← Daftar Pelajaran
Hari 76 · Az-Zumar · Ayat 1–9

Ikhlas dalam beribadah (Az-Zumar)

Seruan ikhlas beribadah hanya untuk Allah; jangan berputus asa dari rahmat Allah.

Niat Hari 76 · Az-Zumar ayat 1–9

Tetapkan niat sebelum mulai

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Du'a sebelum membaca Al-Quran:

رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidni ‘ilma

Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (QS. Taha: 114)

Pilih niat hari ini:

Maqasid Surah Az-Zumar الزمر
Rombongan · Makkiyyah · 75 ayat

Tema sentral

Surah Az-Zumar menekankan tauhid, keesaan Allah dalam rububiyah dan uluhiyah, serta penegasan bahwa hanya Dia yang layak disembah. Ini membuktikan kebatilan syirik dan menyeru manusia untuk kembali kepada fitrah bertauhid, menerima Al-Qur'an sebagai petunjuk, dan mempersiapkan diri menghadapi hari akhir.

Maqasid (tujuan surah)

  • Menjelaskan keesaan Allah dan menyeru hanya kepada-Nya.

Ayat kunci

Tujuan & Pesan Inti

Maqasid Surah, Az-Zumar

Surah ini menegaskan pentingnya keikhlasan dalam beribadah hanya kepada Allah dan luasnya ampunan bagi hamba yang bertaubat.

Tema Sentral

Tema utama Surah Az-Zumar adalah tauhid dan keikhlasan murni dalam beribadah. Allah menegaskan bahwa agama yang benar hanyalah milik-Nya, dan segala bentuk kesyirikan tidak akan diterima. Surah ini menyoroti keagungan Allah sebagai Pencipta alam semesta yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Selain itu, surah ini membawa pesan pengharapan yang sangat kuat melalui penegasan tentang luasnya rahmat Allah. Sebesar apa pun dosa seorang hamba, pintu taubat selalu terbuka lebar selama ia mau kembali kepada-Nya sebelum ajal tiba.

Pada bagian akhir, surah ini menggambarkan pemandangan hari kiamat yang menggetarkan hati. Umat manusia akan digiring secara berkelompok (zumar) menuju surga atau neraka sesuai dengan amal perbuatan dan keikhlasan mereka selama di dunia.

Konteks Turunnya

Surah ini diturunkan di Makkah saat kaum muslimin mengalami penindasan berat dari kaum musyrikin. Ayat-ayatnya turun untuk menguatkan hati orang beriman agar tetap ikhlas bertahan dalam tauhid, sekaligus menyindir tokoh-tokoh Quraisy yang keras kepala. Surah ini juga memberikan jalan keluar bagi mereka yang merasa terlalu banyak berdosa agar tidak putus asa dari rahmat Allah.

Tujuan / Maqasid (4)
  • Menegaskan kewajiban memurnikan ketaatan dan ibadah hanya kepada Allah tanpa perantara.
  • Mengingatkan manusia akan kekuasaan Allah dalam penciptaan langit, bumi, dan diri manusia itu sendiri.
  • Menggugah hati para pendosa agar segera bertaubat dan tidak berputus asa dari rahmat Allah.
  • Menjelaskan perbedaan nasib akhir antara kelompok orang yang bertakwa dan kelompok yang ingkar.
Hikmah Utama (4)
  • Keikhlasan adalah kunci diterimanya amal. Lakukan pekerjaan dan ibadah harian murni karena Allah, bukan untuk pujian manusia.
  • Jangan pernah merasa putus asa atas kesalahan masa lalu. Rahmat dan ampunan Allah jauh lebih besar dari dosa-dosa kita.
  • Pilihlah lingkungan yang baik. Di akhirat kelak, kita akan dikumpulkan bersama rombongan orang-orang yang memiliki jalan hidup serupa.
  • Syukurilah nikmat petunjuk Al-Quran. Jadikan Al-Quran sebagai panduan utama dalam mengambil keputusan di tengah keluarga dan pekerjaan.
Munasabah

Surah Az-Zumar memiliki kaitan erat dengan surah sebelumnya, Sad, yang banyak membahas kisah para nabi yang ikhlas dan sabar. Az-Zumar kemudian merumuskan inti ajaran mereka, yaitu tauhid dan keikhlasan. Selanjutnya, surah ini bersambung dengan Surah Ghafir yang merinci lebih jauh tentang sifat Allah Maha Pengampun, selaras dengan seruan taubat dalam Az-Zumar.

