← Daftar Pelajaran
Hari 71 · Saba' · Ayat 1–9

Bersyukur atas nikmat kerajaan (Saba')

Kisah Nabi Daud dan Sulaiman yang bersyukur; kehancuran bangsa Saba' karena kufur nikmat.

Niat Hari 71 · Saba' ayat 1–9

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Saba' سبأ
Saba' · Makkiyyah · 54 ayat

Tema sentral

Surah Saba' menegaskan keesaan dan kekuasaan Allah SWT sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta, serta membantah syirik dan keyakinan akan selain-Nya. Ia menyoroti pentingnya keimanan akan hari kiamat dan ganjaran bagi amal perbuatan, melalui kisah-kisah kaum terdahulu sebagai pelajaran.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menjelaskan keesaan Allah dan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Saba'

Menegaskan kekuasaan Allah, kepastian kiamat, dan pentingnya bersyukur melalui kisah Nabi Dawud, Sulaiman, serta kaum Saba'.

Tema Sentral

Surah Saba' berpusat pada penegasan kekuasaan mutlak Allah di langit dan bumi serta kepastian datangnya hari kebangkitan. Allah membantah keraguan kaum musyrikin Makkah tentang kiamat dengan menunjukkan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu, hingga sebesar zarrah sekalipun di alam semesta.

Selain itu, surah ini mengontraskan dua sikap manusia terhadap nikmat Allah melalui kisah sejarah. Kisah Nabi Dawud dan Sulaiman mewakili sikap syukur yang diwujudkan dalam ketaatan dan amal saleh. Sebaliknya, kaum Saba' mewakili sikap kufur nikmat yang berujung pada kehancuran dan hilangnya karunia tersebut.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Makkah ketika kaum musyrikin menolak keras konsep kebangkitan setelah mati dan meragukan kerasulan Nabi Muhammad. Allah menurunkan surah ini untuk menguatkan hati Rasulullah dan memperingatkan kaum musyrikin melalui bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam semesta dan sejarah umat terdahulu.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan kepastian hari kiamat dan ilmu Allah yang Maha Teliti atas segala perbuatan manusia.
  • Mengajak manusia untuk bersyukur atas nikmat Allah melalui amal saleh, sebagaimana diteladankan Nabi Dawud dan Sulaiman.
  • Memperingatkan bahaya kufur nikmat dan kesombongan melalui kisah kehancuran kaum Saba'.
  • Membantah keyakinan musyrikin tentang syafaat berhala dan menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.
Hikmah Utama (4)
  • Syukur sejati bukan sekadar ucapan alhamdulillah, melainkan menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan dan amal saleh.
  • Harta dan kekuasaan adalah ujian; ia bisa menjadi jalan kemuliaan seperti Nabi Sulaiman, atau jalan kebinasaan seperti kaum Saba'.
  • Tidak ada satu pun perbuatan atau niat sekecil zarrah yang luput dari pengawasan Allah, sehingga kita harus berhati-hati dalam bertindak.
  • Kemewahan duniawi tidak menjamin keselamatan di akhirat jika tidak diiringi dengan iman dan ketakwaan kepada Allah.
Munasabah

Surah Saba' memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Al-Ahzab, yang ditutup dengan penjelasan tentang amanah ketaatan yang dipikul manusia. Surah Saba' kemudian memberikan contoh nyata tentang manusia yang menjaga amanah tersebut (Nabi Dawud dan Sulaiman) dan yang mengkhianatinya (kaum Saba'). Selanjutnya, surah ini dilanjutkan dengan surah Fatir yang kembali menegaskan pujian kepada Allah sebagai Pencipta alam semesta.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Mendapatkan promosi jabatan atau rezeki finansial yang besar.

    Pesan surah Kekayaan dan kekuasaan adalah ujian untuk melihat apakah kita bersyukur atau kufur.

    Langkah kecil Sisihkan sebagian rezeki hari ini untuk sedekah sebagai bentuk syukur nyata.

  • Situasi Merasa lelah dan putus asa karena usaha yang tidak kunjung membuahkan hasil.

    Pesan surah Allah mengetahui segala sesuatu hingga sekecil zarrah, tidak ada usaha baik yang sia-sia di mata-Nya.

    Langkah kecil Lakukan satu kebaikan kecil hari ini dengan ikhlas, yakini bahwa Allah mencatatnya.

  • Situasi Tergoda untuk bersikap sombong karena pencapaian atau status sosial.

    Pesan surah Kesombongan dan kufur nikmat dapat menghilangkan keberkahan, seperti yang dialami kaum Saba'.

    Langkah kecil Ucapkan istigfar dan akui dalam hati bahwa semua pencapaian adalah murni titipan Allah.

Amalan dari Maqasid

Syukur Bil Amal (Syukur dengan Perbuatan)

Surah Saba' mengajarkan bahwa keluarga Dawud diperintahkan untuk beramal sebagai bentuk syukur. Syukur yang hakiki melibatkan hati, lisan, dan tindakan nyata dalam ketaatan.

Cara praktis Gunakan satu nikmat yang Anda miliki hari ini (misalnya kendaraan, waktu luang, atau keahlian) untuk membantu orang lain atau beribadah.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, gunakan satu barang atau fasilitas yang Anda miliki secara khusus untuk membantu orang lain atau memudahkan ibadah.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 1 Menegaskan kepemilikan mutlak Allah atas langit dan bumi serta pujian bagi-Nya di dunia dan akhirat.
  • Ayat 13 Menjelaskan esensi syukur yang sesungguhnya, yaitu beramal saleh sebagai bukti terima kasih kepada Allah.
  • Ayat 15 Menunjukkan kisah kaum Saba' sebagai peringatan bahwa nikmat yang melimpah bisa hilang jika tidak disyukuri.

