← Kembali ke pelajaran
Hari 75 Langkah 1 / 9 +10 XP

Bacaan

Baca pelan. Tap setiap kata untuk lihat arti per-kata. Resapi makna sebelum lanjut.

Panduan warna Tajwid
  • Ghunnah (dengung)
  • Qalqalah (pantulan)
  • Ikhfa' (samar)
  • Ikhfa' Syafawi
  • Iqlab (pembalikan)
  • Idgham Bighunnah
  • Idgham Bilaghunnah
  • Idgham Syafawi
  • Idgham Mutajanisain / Mutaqaribain
  • Mad Thabi'i (2 harakat)
  • Mad Jaiz (2/4/6 harakat)
  • Mad Wajib Muttasil (4-5)
  • Mad Lazim (6 harakat)
  • Hamzah Wasl / huruf tak dibaca / Lam Syamsiyah

Pewarnaan tajwid bersumber dari mushaf berwarna standar (alquran.cloud / KFGQPC).

Sad · 1
﴿ 1 ﴾

صٓ‌ۚ وَٱلْقُرْءَانِ ذِى ٱلذِّكْرِ

صٓ ۚ
sad
Saad
وَٱلْقُرْءَانِ
wal-qur'āni
Demi Al-Qur'an
ذِى
dhī
penuh peringatan
ٱلذِّكْرِ
l-dhik'ri
penuh peringatan

Ṣād, wal-qur'āni żiż-żikr(i).

Ṣād. demi Al-Qur’an yang mengandung peringatan.

Sad · 2
﴿ 2 ﴾

بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِى عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ

بَلِ
bali
Bahkan
ٱلَّذِينَ
alladhīna
orang-orang yang
كَفَرُوا۟
kafarū
mereka kafir
فِى
ada di
عِزَّةٍۢ
ʿizzatin
kemuliaan
وَشِقَاقٍۢ
washiqāqin
dan pertentangan

Balil-lażīna kafarū fī ‘izzatiw wa syiqāq(in).

Akan tetapi, orang-orang yang kufur (berada) dalam kesombongan dan permusuhan.

Sad · 3
﴿ 3 ﴾

كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ فَنَادَواْ وَّلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ

كَمْ
kam
berapa banyak
أَهْلَكْنَا
ahlaknā
Kami hancurkan
مِن
min
dari mereka
قَبْلِهِم
qablihim
sebelum mereka
مِّن
min
dari
قَرْنٍۢ
qarnin
suatu generasi
فَنَادَوا۟
fanādaw
lalu mereka berseru
وَّلَاتَ
walāta
ketika tidak ada lagi
حِينَ
ḥīna
waktu
مَنَاصٍۢ
manāṣin
tempat lari

Kam ahlaknā min qablihim min qarnin fanādaw wa lāta ḥīna manāṣ(in).

Betapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Lalu, mereka meminta tolong (ketika datang azab), padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk melepaskan diri.

Sad · 4
﴿ 4 ﴾

وَعَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ‌ۖ وَقَالَ ٱلْكَـٰفِرُونَ هَـٰذَا سَـٰحِرٌ كَذَّابٌ

وَعَجِبُوٓا۟
waʿajibū
Dan mereka heran
أَن
an
bahwa
جَآءَهُم
jāahum
telah datang kepada mereka
مُّنذِرٌۭ
mundhirun
seorang pemberi peringatan
مِّنْهُمْ ۖ
min'hum
dari mereka
وَقَالَ
waqāla
Dan Dia berkata
ٱلْكَـٰفِرُونَ
l-kāfirūna
orang-orang kafir
هَـٰذَا
hādhā
Ini
سَـٰحِرٌۭ
sāḥirun
seorang penyihir
كَذَّابٌ
kadhābun
seorang pendusta

Wa ‘ajibū an jā'ahum munżirum minhum, wa qālal-kāfirūna hāżā sāḥirun każżāb(un).

Mereka heran karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka. Orang-orang kafir berkata, “Orang ini adalah penyihir yang banyak berdusta.

Sad · 5
﴿ 5 ﴾

أَجَعَلَ ٱلْأَلِهَةَ إِلَـٰهًا وَٲحِدًا‌ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ عُجَابٌ

أَجَعَلَ
ajaʿala
Apakah dia menjadikan
ٱلْـَٔالِهَةَ
l-ālihata
para dewa
إِلَـٰهًۭا
ilāhan
satu Tuhan
وَٰحِدًا ۖ
wāḥidan
menjadi satu Tuhan
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
هَـٰذَا
hādhā
ini
لَشَىْءٌ
lashayon
tentu suatu hal
عُجَابٌۭ
ʿujābun
mengherankan

Aja‘alal-ālihata ilāhaw wāḥidā(n), inna hāżā lasyai'un ‘ujāb(un).

Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.”

