← Daftar Pelajaran
Hari 75 · Sad · Ayat 1–10

Cobaan Daud dan taubatnya (Sad)

Kisah Nabi Daud dan tobatnya; Nabi Sulaiman dan ujiannya; Adam dan Iblis.

Niat Hari 75 · Sad ayat 1–10

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Sad ص
Sad · Makkiyyah · 88 ayat

Tema sentral

Surah Sad menegaskan kebenaran tauhid dan kenabian Muhammad ﷺ, menantang kaum musyrik yang menolak dengan menyajikan kisah-kisah nabi terdahulu seperti Daud, Sulaiman, dan Ayyub. Ini berfungsi sebagai peringatan bahwa kesombongan dan penolakan kebenaran akan membawa konsekuensi serius, sekaligus menegaskan kekuatan dan kekuasaan Allah.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menegaskan tauhid dan risalah Nabi Muhammad ﷺ.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Sad

Menegaskan kebenaran Al-Quran dan pentingnya kesabaran serta pertobatan melalui kisah para nabi yang diuji.

Tema Sentral

Surah Sad berpusat pada penegasan tauhid dan kebenaran wahyu Al-Quran di tengah penolakan kaum musyrikin. Allah menyoroti kesombongan orang-orang kafir yang enggan menerima kebenaran hanya karena rasul yang diutus adalah manusia biasa dari kalangan mereka sendiri.

Untuk menguatkan hati Nabi Muhammad, surah ini membawakan kisah nabi-nabi besar seperti Daud, Sulaiman, dan Ayyub. Mereka adalah hamba-hamba pilihan yang, meskipun diberi kekuasaan besar atau diuji dengan penderitaan berat, selalu kembali (awwab) dan berserah diri kepada Allah.

Di akhir surah, kisah penciptaan Adam dan pembangkangan Iblis diangkat kembali sebagai pengingat abadi. Kesombongan adalah akar kehancuran, sementara ketundukan dan pertobatan adalah jalan keselamatan yang sejati bagi umat manusia.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Makkah saat penolakan kaum musyrikin terhadap dakwah tauhid semakin keras. Para pemuka Quraisy mendatangi Abu Thalib untuk meminta Nabi Muhammad menghentikan dakwahnya. Surah ini turun untuk meneguhkan hati Rasulullah dan mengingatkan bahwa penolakan serupa juga dialami nabi-nabi terdahulu.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan kebenaran Al-Quran sebagai peringatan yang agung bagi umat manusia.
  • Menggugah hati manusia untuk meneladani kesabaran dan pertobatan para nabi terdahulu.
  • Mengingatkan bahaya kesombongan dan dengki melalui kisah penolakan Iblis untuk sujud kepada Adam.
  • Menjelaskan bahwa kekuasaan dan kekayaan duniawi tidak boleh melalaikan manusia dari mengingat Allah.
Hikmah Utama (4)
  • Ujian bisa datang dalam bentuk kekayaan maupun penderitaan, dan sikap terbaik adalah selalu kembali kepada Allah.
  • Kesombongan menghalangi seseorang dari menerima kebenaran, seperti yang terjadi pada Iblis dan pemuka Quraisy.
  • Pentingnya segera bertobat dan memohon ampun ketika menyadari kesalahan, meneladani Nabi Daud dan Sulaiman.
  • Kesabaran tanpa batas dalam menghadapi penyakit dan kehilangan, seperti Nabi Ayyub, akan membuahkan rahmat yang besar.
Munasabah

Surah Sad memiliki kaitan erat dengan Surah As-Saffat sebelumnya yang juga banyak membahas kisah para nabi dan tauhid. Setelah Surah Sad, Surah Az-Zumar melanjutkannya dengan penekanan pada keikhlasan dalam beragama dan janji rahmat Allah bagi mereka yang bertobat. Ketiganya membentuk rangkaian teguran dan kabar gembira yang utuh.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa sombong karena memiliki jabatan tinggi atau kekayaan melimpah.

    Pesan surah Harta dan takhta adalah ujian, jadilah seperti Nabi Sulaiman yang tetap tunduk kepada Allah.

    Langkah kecil Bersedekah secara diam-diam hari ini untuk melatih kerendahan hati.

  • Situasi Tertimpa sakit parah atau musibah hidup yang bertubi-tubi.

    Pesan surah Allah menyembuhkan Nabi Ayyub setelah kesabarannya yang panjang dan tulus.

    Langkah kecil Berdoa memohon kesembuhan dengan penuh rida tanpa mengeluhkan keadaan kepada manusia.

  • Situasi Tergelincir melakukan dosa atau menyadari kesalahan dalam mengambil keputusan.

    Pesan surah Nabi Daud segera bersujud dan bertobat saat ditegur atas kekhilafannya.

    Langkah kecil Melakukan salat tobat dua rakaat malam ini dan memohon ampunan dengan sungguh-sungguh.

Amalan dari Maqasid

Zikir Hamba yang Kembali (Awwab)

Surah ini memuji nabi-nabi dengan sebutan awwab (yang banyak kembali kepada Allah). Inti dari ajaran ini adalah membiasakan diri untuk selalu beristigfar dan kembali kepada ketaatan setiap kali merasa lalai.

