← Kembali ke pelajaran
Hari 71 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Saba' · 1
﴿ 1 ﴾

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلْأَخِرَةِۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

ٱلْحَمْدُ
al-ḥamdu
segala puji
لِلَّهِ
lillahi
bagi Allah
ٱلَّذِى
alladhī
yang memiliki
لَهُۥ
lahu
milik-Nya
مَا
apa pun
فِى
di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَمَا
wamā
dan apa pun
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
وَلَهُ
walahu
dan bagi-Nya
ٱلْحَمْدُ
l-ḥamdu
dengan perintah-Nya
فِى
di
ٱلْـَٔاخِرَةِ ۚ
l-ākhirati
akhirat
وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
ٱلْحَكِيمُ
l-ḥakīmu
Maha Bijaksana
ٱلْخَبِيرُ
l-khabīru
Yang Maha Mengetahui

Al-ḥamdu lillāhil-lażī lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa lahul-ḥamdu fil-ākhirah(ti), wa huwal-ḥakīmul-khabīr(u).

Segala puji bagi Allah yang memiliki segala yang di langit dan yang di bumi serta bagi-Nya segala puji di akhirat. Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Teliti.

Saba' · 2
﴿ 2 ﴾

يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَاۚ وَهُوَ ٱلرَّحِيمُ ٱلْغَفُورُ

يَعْلَمُ
yaʿlamu
Dia mengetahui
مَا
apa
يَلِجُ
yaliju
masuk
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
وَمَا
wamā
dan apa
يَخْرُجُ
yakhruju
keluar
مِنْهَا
min'hā
darinya
وَمَا
wamā
dan apa
يَنزِلُ
yanzilu
turun
مِنَ
mina
dari
ٱلسَّمَآءِ
l-samāi
langit
وَمَا
wamā
dan apa
يَعْرُجُ
yaʿruju
naik
فِيهَا ۚ
fīhā
di dalamnya
وَهُوَ
wahuwa
Dan Dia
ٱلرَّحِيمُ
l-raḥīmu
(adalah) Yang Maha Penyayang
ٱلْغَفُورُ
l-ghafūru
Yang Maha Pengampun

Ya‘lamu mā yaliju fil-arḍi wa mā yakhruju minhā wa mā yanzilu minas-samā'i wa mā ya‘ruju fīhā, wa huwar-raḥīmul-gafūr(u).

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.

Saba' · 3
﴿ 3 ﴾

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَا تَأْتِينَا ٱلسَّاعَةُۖ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَـٰلِمِ ٱلْغَيْبِۖ لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ وَلَآ أَصْغَرُ مِن ذَٲلِكَ وَلَآ أَكْبَرُ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ مُّبِينٍ

وَقَالَ
waqāla
Dan katakanlah
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka kafir
لَا
Tidak
تَأْتِينَا
tatīnā
akan datang kepada kami
ٱلسَّاعَةُ ۖ
l-sāʿatu
Hari Kiamat
قُلْ
qul
Katakanlah
بَلَىٰ
balā
bahkan
وَرَبِّى
warabbī
demi Tuhanku
لَتَأْتِيَنَّكُمْ
latatiyannakum
pasti akan datang kepadamu
عَـٰلِمِ
ʿālimi
Maha Mengetahui
ٱلْغَيْبِ ۖ
l-ghaybi
yang gaib
لَا
Tidak
يَعْزُبُ
yaʿzubu
luput
عَنْهُ
ʿanhu
dari-Nya
مِثْقَالُ
mith'qālu
berat
ذَرَّةٍۢ
dharratin
atom
فِى
di
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَلَا
walā
dan tidak
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
l-arḍi
bumi
وَلَآ
walā
dan tidak
أَصْغَرُ
aṣgharu
lebih kecil
مِن
min
daripada
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
وَلَآ
walā
dan tidak
أَكْبَرُ
akbaru
lebih besar
إِلَّا
illā
melainkan
فِى
di
كِتَـٰبٍۢ
kitābin
sebuah Kitab
مُّبِينٍۢ
mubīnin
jelas

Wa qālal-lażīna kafarū lā ta'tīnas-sā‘ah(tu), qul balā wa rabbī lata'tiyannakum, ‘ālimul-gaib(i), lā ya‘zubu ‘anhu miṡqālu żarratin fis-samāwāti wa lā fil-arḍi wa lā aṣgaru min żālika wa lā akbaru illā fī kitābim mubīn(in).

