← Daftar Pelajaran
Hari 72 · Fatir · Ayat 1–11

Pencipta alam semesta (Fatir)

Allah yang menciptakan dari tiada; ilmu Allah melingkupi segala; tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.

Niat Hari 72 · Fatir ayat 1–11

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Fatir فاطر
Maha Pencipta · Makkiyyah · 45 ayat

Tema sentral

Surah Fatir menekankan keesaan Allah sebagai Pencipta dan Pengatur alam semesta, mengajak manusia untuk merenungkan kekuasaan-Nya yang tak terbatas. Ia memperingatkan akan akibat ingkar dan menyoroti kemuliaan iman serta ganjaran bagi orang-orang beriman.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menjelaskan bukti-bukti kekuasaan Allah dan keesaan-Nya.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Fatir

Menegaskan kebesaran Allah sebagai Pencipta mutlak dan mengingatkan manusia akan kelemahan mereka serta tipu daya dunia.

Tema Sentral

Surah Fatir berpusat pada pengakuan atas kekuasaan Allah yang mutlak sebagai Pencipta alam semesta. Allah menampakkan tanda-tanda kebesaran-Nya melalui penciptaan malaikat, fenomena alam, dan rezeki yang diberikan kepada makhluk-Nya. Tidak ada satu pun yang dapat menahan rahmat Allah jika Dia menghendakinya.

Selain itu, surah ini menyoroti hakikat manusia yang sangat fakir dan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Manusia diingatkan agar tidak terpedaya oleh kehidupan dunia dan tipu daya setan yang selalu berusaha menyesatkan. Keselamatan hanya didapat dengan mentauhidkan Allah dan beramal saleh.

Konteks Turunnya

Diturunkan di Makkah saat kaum musyrikin semakin keras menolak dakwah Nabi Muhammad. Surah ini hadir untuk menguatkan hati Rasulullah dan kaum mukminin. Ayat-ayatnya membantah kesombongan kaum musyrikin dengan menunjukkan kelemahan mereka di hadapan Sang Pencipta.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan keesaan dan kekuasaan Allah sebagai satu-satunya Pencipta alam semesta.
  • Mengingatkan manusia bahwa mereka sangat miskin dan bergantung sepenuhnya kepada rahmat Allah.
  • Memperingatkan umat manusia dari tipu daya kehidupan dunia dan godaan setan yang nyata.
  • Menghibur Nabi Muhammad atas penolakan kaumnya dengan menceritakan nasib para rasul terdahulu.
Hikmah Utama (4)
  • Sadari kelemahan diri kita di hadapan Allah agar terhindar dari sifat sombong dalam pekerjaan maupun pergaulan.
  • Jadikan setan sebagai musuh yang nyata dengan selalu waspada terhadap bisikan yang menjauhkan dari ketaatan.
  • Syukuri setiap nikmat sekecil apa pun, karena tidak ada yang bisa memberi rahmat selain Allah.
  • Jangan biarkan kesibukan duniawi membuat kita lupa mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat yang abadi.
Munasabah

Surah Fatir diawali dengan pujian kepada Allah, sama seperti surah sebelumnya, Saba, yang juga memuji kekuasaan-Nya. Setelah Fatir, surah Yasin melengkapi pesan ini dengan pembuktian kerasulan dan kepastian hari kebangkitan. Ketiganya merangkai pesan tauhid yang utuh.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa sombong karena pencapaian karir atau kekayaan.

    Pesan surah Manusia sejatinya fakir dan sangat membutuhkan Allah dalam setiap tarikan napas.

    Langkah kecil Ucapkan istigfar dan akui dalam hati bahwa semua kesuksesan murni karena rahmat Allah.

  • Situasi Tergoda untuk melakukan kecurangan demi keuntungan duniawi sesaat.

    Pesan surah Janji Allah itu benar, dan kehidupan dunia hanyalah tipu daya yang menipu.