Kaitan Sehari-Hari
  • Situasi Merasa dosa terlalu banyak dan malu untuk berdoa.

    Pesan surah Allah melarang kita berputus asa dari rahmat-Nya dan berjanji mengampuni semua dosa bagi yang sungguh-sungguh bertaubat.

    Langkah kecil Ucapkan istigfar dengan penuh penyesalan hari ini dan yakini Allah Maha Pengampun.

  • Situasi Terjebak rutinitas kerja yang melelahkan dan kehilangan motivasi spiritual.

    Pesan surah Amal yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah akan bernilai ibadah dan mendatangkan ketenangan.

    Langkah kecil Niatkan pekerjaan hari ini semata-mata untuk mencari rida Allah dan menafkahi keluarga.

  • Situasi Berada di lingkungan pertemanan yang menjauhkan diri dari agama.

    Pesan surah Manusia akan digiring ke akhirat secara berombongan sesuai dengan siapa mereka bergaul di dunia.

    Langkah kecil Hubungi satu teman saleh hari ini untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

Amalan dari Maqasid

Tajdidun Niat (Memperbarui Niat)

Surah ini berulang kali menekankan pentingnya memurnikan agama hanya untuk Allah. Amal sebesar apa pun bisa sia-sia tanpa keikhlasan.

Cara praktis Sebelum memulai aktivitas penting hari ini, berhentilah sejenak selama 10 detik untuk meluruskan niat hanya karena Allah.

Tantangan Hari Ini

Hari ini, evaluasi satu niat dari rutinitas harian Anda. Pastikan Anda melakukannya murni karena Allah, bukan demi pandangan manusia.

Ayat Kunci (3)
  • Ayat 2 Ayat ini menjadi landasan utama surah tentang kewajiban ikhlas dalam beragama tanpa menyekutukan Allah.
  • Ayat 53 Ayat ini adalah ayat yang paling memberikan harapan dalam Al-Quran tentang luasnya ampunan Allah bagi para pendosa.
  • Ayat 73 Menggambarkan hasil akhir dari keikhlasan dan pentingnya kebersamaan dalam kebaikan saat menuju surga.

Az-Zumar · 1
﴿ 1 ﴾

تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ

Tanzīlul-kitābi minallāhil-‘azīzil-ḥakīm(i).

Diturunkannya Kitab (Al-Qur’an) ini (berasal) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Az-Zumar · 2
﴿ 2 ﴾

اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَۗ

Innā anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi fa‘budillāha mukhliṣal lahud-dīn(a).

Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.

Az-Zumar · 3
﴿ 3 ﴾

اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ ۗوَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَآ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰىۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ەۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّارٌ

Alā lillāhid-dīnul-khāliṣ(u), wal-lażīnattakhażū min dūnihī auliyā'(a), mā na‘buduhum illā liyuqarribūnā ilallāhi zulfā, innallāha yaḥkumu bainahum fī mā hum fīhi yakhtalifūn(a), innallāha lā yahdī man huwa kāżibun kaffār(un).

Ketahuilah, hanya untuk Allah agama yang bersih (dari syirik). Orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata,) “Kami tidak menyembah mereka, kecuali (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta lagi sangat ingkar.

Az-Zumar · 4
﴿ 4 ﴾

لَوْ اَرَادَ اللّٰهُ اَنْ يَّتَّخِذَ وَلَدًا لَّاصْطَفٰى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاۤءُ ۙ سُبْحٰنَهٗ ۗهُوَ اللّٰهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

Wa lau arādallāhu ay yattakhiża waladal laṣṭafā mimmā yakhluqu mā yasyā'(u), subḥānah(ū), huwallāhul-wāḥidul-qahhār(u).

Seandainya Allah hendak mengambil (makhluk-Nya sebagai) anak, pasti akan memilih yang Dia kehendaki dari apa yang Dia ciptakan. Maha Suci Dia. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

Az-Zumar · 5
﴿ 5 ﴾

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۚ يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اَلَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

Khalaqas-samāwāti wal-arḍa bil-ḥaqq(i), yukawwirul-laila ‘alan-nahāri wa yukawwirun nahāra ‘alal-laili wa sakhkharasy-syamsa wal-qamar(a), kulluy yajrī li'ajalim musammā(n), alā huwal-‘azīzul-gaffār(u).