Saba' · 1
﴿ 1 ﴾

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِى الْاٰخِرَةِۗ وَهُوَ الْحَكِيْمُ الْخَبِيْرُ

Al-ḥamdu lillāhil-lażī lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa lahul-ḥamdu fil-ākhirah(ti), wa huwal-ḥakīmul-khabīr(u).

Segala puji bagi Allah yang memiliki segala yang di langit dan yang di bumi serta bagi-Nya segala puji di akhirat. Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti.

Saba' · 2
﴿ 2 ﴾

يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ الرَّحِيْمُ الْغَفُوْرُ

Ya‘lamu mā yaliju fil-arḍi wa mā yakhruju minhā wa mā yanzilu minas-samā'i wa mā ya‘ruju fīhā, wa huwar-raḥīmul-gafūr(u).

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

Saba' · 3
﴿ 3 ﴾

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَا تَأْتِيْنَا السَّاعَةُ ۗقُلْ بَلٰى وَرَبِّيْ لَتَأْتِيَنَّكُمْۙ عٰلِمِ الْغَيْبِۙ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَرْضِ وَلَآ اَصْغَرُ مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْبَرُ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍۙ

Wa qālal-lażīna kafarū lā ta'tīnas-sā‘ah(tu), qul balā wa rabbī lata'tiyannakum, ‘ālimul-gaib(i), lā ya‘zubu ‘anhu miṡqālu żarratin fis-samāwāti wa lā fil-arḍi wa lā aṣgaru min żālika wa lā akbaru illā fī kitābim mubīn(in).

Orang-orang yang kufur berkata, “Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Pasti datang. Demi Tuhanku yang mengetahui yang gaib, kiamat itu pasti mendatangi kamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat atom, baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil daripada itu atau yang lebih besar, kecuali semuanya ada dalam kitab yang jelas (Lauhulmahfuz).”

Saba' · 4
﴿ 4 ﴾

لِّيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ

Liyajziyal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāt(i), ulā'ika lahum magfiratuw wa rizqun karīm(un).

Supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.

Saba' · 5
﴿ 5 ﴾

وَالَّذِيْنَ سَعَوْ فِيْٓ اٰيٰتِنَا مُعٰجِزِيْنَ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِّنْ رِّجْزٍ اَلِيْمٌ

Wal-lażīna sa‘au fī āyātinā mu‘ājizīna ulā'ika lahum ‘ażābum mir rijzin alīm(un).

Orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan dapat melemahkan (Kami), mereka itulah orang-orang yang memperoleh azab, yaitu siksa yang sangat pedih.

Saba' · 6
﴿ 6 ﴾

وَيَرَى الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ هُوَ الْحَقَّۙ وَيَهْدِيْٓ اِلٰى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ

Wa yaral-lażīna ūtul-‘ilmal-lażī unzila ilaika mir rabbika huwal-ḥaqq(a), wa yahdī ilā ṣirāṭil-‘azīzil-ḥamīd(i).

Orang-orang yang diberi ilmu berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk ke jalan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Saba' · 7
﴿ 7 ﴾

وَقَالَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا هَلْ نَدُلُّكُمْ عَلٰى رَجُلٍ يُّنَبِّئُكُمْ اِذَا مُزِّقْتُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍۙ اِنَّكُمْ لَفِيْ خَلْقٍ جَدِيْدٍۚ

Wa qālal-lażīna kafarū hal nadullukum ‘alā rajuliy yunabbi'ukum iżā muzziqtum kulla mumazzaq(in), innakum lafī khalqin jadīd(in).

Orang-orang yang kufur berkata (kepada teman-temannya), “Maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki (Nabi Muhammad) yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah dihancurkan sehancur-hancurnya, sesungguhnya kamu pasti (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru.

Saba' · 8
﴿ 8 ﴾

اَفْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَمْ بِهٖ جِنَّةٌ ۗبَلِ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ فِى الْعَذَابِ وَالضَّلٰلِ الْبَعِيْدِ

Aftarā ‘alallāhi każiban am bihī jinnah(tun), balil-lażīna lā yu'minūna bil-ākhirati fil-‘ażābi waḍ-ḍalālil-ba‘īd(i).

Apakah dia mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah atau gila?” (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.

Saba' · 9
﴿ 9 ﴾

اَفَلَمْ يَرَوْا اِلٰى مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۗ اِنْ نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الْاَرْضَ اَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ السَّمَاۤءِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيْبٍ ࣖ

Afalam yarau ilā mā baina aidīhim wa mā khalfahum minas-samā'i wal-arḍ(i), in nasya' nakhsif bihimul-arḍa au nusqiṭ ‘alaihim kisafam minas-samā'(i), inna fī żālika la'āyatal likulli ‘abdim munīb(in).

Tidakkah mereka memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika menghendakinya, niscaya Kami membenamkan mereka di bumi atau menjatuhkan kepingan-kepingan (benda-benda angkasa) dari langit di atas mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 71, lanjutkan tema Surat Saba'