    Langkah kecil Tolak tawaran buruk tersebut dan pilih jalan yang halal meski terlihat lebih lambat.

  • Situasi Merasa sedih dan putus asa karena doa belum kunjung dikabulkan.

    Pesan surah Allah Maha Mengetahui kapan waktu terbaik untuk membuka pintu rahmat-Nya.

    Langkah kecil Teruslah berdoa dengan penuh harap dan perbanyak membaca selawat.

Amalan dari Maqasid

Pengakuan Kefakiran Diri

Surah ini menegaskan bahwa Allah Maha Kaya, sedangkan manusia sangat membutuhkan-Nya. Mengakui kelemahan diri adalah inti dari penghambaan yang sejati.

Cara praktis Berdoalah dengan merendahkan diri, mengakui kelemahan, dan meminta petunjuk Allah setiap selesai salat fardu.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, catat tiga nikmat kecil yang sering terabaikan dan ucapkan Alhamdulillah dengan penuh kesadaran.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 1 Menegaskan Allah sebagai Pencipta mutlak yang mengatur alam semesta melalui para malaikat.
  • Ayat 5 Peringatan tegas agar manusia tidak tertipu oleh dunia dan godaan setan.
  • Ayat 15 Mengingatkan hakikat manusia yang fakir dan sangat bergantung kepada Allah Yang Maha Kaya.

Fatir · 1
﴿ 1 ﴾

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Al-ḥamdu lillāhi fāṭiris-samāwāti wal-arḍi jā‘ilil-malāikati rusulā(n), ulī ajniḥatim maṡnā wa ṡulāṡa wa rubā‘(a), yazīdu fil-khalqi mā yasyā'(u), innallāha ‘alā kulli syai'in qadīr(un).

Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Dia menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Fatir · 2
﴿ 2 ﴾

مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۚوَمَا يُمْسِكْۙ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Mā yaftaḥillāhu lin-nāsi mir raḥmatin falā mumsika lahā, wa mā yumsik falā mursila lahū mim ba‘dih(ī), wa huwal-‘azīzul-ḥakīm(u).

Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, tidak ada yang dapat menahannya. (Demikian pula) apa saja yang ditahan-Nya, tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya. Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Fatir · 3
﴿ 3 ﴾

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْۗ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللّٰهِ يَرْزُقُكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۖ فَاَنّٰى تُؤْفَكُوْنَ

Yā ayyuhan-nāsużkurū ni‘matallāhi ‘alaikum, hal min khāliqin gairullāhi yarzuqukum minas-samā'i wal-arḍ(i), lā ilāha illā huw(a), fa'annā tu'fakūn(a).

Wahai manusia, ingatlah nikmat Allah kepadamu! Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia. Lalu, bagaimana kamu dapat dipalingkan (dari ketauhidan)?

Fatir · 4
﴿ 4 ﴾

وَاِنْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُ

Wa iy yukażżibūka faqad kużżibat rusulum min qablik(a), wa ilallāhi turja‘ul-umūr(u).

Jika mereka mendustakan engkau (Nabi Muhammad), sungguh rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula. Hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.

Fatir · 5
﴿ 5 ﴾

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللّٰهِ الْغَرُوْرُ

Yā ayyuhan-nāsu inna wa‘dallāhi ḥaqqun falā tagurrannakumul-ḥayātud-dun-yā, wa lā yagurrannakum billāhil-garūr(u).

Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah itu benar. Maka, janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu memperdayakan kamu tentang Allah.

Fatir · 6
﴿ 6 ﴾

اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّاۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِۗ

Innasy-syaiṭāna lakum ‘aduwwun fattakhiżūhu ‘aduwwā(n), innamā yad‘ū ḥizbahū liyakūnū min aṣḥābis-sa‘īr(i).

Sesungguhnya setan itu musuh bagimu. Maka, perlakukanlah ia sebagai musuh! Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).