Dia (Allah) menciptakan langit dan bumi dengan hak (yang benar). Dia menutupkan malam atas siang, menutupkan siang atas malam, serta menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan. Ketahuilah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Az-Zumar · 6
﴿ 6 ﴾

خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَاَنْزَلَ لَكُمْ مِّنَ الْاَنْعَامِ ثَمٰنِيَةَ اَزْوَاجٍ ۗ يَخْلُقُكُمْ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنْۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِيْ ظُلُمٰتٍ ثَلٰثٍۗ ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ فَاَنّٰى تُصْرَفُوْنَ

Khalaqakum min nafsiw wāḥidatin ṡumma ja‘ala minhā zaujahā wa anzala lakum minal-an‘āmi ṡamāniyata azwāj(in), yakhluqukum fī buṭūni ummahātikum khalqam mim ba‘di khalqin fī ẓulumātin ṡalāṡ(in), żālikumullāhu rabbukum lahul-mulk(u), lā ilāha illā huw(a), fa'annā tuṣrafūn(a).

Dia menciptakanmu dari jiwa yang satu (Adam), kemudian darinya Dia menjadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menciptakanmu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhanmu, Pemilik kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia. Mengapa kamu dapat berpaling (dari kebenaran)?

Az-Zumar · 7
﴿ 7 ﴾

اِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۗوَلَا يَرْضٰى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَۚ وَاِنْ تَشْكُرُوْا يَرْضَهُ لَكُمْۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۗ ثُمَّ اِلٰى رَبِّكُمْ مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ

In takfurū fa'innallāha ganiyyun ‘ankum, wa lā yarḍā li‘ibādihil-kufr(a), wa in tasykurū yarḍahu lakum, wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā, ṡumma ilā rabbikum marji‘ukum fa yunabbi'ukum bimā kuntum ta‘malūn(a), innahū ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).

Jika kamu kufur, sesungguhnya Allah tidak memerlukanmu. Dia pun tidak meridai kekufuran hamba-hamba-Nya. Jika kamu bersyukur, Dia meridai kesyukuranmu itu. Seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Kemudian, kepada Tuhanmulah kembalimu, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan di dalam dada.

Az-Zumar · 8
﴿ 8 ﴾

۞ وَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهٗ مُنِيْبًا اِلَيْهِ ثُمَّ اِذَا خَوَّلَهٗ نِعْمَةً مِّنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُوْٓا اِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلّٰهِ اَنْدَادًا لِّيُضِلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيْلًا ۖاِنَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ النَّارِ

Wa iżā massal-insāna ḍurrun da‘ā rabbahū munīban ilaihi ṡumma iżā khawwalahū ni‘matan minhu nasiya mā kāna yad‘ū ilaihi min qablu wa ja‘ala lilllāhi andādal liyuḍilla ‘an sabīlih(ī), qul tamatta‘ bikufrika qalīlā(n), innaka min aṣḥābin-nār(i).

Apabila ditimpa bencana, manusia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali (taat) kepada-Nya. Akan tetapi, apabila Dia memberikan nikmat kepadanya, dia lupa terhadap apa yang pernah dia mohonkan kepada Allah sebelum itu dan dia menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bersenang-senanglah dengan kekufuranmu untuk sementara waktu! Sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.”

Az-Zumar · 9
﴿ 9 ﴾

اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ ࣖ

Amman huwa qānitun ānā'al-laili sājidaw wa qā'imay yaḥżarul-ākhirata wa yarjū raḥmata rabbih(ī), qul hal yastawil-lażīna ya‘lamūna wal-lażīna lā ya‘lamūn(a), innamā yatażakkaru ulul-albāb(i).

(Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran.

Langkah Tadabbur

  1. 1
    Bacaan
    +10 XP
  2. 2
    Kosakata
    +20 XP
  3. 3
    Asbab an-Nuzul
    +10 XP
  4. 4
    Tafsir
    +15 XP
  5. 5
    Munasabah
    +10 XP
  6. 6
    Kuis
    +30 XP
  7. 7
    Renungan
    +25 XP
  8. 8
    Amalan
    +15 XP
  9. 9
    Hafalan
    +20 XP
Eksplorasi lanjutan

Setelah Hari 76, lanjutkan tema Surat Az-Zumar