Orang-orang yang kufur berkata, “Hari Kiamat itu tidak akan datang kepada kami.” Katakanlah (Nabi Muhammad), “Pasti datang. Demi Tuhanku yang mengetahui yang gaib, kiamat itu pasti mendatangi kamu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat atom, baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil daripada itu atau yang lebih besar, kecuali semuanya ada dalam kitab yang jelas (Lauhulmahfuz).”

Saba' · 4
﴿ 4 ﴾

لِّيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِۚ أُوْلَـٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

لِّيَجْزِىَ
liyajziya
agar Dia memberi balasan
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
ءَامَنُوا۟
āmanū
beriman
وَعَمِلُوا۟
waʿamilū
dan mereka beramal
ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ ۚ
l-ṣāliḥāti
amal saleh
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
Mereka itu
لَهُم
lahum
bagi mereka
مَّغْفِرَةٌۭ
maghfiratun
ampunan
وَرِزْقٌۭ
wariz'qun
dan rezeki
كَرِيمٌۭ
karīmun
mulia

Liyajziyal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāt(i), ulā'ika lahum magfiratuw wa rizqun karīm(un).

Supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.

Saba' · 5
﴿ 5 ﴾

وَٱلَّذِينَ سَعَوْ فِىٓ ءَايَـٰتِنَا مُعَـٰجِزِينَ أُوْلَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِّن رِّجْزٍ أَلِيمٌ

وَٱلَّذِينَ
wa-alladhīna
Dan orang-orang yang
سَعَوْ
saʿaw
berusaha
فِىٓ
terhadap
ءَايَـٰتِنَا
āyātinā
Ayat-ayat Kami
مُعَـٰجِزِينَ
muʿājizīna
untuk menyebabkan kegagalan
أُو۟لَـٰٓئِكَ
ulāika
mereka
لَهُمْ
lahum
bagi mereka
عَذَابٌۭ
ʿadhābun
(adalah) azab
مِّن
min
dari
رِّجْزٍ
rij'zin
sifat buruk
أَلِيمٌۭ
alīmun
pedih

Wal-lażīna sa‘au fī āyātinā mu‘ājizīna ulā'ika lahum ‘ażābum mir rijzin alīm(un).

Orang-orang yang berusaha untuk (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan dapat melemahkan (Kami), mereka itulah orang-orang yang memperoleh azab, yaitu siksa yang sangat pedih.

Saba' · 6
﴿ 6 ﴾

وَيَرَى ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ ٱلْحَقَّ وَيَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٲطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

وَيَرَى
wayarā
Dan lihatlah
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
أُوتُوا۟
ūtū
telah diberikan
ٱلْعِلْمَ
l-ʿil'ma
ilmu
ٱلَّذِىٓ
alladhī
bahwa apa
أُنزِلَ
unzila
diturunkan
إِلَيْكَ
ilayka
kepadamu
مِن
min
dari
رَّبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
هُوَ
huwa
itu
ٱلْحَقَّ
l-ḥaqa
adalah Kebenaran
وَيَهْدِىٓ
wayahdī
dan ia memberi petunjuk
إِلَىٰ
ilā
kepada
صِرَٰطِ
ṣirāṭi
Jalan
ٱلْعَزِيزِ
l-ʿazīzi
Yang Maha Perkasa
ٱلْحَمِيدِ
l-ḥamīdi
Yang Maha Terpuji

Wa yaral-lażīna ūtul-‘ilmal-lażī unzila ilaika mir rabbika huwal-ḥaqq(a), wa yahdī ilā ṣirāṭil-‘azīzil-ḥamīd(i).

Orang-orang yang diberi ilmu berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk ke jalan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Saba' · 7
﴿ 7 ﴾

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ هَلْ نَدُلُّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ يُنَبِّئُكُمْ إِذَا مُزِّقْتُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّكُمْ لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍ

وَقَالَ
waqāla
Dan katakanlah
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka kafir
هَلْ
hal
Apakah
نَدُلُّكُمْ
nadullukum
kami menunjukkanmu
عَلَىٰ
ʿalā
kepada
رَجُلٍۢ
rajulin
seorang laki-laki
يُنَبِّئُكُمْ
yunabbi-ukum
yang memberitahumu
إِذَا
idhā
apabila
مُزِّقْتُمْ
muzziq'tum
kalian telah hancur
كُلَّ
kulla
seluruh
مُمَزَّقٍ
mumazzaqin
kehancuran
إِنَّكُمْ
innakum
sesungguhnya kamu
لَفِى
lafī
sungguh (akan berada) dalam
خَلْقٍۢ
khalqin
ciptaan
جَدِيدٍ
jadīdin
baru

Wa qālal-lażīna kafarū hal nadullukum ‘alā rajuliy yunabbi'ukum iżā muzziqtum kulla mumazzaq(in), innakum lafī khalqin jadīd(in).