Fatir · 7
﴿ 7 ﴾

اَلَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ەۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ ࣖ

Allażīna kafarū lahum ‘ażābun syadīd(un), wal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum magfiratuw wa ajrun kabīr(un).

Orang-orang yang kufur bagi mereka azab yang sangat keras, (sedangkan) orang-orang yang beriman dan beramal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

Fatir · 8
﴿ 8 ﴾

اَفَمَنْ زُيِّنَ لَهٗ سُوْۤءُ عَمَلِهٖ فَرَاٰهُ حَسَنًاۗ فَاِنَّ اللّٰهَ يُضِلُّ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرٰتٍۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِمَا يَصْنَعُوْنَ

Afaman zuyyina lahū sū'u ‘amalihī fara'āhu ḥasanā(n), fa'innallāha yuḍillu may yasyā'u wa yahdī may yasyā'(u), falā tażhab nafsuka ‘alaihim ḥasarāt(in), innallāha ‘alīmum bimā yaṣna‘ūn(a).

Maka, apakah pantas orang yang dijadikan terasa indah perbuatan buruknya (oleh setan), lalu menganggap baik perbuatannya itu (sama dengan yang mendapat petunjuk)? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan pilihannya) dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapannya untuk menerima petunjuk). Maka, jangan engkau (Nabi Muhammad) biarkan dirimu binasa karena kesedihan terhadap (sikap) mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Fatir · 9
﴿ 9 ﴾

وَاللّٰهُ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ الرِّيٰحَ فَتُثِيْرُ سَحَابًا فَسُقْنٰهُ اِلٰى بَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَحْيَيْنَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاۗ كَذٰلِكَ النُّشُوْرُ

Wallāhul-lażī arsalar-riyāḥa fatuṡīru saḥāban fasuqnāhu ilā baladim mayyitin fa'aḥyainā bihil-arḍa ba‘da mautihā, każālikan-nusyūr(u).

Allahlah yang mengirimkan bermacam angin, lalu ia (angin) menggerakkan awan. (Selanjutnya) Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus), lalu dengannya (hujan) Kami hidupkan bumi setelah matinya. Demikianlah kebangkitan itu.

Fatir · 10
﴿ 10 ﴾

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًاۗ اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهٗ ۗوَالَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۗوَمَكْرُ اُولٰۤىِٕكَ هُوَ يَبُوْرُ

Man kāna yurīdul-‘izzata falillāhil-‘izzatu jamī‘ā(n), ilaihi yaṣ‘adul-kalimuṭ-ṭayyibu wal-‘amaluṣ-ṣāliḥu yarfa‘uh(ū), wal-lażīna yamkurūnas-sayyi'āti lahum ‘ażābun syadīd(un), wa makru ulā'ika huwa yabūr(u).

Siapa yang menghendaki kemuliaan (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik dan amal saleh akan diangkat-Nya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan akan mendapat azab yang sangat keras dan rencana jahat mereka akan hancur.

Fatir · 11
﴿ 11 ﴾

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ اَزْوَاجًاۗ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ اُنْثٰى وَلَا تَضَعُ اِلَّا بِعِلْمِهٖۗ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُّعَمَّرٍ وَّلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهٖٓ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍۗ اِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ

Wallāhu khalaqakum min turābin ṡumma min nuṭfatin ṡumma ja‘alakum azwājā(n), wa mā taḥmilu min unṡā wa lā taḍa‘u illā bi‘ilmih(ī), wa mā yu‘ammaru mim mu‘ammariw wa lā yunqaṣu min ‘umurihī illā fī kitāb(in), inna żālika ‘alallāhi yasīr(un).

Allah menciptakanmu dari tanah, dari air mani, kemudian Dia menjadikanmu berpasang-pasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, kecuali dengan sepengetahuan-Nya. Tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, kecuali (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauhulmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 72, lanjutkan tema Surat Fatir