Cara praktis Ucapkan istigfar minimal 100 kali hari ini dengan perenungan mendalam atas dosa-dosa kecil yang mungkin tidak disadari.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, luangkan waktu lima menit untuk mengevaluasi diri dan memohon ampun atas satu kesalahan spesifik yang baru saja Anda lakukan.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 1 Menegaskan kedudukan Al-Quran sebagai sumber pengingat utama bagi manusia yang sering lalai.
  • Ayat 24 Menunjukkan kebesaran hati seorang pemimpin yang langsung bersujud memohon ampun saat menyadari kesalahannya.
  • Ayat 44 Menjadi simbol kesabaran paripurna dalam menghadapi ujian fisik dan kehilangan, serta pentingnya menepati janji.

Sad · 1
﴿ 1 ﴾

صۤ ۗوَالْقُرْاٰنِ ذِى الذِّكْرِۗ

Ṣād, wal-qur'āni żiż-żikr(i).

Ṣād. demi Al-Qur’an yang mengandung peringatan.

Sad · 2
﴿ 2 ﴾

بَلِ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِيْ عِزَّةٍ وَّشِقَاقٍ

Balil-lażīna kafarū fī ‘izzatiw wa syiqāq(in).

Akan tetapi, orang-orang yang kufur (berada) dalam kesombongan dan permusuhan.

Sad · 3
﴿ 3 ﴾

كَمْ اَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ قَرْنٍ فَنَادَوْا وَّلَاتَ حِيْنَ مَنَاصٍ

Kam ahlaknā min qablihim min qarnin fanādaw wa lāta ḥīna manāṣ(in).

Betapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Lalu, mereka meminta tolong (ketika datang azab), padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk melepaskan diri.

Sad · 4
﴿ 4 ﴾

وَعَجِبُوْٓا اَنْ جَاۤءَهُمْ مُّنْذِرٌ مِّنْهُمْ ۖوَقَالَ الْكٰفِرُوْنَ هٰذَا سٰحِرٌ كَذَّابٌۚ

Wa ‘ajibū an jā'ahum munżirum minhum, wa qālal-kāfirūna hāżā sāḥirun każżāb(un).

Mereka heran karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka. Orang-orang kafir berkata, “Orang ini adalah penyihir yang banyak berdusta.

Sad · 5
﴿ 5 ﴾

اَجَعَلَ الْاٰلِهَةَ اِلٰهًا وَّاحِدًا ۖاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

Aja‘alal-ālihata ilāhaw wāḥidā(n), inna hāżā lasyai'un ‘ujāb(un).

Apakah dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang sangat mengherankan.”

Sad · 6
﴿ 6 ﴾

وَانْطَلَقَ الْمَلَاُ مِنْهُمْ اَنِ امْشُوْا وَاصْبِرُوْا عَلٰٓى اٰلِهَتِكُمْ ۖاِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ يُّرَادُ ۖ

Wanṭalaqal-mala'u minhum animsyū waṣbirū ‘alā ālihatikum, inna hāżā lasyai'uy yurād(u).

Lalu, pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata), “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu. Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki.

Sad · 7
﴿ 7 ﴾

مَا سَمِعْنَا بِهٰذَا فِى الْمِلَّةِ الْاٰخِرَةِ ۖاِنْ هٰذَآ اِلَّا اخْتِلَاقٌۚ

Mā sami‘nā bihāżā fil-millatil-ākhirah(ti), in hāżā illakhtilāq(un).

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir. (Ajaran mengesakan Allah) ini tidak lain kecuali (dusta) yang dibuat-buat.

Sad · 8
﴿ 8 ﴾

اَؤُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْۢ بَيْنِنَا ۗبَلْ هُمْ فِيْ شَكٍّ مِّنْ ذِكْرِيْۚ بَلْ لَّمَّا يَذُوْقُوْا عَذَابِ ۗ

A'unzila ‘alaihiż-żikru mim baininā, bal hum fī syakkim min żikrī, bal lammā yażūqū ‘ażāb(i).

Mengapa Al-Qur’an itu diturunkan kepada dia di antara kita?” Sebenarnya mereka dalam keraguan terhadap kitab-Ku. Akan tetapi, mereka (ragu karena) belum merasakan azab-Ku.

Sad · 9
﴿ 9 ﴾

اَمْ عِنْدَهُمْ خَزَاۤىِٕنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيْزِ الْوَهَّابِۚ

Am ‘indahum khazā'inu raḥmati rabbikal-‘azīzil-wahhāb(i).

Atau, apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi?

Sad · 10
﴿ 10 ﴾

اَمْ لَهُمْ مُّلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۗفَلْيَرْتَقُوْا فِى الْاَسْبَابِ

Am lahum mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, falyartaqū fil-asbāb(i).

Atau, apakah mereka mempunyai kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya? (Jika ada,) biarlah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 75, lanjutkan tema Surat Sad