Sad · 6
﴿ 6 ﴾

وَٱنطَلَقَ ٱلْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ ٱمْشُواْ وَٱصْبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمْ‌ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ يُرَادُ

وَٱنطَلَقَ
wa-inṭalaqa
Dan pergi
ٱلْمَلَأُ
l-mala-u
para pemuka
مِنْهُمْ
min'hum
di antara mereka
أَنِ
ani
bahwa
ٱمْشُوا۟
im'shū
teruslah berjalan
وَٱصْبِرُوا۟
wa-iṣ'birū
dan bersabarlah
عَلَىٰٓ
ʿalā
atas
ءَالِهَتِكُمْ ۖ
ālihatikum
tuhan-tuhanmu
إِنَّ
inna
Sesungguhnya
هَـٰذَا
hādhā
ini
لَشَىْءٌۭ
lashayon
sungguh suatu hal
يُرَادُ
yurādu
dimaksudkan

Wanṭalaqal-mala'u minhum animsyū waṣbirū ‘alā ālihatikum, inna hāżā lasyai'uy yurād(u).

Lalu, pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu. Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.

Sad · 7
﴿ 7 ﴾

مَا سَمِعْنَا بِهَـٰذَا فِى ٱلْمِلَّةِ ٱلْأَخِرَةِ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّا ٱخْتِلَـٰقٌ

مَا
Bukan
سَمِعْنَا
samiʿ'nā
kami dengar
بِهَـٰذَا
bihādhā
tentang ini
فِى
di
ٱلْمِلَّةِ
l-milati
agama
ٱلْـَٔاخِرَةِ
l-ākhirati
yang terakhir
إِنْ
in
Tidaklah
هَـٰذَآ
hādhā
ini
إِلَّا
illā
melainkan
ٱخْتِلَـٰقٌ
ikh'tilāqun
suatu rekaan

Mā sami‘nā bihāżā fil-millatil-ākhirah(ti), in hāżā illakhtilāq(un).

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir. (Ajaran mengesakan Allah) ini tidak lain kecuali (dusta) yang dibuat-buat.

Sad · 8
﴿ 8 ﴾

أَءُنزِلَ عَلَيْهِ ٱلذِّكْرُ مِنۢ بَيْنِنَا‌ۚ بَلْ هُمْ فِى شَكٍّ مِّن ذِكْرِى‌ۖ بَل لَّمَّا يَذُوقُواْ عَذَابِ

أَءُنزِلَ
a-unzila
Telah diturunkan
عَلَيْهِ
ʿalayhi
kepadanya
ٱلذِّكْرُ
l-dhik'ru
Pesan
مِنۢ
min
dari
بَيْنِنَا ۚ
bayninā
di antara kami
بَلْ
bal
Bahkan
هُمْ
hum
mereka
فِى
ada di
شَكٍّۢ
shakkin
keraguan
مِّن
min
tentang
ذِكْرِى ۖ
dhik'rī
peringatan-Ku
بَل
bal
Bahkan
لَّمَّا
lammā
belum
يَذُوقُوا۟
yadhūqū
mereka telah merasakan
عَذَابِ
ʿadhābi
azab-Ku

A'unzila ‘alaihiż-żikru mim baininā, bal hum fī syakkim min żikrī, bal lammā yażūqū ‘ażāb(i).

Mengapa Al-Qur’an itu diturunkan kepada dia di antara kita?” Sebenarnya mereka dalam keraguan terhadap kitab-Ku. Akan tetapi, mereka (ragu karena) belum merasakan azab-Ku.

Sad · 9
﴿ 9 ﴾

أَمْ عِندَهُمْ خَزَآئِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ ٱلْعَزِيزِ ٱلْوَهَّابِ

أَمْ
am
Atau
عِندَهُمْ
ʿindahum
mereka memiliki
خَزَآئِنُ
khazāinu
perbendaharaan
رَحْمَةِ
raḥmati
rahmat
رَبِّكَ
rabbika
Tuhanmu
ٱلْعَزِيزِ
l-ʿazīzi
Yang Maha Perkasa
ٱلْوَهَّابِ
l-wahābi
Maha Pemberi

Am ‘indahum khazā'inu raḥmati rabbikal-‘azīzil-wahhāb(i).

Atau, apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi?

Sad · 10
﴿ 10 ﴾

أَمْ لَهُم مُّلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا‌ۖ فَلْيَرْتَقُواْ فِى ٱلْأَسْبَـٰبِ

أَمْ
am
Atau
لَهُم
lahum
bagi mereka
مُّلْكُ
mul'ku
adalah kerajaan
ٱلسَّمَـٰوَٰتِ
l-samāwāti
langit
وَٱلْأَرْضِ
wal-arḍi
dan bumi
وَمَا
wamā
dan apa pun
بَيْنَهُمَا ۖ
baynahumā
ada di antara keduanya
فَلْيَرْتَقُوا۟
falyartaqū
maka biarkan mereka naik
فِى
dengan
ٱلْأَسْبَـٰبِ
l-asbābi
sarana

Am lahum mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, falyartaqū fil-asbāb(i).

Atau, apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada,) biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).