
kepala mereka
عِندَ
ʿinda
di sisi
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
رَبَّنَآ
rabbanā
Tuhan kami
أَبْصَرْنَا
abṣarnā
kami telah melihat
وَسَمِعْنَا
wasamiʿ'nā
dan kami telah mendengar
فَٱرْجِعْنَا
fa-ir'jiʿ'nā
maka kembalikanlah kami
نَعْمَلْ
naʿmal
kami akan melakukan
صَـٰلِحًا
ṣāliḥan
saleh
إِنَّا
innā
sesungguhnya kami
مُوقِنُونَ
mūqinūna
(sekarang) yakin

Wa lau tarā iżil-mujrimūna nākisū ru'ūsihim ‘inda rabbihim, rabbanā abṣarnā wa sami‘nā farji‘nā na‘mal ṣāliḥan innā mūqinūn(a).

Sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (kamu akan melihat sesuatu yang sangat luar biasa dan mereka berkata,) “Ya Tuhan kami, kami telah melihat (hari Kiamat yang kami ingkari) dan mendengar (dari-Mu kebenaran ucapan rasul-rasul-Mu). Maka, kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan beramal saleh. Sesungguhnya kami (sekarang) adalah orang-orang yang yakin (akan adanya hari Kiamat).”

As-Sajdah · 13
﴿ 13 ﴾

وَلَوْ شِئْنَا لَأَتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَٮٰهَا وَلَـٰكِنْ حَقَّ ٱلْقَوْلُ مِنِّى لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

وَلَوْ
walaw
Dan jika
شِئْنَا
shi'nā
Kami (telah) menghendaki
لَـَٔاتَيْنَا
laātaynā
pasti Kami akan berikan
كُلَّ
kulla
setiap
نَفْسٍ
nafsin
jiwa
هُدَىٰهَا
hudāhā
petunjuknya
وَلَـٰكِنْ
walākin
tetapi
حَقَّ
ḥaqqa
benar
ٱلْقَوْلُ
l-qawlu
firman
مِنِّى
minnī
dari-Ku
لَأَمْلَأَنَّ
la-amla-anna
bahwa aku pasti akan memenuhi
جَهَنَّمَ
jahannama
Jahannam
مِنَ
mina
dengan
ٱلْجِنَّةِ
l-jinati
jin
وَٱلنَّاسِ
wal-nāsi
dan manusia
أَجْمَعِينَ
ajmaʿīna
bersama-sama

Wa lau syi'nā la'ātainā kulla nafsin hudāhā wa lākin ḥaqqal-qaulu minnī la'amla'anna jahannama minal-jinnati wan-nāsi ajma‘īn(a).

Seandainya Kami menghendaki, niscaya Kami menganugerahkan kepada setiap jiwa petunjuk (bagi)-nya, tetapi telah berlaku ketetapan dari-Ku (bahwa) sungguh Aku pasti akan memenuhi (neraka) Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama.

As-Sajdah · 14
﴿ 14 ﴾

فَذُوقُواْ بِمَا نَسِيتُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَآ إِنَّا نَسِينَـٰكُمْ‌ۖ وَذُوقُواْ عَذَابَ ٱلْخُلْدِ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

فَذُوقُوا۟
fadhūqū
Maka rasakanlah
بِمَا
bimā
karena
نَسِيتُمْ
nasītum
kalian lupa
لِقَآءَ
liqāa
pertemuan
يَوْمِكُمْ
yawmikum
dan barangsiapa
هَـٰذَآ
hādhā
hari ini
إِنَّا
innā
sesungguhnya Kami
نَسِينَـٰكُمْ ۖ
nasīnākum
telah melupakanmu
وَذُوقُوا۟
wadhūqū
dan rasakanlah
عَذَابَ
ʿadhāba
azab
ٱلْخُلْدِ
l-khul'di
keabadian
بِمَا
bimā
atas apa yang
كُنتُمْ
kuntum
kalian dulu
تَعْمَلُونَ
taʿmalūna
melakukan

Fa żūqū bimā nasītum liqā'a yaumikum hāżā, innā nasīnākum wa żūqū ‘ażābal-khuldi bimā kuntum ta‘malūn(a).

Rasakanlah olehmu (azab ini) karena kamu melalaikan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat). Sesungguhnya Kami pun melalaikanmu. Rasakanlah azab yang kekal karena apa yang selalu kamu kerjakan!”

As-Sajdah · 15
﴿ 15 ﴾

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِـَٔـايَـٰتِنَا ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِهَا خَرُّواْ سُجَّدًا وَسَبَّحُواْ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩

إِنَّمَا
innamā
Hanya
يُؤْمِنُ
yu'minu
beriman
بِـَٔايَـٰتِنَا
biāyātinā
dengan ayat-ayat Kami
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
إِذَا
idhā
apabila
ذُكِّرُوا۟
dhukkirū
mereka diingatkan
بِهَا
bihā
darinya
خَرُّوا۟
kharrū
mereka jatuh
سُجَّدًۭا
sujjadan
bersujud
وَسَبَّحُوا۟
wasabbaḥū
dan memuliakan
بِحَمْدِ
biḥamdi
pujian
رَبِّهِمْ
rabbihim
Tuhan mereka
وَهُمْ
wahum
dan mereka
لَا
tidak
يَسْتَكْبِرُونَ ۩
yastakbirūna
tidak menyombongkan diri

Innamā yu'minu bi'āyātinal-lażīna iżā żukkirū bihā kharrū sujjadaw wa sabbaḥū biḥamdi rabbihim wa hum lā yastakbirūn(a).

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur (dalam keadaan) sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya dan mereka pun tidak menyombongkan diri.