Orang-orang yang kufur berkata (kepada teman-temannya), “Maukah kami tunjukkan kepadamu seorang laki-laki (Nabi Muhammad) yang memberitakan kepadamu bahwa apabila badanmu telah dihancurkan sehancur-hancurnya, sesungguhnya kamu pasti (akan dibangkitkan kembali) dalam ciptaan yang baru.

Saba' · 8
﴿ 8 ﴾

أَفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَم بِهِۦ جِنَّۗةُۢ بَلِ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْأَخِرَةِ فِى ٱلْعَذَابِ وَٱلضَّلَـٰلِ ٱلْبَعِيدِ

أَفْتَرَىٰ
aftarā
apakah dia mengada-ada
عَلَى
ʿalā
atas
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
كَذِبًا
kadhiban
dusta
أَم
am
atau
بِهِۦ
bihi
padanya
جِنَّةٌۢ ۗ
jinnatun
adalah kegilaan
بَلِ
bali
Bahkan
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
لَا
jangan
يُؤْمِنُونَ
yu'minūna
mereka beriman
بِٱلْـَٔاخِرَةِ
bil-ākhirati
di akhirat
فِى
di
ٱلْعَذَابِ
l-ʿadhābi
azab
وَٱلضَّلَـٰلِ
wal-ḍalāli
dan kesesatan
ٱلْبَعِيدِ
l-baʿīdi
jauh

Aftarā ‘alallāhi każiban am bihī jinnah(tun), balil-lażīna lā yu'minūna bil-ākhirati fil-‘ażābi waḍ-ḍalālil-ba‘īd(i).

Apakah dia mengada-adakan kebohongan besar terhadap Allah atau gila?” (Tidak), tetapi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat itu dalam siksaan dan kesesatan yang jauh.

Saba' · 9
﴿ 9 ﴾

أَفَلَمْ يَرَوْاْ إِلَىٰ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِۚ إِن نَّشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ ٱلْأَرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً لِّكُلِّ عَبْدٍ مُّنِيبٍ

أَفَلَمْ
afalam
Maka, tidakkah
يَرَوْا۟
yaraw
mereka melihat
إِلَىٰ
ilā
kepada
مَا
apa
بَيْنَ
bayna
tuhan-tuhan kami
أَيْدِيهِمْ
aydīhim
di hadapan mereka
وَمَا
wamā
dan apa
خَلْفَهُم
khalfahum
di belakang mereka
مِّنَ
mina
dari
ٱلسَّمَآءِ
l-samāi
langit
وَٱلْأَرْضِ ۚ
wal-arḍi
dan bumi
إِن
in
Jika
نَّشَأْ
nasha
Kami akan
نَخْسِفْ
nakhsif
kami (bisa) menenggelamkan mereka
بِهِمُ
bihimu
Kami (bisa) menyebabkan mereka tertelan
ٱلْأَرْضَ
l-arḍa
bumi
أَوْ
aw
atau
نُسْقِطْ
nus'qiṭ
menyebabkan jatuh
عَلَيْهِمْ
ʿalayhim
atas mereka
كِسَفًۭا
kisafan
pecahan
مِّنَ
mina
dari
ٱلسَّمَآءِ ۚ
l-samāi
langit
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
فِى
di
ذَٰلِكَ
dhālika
itu
لَـَٔايَةًۭ
laāyatan
sungguh, adalah suatu Tanda
لِّكُلِّ
likulli
untuk setiap
عَبْدٍۢ
ʿabdin
hamba
مُّنِيبٍۢ
munībin
yang kembali (kepada Allah)

Afalam yarau ilā mā baina aidīhim wa mā khalfahum minas-samā'i wal-arḍ(i), in nasya' nakhsif bihimul-arḍa au nusqiṭ ‘alaihim kisafam minas-samā'(i), inna fī żālika la'āyatal likulli ‘abdim munīb(in).

Tidakkah mereka memperhatikan langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika menghendakinya, niscaya Kami membenamkan mereka di bumi atau menjatuhkan kepingan-kepingan (benda-benda angkasa) dari langit di atas mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya).